Langsung ke konten

Prosedur medis · Pemeriksaan

Skrining Kolesterol & Profil Lipid

Lipid Panel / Lipid Profile

Tes darah untuk mengukur kolesterol LDL, HDL, trigliserida, dan bila perlu lipoprotein(a), guna menilai risiko penyakit jantung koroner dan stroke sebelum timbul keluhan.

Ditinjau secara medis olehDr. dr. Jajang Sinardja, Sp.JP(K), Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Terakhir diperbarui5 Oktober 2026
Ilustrasi pemeriksaan kolesterol dengan pembuluh arteri yang menyempit akibat plak lemak, partikel lipid, sel darah merah, tabung sampel darah, dan kartu hasil profil lipid.
Ilustrasi Skrining Kolesterol & Profil Lipid
Kelompok prosedur
Preventif & Skrining
Durasi tindakan
30 menit
Anestesi
Tidak ada
Rawat inap
Tidak direncanakan

Jawaban singkat

Apa Itu Skrining Kolesterol & Profil Lipid?

Skrining kolesterol adalah tes darah untuk mengukur lemak darah, yaitu kolesterol total, LDL, HDL, dan trigliserida. Kolesterol LDL yang tinggi menumpuk di dinding pembuluh darah dan meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke. Sebagian besar orang tidak perlu puasa. Hasil dibaca bersama faktor risiko lain untuk menentukan target dan pengobatan.

Sumber informasi

Mengenal Skrining Kolesterol & Profil Lipid

Apa Itu Skrining Kolesterol dan Profil Lipid

Kolesterol dan trigliserida adalah lemak dalam darah yang dibutuhkan tubuh. Bila berlebih, kolesterol dapat menumpuk di dinding pembuluh darah sebagai plak. Penumpukan ini disebut aterosklerosis dan menjadi penyebab utama serangan jantung dan stroke. Kolesterol tinggi umumnya tanpa keluhan, sehingga hanya dapat diketahui lewat tes darah. Skrining profil lipid mengukur kadar lemak darah untuk menilai risiko tersebut sejak dini.

Cara Kerja Singkat

Kolesterol diangkut dalam darah oleh partikel yang disebut lipoprotein. Partikel LDL membawa kolesterol ke dinding pembuluh darah dan dapat tertinggal membentuk plak, sedangkan HDL membantu membawanya kembali ke hati. Sampel darah diperiksa di laboratorium, lalu hasilnya dibaca bersama usia, tekanan darah, gula darah, dan kebiasaan merokok untuk menentukan tingkat risiko dan target kolesterol Anda.

Yang Diperiksa

  • Kolesterol LDL: sasaran utama pencegahan. Makin tinggi kadarnya dan makin lama berlangsung, makin besar risikonya.
  • Kolesterol HDL: kadar yang rendah ikut diperhitungkan sebagai tanda risiko lebih tinggi.
  • Trigliserida: naik pada berat badan berlebih, diabetes, atau konsumsi alkohol. Kadar yang sangat tinggi dapat menyebabkan radang pankreas.
  • Kolesterol total dan non-HDL: gambaran seluruh kolesterol yang dapat membentuk plak, berguna terutama bila trigliserida tinggi.
  • Lipoprotein(a) atau Lp(a): kadarnya terutama ditentukan keturunan dan hampir tidak berubah sepanjang hidup, sehingga pedoman menganjurkan pemeriksaan setidaknya sekali. Apolipoprotein B (ApoB) dapat ditambahkan pada diabetes, obesitas, atau trigliserida tinggi.

Membaca Hasil

Tidak ada satu angka normal yang berlaku untuk semua orang, karena target kolesterol LDL ditentukan menurut tingkat risiko. Sebagai gambaran umum dari pedoman:

  • Target LDL: di bawah 116 mg/dL pada risiko rendah, di bawah 100 mg/dL pada risiko sedang, di bawah 70 mg/dL pada risiko tinggi, dan di bawah 55 mg/dL pada risiko sangat tinggi, misalnya setelah serangan jantung.
  • LDL 190 mg/dL atau lebih: tergolong sangat tinggi dan dapat menandakan kolesterol tinggi keturunan (hiperkolesterolemia familial).
  • Trigliserida 150 mg/dL atau lebih: tergolong tinggi dan menambah risiko.
  • Lp(a) di atas 50 mg/dL: menambah risiko penyakit jantung, meskipun kolesterol lainnya normal.

