Langsung ke konten

Kardiomiopati

Kardiomiopati Non-Iskemik

Non-Ischemic Cardiomyopathy / Non-Ischaemic Cardiomyopathy

Ditinjau secara medis olehdr. Sri Diniharini, Sp.JP(K), Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Terakhir diperbarui7 Oktober 2026
Ilustrasi anatomi jantung potongan melintang dengan ventrikel kiri membesar dan dinding jantung melemah, disertai arteri koroner yang terbuka tanpa sumbatan, inset penampang arteri koroner normal, dan inset jaringan otot jantung dengan garis jaringan parut pucat di tengah dinding.
Ilustrasi Kardiomiopati Non-Iskemik

Jawaban singkat

Apa Itu Kardiomiopati Non-Iskemik?

Kardiomiopati non-iskemik adalah istilah untuk otot jantung yang melemah atau berubah bentuk bukan karena penyakit jantung koroner, misalnya akibat faktor genetik, peradangan, alkohol, obat kemoterapi, atau kehamilan, sehingga dapat menimbulkan gagal jantung.

Sumber informasi

Tanda yang Memerlukan Pertolongan Segera

  • Sesak napas berat saat istirahat
  • Batuk dengan dahak berbusa atau berwarna merah muda
  • Pingsan atau hampir pingsan
  • Berdebar sangat cepat disertai lemas atau keringat dingin
  • Nyeri dada yang tidak hilang setelah beberapa menit
  • Kulit dingin dan pucat, atau sangat jarang buang air kecil

Bila tanda ini muncul, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.

Catatan kegawatan: Kardiomiopati non-iskemik perlu ditangani karena pompa yang lemah dapat menimbulkan gagal jantung dan gangguan irama. Banyak pasien mengalami perbaikan fungsi pompa dengan pengobatan yang sesuai dan penanganan penyebabnya.

Mengenal Kardiomiopati Non-Iskemik

Kardiomiopati non-iskemik adalah istilah yang dipakai dokter untuk gangguan otot jantung, umumnya dengan pompa bilik kiri yang melemah, yang penyebabnya bukan penyakit jantung koroner. Istilah ini lahir dari kebutuhan praktis: saat seseorang didiagnosis gagal jantung dengan fraksi ejeksi rendah, langkah awal adalah memastikan apakah pembuluh koronernya menyempit. Bila tidak, atau penyempitannya tidak cukup menjelaskan pelemahan pompa, kondisinya disebut non-iskemik, lalu dokter mencari penyebab yang lebih spesifik.

Cakupan Istilah

Kardiomiopati non-iskemik bukan satu penyakit tunggal. Di dalamnya termasuk kardiomiopati dilatasi, yang dibahas di halaman Kardiomiopati Dilatasi, serta kardiomiopati bilik kiri tidak melebar menurut pedoman European Society of Cardiology (ESC) 2023, yaitu jaringan parut atau pompa yang melemah tanpa pelebaran ruang. Penyebab spesifiknya dapat berupa kelainan genetik, miokarditis, alkohol, obat kemoterapi, gangguan irama cepat yang berlangsung lama, kehamilan, penyakit autoimun, atau penumpukan zat seperti pada kardiomiopati infiltratif. Kardiomiopati akibat alkohol atau obat dibahas di halaman Kardiomiopati Toksik, sedangkan yang muncul di sekitar masa melahirkan dibahas di halaman Kardiomiopati Peripartum.

Mengapa Penyebab Perlu Dicari

Penanganan dasarnya sama dengan gagal jantung pada umumnya, tetapi beberapa penyebab memiliki pengobatan khusus. Menghentikan alkohol, mengendalikan irama yang terlalu cepat, atau mengobati peradangan dapat memperbaiki fungsi pompa secara nyata. Hasil MRI jantung dan tes genetik juga membantu menilai risiko gangguan irama. Hal ini penting karena penelitian DANISH menunjukkan bahwa ICD pencegahan tidak menurunkan angka kematian secara keseluruhan pada semua pasien non-iskemik, sehingga keputusan pemasangannya kini lebih mempertimbangkan risiko masing-masing, misalnya jaringan parut luas atau perubahan gen tertentu.

