Jawaban singkat
Apa Itu Infark Miokard dengan Elevasi Segmen ST?
Infark miokard dengan elevasi segmen ST (STEMI) adalah serangan jantung akibat sumbatan total arteri koroner yang tampak sebagai pola khas pada EKG. Arteri perlu dibuka secepatnya, umumnya dengan tindakan kateter.
Sumber informasi01 / Memahami kondisi
Mengenal Infark Miokard dengan Elevasi Segmen ST
Infark miokard dengan elevasi segmen ST, disingkat STEMI, adalah jenis serangan jantung yang terlihat dari pola khas pada rekaman EKG: bagian garis yang disebut segmen ST terangkat lebih tinggi dari biasanya. Pola ini umumnya menandakan satu arteri koroner tersumbat total oleh bekuan darah, sehingga sebagian otot jantung sama sekali tidak mendapat aliran. STEMI termasuk sindrom koroner akut, bersama infark miokard tanpa elevasi segmen ST dan angina tidak stabil. Gambaran umum semua jenis serangan jantung dibahas di halaman Infark Miokard / Serangan Jantung.
Apa yang Terjadi pada Arteri Koroner
Hampir semua STEMI berawal dari plak kolesterol di dinding arteri koroner yang retak. Bekuan darah terbentuk di atas retakan dan menutup arteri sepenuhnya. Otot jantung di belakang sumbatan mulai mati setelah sekitar 20 sampai 40 menit, dimulai dari lapisan dalam lalu meluas ke seluruh ketebalan dinding dalam beberapa jam. Itulah sebabnya dokter berkata "waktu adalah otot". Lebih jarang, STEMI disebabkan kejang arteri koroner, robekan dinding arteri, atau bekuan yang terbawa dari tempat lain.
Membuka Arteri Secepatnya
Tujuan utama penanganan STEMI adalah reperfusi, yaitu memulihkan aliran darah ke otot jantung. Pedoman ESC 2023 menganjurkan intervensi koroner perkutan primer, yaitu pembukaan arteri dengan balon dan stent lewat kateter, bila dapat dilakukan dalam 120 menit sejak diagnosis ditegakkan. Bila tidak memungkinkan, misalnya karena jarak ke rumah sakit dengan fasilitas kateterisasi terlalu jauh, dokter memberikan obat penghancur bekuan darah (fibrinolitik) lalu merujuk pasien untuk angiografi koroner. Manfaatnya makin besar bila arteri dibuka makin awal, terutama dalam 12 jam pertama sejak keluhan muncul.
Setelah Fase Darurat
Setelah arteri dibuka, pasien dirawat beberapa hari dengan pemantauan irama jantung, karena gangguan irama sering muncul dalam 48 jam pertama. Bila arteri lain juga menyempit, dokter dapat merencanakan tindakan tambahan, baik selama perawatan maupun beberapa minggu kemudian. Obat jangka panjang, pengendalian faktor risiko, dan rehabilitasi jantung membantu mencegah serangan berulang. Gangguan yang dapat muncul sesudahnya dibahas di halaman Komplikasi Pasca Infark Miokard.
02 / Memahami kondisi
Gejala yang Perlu Dikenali.
Gejala Umum
- Nyeri, rasa berat, atau tertekan di tengah dada yang menetap dan tidak hilang dengan istirahat
- Nyeri menjalar ke lengan kiri atau kedua lengan, leher, rahang, atau punggung
- Keringat dingin dan kulit pucat
- Sesak napas
- Mual atau muntah
- Pusing, lemas, atau rasa akan pingsan
- Rasa cemas yang kuat atau perasaan akan terjadi sesuatu yang buruk
Gejala pada Perempuan Dewasa
Nyeri dada tetap keluhan utama, tetapi perempuan lebih sering merasakan keluhan penyerta yang tidak khas sehingga terlambat mencari pertolongan.
- Sesak napas atau lelah luar biasa yang datang mendadak
- Nyeri di punggung atas, di antara tulang belikat, leher, atau rahang
- Mual, muntah, atau rasa tidak nyaman di ulu hati
- Rasa tertekan di dada yang tidak terlalu nyeri
- Pusing atau keringat dingin tanpa aktivitas berat
Gejala pada Lansia
Pada usia lanjut, nyeri dada bisa ringan atau tidak ada sama sekali.
