Perjalanan perawatan
Cerita Bapak Franky.
Pak Franky Firdaus Sihombing (33 tahun) dari Pamulang, Tangerang Selatan, sempat menganggap penyakit jantung hanya menyerang orang lanjut usia. Meski memiliki kebiasaan merokok dan sudah berulang kali diingatkan keluarga untuk mengurangi, ia merasa baik-baik saja, hasil medical check-up rutin pun selalu tampak normal.
Dalam setahun terakhir, Pak Franky sesekali merasakan nyeri dada ringan dan sakit punggung, namun tidak terlalu dihiraukan. Sebuah program MCU kantor sempat merekomendasikan pemeriksaan jantung lanjutan, namun ia menundanya karena kesibukan kerja di luar kota.
Pada Februari, Pak Franky mengalami sesak napas, keringat dingin, dan muntah-muntah, hingga harus dilarikan ke IGD. Ia didiagnosis mengalami serangan jantung. Setelah berkonsultasi lebih lanjut, ia menjalani kateterisasi jantung di Heartology Cardiovascular Hospital, yang menunjukkan adanya penyumbatan pada pembuluh darah jantungnya.
Sempat merasa ragu karena usianya yang masih muda, Pak Franky dan istrinya berdiskusi panjang dengan tim dokter sebelum akhirnya memutuskan menjalani pemasangan stent. Ia mengapresiasi bagaimana dokter menjelaskan kondisinya secara detail, mendengarkan kekhawatirannya, dan tetap melibatkan istrinya dalam setiap keputusan.
Kini, keluhan sesak dan nyeri punggungnya sudah jauh membaik.
Setiap perjalanan berbeda. Cerita ini merupakan pengalaman pribadi. Kondisi, pilihan penanganan, dan hasil perawatan setiap orang dapat berbeda.
Dengarkan langsung
Cerita dalam Suaranya Sendiri.
Pasien Pasang Stent di Usia Muda (33 Tahun) yang Berhasil Ditangani di Heartology
Simak pengalaman yang dibagikan pasien melalui kanal Heartology. Durasi 18 menit 57 detik.
Tonton di YouTube Video dibuka di YouTube, di tab baru.



