Langsung ke konten

Prosedur medis · Pemeriksaan

Biopsi Endomiokardia

Endomyocardial Biopsy / EMB

Biopsi endomiokardia adalah prosedur diagnostik yang mengambil sampel kecil jaringan otot jantung melalui kateter untuk membantu diagnosis kondisi jantung.

Ditinjau secara medis olehdr. Sri Diniharini, Sp.JP(K), Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Terakhir diperbarui5 Oktober 2026
Ilustrasi medis prosedur endomyocardial biopsy (EMB) yang menunjukkan kateter bioptome memasuki jantung melalui vena besar, melewati atrium kanan dan katup trikuspid menuju ventrikel kanan untuk mengambil sampel jaringan otot jantung pada pemeriksaan diagnostik kardiovaskular.
Ilustrasi Biopsi Endomiokardia
Kelompok prosedur
Diagnostik
Durasi tindakan
45 menit
Anestesi
Lokal
Rawat inap
Direncanakan

Jawaban singkat

Apa Itu Biopsi Endomiokardia?

Biopsi endomiokardia adalah prosedur diagnostik jantung yang mengambil sampel kecil jaringan otot jantung menggunakan kateter yang dimasukkan melalui pembuluh darah menuju rongga jantung. Dokter spesialis jantung melakukan prosedur ini di ruang kateterisasi untuk mendiagnosis kondisi seperti miokarditis, kardiomiopati, infiltrasi jantung, dan pemantauan pasca transplantasi jantung.

Sumber informasi

Mengenal Biopsi Endomiokardia

Apa Itu Biopsi Endomiokardia?

Biopsi endomiokardia adalah pemeriksaan untuk mengambil beberapa potong kecil jaringan otot jantung, masing-masing sekitar 1 sampai 2 milimeter. Jaringan diambil dengan alat penjepit kecil di ujung kateter yang disebut bioptom. Alat ini dimasukkan melalui vena di leher atau pangkal paha menuju bilik kanan jantung, lalu sampelnya diperiksa di laboratorium patologi.

Mengapa Pemeriksaan Jaringan Diperlukan

Ekokardiografi dan MRI jantung dapat menunjukkan bahwa otot jantung meradang, menebal, atau melemah, tetapi tidak selalu dapat memastikan penyebabnya. Pemeriksaan jaringan di bawah mikroskop, termasuk pewarnaan khusus (imunohistokimia) dan bila perlu pemeriksaan molekuler, dapat mengenali jenis peradangan, penumpukan zat tertentu seperti amiloid, atau tanda penolakan pada jantung cangkok. Hasil ini dapat mengubah pilihan pengobatan, misalnya apakah obat penekan sistem imun perlu diberikan.

Kapan Biasanya Dilakukan

Biopsi tidak dilakukan pada semua pasien penyakit otot jantung. Dokter mempertimbangkannya bila hasilnya diperkirakan mengubah penanganan, misalnya pada gagal jantung yang muncul cepat dan tidak membaik dengan pengobatan, dugaan miokarditis dengan gangguan irama berbahaya, dugaan penyakit infiltratif yang belum dapat dipastikan dengan cara lain, atau pemantauan rutin setelah transplantasi jantung.

Keterbatasan Pemeriksaan

Beberapa penyakit hanya mengenai sebagian otot jantung. Karena sampelnya kecil, hasil biopsi bisa tidak menemukan kelainan walaupun penyakitnya ada. Karena itu, hasil biopsi selalu dibaca bersama keluhan, hasil pencitraan, dan pemeriksaan lain. Biopsi sering dilakukan bersamaan dengan kateterisasi jantung kanan untuk mengukur tekanan di dalam jantung.

Kapan Tindakan Ini Dipertimbangkan?

Dokter dapat mempertimbangkan tindakan ini pada keadaan berikut. Keputusan selalu ditetapkan setelah evaluasi menyeluruh.