- Sesak napas mendadak tanpa nyeri dada yang jelas
- Bingung atau linglung yang baru muncul
- Lemas berat atau tiba-tiba tidak mampu berdiri
- Pingsan atau jatuh tanpa sebab jelas
03 / Memahami kondisi
Apa yang Menyebabkan Kondisi Ini?
- Plak kolesterol di arteri koroner yang retak lalu tertutup bekuan darah secara total
- Penyakit jantung koroner yang berkembang selama bertahun-tahun tanpa keluhan
- Kejang (spasme) arteri koroner yang berat dan berkepanjangan
- Robekan spontan dinding arteri koroner, yang dibahas di halaman Diseksi Arteri Koroner Spontan.
- Bekuan dari bilik jantung atau katup yang terbawa ke arteri koroner (emboli)
- Penyumbatan mendadak stent yang pernah dipasang, yang dibahas di halaman Trombosis Stent.
04 / Memahami kondisi
Siapa yang Lebih Berisiko?
Gaya Hidup
Merokok adalah faktor risiko kuat STEMI, terutama pada usia muda. Pola makan tinggi lemak jenuh dan garam, kurang gerak, serta obesitas menambah risiko.
Medis
Hipertensi, diabetes, kolesterol LDL tinggi, dan penyakit ginjal kronis mempercepat pembentukan plak. Orang yang pernah dipasang stent atau menjalani bypass juga tetap berisiko.
Genetik
Riwayat penyakit jantung koroner dini dalam keluarga dan hiperkolesterolemia familial, yaitu kolesterol LDL sangat tinggi sejak muda karena faktor keturunan.
Usia
Risiko meningkat pada laki-laki di atas 45 tahun dan perempuan di atas 55 tahun. STEMI juga dapat terjadi pada usia 30-an dan 40-an, terutama pada perokok.
Lainnya
Pemakaian kokain atau amfetamin, stres emosional atau fisik yang berat, serta polusi udara dapat memicu serangan pada orang yang sudah memiliki plak.
Kelompok yang Lebih Berisiko
- Perokok Usia Muda: Merokok termasuk pemicu utama STEMI pada usia di bawah 50 tahun. Risiko turun bertahap setelah berhenti merokok.
- Penyandang Diabetes: Diabetes mempercepat pengerasan arteri dan dapat membuat keluhan serangan jantung terasa samar sehingga pertolongan terlambat.
- Penderita Penyakit Jantung Koroner: Orang yang pernah mengalami angina, pemasangan stent, atau bypass tetap berisiko karena plak dapat tumbuh di arteri lain.
- Orang dengan Riwayat Keluarga Penyakit Jantung: Riwayat serangan jantung dini pada orang tua atau saudara kandung, termasuk kolesterol tinggi keturunan, meningkatkan risiko sejak usia muda.
05 / Memahami kondisi
Bagaimana Diagnosis Ditegakkan?
Diagnosis STEMI ditegakkan dari keluhan dan EKG, tanpa menunggu hasil laboratorium. EKG direkam dalam 10 menit sejak pasien ditemui tenaga medis. Bila tampak elevasi segmen ST pada dua sadapan yang berdekatan, atau pola lain yang setara seperti blok cabang berkas kiri disertai keluhan khas, tim segera menyiapkan pembukaan arteri.
Darah tetap diambil untuk troponin, fungsi ginjal, elektrolit, dan pembekuan darah, tetapi hasilnya tidak menunda tindakan. Angiografi koroner memperlihatkan arteri yang tersumbat dan langsung dilanjutkan dengan intervensi koroner perkutan. Ekokardiografi dilakukan untuk menilai kekuatan pompa dan mencari komplikasi. Dokter juga menyingkirkan kondisi lain yang dapat menyerupai STEMI, seperti diseksi aorta, perikarditis, atau emboli paru, karena penanganannya sangat berbeda.
Elektrokardiogram / EKG
Direkam dalam 10 menit sejak pasien ditemui tenaga medis. Elevasi segmen ST pada dua sadapan yang berdekatan menjadi dasar keputusan membuka arteri.
Tes Troponin Jantung
Diambil saat tiba untuk memastikan kerusakan otot jantung; pada STEMI hasilnya tidak ditunggu untuk memulai tindakan.
Angiografi Koroner
Memperlihatkan arteri yang tersumbat dan langsung dilanjutkan dengan intervensi koroner perkutan primer bila sesuai.
Ekokardiografi
Menilai kekuatan pompa, bagian dinding yang tidak bergerak, kebocoran katup, dan komplikasi setelah serangan.