Peluang Perbaikan

Dibandingkan kardiomiopati iskemik, kardiomiopati non-iskemik lebih sering menunjukkan perbaikan fraksi ejeksi setelah pengobatan. Meski begitu, perbaikan ini tidak selalu berarti sembuh. Dalam penelitian TRED-HF, hampir separuh pasien yang sudah membaik lalu menghentikan obat mengalami kekambuhan dalam enam bulan, sehingga obat umumnya dilanjutkan. Kontrol berkala dengan ekokardiografi membantu dokter menilai perbaikan dan menyesuaikan pengobatan bersama Anda. Gambaran umum keluarga kardiomiopati dibahas di halaman Kardiomiopati.

Gejala yang Perlu Dikenali.

Gejala Umum

  • Sesak napas saat beraktivitas atau saat berbaring datar
  • Mudah lelah dan kemampuan beraktivitas menurun
  • Bengkak di pergelangan kaki, tungkai, atau perut
  • Berat badan naik cepat dalam beberapa hari
  • Berdebar atau denyut terasa tidak teratur
  • Pusing atau terasa hampir pingsan
  • Batuk atau sesak yang membangunkan di malam hari

Gejala pada Perempuan Dewasa

Kardiomiopati peripartum, salah satu bentuk non-iskemik, dapat muncul di akhir kehamilan sampai beberapa bulan setelah melahirkan.

  • Sesak yang makin berat di akhir kehamilan atau setelah melahirkan
  • Tidak bisa tidur berbaring datar karena sesak
  • Bengkak kaki yang bertambah setelah persalinan
  • Batuk malam hari atau berdebar yang tidak biasa
Tidak semua orang mengalami gejala yang sama. Bila keluhan berulang atau memburuk, periksakan diri.

Apa yang Menyebabkan Kondisi Ini?

  • Kelainan genetik pada protein otot jantung, yang dapat diturunkan dalam keluarga
  • Miokarditis, yaitu peradangan otot jantung setelah infeksi virus atau akibat penyakit autoimun
  • Konsumsi alkohol berlebihan atau penggunaan zat seperti kokain dan metamfetamin
  • Obat kemoterapi seperti antrasiklin atau trastuzumab, serta radiasi di daerah dada
  • Gangguan irama yang terlalu cepat dalam waktu lama
  • Kehamilan dan masa setelah melahirkan (kardiomiopati peripartum)
  • Penumpukan zat abnormal seperti amiloid atau zat besi, serta sarkoidosis
  • Gangguan hormon seperti penyakit tiroid, atau kekurangan zat gizi tertentu

Siapa yang Lebih Berisiko?

Genetik

Riwayat keluarga dengan kardiomiopati, gagal jantung di usia muda, pemasangan alat pacu atau ICD di usia muda, atau henti jantung mendadak.

Gaya Hidup

Minum alkohol berlebihan dalam waktu lama dan penggunaan zat seperti kokain atau metamfetamin dapat merusak otot jantung.

Medis

Riwayat kemoterapi atau radiasi dada, miokarditis, penyakit autoimun, gangguan tiroid, diabetes, serta gangguan irama cepat yang tidak terkendali.

Lainnya

Kehamilan, terutama pada usia di atas 30 tahun, kehamilan kembar, atau kehamilan dengan preeklamsia, berkaitan dengan risiko kardiomiopati peripartum.

Kelompok yang Lebih Berisiko

  • Penyintas Kanker: Antrasiklin, trastuzumab, dan radiasi dada dapat melemahkan otot jantung, kadang bertahun-tahun setelah pengobatan selesai.
  • Perempuan Hamil dan Pascamelahirkan: Kardiomiopati peripartum dapat muncul di akhir kehamilan sampai beberapa bulan setelah melahirkan, dan dibahas di halaman Kardiomiopati Peripartum.
  • Peminum Alkohol Berat: Konsumsi alkohol berlebihan dalam waktu lama dapat melemahkan otot jantung. Fungsi pompa sering membaik bila alkohol dihentikan.
  • Keluarga Penyandang Kardiomiopati: Kerabat dekat dapat membawa perubahan gen yang sama walau belum bergejala, sehingga pemeriksaan keluarga dianjurkan.
Memiliki faktor risiko tidak berarti seseorang pasti mengalami kondisi ini.

Bagaimana Diagnosis Ditegakkan?

