Jawaban singkat
Apa Itu Penyakit Fabry?
Penyakit Fabry adalah penyakit bawaan langka akibat kekurangan enzim alfa-galaktosidase A, sehingga zat lemak menumpuk di jantung, ginjal, saraf, dan pembuluh darah. Laki-laki maupun perempuan dapat terkena.
Sumber informasiTanda yang Memerlukan Pertolongan Segera
- Wajah mencong, bicara pelo, atau lemah separuh badan
- Nyeri dada berat yang tidak membaik dengan istirahat
- Pingsan atau hampir pingsan
- Denyut sangat lambat atau sangat cepat disertai pusing
- Sesak berat saat istirahat atau tidak bisa berbaring datar
- Buang air kecil sangat sedikit disertai bengkak dan sesak
Bila tanda ini muncul, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.
01 / Memahami kondisi
Mengenal Penyakit Fabry
Penyakit Fabry adalah penyakit bawaan langka yang termasuk penyakit penimbunan lisosom. Lisosom adalah bagian sel yang berfungsi seperti pusat daur ulang. Pada penyakit Fabry, perubahan gen GLA membuat enzim alfa-galaktosidase A kurang atau tidak bekerja. Akibatnya, zat lemak bernama globotriaosilseramida (Gb3) dan turunannya, lyso-Gb3, menumpuk perlahan di sel pembuluh darah kecil, saraf, ginjal, dan otot jantung.
Dua Bentuk Penyakit
Pada bentuk klasik, yang umumnya dialami laki-laki dengan enzim yang hampir tidak bekerja, keluhan mulai sejak masa anak. Keluhannya berupa nyeri terbakar di tangan dan kaki, sulit berkeringat, tidak tahan panas, keluhan perut, dan bintik merah gelap di kulit. Kornea mata sering menunjukkan garis halus seperti pusaran, walau umumnya tidak mengganggu penglihatan. Gangguan ginjal, jantung, dan stroke muncul pada usia dewasa. Pada bentuk yang muncul lambat, enzim masih bekerja sebagian dan keluhan sering terbatas pada jantung, berupa penebalan otot jantung pada usia paruh baya atau lebih.
Perempuan Juga Dapat Terkena
Gen GLA terletak di kromosom X. Laki-laki hanya memiliki satu kromosom X sehingga umumnya bergejala lebih berat. Perempuan memiliki dua kromosom X, tetapi tetap dapat mengalami keluhan ringan sampai berat, termasuk gangguan jantung, ginjal, dan stroke. Beratnya keluhan bergantung pada berapa banyak sel yang memakai kromosom X dengan gen yang berubah. Karena itu, perempuan dengan perubahan gen ini tidak dianggap sekadar pembawa sifat dan tetap memerlukan pemantauan.
Dampak pada Jantung
Penumpukan Gb3 membuat dinding bilik kiri menebal sehingga sering dikira kardiomiopati hipertrofik, yang dibahas di halaman Kardiomiopati Hipertrofik. Lama-kelamaan dapat terbentuk jaringan parut, gangguan hantaran listrik, gangguan irama, dan gagal jantung. Penyakit Fabry juga sering dibahas bersama kardiomiopati infiltratif karena gambarannya mirip. Kelompok penyakit tersebut dibahas di halaman Kardiomiopati Infiltratif. Pedoman European Society of Cardiology (ESC) 2023 menganjurkan agar penyakit Fabry dipertimbangkan pada orang dengan penebalan otot jantung yang tidak jelas sebabnya. Terapi khusus berupa terapi pengganti enzim atau obat chaperone, ditambah penanganan ginjal, jantung, dan nyeri, dapat memperlambat kerusakan organ, terutama bila dimulai sebelum jaringan parut terbentuk.
02 / Memahami kondisi
Gejala yang Perlu Dikenali.