Pemeriksaan Laboratorium
Fungsi ginjal, elektrolit, darah lengkap, gula darah, dan profil lipid untuk keamanan obat serta zat kontras dan rencana pencegahan.
06 / Memahami kondisi
Pilihan Penanganan.
Penanganan ditentukan dokter setelah evaluasi. Kategori berikut membantu Anda memahami pembicaraan dengan dokter.
Intervensi Koroner Perkutan Primer
Pembukaan arteri dengan balon dan stent lewat kateter dari pergelangan tangan atau lipat paha. Pilihan utama bila dapat dilakukan dalam 120 menit sejak diagnosis.
Terapi Fibrinolitik
Obat penghancur bekuan diberikan bila tindakan kateter tidak dapat dilakukan tepat waktu, idealnya dalam 10 menit sejak diagnosis, lalu dilanjutkan angiografi koroner.
Obat Antitrombotik
Dua obat antiplatelet dan antikoagulan suntik untuk mencegah bekuan baru selama dan setelah tindakan; dokter menentukan jenis dan lamanya.
Pertolongan Awal di IGD
Oksigen bila kadarnya rendah, obat pereda nyeri, dan pemantauan irama jantung sambil menyiapkan pembukaan arteri.
Operasi Bypass Koroner
Jarang dilakukan darurat; dipertimbangkan bila arteri tidak dapat dibuka dengan kateter, sumbatan mengenai banyak pembuluh, atau ada komplikasi mekanik.
Obat Jangka Panjang dan Rehabilitasi
Statin, antiplatelet, dan obat pelindung jantung lain sesuai fungsi pompa, ditambah program rehabilitasi jantung untuk memulihkan kebugaran.
07 / Memahami kondisi
Komplikasi yang Perlu Dipantau.
Gangguan Irama Jantung
Sering muncul dalam 48 jam pertama, dari denyut sangat lambat sampai fibrilasi ventrikel yang menghentikan jantung dan perlu kejut listrik segera.
Gagal Jantung Akut
Bila otot yang rusak luas, pompa jantung melemah sehingga cairan menumpuk di paru dan pasien sesak berat.
Syok Kardiogenik
Tekanan darah turun karena pompa jantung sangat lemah, sehingga organ kekurangan darah. Membutuhkan perawatan intensif dan pembukaan arteri segera.
Infark Ventrikel Kanan
Serangan di dinding bawah dapat melibatkan bilik kanan sehingga tekanan darah turun; penanganannya memerlukan pengaturan cairan dan obat khusus.
Komplikasi Mekanik
Robekan dinding jantung, sekat antarbilik, atau otot penyangga katup mitral pada hari-hari pertama. Jarang, tetapi membutuhkan operasi atau tindakan segera.
Bekuan Darah di Bilik Kiri
Dapat terbentuk setelah serangan luas di dinding depan jantung dan berisiko terlepas ke otak sehingga menyebabkan stroke.
08 / Memahami kondisi
Apa yang Bisa Dilakukan?
- Berhenti merokok sepenuhnya; risiko serangan jantung turun bertahap setelah berhenti.
- Kendalikan tekanan darah, gula darah, dan kolesterol LDL sesuai target dari dokter.
- Bergerak aktif setidaknya 150 menit per minggu dengan intensitas sedang.
- Pilih pola makan kaya sayur, buah, ikan, dan biji-bijian utuh; batasi garam dan lemak jenuh.
- Bila pernah dipasang stent, minum obat antiplatelet sesuai anjuran dan jangan berhenti sendiri.
- Ajari keluarga mengenali tanda serangan jantung, menghubungi ambulans, dan melakukan pijat jantung.
09 / Memahami kondisi
Kapan Harus ke Dokter?
STEMI tidak dapat ditangani di rumah. Bila Anda atau orang di dekat Anda mengalami nyeri dada lebih dari 5 menit, apalagi disertai keringat dingin atau sesak, hubungi ambulans (119) atau segera ke IGD terdekat. Jangan menyetir sendiri dan jangan menunggu keluhan reda.
Setelah pulang dari perawatan, hubungi dokter jantung atau percepat jadwal kontrol bila:
- Nyeri dada singkat muncul lagi saat beraktivitas. Bila menetap lebih dari 5 menit, segera ke IGD.
- Napas makin sesak, kaki bengkak, atau berat badan naik cepat dalam beberapa hari.
- Jantung berdebar, pusing, atau hampir pingsan.
- Muncul efek samping obat, seperti memar atau perdarahan yang tidak biasa.
