Jawaban singkat
Apa Itu Hipotiroidisme?
Hipotiroidisme adalah keadaan ketika kelenjar tiroid membuat hormon terlalu sedikit, sehingga kerja tubuh melambat. Keluhannya antara lain mudah lelah, kedinginan, berat badan naik, dan denyut jantung lambat, dan kolesterol dapat ikut naik.
Sumber informasiTanda yang Memerlukan Pertolongan Segera
- Sangat mengantuk, bingung, atau sulit dibangunkan
- Tubuh terasa sangat dingin dan suhu tubuh rendah
- Napas lambat dan dangkal
- Denyut sangat lambat disertai pusing atau pingsan
- Sesak napas berat atau tidak bisa berbaring datar
- Nyeri dada setelah mulai minum hormon tiroid
Bila tanda ini muncul, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.
01 / Memahami kondisi
Mengenal Hipotiroidisme
Hipotiroidisme adalah keadaan ketika kelenjar tiroid tidak membuat cukup hormon tiroid. Hormon ini mengatur kecepatan kerja hampir semua sel, sehingga kekurangannya membuat tubuh seperti berjalan lambat: mudah lelah, kedinginan, sembelit, kulit kering, berat badan sedikit naik, dan pikiran terasa lamban. Gejala muncul perlahan selama berbulan-bulan sampai bertahun-tahun, sehingga sering dianggap akibat kelelahan atau penuaan. Pada sebagian orang, petunjuk pertama justru datang dari jantung, misalnya denyut lambat, mudah sesak saat beraktivitas, atau kolesterol yang tiba-tiba tinggi pada pemeriksaan rutin. Hipotiroidisme termasuk kelompok gangguan tiroid, yang dibahas di halaman Gangguan Tiroid.
Penyebab yang Umum
Di daerah dengan asupan yodium yang cukup, penyebab yang banyak dijumpai adalah tiroiditis Hashimoto, yaitu peradangan autoimun yang perlahan merusak kelenjar tiroid. Penyebab lain adalah operasi pengangkatan tiroid, terapi iodium radioaktif, penyinaran di leher, kekurangan yodium, dan obat tertentu seperti amiodaron, litium, serta beberapa obat kanker. Pada bayi, hipotiroidisme dapat dibawa sejak lahir (hipotiroid kongenital) dan dicari lewat skrining tetes darah tumit beberapa hari setelah lahir.
Dampak pada Jantung dan Pembuluh Darah
Kekurangan hormon tiroid melemahkan kontraksi otot jantung dan memperlambat denyut. Pembuluh darah menjadi lebih kaku, sehingga tekanan darah bawah dapat naik. Kolesterol LDL dan trigliserida cenderung meningkat, yang lama-kelamaan mempercepat penumpukan plak, seperti dibahas di halaman Dislipidemia. Pada hipotiroidisme yang berat dan lama, cairan dapat terkumpul di selaput jantung, yang dibahas di halaman Efusi Perikardium. Orang dengan gagal jantung juga dapat mengalami perburukan bila kadar hormon tiroidnya rendah.
Hipotiroidisme Subklinis
Kadang tes darah menunjukkan TSH sedikit tinggi dengan FT4 masih normal. Keadaan ini disebut hipotiroidisme subklinis. Tidak semua orang perlu langsung diobati: dokter menimbang kadar TSH, gejala, usia, adanya antibodi tiroid, penyakit jantung, dan rencana kehamilan. Pada hipotiroidisme yang jelas, hormon pengganti yang diminum setiap hari umumnya mengembalikan kadar hormon, dan banyak perubahan pada jantung serta kolesterol ikut membaik. Pada lansia dan penyandang penyakit jantung koroner, dosis awal biasanya dibuat kecil lalu dinaikkan perlahan agar jantung tidak terbebani.
02 / Memahami kondisi
Gejala yang Perlu Dikenali.