Gejala Umum
- Nyeri terbakar atau kesemutan di telapak tangan dan kaki yang kambuhan
- Berkeringat sangat sedikit dan tidak tahan panas
- Bintik merah gelap kecil di kulit (angiokeratoma)
- Telinga berdenging atau pendengaran menurun
- Keluhan perut berulang: nyeri, kembung, atau diare setelah makan
- Sesak napas, berdebar, atau nyeri dada saat beraktivitas
- Urine berbusa karena protein bocor dari ginjal
- Pada bentuk yang muncul lambat, hanya penebalan otot jantung tanpa keluhan lain
Gejala pada Anak-Anak
Pada bentuk klasik, terutama pada anak laki-laki, keluhan sering mulai sejak usia sekolah dan kerap dikira nyeri pertumbuhan.
- Nyeri terbakar di tangan dan kaki, terutama saat demam, cuaca panas, atau setelah olahraga
- Sulit berkeringat dan cepat kepanasan saat bermain
- Nyeri perut, mual, atau diare setelah makan
- Mudah lelah dan menghindari olahraga
- Bintik merah gelap kecil di kulit sekitar pusar, pinggul, atau paha
Gejala pada Perempuan Dewasa
Keluhan pada perempuan sangat bervariasi dan cenderung muncul lebih lambat, sehingga sering terlambat dikenali.
- Dari tanpa keluhan sampai keluhan berat seperti pada laki-laki
- Nyeri terbakar di tangan dan kaki atau rasa lelah yang menetap
- Penebalan otot jantung yang muncul pada usia lebih tua dibanding laki-laki
- Berdebar atau sesak saat beraktivitas
- Stroke atau serangan stroke ringan pada usia muda
- Protein dalam urine atau fungsi ginjal yang menurun perlahan
03 / Memahami kondisi
Apa yang Menyebabkan Kondisi Ini?
- Perubahan pada gen GLA yang terletak di kromosom X
- Kekurangan enzim alfa-galaktosidase A yang bertugas memecah zat lemak tertentu di dalam sel
- Penumpukan globotriaosilseramida (Gb3) dan lyso-Gb3 di sel jantung, ginjal, saraf, dan pembuluh darah
- Ayah penyandang menurunkan gen kepada semua anak perempuannya, tetapi tidak kepada anak laki-lakinya
- Perempuan dengan perubahan gen menurunkannya kepada rata-rata separuh anaknya, laki-laki maupun perempuan
04 / Memahami kondisi
Siapa yang Lebih Berisiko?
Genetik
Memiliki anggota keluarga dengan penyakit Fabry atau perubahan gen GLA. Riwayat keluarga dengan gagal ginjal, stroke usia muda, penebalan otot jantung, atau meninggal mendadak tanpa sebab jelas juga perlu disampaikan ke dokter.
Medis
Penebalan otot jantung tanpa sebab jelas, protein dalam urine atau penyakit ginjal yang tidak jelas penyebabnya, serta stroke pada usia muda dapat menjadi petunjuk penyakit Fabry yang belum terdiagnosis.
Usia
Pada bentuk klasik, keluhan mulai sejak masa anak dan kerusakan organ bertambah seiring usia. Pada bentuk yang muncul lambat, penebalan otot jantung umumnya baru tampak pada usia paruh baya atau lebih.
Lainnya
Laki-laki dengan perubahan gen umumnya bergejala lebih berat dan lebih awal. Demam, cuaca panas, olahraga berat, dan kelelahan dapat memicu serangan nyeri, walau tidak menyebabkan penyakitnya.
Kelompok yang Lebih Berisiko
- Keluarga Penyandang Penyakit Fabry: Satu diagnosis dapat mengarah pada beberapa anggota keluarga dengan perubahan gen yang sama, termasuk yang belum bergejala.
- Penyandang Penebalan Otot Jantung tanpa Sebab Jelas: Penyakit Fabry ditemukan pada sebagian kecil orang dengan penebalan dinding jantung yang tidak dapat dijelaskan oleh hipertensi atau penyakit katup.
- Penyandang Penyakit Ginjal tanpa Sebab Jelas: Protein dalam urine atau penurunan fungsi ginjal pada usia muda tanpa diabetes atau hipertensi berat perlu dipertimbangkan.
- Orang dengan Stroke Usia Muda: Stroke atau serangan stroke ringan tanpa faktor risiko yang jelas pada usia muda dapat menjadi petunjuk penyakit Fabry.