Saat ekokardiografi menunjukkan pompa yang melemah, dokter terlebih dulu memastikan apakah pembuluh koroner menyempit, melalui CT koroner atau angiografi koroner. Bila penyempitan tidak ada atau tidak cukup menjelaskan pelemahan pompa, kondisi disebut non-iskemik dan pencarian penyebab dilanjutkan. Dokter menanyakan kebiasaan minum alkohol, obat termasuk kemoterapi, riwayat infeksi, kehamilan, dan riwayat keluarga sampai tiga generasi. MRI jantung dengan kontras membantu membedakan miokarditis, penyakit infiltratif, sarkoidosis, dan pola parut genetik. Tes darah mencari gangguan tiroid, kelebihan zat besi, dan penyebab lain yang dapat diobati. Rekaman irama membantu mengenali gangguan irama sebagai penyebab ataupun akibat. Pada keadaan tertentu, misalnya dugaan miokarditis berat atau sarkoidosis, dokter dapat mempertimbangkan biopsi otot jantung. Tes genetik dan pemeriksaan keluarga dianjurkan bila hasilnya memengaruhi penanganan.

  1. Ekokardiografi

    Mengukur fraksi ejeksi dan ukuran bilik serta menilai katup, sebagai langkah pertama saat dicurigai gagal jantung.

  2. Angiografi Koroner

    Menyingkirkan penyempitan pembuluh koroner sebagai penyebab, sehingga kondisi dapat digolongkan non-iskemik.

  3. Angiografi Koroner CT

    Pilihan tanpa kateter untuk menyingkirkan penyakit koroner pada pasien dengan kemungkinan penyakit koroner rendah sampai menengah.

  4. MRI Jantung

    Mencari jaringan parut, peradangan, atau penumpukan zat yang mengarah ke penyebab tertentu dan membantu menilai risiko gangguan irama.

  5. Pemeriksaan Laboratorium

    Tes darah untuk fungsi tiroid, ginjal, hati, zat besi, dan penanda beban jantung seperti NT-proBNP.

  6. Pemantauan Holter

    Merekam irama 24 sampai 48 jam untuk mencari gangguan irama bilik atau irama cepat yang dapat menjadi penyebab.

  7. Tes genetik dari sampel darah pada pasien tertentu, misalnya bila ada riwayat keluarga atau gangguan hantaran listrik, untuk mencari perubahan gen yang memengaruhi penanganan.

Pilihan Penanganan.

Penanganan ditentukan dokter setelah evaluasi. Kategori berikut membantu Anda memahami pembicaraan dengan dokter.

Obat Utama Gagal Jantung

ARNI atau penghambat ACE, penyekat beta, antagonis mineralokortikoid, dan penghambat SGLT2 dipilih dan dinaikkan takarannya secara bertahap oleh dokter.

Obat Peluruh Cairan

Diuretik dipakai untuk mengurangi sesak dan bengkak akibat penumpukan cairan, dengan takaran yang disesuaikan dokter.

Penanganan Penyebab Spesifik

Berhenti minum alkohol, mengendalikan irama cepat, mengobati peradangan atau gangguan tiroid, dan menyesuaikan kemoterapi bersama dokter onkologi.

Defibrillator Kardioverter Implan

Dipertimbangkan bila fraksi ejeksi tetap 35 persen atau kurang setelah pengobatan sedikitnya tiga bulan, dengan menimbang usia, jaringan parut, dan faktor genetik.

Terapi Resinkronisasi Jantung

Bagi pasien dengan fraksi ejeksi rendah dan blok cabang berkas kiri atau gangguan hantaran lain, agar kedua bilik berkontraksi serempak.

Rehabilitasi Jantung

Latihan terpantau dan edukasi untuk meningkatkan kebugaran serta kemampuan merawat diri di rumah.

Terapi Gagal Jantung Tahap Lanjut

Alat bantu pompa bilik kiri (LVAD) atau transplantasi jantung dipertimbangkan bagi pasien terpilih.

Kesesuaian dan ketersediaan pemeriksaan atau terapi perlu dikonfirmasi bersama tim perawatan.

Komplikasi yang Perlu Dipantau.

Gagal Jantung

Pompa yang lemah membuat cairan menumpuk di paru dan tungkai, dan keadaan ini dapat memburuk sewaktu-waktu sehingga memerlukan rawat inap.