Siapa yang Dianjurkan

Pemeriksaan profil lipid dianjurkan bagi orang dewasa dengan faktor risiko, seperti hipertensi, diabetes, merokok, berat badan berlebih, atau penyakit jantung dini dalam keluarga, yaitu sebelum usia 55 tahun pada ayah atau saudara laki-laki dan sebelum usia 65 tahun pada ibu atau saudara perempuan. Tanpa faktor risiko, pemeriksaan dapat dimulai pada laki-laki usia 40 tahun dan perempuan usia 50 tahun atau setelah menopause. Keluarga dekat penyandang kolesterol tinggi keturunan, termasuk anak-anak, juga dianjurkan diperiksa.

Kapan Tindakan Ini Dipertimbangkan?

Dokter dapat mempertimbangkan tindakan ini pada keadaan berikut. Keputusan selalu ditetapkan setelah evaluasi menyeluruh.

  • Laki-laki 40 Tahun dan Perempuan 50 Tahun ke AtasAtau setelah menopause, meskipun tanpa faktor risiko lain.
  • Hipertensi, Diabetes, atau MerokokFaktor risiko yang bersama kolesterol mempercepat terbentuknya plak.
  • Berat Badan Berlebih atau Lingkar Pinggang BesarSering disertai trigliserida tinggi dan HDL rendah.
  • Penyakit Jantung Dini dalam KeluargaAyah atau saudara laki-laki sebelum 55 tahun, ibu atau saudara perempuan sebelum 65 tahun.
  • Keluarga dengan Kolesterol Tinggi KeturunanAnggota keluarga, termasuk anak-anak, dianjurkan diperiksa.
  • Penyakit Ginjal Kronis atau Penyakit AutoimunKondisi yang meningkatkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah.
Tidak setiap pasien memerlukan tindakan ini. Tanyakan tujuan tindakan dan bagaimana hasilnya memengaruhi rencana perawatan Anda.
Keadaan yang Perlu Dipertimbangkan Lebih Dulu
  • Baru Sakit Berat atau Operasi BesarKadar kolesterol dapat turun sementara, sehingga hasil kurang mewakili.
  • Trigliserida Sebelumnya Sangat TinggiPemeriksaan dilakukan setelah puasa 10 sampai 12 jam agar hasil dapat dinilai.
  • Sedang HamilKolesterol dan trigliserida naik secara wajar selama kehamilan. Sampaikan kepada petugas.
  • Baru Mengubah Obat KolesterolPemeriksaan ulang umumnya menunggu 4 sampai 12 minggu agar efek obat terlihat.
  • Konsumsi Alkohol atau Makanan Sangat Berlemak sehari SebelumnyaDapat menaikkan trigliserida sementara.

Apa yang Perlu Disiapkan?

Profil lipid umumnya dapat diperiksa tanpa puasa. Petugas akan memberi tahu bila Anda perlu berpuasa.

Puasa bila diminta. Puasa 10 sampai 12 jam dengan tetap minum air putih biasanya diminta bila trigliserida Anda sebelumnya sangat tinggi, atau bila tes gula darah puasa diperiksa bersamaan.

Makan seperti biasa. Hindari alkohol dan makanan sangat berlemak sehari sebelumnya, tetapi jangan mengubah pola makan secara drastis menjelang tes.

Obat. Obat rutin, termasuk obat kolesterol, tetap diminum seperti biasa. Bawa daftar obat dan hasil kolesterol sebelumnya bila ada.

Informasi penting. Beri tahu petugas bila Anda sedang hamil, baru sakit berat, atau ada keluarga dengan kolesterol sangat tinggi atau penyakit jantung di usia muda.

Belum jelas dengan instruksi persiapan? Tanyakan kepada tim sebelum menjalani tindakan.

Bagaimana Tindakan Dilakukan?

Wawancara, pengukuran, dan pengambilan darah umumnya selesai dalam sekitar 30 menit. Hasil laboratorium biasanya tersedia di hari yang sama.

Wawancara Faktor Risiko

Dokter atau perawat menanyakan riwayat kesehatan, obat yang diminum, kebiasaan merokok, dan penyakit jantung atau kolesterol tinggi dalam keluarga.

Pengukuran Tubuh

Tekanan darah, berat badan, tinggi badan, dan lingkar pinggang diukur untuk melengkapi penilaian risiko.

Pengambilan Darah

Darah diambil dari pembuluh darah di lipat siku dan dimasukkan ke tabung untuk diperiksa di laboratorium.