10 / Pertanyaan umum
Hal yang Mungkin Anda Tanyakan.
Pertanyaan yang sering diajukan tentang STEMI dan penanganannya.
Apakah STEMI lebih berbahaya daripada NSTEMI?
STEMI biasanya berarti sumbatan total sehingga kerusakan berlangsung cepat dan arteri harus dibuka dalam hitungan jam. NSTEMI umumnya sumbatan sebagian, tetapi bukan berarti ringan. Dalam jangka panjang, risiko pada NSTEMI dapat setara karena pasiennya sering lebih tua dan memiliki penyakit lain. Keduanya serangan jantung yang harus ditangani di rumah sakit, yang dibahas juga di halaman Infark Miokard tanpa Elevasi Segmen ST.
Mengapa dokter tidak menunggu hasil troponin pada STEMI?
Pola elevasi segmen ST pada EKG yang disertai keluhan khas sudah cukup menunjukkan arteri tersumbat total. Kadar troponin baru naik setelah beberapa waktu dan pemeriksaannya membutuhkan waktu. Menunggu hasilnya berarti membiarkan otot jantung terus rusak. Karena itu darah tetap diambil, tetapi tim langsung menyiapkan pembukaan arteri berdasarkan EKG.
Apa itu intervensi koroner perkutan primer?
Ini adalah tindakan membuka arteri yang tersumbat secara darurat lewat kateter tipis yang dimasukkan dari pergelangan tangan atau lipat paha. Dokter mendorong kawat melewati sumbatan, mengembangkan balon, lalu memasang stent agar arteri tetap terbuka. Pasien umumnya sadar dengan bius lokal. Tindakan ini dibahas di halaman Intervensi Koroner Perkutan (PCI).
Berapa lama saya dirawat setelah STEMI?
Bila arteri berhasil dibuka dan tidak ada komplikasi, perawatan umumnya beberapa hari. Pedoman ESC 2023 menyebut pasien risiko rendah dapat dipertimbangkan pulang lebih awal setelah dipantau. Bila ada gagal jantung, gangguan irama, atau arteri lain yang perlu ditangani, perawatan bisa lebih lama. Sebelum pulang, Anda akan mendapat penjelasan obat, tanda bahaya, dan jadwal rehabilitasi jantung.
Apakah STEMI bisa terjadi pada usia muda?
Bisa. Pada usia 30-an dan 40-an, STEMI terutama dikaitkan dengan merokok, kolesterol tinggi keturunan, diabetes, atau pemakaian kokain dan amfetamin. Pada perempuan muda, serangan jantung juga dapat disebabkan robekan spontan dinding arteri koroner. Nyeri dada yang menetap pada usia muda tetap harus diperiksa di IGD, jangan dianggap masuk angin.
Apakah stent membuat saya sembuh total?
Stent membuka arteri yang menyebabkan serangan, tetapi penyakit jantung koroner di arteri lain tetap ada. Plak dapat terus tumbuh bila faktor risiko tidak dikendalikan. Karena itu, obat jangka panjang, berhenti merokok, pola makan sehat, aktivitas teratur, dan kontrol rutin tetap diperlukan untuk mencegah serangan berikutnya. Rehabilitasi jantung membantu Anda membangun kebiasaan ini.
Sumber dan Tinjauan Medis
Ditinjau secara medis oleh Dr. dr. Jajang Sinardja, Sp.JP(K).
- Byrne RA, Rossello X, Coughlan JJ, et al. 2023 ESC Guidelines for the management of acute coronary syndromes. Eur Heart J. 2023;44(38):3720-3826.
- Thygesen K, Alpert JS, Jaffe AS, et al. Fourth universal definition of myocardial infarction (2018). Eur Heart J. 2019;40(3):237-269.
- Rao SV, O'Donoghue ML, Ruel M, et al. 2025 ACC/AHA/ACEP/NAEMSP/SCAI Guideline for the Management of Patients With Acute Coronary Syndromes: A Report of the American College of Cardiology/American Heart Association Joint Committee on Clinical Practice Guidelines. Circulation. 2025;151(13):e771-e862.
- Reed GW, Rossi JE, Cannon CP. Acute myocardial infarction. Lancet. 2017;389(10065):197-210.
- Damluji AA, van Diepen S, Katz JN, et al. Mechanical Complications of Acute Myocardial Infarction: A Scientific Statement From the American Heart Association. Circulation. 2021;144(2):e16-e35.