Gangguan Irama Ventrikel

Jaringan parut di otot jantung dapat memicu takikardia ventrikel. Risikonya dinilai dari fraksi ejeksi, hasil MRI, dan faktor genetik.

Fibrilasi Atrium

Serambi yang melebar memudahkan fibrilasi atrium, yang memperberat sesak dan meningkatkan risiko stroke.

Bekuan Darah dan Stroke

Aliran darah yang lambat di bilik yang lemah dan melebar dapat membentuk bekuan yang terbawa ke otak.

Kebocoran Katup Mitral

Bilik kiri yang melebar menarik daun katup mitral sehingga katup tidak menutup rapat dan beban jantung bertambah.

Apa yang Bisa Dilakukan?

  • Batasi alkohol, dan hentikan sepenuhnya bila fungsi pompa jantung sudah menurun
  • Hindari kokain, metamfetamin, dan zat sejenis
  • Minta pemantauan fungsi jantung sebelum dan selama kemoterapi tertentu
  • Periksakan berdebar yang sering atau berlangsung lama agar irama cepat tidak melemahkan jantung
  • Ajak keluarga dekat menjalani pemeriksaan bila penyebabnya genetik
  • Minum obat sesuai resep walau Anda sudah merasa membaik
  • Timbang berat badan setiap pagi dan batasi garam sesuai anjuran dokter

Kapan Harus ke Dokter?

Konsultasikan ke dokter jantung bila keluhan berikut muncul atau memburuk. Bila Anda sudah terdiagnosis, beri tahu tim yang merawat Anda saat keluhan berubah dari biasanya. Sesak berat saat istirahat atau pingsan memerlukan pertolongan IGD segera.

  • Sesak napas saat aktivitas ringan atau saat berbaring
  • Bengkak kaki atau berat badan naik cepat
  • Berdebar, pusing, atau hampir pingsan
  • Sesak atau bengkak di akhir kehamilan atau setelah melahirkan
  • Sedang atau pernah menjalani kemoterapi dan merasakan sesak atau lelah yang baru
  • Keluarga dekat dengan kardiomiopati atau henti jantung mendadak di usia muda

Jangan Menunggu bila Kondisinya Darurat.

Bila keluhan terasa berat atau muncul mendadak, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258, bukan menunggu janji temu.

Hal yang Mungkin Anda Tanyakan.

Pertanyaan yang sering diajukan tentang kardiomiopati non-iskemik.

Apa bedanya kardiomiopati non-iskemik dengan kardiomiopati dilatasi?

Kardiomiopati non-iskemik adalah istilah yang lebih luas, untuk semua pelemahan otot jantung yang bukan akibat penyakit koroner. Kardiomiopati dilatasi adalah salah satu bentuknya, yaitu bila bilik kiri melebar dan pompanya melemah. Bentuk lain mencakup kardiomiopati bilik kiri tidak melebar dan kardiomiopati akibat penyebab spesifik, seperti peradangan atau penumpukan zat. Dokter berusaha menentukan bentuk dan penyebabnya karena dapat memengaruhi penanganan.

Apakah fungsi jantung saya bisa kembali normal?

Pada cukup banyak pasien non-iskemik, fraksi ejeksi membaik setelah beberapa bulan pengobatan, terutama bila penyebabnya dapat dihilangkan, seperti alkohol atau irama yang terlalu cepat. Keadaan ini disebut gagal jantung dengan fraksi ejeksi membaik. Namun, otot jantung sering masih rentan. Dalam penelitian TRED-HF, hampir separuh pasien yang menghentikan obat mengalami kekambuhan dalam enam bulan, sehingga obat umumnya diteruskan.

Apakah saya pasti memerlukan ICD?

Tidak selalu. Penelitian DANISH menunjukkan bahwa pada pasien non-iskemik secara keseluruhan, ICD pencegahan tidak menurunkan angka kematian total, walau mengurangi henti jantung mendadak. Karena itu, dokter menimbang usia, fraksi ejeksi setelah pengobatan, jaringan parut pada MRI, dan faktor genetik. Penilaian biasanya dilakukan setelah sedikitnya tiga bulan pengobatan, karena sebagian pasien membaik dan tidak lagi memerlukannya.