Penilaian Risiko

Dokter membaca hasil bersama faktor risiko lain, menentukan tingkat risiko dan target kolesterol LDL, lalu menjelaskan langkah berikutnya.

Manfaat dan Risiko Perlu Dibahas Bersama.

Setiap tindakan medis memiliki manfaat dan risiko. Dokter menjelaskan keduanya sesuai keadaan Anda sebelum tindakan.

Manfaat yang Dapat Diharapkan

  • Mengenali Risiko Sebelum Ada KeluhanKolesterol tinggi umumnya tidak menimbulkan gejala.
  • Menentukan Target PribadiTarget LDL disesuaikan dengan tingkat risiko masing-masing.
  • Menemukan Kolesterol Tinggi KeturunanMembuka kesempatan memeriksa dan melindungi anggota keluarga.
  • Cukup dengan Tes DarahUmumnya tanpa puasa, dan hasil biasanya tersedia di hari yang sama.
  • Menilai Hasil PengobatanPemeriksaan ulang menunjukkan apakah target sudah tercapai.

Manfaat tindakan bukan janji kesembuhan. Tanyakan bagaimana hasilnya memengaruhi rencana perawatan Anda.

Risiko yang Perlu Diketahui

  • Nyeri atau Memar KecilDi bekas tusukan jarum, umumnya ringan dan cepat hilang.
  • Pusing atau Pingsan SesaatTerutama bila berpuasa. Beri tahu petugas supaya Anda dapat berbaring.
  • Hasil Dipengaruhi Keadaan SesaatSakit berat, kehamilan, atau alkohol dapat mengubah hasil, sehingga kadang perlu tes ulang.
  • Hasil Normal Bukan JaminanRisiko juga ditentukan tekanan darah, gula darah, merokok, dan keturunan.

Risiko setiap orang dapat berbeda. Penjelasan lengkap dan persetujuan tindakan diberikan setelah evaluasi individual.

Bagaimana Pemulihannya?

Tidak ada masa pemulihan. Tekan bekas tusukan beberapa menit agar tidak memar, lalu Anda dapat langsung beraktivitas.

Bila hasil baik dan risiko rendah. Pemeriksaan biasanya diulang setiap beberapa tahun sesuai saran dokter.

Bila kolesterol tinggi. Pola makan rendah lemak jenuh, aktivitas fisik teratur, berhenti merokok, dan menjaga berat badan menjadi dasar pengobatan. Pada risiko tinggi, dokter dapat menganjurkan obat penurun kolesterol seperti statin, lalu memeriksa ulang setelah 4 sampai 12 minggu.

Bila dicurigai kolesterol tinggi keturunan. Dokter dapat menganjurkan pemeriksaan bagi anggota keluarga dekat.

Tanda yang perlu diwaspadai. Segera ke IGD bila Anda mengalami:

  • Nyeri atau rasa tertekan di dada, terutama disertai keringat dingin
  • Sesak napas mendadak
  • Wajah mencong, lengan lemah, atau bicara pelo
  • Nyeri perut atas hebat yang menjalar ke punggung, terutama bila trigliserida sangat tinggi

Kenali Tanda yang Perlu Segera Ditangani.

Ikuti arahan tim tentang tanda yang perlu diwaspadai. Bila muncul keluhan berat atau mendadak setelah tindakan, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.

Dokter dan Dukungan Tindakan

Dokter berikut tercantum untuk tindakan ini. Urutan menurut nama, bukan peringkat.

dr. Debby C. Soemitha, Sp.PD

Spesialis Penyakit Dalam

Fokus klinisDiabetes dan Komplikasi Diabetes · Obesitas dan Penyakit Metabolik

Lihat Profil

Dr. med. dr. Denio A. Ridjab, Sp.JP(K)

Kardiologi Intervensi

Coronary Intervention Procedures +2 center

Fokus klinisKardiologi Intervensi · Penyakit Jantung Koroner

Lihat Profil

dr. Juweni Joe, Sp.GK

Spesialis Gizi Klinik

Fokus klinisIntervensi Nutrisi Medis · Nutrisi Pasien Kardiovaskular

Lihat Profil

Sebelum Merencanakan Tindakan.

Pertanyaan yang sering diajukan tentang skrining kolesterol dan profil lipid. Arti hasil untuk kondisi Anda dijelaskan oleh dokter.

Apakah harus puasa sebelum cek kolesterol?