Gejala Umum
- Mudah lelah, lemas, dan sering mengantuk
- Mudah kedinginan dibanding orang lain
- Berat badan naik sedikit meski makan tidak bertambah
- Kulit kering, rambut kering dan rontok, kuku rapuh
- Sembelit
- Wajah dan kelopak mata sembap, suara serak
- Pelupa, sulit berkonsentrasi, atau murung
- Denyut jantung lambat, nyeri atau kram otot
Gejala pada Perempuan Dewasa
- Haid lebih banyak, lebih lama, atau tidak teratur
- Sulit hamil atau keguguran berulang
- Lelah dan murung berkepanjangan setelah melahirkan
Gejala pada Lansia
Pada lansia, gejala sering samar dan mudah dianggap tanda penuaan.
- Pelupa atau tampak bingung
- Lesu, kurang bergerak, dan mudah mengantuk
- Sembelit dan nafsu makan berkurang
- Denyut lambat atau mudah sesak saat beraktivitas
- Gagal jantung yang memburuk tanpa sebab yang jelas
Gejala pada Bayi Baru Lahir
Sebagian besar bayi dengan hipotiroid kongenital tampak normal saat lahir, sehingga skrining tetes darah tumit tetap perlu dilakukan.
- Kuning yang berlangsung lebih lama dari biasanya
- Malas menyusu dan banyak tidur
- Sembelit
- Tubuh lemas dan tangis serak
- Lidah besar dan pusar menonjol (hernia umbilikalis)
03 / Memahami kondisi
Apa yang Menyebabkan Kondisi Ini?
- Tiroiditis Hashimoto, yaitu peradangan autoimun yang perlahan merusak kelenjar tiroid
- Operasi pengangkatan sebagian atau seluruh kelenjar tiroid
- Terapi iodium radioaktif untuk hipertiroidisme, atau penyinaran di daerah kepala dan leher
- Kekurangan yodium dalam makanan
- Obat tertentu, seperti amiodaron, litium, dan beberapa obat imunoterapi kanker
- Tiroiditis setelah melahirkan atau setelah infeksi virus, yang dapat bersifat sementara
- Kelainan bawaan pada kelenjar tiroid bayi (hipotiroid kongenital)
- Gangguan kelenjar hipofisis yang membuat TSH tidak cukup (jarang)
04 / Memahami kondisi
Siapa yang Lebih Berisiko?
Medis
Penyakit autoimun lain seperti diabetes tipe 1, vitiligo, artritis reumatoid, atau penyakit seliak; riwayat operasi tiroid, iodium radioaktif, atau penyinaran leher; serta pemakaian amiodaron atau litium.
Genetik
Riwayat tiroiditis Hashimoto atau gangguan tiroid lain dalam keluarga. Sindrom Down dan sindrom Turner juga meningkatkan risiko.
Gaya Hidup
Asupan yodium yang kurang, misalnya tidak memakai garam beryodium, meningkatkan risiko hipotiroidisme dan gondok.
Usia
Risiko meningkat setelah usia 60 tahun. Kadar TSH pada lansia juga cenderung sedikit lebih tinggi, sehingga hasil tes ditafsirkan sesuai usia.
Lainnya
Perempuan beberapa kali lebih sering mengalami hipotiroidisme. Kehamilan dan satu tahun setelah melahirkan dapat memunculkan atau memperberat hipotiroidisme.
Kelompok yang Lebih Berisiko
- Perempuan Hamil dan Pascapersalinan: Kebutuhan hormon tiroid naik saat hamil. Hipotiroidisme yang tidak diobati berhubungan dengan keguguran dan gangguan perkembangan otak janin.
- Lansia: Gejala sering samar, dan kekurangan hormon dapat memperberat gagal jantung serta kolesterol tinggi. Pengobatan dimulai hati-hati pada penyandang penyakit jantung.
- Penyandang Penyakit Autoimun: Diabetes tipe 1, vitiligo, dan penyakit autoimun lain sering disertai tiroiditis Hashimoto.
- Pengguna Amiodaron atau Litium: Kedua obat ini dapat menekan kerja tiroid, sehingga TSH perlu diperiksa sebelum dan selama pengobatan.