Mengapa saya perlu menjalani MRI jantung?

MRI jantung dapat memperlihatkan jaringan parut, peradangan, dan penumpukan zat di otot jantung yang tidak tampak pada ekokardiografi. Pola temuan membantu dokter mengarahkan penyebab, misalnya miokarditis, sarkoidosis, amiloidosis, atau kelainan genetik. Luas jaringan parut juga membantu menilai risiko gangguan irama dan peluang perbaikan fungsi pompa, sehingga berguna saat memutuskan penanganan.

Apakah kemoterapi pasti merusak jantung?

Tidak. Hanya sebagian obat kanker yang dapat memengaruhi jantung, dan tidak semua pasien yang menerimanya mengalami gangguan. Risiko dinilai sebelum terapi, lalu fungsi jantung dipantau selama dan setelah pengobatan. Bila muncul penurunan fungsi, dokter jantung dan dokter onkologi dapat bersama menyesuaikan rencana terapi. Topik ini dibahas di halaman Penyakit Jantung akibat Terapi Kanker.

Bolehkah saya minum alkohol sesekali?

Bila Anda menyandang kardiomiopati non-iskemik, dokter umumnya menganjurkan untuk tidak minum alkohol, terutama bila alkohol diduga berperan atau fungsi pompa masih rendah. Alkohol dapat melemahkan otot jantung, memicu fibrilasi atrium, dan berinteraksi dengan obat. Pada kardiomiopati akibat alkohol, berhenti sepenuhnya sering memperbaiki fungsi jantung. Sampaikan kepada dokter bila Anda membutuhkan bantuan untuk berhenti.

Sumber dan Tinjauan Medis

Ditinjau secara medis oleh dr. Sri Diniharini, Sp.JP(K).

  1. Arbelo E, Protonotarios A, Gimeno JR, Arbustini E, Barriales-Villa R, Basso C, et al. 2023 ESC Guidelines for the management of cardiomyopathies. Eur Heart J. 2023;44(37):3503-626.
  2. McDonagh TA, Metra M, Adamo M, Gardner RS, Baumbach A, Böhm M, et al. 2021 ESC Guidelines for the diagnosis and treatment of acute and chronic heart failure. Eur Heart J. 2021;42(36):3599-726.
  3. Heidenreich PA, Bozkurt B, Aguilar D, Allen LA, Byun JJ, Colvin MM, et al. 2022 AHA/ACC/HFSA Guideline for the Management of Heart Failure: A Report of the American College of Cardiology/American Heart Association Joint Committee on Clinical Practice Guidelines. Circulation. 2022;145(18):e895-1032.
  4. Køber L, Thune JJ, Nielsen JC, Haarbo J, Videbæk L, Korup E, et al. Defibrillator Implantation in Patients with Nonischemic Systolic Heart Failure. N Engl J Med. 2016;375(13):1221-30.
  5. Halliday BP, Wassall R, Lota AS, Khalique Z, Gregson J, Newsome S, et al. Withdrawal of pharmacological treatment for heart failure in patients with recovered dilated cardiomyopathy (TRED-HF): an open-label, pilot, randomised trial. Lancet. 2019;393(10166):61-73.
  6. Bozkurt B, Colvin M, Cook J, Cooper LT, Deswal A, Fonarow GC, et al. Current Diagnostic and Treatment Strategies for Specific Dilated Cardiomyopathies: A Scientific Statement From the American Heart Association. Circulation. 2016;134(23):e579-646.
  7. Lyon AR, López-Fernández T, Couch LS, Asteggiano R, Aznar MC, Bergler-Klein J, et al. 2022 ESC Guidelines on cardio-oncology developed in collaboration with the European Hematology Association (EHA), the European Society for Therapeutic Radiology and Oncology (ESTRO) and the International Cardio-Oncology Society (IC-OS). Eur Heart J. 2022;43(41):4229-361.

Langkah berikutnya

Bahas Keluhan Anda bersama Dokter.

Mulai konsultasi untuk memahami kondisi dan pilihan penanganan yang sesuai.

Konteks kunjungan: Kardiomiopati Non-Iskemik

Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi, diagnosis, atau pengobatan medis. Untuk keluhan kesehatan Anda, konsultasikan langsung dengan dokter.

Kembali ke Semua Kondisi