Umumnya tidak. Pedoman Eropa menyatakan profil lipid dapat diperiksa tanpa puasa, karena makan biasa hanya sedikit mengubah hasil. Puasa 10 sampai 12 jam biasanya diminta bila trigliserida Anda sebelumnya sangat tinggi, atau bila gula darah puasa diperiksa bersamaan. Tanyakan kepada petugas saat membuat jadwal.

Berapa kadar kolesterol LDL yang normal?

Tidak ada satu angka yang berlaku untuk semua orang. Target LDL ditentukan menurut tingkat risiko, misalnya di bawah 116 mg/dL pada risiko rendah dan di bawah 55 mg/dL pada risiko sangat tinggi, seperti setelah serangan jantung. Karena itu, dokter selalu membaca hasil kolesterol bersama usia, tekanan darah, gula darah, dan kebiasaan merokok.

Apa itu lipoprotein(a) dan mengapa perlu diperiksa?

Lipoprotein(a) atau Lp(a) adalah partikel pembawa kolesterol yang kadarnya terutama ditentukan keturunan. Kadar tinggi meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, dan penyempitan katup aorta, meskipun kolesterol lain normal. Karena kadarnya hampir tidak berubah, pedoman menganjurkan pemeriksaan setidaknya sekali seumur hidup. Hasilnya membantu dokter menilai risiko Anda secara lebih lengkap.

Saya kurus dan merasa sehat, apakah kolesterol saya pasti normal?

Tidak selalu. Kolesterol juga dipengaruhi keturunan, sehingga orang bertubuh ideal dan berolahraga teratur pun dapat memiliki kolesterol tinggi. Contohnya hiperkolesterolemia familial, kelainan keturunan yang membuat LDL sangat tinggi sejak muda. Kadar kolesterol hanya dapat diketahui lewat tes darah, terutama bila ada keluarga dengan penyakit jantung di usia muda.

Apakah kolesterol tinggi selalu harus diobati dengan obat?

Tidak selalu. Pada risiko rendah sampai sedang, perubahan gaya hidup seperti mengurangi lemak jenuh, berolahraga, dan berhenti merokok sering menjadi langkah pertama. Pada risiko tinggi, misalnya penyandang diabetes atau setelah serangan jantung, obat seperti statin umumnya dianjurkan karena terbukti menurunkan risiko kejadian jantung. Dokter menentukan pilihan sesuai risiko Anda.

Seberapa sering kolesterol perlu diperiksa ulang?

Bila hasil baik dan risiko rendah, pemeriksaan biasanya diulang setiap beberapa tahun. Setelah memulai atau mengubah obat kolesterol, pemeriksaan ulang umumnya dilakukan setelah 4 sampai 12 minggu untuk melihat apakah target tercapai, lalu berkala sesuai saran dokter. Lp(a) cukup diperiksa sekali kecuali ada alasan khusus.

Sumber dan Tinjauan Medis

Ditinjau secara medis oleh Dr. dr. Jajang Sinardja, Sp.JP(K).

  1. Mach F, Baigent C, Catapano AL, dkk. 2019 ESC/EAS Guidelines for the management of dyslipidaemias: lipid modification to reduce cardiovascular risk. Eur Heart J. 2020;41(1):111-188.
  2. Mach F, Koskinas KC, Roeters van Lennep JE, dkk. 2025 Focused Update of the 2019 ESC/EAS Guidelines for the management of dyslipidaemias. Eur Heart J. 2025;46(42):4359-4378.
  3. Visseren FLJ, Mach F, Smulders YM, dkk. 2021 ESC Guidelines on cardiovascular disease prevention in clinical practice. Eur Heart J. 2021;42(34):3227-3337.
  4. Nordestgaard BG, Langsted A, Mora S, dkk. Fasting is not routinely required for determination of a lipid profile: clinical and laboratory implications including flagging at desirable concentration cut-points. Eur Heart J. 2016;37(25):1944-1958.
  5. Kronenberg F, Mora S, Stroes ESG, dkk. Lipoprotein(a) in atherosclerotic cardiovascular disease and aortic stenosis: a European Atherosclerosis Society consensus statement. Eur Heart J. 2022;43(39):3925-3946.

Langkah berikutnya

Bahas Tindakan Ini dengan Lebih Jelas.

Konsultasikan tujuan, manfaat, dan risiko tindakan sebelum menentukan langkah berikutnya.

Konteks konsultasi: Skrining Kolesterol & Profil Lipid

Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi, diagnosis, atau pengobatan medis. Untuk keluhan kesehatan Anda, konsultasikan langsung dengan dokter.

Kembali ke Semua Prosedur