- Bayi Baru Lahir: Hipotiroid kongenital tidak bergejala jelas di awal, tetapi bila terlambat diobati dapat mengganggu pertumbuhan dan kecerdasan. Skrining dilakukan dua sampai tiga hari setelah lahir.
05 / Memahami kondisi
Bagaimana Diagnosis Ditegakkan?
Dokter menanyakan keluhan, riwayat operasi atau terapi tiroid, obat yang diminum, rencana kehamilan, dan riwayat keluarga, lalu memeriksa leher, kulit, nadi, tekanan darah, dan refleks. Diagnosis dipastikan dengan tes darah TSH dan FT4. Karena gejalanya tidak khas, tes ini juga dianjurkan pada orang dengan kolesterol tinggi yang baru ditemukan, gagal jantung, atau denyut lambat tanpa sebab yang jelas.
Bila hasilnya hanya sedikit di luar batas normal, dokter biasanya mengulang tes dalam beberapa minggu sampai bulan, karena kadar TSH dapat berubah sementara, misalnya saat sakit berat. Tes antibodi anti-TPO membantu memastikan Hashimoto. Pemeriksaan jantung seperti EKG, ekokardiografi, dan profil lipid menilai dampaknya pada jantung, sekaligus menjadi patokan saat kontrol setelah pengobatan berjalan.
Pemeriksaan Fungsi Tiroid
Tes darah TSH dan FT4. TSH tinggi dengan FT4 rendah memastikan hipotiroidisme; TSH tinggi dengan FT4 normal disebut hipotiroidisme subklinis.
Tes antibodi anti-TPO untuk mencari tiroiditis Hashimoto dan memperkirakan kemungkinan hipotiroidisme subklinis berlanjut.
Skrining Kolesterol & Profil Lipid
Profil lipid, karena kekurangan hormon tiroid menaikkan kolesterol LDL. Sebaliknya, kolesterol tinggi yang baru ditemukan perlu dicek TSH-nya.
Elektrokardiogram / EKG
EKG untuk melihat denyut lambat, tegangan listrik jantung yang rendah, atau perubahan irama.
Ekokardiografi
Ekokardiografi bila ada sesak, bengkak, atau dugaan cairan di selaput jantung.
Tes Kreatin Kinase
Tes kreatin kinase bila ada nyeri atau lemah otot, terutama sebelum atau saat memakai obat penurun kolesterol golongan statin.
Skrining hipotiroid kongenital dari tetes darah tumit bayi baru lahir, untuk menemukan bayi yang perlu diobati sebelum muncul gejala.
06 / Memahami kondisi
Pilihan Penanganan.
Penanganan ditentukan dokter setelah evaluasi. Kategori berikut membantu Anda memahami pembicaraan dengan dokter.
Hormon Tiroid Pengganti
Tablet hormon tiroid sintetis (levotiroksin) diminum setiap hari, umumnya seumur hidup. Dosis ditentukan dokter dari berat badan, usia, dan keadaan jantung, lalu disesuaikan menurut hasil TSH.
Penyesuaian Bertahap pada Penyakit Jantung
Pada lansia dan penyandang penyakit jantung koroner, dokter biasanya memulai dengan dosis kecil dan menaikkannya perlahan agar jantung tidak terbebani mendadak.
Pemantauan TSH Berkala
Tes TSH diulang beberapa minggu setelah pengobatan dimulai atau dosis diubah, lalu berkala setelah stabil. Saat hamil, tes dilakukan lebih sering karena kebutuhan hormon meningkat.
Cara Minum Obat yang Tepat
Hormon tiroid diserap lebih baik saat perut kosong dan pada waktu yang sama setiap hari. Beri jarak dengan suplemen kalsium, zat besi, dan obat maag sesuai petunjuk dokter.
Penanganan Faktor Risiko Jantung
Bila kolesterol atau tekanan darah tetap tinggi setelah hormon normal, dokter menambahkan pengobatan sesuai pedoman, misalnya obat penurun kolesterol golongan statin.
07 / Memahami kondisi
Komplikasi yang Perlu Dipantau.