- Perempuan Pembawa Gen GLA: Tetap dapat mengalami gangguan jantung, ginjal, dan stroke, sehingga memerlukan pemantauan berkala.
05 / Memahami kondisi
Bagaimana Diagnosis Ditegakkan?
Dokter mencurigai penyakit Fabry dari kumpulan petunjuk: nyeri terbakar sejak masa anak, sulit berkeringat, bintik merah gelap di kulit, protein dalam urine, stroke usia muda, atau penebalan otot jantung tanpa sebab jelas, terutama bila ada riwayat keluarga serupa. Pada laki-laki, langkah awal adalah mengukur aktivitas enzim alfa-galaktosidase A di darah; aktivitas yang sangat rendah lalu dipastikan dengan tes gen GLA. Pada perempuan, kadar enzim sering normal, sehingga tes gen menjadi pemeriksaan utama. Kadar lyso-Gb3 dalam darah membantu menilai beratnya penyakit.
Pemeriksaan jantung meliputi EKG, ekokardiografi, MRI jantung, dan rekaman irama. Pada MRI, nilai T1 yang rendah menjadi petunjuk khas penumpukan lemak di otot jantung. Ginjal dinilai dengan eGFR dan protein urine. Dokter mata dapat menemukan pola garis seperti pusaran di kornea, dan tes pendengaran mencari gangguan dengar. Setelah perubahan gen ditemukan, anggota keluarga dapat diperiksa secara terarah.
Pemeriksaan Laboratorium
Mengukur aktivitas enzim alfa-galaktosidase A, terutama pada laki-laki, dan kadar lyso-Gb3 dalam darah sebagai penanda beratnya penyakit.
Tes gen GLA dari sampel darah, wajib pada perempuan karena kadar enzim sering normal, dan dipakai untuk memeriksa keluarga.
Elektrokardiogram / EKG
Dapat menunjukkan interval PR pendek pada tahap awal, tanda penebalan dinding, gangguan hantaran, atau gangguan irama.
Ekokardiografi
Mengukur ketebalan dinding bilik kiri, fungsi pengisian dan pompa, serta katup jantung.
MRI Jantung
Nilai T1 yang rendah menjadi petunjuk khas penumpukan lemak, dan pola parut di dinding bawah samping bilik kiri membantu menilai tahap penyakit.
Tes Protein Urine
Mencari albumin dan protein dalam urine sebagai tanda awal kerusakan ginjal, bersama pemeriksaan eGFR.
Monitoring Jantung Jangka Panjang
Rekaman irama beberapa hari atau lebih untuk menemukan fibrilasi atrium, denyut lambat, atau gangguan irama bilik.
06 / Memahami kondisi
Pilihan Penanganan.
Penanganan ditentukan dokter setelah evaluasi. Kategori berikut membantu Anda memahami pembicaraan dengan dokter.
Terapi Pengganti Enzim
Enzim buatan diberikan lewat infus setiap dua minggu untuk mengurangi penumpukan Gb3. Dokter menentukan jenis enzim dan waktu memulainya.
Terapi Chaperone Oral
Obat minum yang membantu enzim milik pasien sendiri bekerja lebih baik. Hanya cocok untuk perubahan gen GLA tertentu yang terbukti responsif.
Perlindungan Ginjal
Obat golongan ACE inhibitor atau ARB untuk mengurangi protein dalam urine, disertai pengendalian tekanan darah.
Penanganan Gangguan Jantung
Obat gagal jantung dan obat irama sesuai keadaan, obat pengencer darah bila ada fibrilasi atrium, serta alat pacu atau ICD bila diperlukan.
Penanganan Nyeri Saraf
Menghindari pemicu seperti panas dan kelelahan, serta obat golongan antikejang yang membantu meredakan nyeri saraf sesuai resep dokter.
Konseling Genetik dan Pemeriksaan Keluarga
Membantu keluarga memahami pewarisan lewat kromosom X dan menentukan siapa yang perlu menjalani tes gen.
07 / Memahami kondisi
Komplikasi yang Perlu Dipantau.