Kolesterol Tinggi dan Aterosklerosis
Kolesterol LDL yang naik dalam waktu lama mempercepat penumpukan plak di arteri, termasuk arteri koroner. Kolesterol biasanya turun setelah hormon kembali normal.
Gagal Jantung
Kekurangan hormon melemahkan kontraksi dan pengisian jantung. Pada orang yang sudah memiliki gagal jantung, sesak dan bengkak dapat memburuk.
Efusi Perikardium
Cairan terkumpul di selaput pembungkus jantung pada hipotiroidisme berat. Biasanya terbentuk perlahan dan berkurang setelah pengobatan hormon.
Tekanan Darah Tinggi
Pembuluh darah yang lebih kaku menaikkan tekanan darah, terutama tekanan bawah (diastolik).
Koma Miksedema
Keadaan gawat yang jarang akibat kekurangan hormon berat, sering dipicu infeksi, cuaca dingin, atau obat penenang pada lansia. Ditandai penurunan kesadaran, suhu tubuh rendah, dan napas lambat.
Gangguan Kehamilan dan Tumbuh Kembang
Hipotiroidisme yang tidak diobati saat hamil berhubungan dengan keguguran, preeklamsia, dan gangguan perkembangan otak janin. Pada bayi, pengobatan yang terlambat menghambat pertumbuhan dan kecerdasan.
08 / Memahami kondisi
Apa yang Bisa Dilakukan?
- Gunakan garam beryodium untuk memasak, dalam jumlah wajar
- Pastikan bayi baru lahir menjalani skrining hipotiroid kongenital
- Periksakan TSH sebelum dan selama hamil bila Anda memiliki riwayat gangguan tiroid
- Minta pemeriksaan tiroid berkala bila minum amiodaron atau litium, atau setelah terapi iodium radioaktif
- Minum hormon tiroid setiap hari sesuai petunjuk, jangan berhenti atau mengubah dosis sendiri
- Lakukan tes darah kontrol sesuai jadwal dari dokter
09 / Memahami kondisi
Kapan Harus ke Dokter?
Periksakan diri bila beberapa keluhan berikut menetap selama beberapa minggu. Gejala hipotiroidisme muncul perlahan, sehingga mudah terlewat.
- Lelah dan mengantuk terus-menerus meski cukup tidur
- Mudah kedinginan, kulit kering, rambut rontok, dan sembelit
- Berat badan naik tanpa perubahan pola makan
- Denyut jantung lambat atau mudah sesak saat beraktivitas
- Kolesterol tinggi yang baru ditemukan
- Haid berlebihan, sulit hamil, atau merencanakan kehamilan dengan riwayat gangguan tiroid
- Bayi yang kuning lama, malas menyusu, dan banyak tidur
Segera ke IGD bila muncul rasa sangat mengantuk sampai sulit dibangunkan, tubuh sangat dingin, napas lambat, atau nyeri dada setelah mulai minum hormon tiroid.
Jangan Menunggu bila Kondisinya Darurat.
Bila keluhan terasa berat atau muncul mendadak, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258, bukan menunggu janji temu.
10 / Pertanyaan umum
Hal yang Mungkin Anda Tanyakan.
Pertanyaan yang sering diajukan tentang hipotiroidisme dan dampaknya pada jantung.
Apakah hipotiroidisme bisa menaikkan kolesterol?
Bisa. Hormon tiroid membantu hati membuang kolesterol LDL dari darah. Saat hormon kurang, LDL dan trigliserida cenderung naik. Karena itu, pedoman kolesterol menganjurkan pemeriksaan TSH pada kolesterol tinggi yang baru ditemukan. Setelah hormon pengganti diberikan, kolesterol sering ikut turun. Bila tetap tinggi, dokter menambahkan pengobatan kolesterol sesuai tingkat risiko jantung Anda.
Apakah obat hormon tiroid harus diminum seumur hidup?