Penebalan Otot Jantung
Dinding bilik kiri menebal dan kaku sehingga jantung sulit terisi darah. Gambarannya mirip kardiomiopati hipertrofik.
Gangguan Irama dan Blok Jantung
Fibrilasi atrium, denyut terlalu lambat, dan gangguan hantaran listrik dapat muncul, kadang memerlukan alat pacu jantung.
Gagal Jantung
Jaringan parut di otot jantung dapat menurunkan fungsi pengisian dan pompa jantung seiring waktu.
Penyakit Ginjal Kronis
Protein bocor ke urine dan fungsi ginjal menurun bertahap, terutama pada laki-laki dengan bentuk klasik. Dibahas di halaman Penyakit Ginjal Kronis.
Stroke Usia Muda
Gangguan pembuluh darah kecil di otak meningkatkan risiko stroke dan serangan stroke ringan. Dibahas di halaman Stroke.
Nyeri Saraf Menahun
Kerusakan saraf kecil menimbulkan nyeri terbakar menahun dan serangan nyeri yang dipicu panas atau demam.
Gangguan Pendengaran
Telinga berdenging dan pendengaran menurun dapat muncul bertahap atau mendadak.
08 / Memahami kondisi
Apa yang Bisa Dilakukan?
- Sampaikan riwayat keluarga dengan penyakit Fabry, gagal ginjal, stroke usia muda, atau penebalan jantung kepada dokter
- Ajak keluarga dekat menjalani konseling dan tes gen GLA bila satu anggota keluarga terdiagnosis
- Jalani terapi khusus sesuai jadwal dan jangan menghentikannya tanpa petunjuk dokter
- Hindari panas berlebihan, minum cukup air, dan atur intensitas olahraga untuk mengurangi serangan nyeri
- Periksa tekanan darah, fungsi ginjal, dan protein urine secara rutin
- Jalani EKG, ekokardiografi, dan MRI jantung sesuai jadwal pemantauan
- Tidak merokok dan kendalikan kolesterol untuk mengurangi risiko stroke
- Kenali tanda stroke dan segera ke IGD bila muncul
09 / Memahami kondisi
Kapan Harus ke Dokter?
Periksakan diri bila Anda mengalami beberapa keluhan berikut, terutama bila muncul sejak masa anak atau ada keluarga dengan keluhan serupa. Bila muncul wajah mencong, bicara pelo, lemah separuh badan, nyeri dada berat, atau pingsan, segera ke IGD.
- Nyeri terbakar di tangan dan kaki yang kambuh saat demam, panas, atau olahraga
- Sulit berkeringat dan mudah kepanasan
- Bintik merah gelap kecil di kulit pinggul, pusar, atau paha
- Urine berbusa atau protein urine positif tanpa sebab jelas
- Penebalan otot jantung yang tidak jelas penyebabnya
- Stroke pada usia muda
- Anggota keluarga terdiagnosis penyakit Fabry
Jangan Menunggu bila Kondisinya Darurat.
Bila keluhan terasa berat atau muncul mendadak, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258, bukan menunggu janji temu.
10 / Pertanyaan umum
Hal yang Mungkin Anda Tanyakan.
Pertanyaan yang sering diajukan tentang penyakit Fabry.
Apakah perempuan bisa terkena penyakit Fabry?
Bisa. Dahulu perempuan dianggap hanya pembawa sifat, tetapi kini diketahui banyak perempuan dengan perubahan gen GLA mengalami keluhan, mulai dari nyeri saraf dan mudah lelah sampai penebalan otot jantung, gangguan ginjal, dan stroke. Keluhannya cenderung muncul lebih lambat dan sangat bervariasi. Karena kadar enzim pada perempuan sering normal, diagnosis dipastikan dengan tes gen, lalu dilanjutkan pemantauan berkala.
Apakah penyakit Fabry bisa disembuhkan?
Penyakit Fabry belum dapat disembuhkan karena berasal dari perubahan gen. Namun, terapi pengganti enzim dan obat chaperone untuk perubahan gen tertentu dapat mengurangi penumpukan zat lemak dan memperlambat kerusakan ginjal dan jantung. Manfaatnya lebih besar bila dimulai sebelum terbentuk jaringan parut di jantung atau sebelum fungsi ginjal menurun jauh. Penanganan jantung, ginjal, dan nyeri tetap diperlukan bersama terapi khusus.