Pada tiroiditis Hashimoto, setelah operasi tiroid, atau setelah iodium radioaktif, umumnya ya, karena kelenjar tidak lagi membuat hormon yang cukup. Pada hipotiroidisme sementara, misalnya setelah melahirkan atau akibat peradangan, obat kadang dapat dihentikan setelah dievaluasi. Jangan menghentikan obat sendiri: keputusan itu diambil dokter berdasarkan penyebab dan hasil tes darah.
Apakah hormon tiroid berbahaya bagi jantung?
Pada dosis yang sesuai kebutuhan, hormon pengganti justru membantu memperbaiki denyut, pompa jantung, dan kolesterol. Yang perlu dihindari adalah dosis berlebih, karena dapat memicu debar, fibrilasi atrium, dan pengeroposan tulang. Pada lansia dan penyandang penyakit jantung koroner, dokter memulai dengan dosis kecil dan menaikkannya perlahan sambil memantau TSH dan keluhan dada.
Apakah hipotiroidisme subklinis perlu diobati?
Tidak selalu. Bila TSH hanya sedikit tinggi dan Anda tidak bergejala, dokter sering memilih memantau dengan tes ulang berkala. Penelitian pada lansia menunjukkan pengobatan pada keadaan ringan ini tidak banyak memperbaiki keluhan. Pengobatan lebih dipertimbangkan bila TSH cukup tinggi, ada gejala, antibodi positif, gagal jantung, atau sedang merencanakan kehamilan. Keputusannya dibuat bersama dokter.
Apakah hipotiroidisme membuat berat badan naik banyak?
Biasanya kenaikannya tidak besar, sebagian karena tubuh menahan cairan. Hipotiroidisme jarang menjadi penyebab tunggal kegemukan. Setelah pengobatan, berat badan dapat turun sedikit, tetapi menurunkan berat badan tetap memerlukan pola makan seimbang dan aktivitas fisik teratur. Hormon tiroid tidak boleh dipakai sebagai obat pelangsing karena dapat membahayakan jantung.
Bagaimana jika saya hamil dan memiliki hipotiroidisme?
Beri tahu dokter begitu Anda tahu hamil, karena kebutuhan hormon tiroid biasanya naik di awal kehamilan dan dosis sering perlu ditambah. TSH diperiksa lebih sering selama hamil. Kadar hormon yang cukup penting untuk perkembangan otak janin dan menurunkan risiko keguguran. Setelah melahirkan, dosis umumnya dikembalikan seperti sebelum hamil.
Sumber dan Tinjauan Medis
Ditinjau secara medis oleh dr. Debby C. Soemitha, Sp.PD.
- Jonklaas J, Bianco AC, Bauer AJ, Burman KD, Cappola AR, Celi FS, et al. Guidelines for the treatment of hypothyroidism: prepared by the American Thyroid Association Task Force on Thyroid Hormone Replacement. Thyroid. 2014;24(12):1670-751.
- Chaker L, Bianco AC, Jonklaas J, Peeters RP. Hypothyroidism. Lancet. 2017;390(10101):1550-62.
- Chaker L, Razvi S, Bensenor IM, Azizi F, Pearce EN, Peeters RP. Hypothyroidism. Nat Rev Dis Primers. 2022;8(1):30.
- Biondi B, Cappola AR, Cooper DS. Subclinical hypothyroidism: a review. JAMA. 2019;322(2):153-60.
- Stott DJ, Rodondi N, Kearney PM, Ford I, Westendorp RGJ, Mooijaart SP, et al. Thyroid hormone therapy for older adults with subclinical hypothyroidism. N Engl J Med. 2017;376(26):2534-44.
- Mach F, Baigent C, Catapano AL, Koskinas KC, Casula M, Badimon L, et al. 2019 ESC/EAS Guidelines for the management of dyslipidaemias: lipid modification to reduce cardiovascular risk. Eur Heart J. 2020;41(1):111-88.
- Razvi S, Jabbar A, Pingitore A, Danzi S, Biondi B, Klein I, et al. Thyroid hormones and cardiovascular function and diseases. J Am Coll Cardiol. 2018;71(16):1781-96.