Bagaimana penyakit Fabry diturunkan?
Gen GLA berada di kromosom X. Ayah penyandang menurunkan gen tersebut kepada semua anak perempuannya, tetapi tidak kepada anak laki-lakinya. Perempuan dengan perubahan gen menurunkannya kepada rata-rata separuh anaknya, baik laki-laki maupun perempuan. Karena itu, satu diagnosis sering mengarah pada beberapa anggota keluarga lain yang perlu diperiksa, termasuk yang belum bergejala.
Mengapa dokter jantung memeriksa kemungkinan penyakit Fabry?
Sebagian penyandang, terutama bentuk yang muncul lambat, hanya menunjukkan penebalan otot jantung tanpa keluhan lain. Penebalan ini mudah dikira akibat hipertensi atau kardiomiopati hipertrofik. Penelitian menemukan penyakit Fabry pada sebagian kecil orang dengan penebalan otot jantung yang tidak jelas sebabnya. Karena penyakit Fabry memiliki terapi khusus, pedoman ESC 2023 menganjurkan pemeriksaan enzim atau gen pada kelompok ini.
Apa yang dapat saya lakukan untuk mengurangi serangan nyeri?
Kenali pemicunya, seperti cuaca panas, demam, olahraga berat, kelelahan, dan perubahan suhu mendadak. Minum cukup air, kenakan pakaian yang sejuk, dan beristirahat di ruangan yang sejuk saat cuaca panas. Saat demam, segera turunkan suhu tubuh sesuai saran dokter. Bila nyeri tetap sering muncul, dokter dapat meresepkan obat khusus nyeri saraf. Catat waktu dan pemicu serangan untuk dibahas saat kontrol.
Seberapa sering pemeriksaan jantung diperlukan?
Jadwalnya disesuaikan dengan usia, jenis kelamin, bentuk penyakit, dan temuan sebelumnya. Konsensus ahli Eropa 2020 menganjurkan EKG, ekokardiografi, dan rekaman irama secara berkala, serta MRI jantung saat diagnosis dan diulang sesuai kebutuhan. Bila muncul keluhan baru, seperti berdebar, pusing, atau sesak, pemeriksaan dapat dipercepat. Ginjal, saraf, mata, dan pendengaran juga dipantau secara rutin.
Sumber dan Tinjauan Medis
Ditinjau secara medis oleh dr. Radityo Prakoso, Sp.JP(K).
- Arbelo E, Protonotarios A, Gimeno JR, Arbustini E, Barriales-Villa R, Basso C, et al. 2023 ESC Guidelines for the management of cardiomyopathies. Eur Heart J. 2023;44(37):3503-626.
- Linhart A, Germain DP, Olivotto I, Akhtar MM, Anastasakis A, Hughes D, et al. An expert consensus document on the management of cardiovascular manifestations of Fabry disease. Eur J Heart Fail. 2020;22(7):1076-96.
- Pieroni M, Moon JC, Arbustini E, Barriales-Villa R, Camporeale A, Vujkovac AC, et al. Cardiac Involvement in Fabry Disease: JACC Review Topic of the Week. J Am Coll Cardiol. 2021;77(7):922-36.
- Ortiz A, Germain DP, Desnick RJ, Politei J, Mauer M, Burlina A, et al. Fabry disease revisited: Management and treatment recommendations for adult patients. Mol Genet Metab. 2018;123(4):416-27.
- Germain DP, Hughes DA, Nicholls K, Bichet DG, Giugliani R, Wilcox WR, et al. Treatment of Fabry's Disease with the Pharmacologic Chaperone Migalastat. N Engl J Med. 2016;375(6):545-55.
- Wanner C, Arad M, Baron R, Burlina A, Elliott PM, Feldt-Rasmussen U, et al. European expert consensus statement on therapeutic goals in Fabry disease. Mol Genet Metab. 2018;124(3):189-203.