  • Dugaan Miokarditis yang Berat atau Tidak MembaikTerutama bila gagal jantung muncul dalam hitungan hari sampai minggu, disertai gangguan irama berbahaya atau blok jantung, atau tidak membaik dengan pengobatan. Jenis peradangan tertentu memerlukan pengobatan khusus yang ditentukan dari hasil jaringan.
  • Kardiomiopati yang Belum Jelas PenyebabnyaBila fungsi jantung menurun tanpa sebab yang jelas setelah pemeriksaan lengkap, biopsi dapat membantu mencari penyebab yang menentukan arah pengobatan.
  • Dugaan Penyakit Infiltratif JantungSeperti amiloidosis, sarkoidosis, hemokromatosis, atau penyakit Fabry, bila diagnosis belum dapat dipastikan dengan pencitraan, pemeriksaan darah, atau biopsi dari organ lain.
  • Pemantauan setelah Transplantasi JantungBiopsi dilakukan berkala sesuai jadwal tim transplantasi untuk mendeteksi tanda penolakan organ, sering sebelum muncul keluhan.
  • Kerusakan Jantung setelah Pengobatan KankerPada sebagian kecil pasien yang fungsi jantungnya menurun setelah kemoterapi, biopsi dipertimbangkan bila penyebabnya belum jelas dari pencitraan dan pemeriksaan lain.
Tidak setiap pasien memerlukan tindakan ini. Tanyakan tujuan tindakan dan bagaimana hasilnya memengaruhi rencana perawatan Anda.
Keadaan yang Perlu Dipertimbangkan Lebih Dulu
  • Gangguan Pembekuan DarahGangguan pembekuan darah berat atau obat pengencer darah dosis penuh perlu ditangani atau disesuaikan lebih dulu sesuai arahan dokter.
  • Bekuan Darah di Jalur Masuk atau di Dalam JantungBekuan di vena leher, vena pangkal paha, atau di bilik kanan membuat dokter perlu memilih jalur lain atau menunda tindakan setelah pemeriksaan pencitraan.
  • Infeksi Aktif atau DemamInfeksi aktif meningkatkan risiko komplikasi dan dapat memengaruhi pembacaan jaringan, sehingga tindakan umumnya ditunda sampai infeksi teratasi.
  • Hasil yang Tidak Akan Mengubah PenangananBila diagnosis sudah dapat dipastikan dengan cara lain, atau hasil biopsi tidak akan mengubah pengobatan, risiko tindakan tidak sebanding dengan manfaatnya.

Apa yang Perlu Disiapkan?

Tim jantung akan menjelaskan persiapan yang sesuai dengan keadaan Anda. Pasien yang sedang dirawat biasanya disiapkan langsung oleh tim di ruang rawat.

Pemeriksaan sebelum tindakan. Tes darah, termasuk pembekuan darah dan fungsi ginjal, EKG, dan ekokardiografi. Hasil MRI jantung atau pemeriksaan lain sebelumnya membantu dokter merencanakan tindakan.

Puasa. Ikuti instruksi puasa dari tim, umumnya beberapa jam sebelum tindakan. Obat rutin boleh diminum dengan sedikit air bila diizinkan dokter.

Obat yang sedang diminum. Beri tahu dokter semua obat dan suplemen, terutama pengencer darah seperti warfarin, clopidogrel, atau aspirin. Dokter akan menentukan apakah obat perlu dihentikan sementara dan kapan dilanjutkan. Jangan menghentikan obat sendiri.

Riwayat alergi. Beri tahu tim bila Anda pernah alergi obat bius lokal, zat kontras, atau lateks.

Dokumen dan pakaian. Bawa kartu identitas, surat rujukan, hasil pemeriksaan jantung sebelumnya (EKG, ekokardiografi, MRI, laboratorium), dan daftar obat. Kenakan pakaian yang longgar dan nyaman.

Waktu kedatangan. Datang sesuai jadwal dari tim, lebih awal dari jam tindakan, untuk pendaftaran, pemeriksaan tanda vital, dan pemasangan infus.

Persetujuan tindakan. Dokter menjelaskan tujuan, manfaat, risiko, dan pilihan lain sebelum Anda menandatangani persetujuan tindakan.

Pendamping. Siapkan keluarga atau pendamping, karena Anda tidak boleh menyetir sendiri setelah tindakan.

Belum jelas dengan instruksi persiapan? Tanyakan kepada tim sebelum menjalani tindakan.

Bagaimana Tindakan Dilakukan?

Biopsi endomiokardia dilakukan di ruang kateterisasi (cath lab) oleh dokter spesialis jantung bersama perawat dan radiografer. Anda tetap sadar dengan bius lokal, dan bila perlu diberi obat penenang ringan. Tindakan umumnya berlangsung sekitar setengah jam sampai satu jam.

Persiapan di Ruang Tindakan

Anda berbaring di meja tindakan. Elektroda EKG, alat pengukur tekanan darah, dan pengukur kadar oksigen dipasang, begitu juga jalur infus di tangan.

Bius Lokal di Tempat Masuk

Area leher kanan (vena jugularis) atau pangkal paha (vena femoralis) dibersihkan dan ditutup kain steril, lalu disuntik obat bius lokal. Anda akan merasakan tusukan kecil, setelah itu area terasa kebas. Dokter dapat memakai panduan USG untuk menemukan vena dengan tepat.

Memasang Selang Pendek (Sheath)

Selang pendek dimasukkan ke dalam vena sebagai jalan masuk. Anda mungkin merasakan tekanan ringan, bukan nyeri tajam. Bila diperlukan, dokter juga mengukur tekanan di dalam jantung pada tahap ini (kateterisasi jantung kanan).

Mengarahkan Bioptom ke Bilik Kanan

Bioptom dimasukkan melalui selang menuju bilik kanan jantung dengan panduan sinar-X, dan kadang ekokardiografi. Ujungnya diarahkan ke dinding sekat di antara kedua bilik jantung.

Mengambil Sampel Jaringan

Dokter mengambil beberapa potong kecil jaringan dari beberapa titik. Saat bioptom menyentuh dinding jantung, Anda mungkin merasakan debar atau denyut yang tidak teratur sesaat. Keadaan ini umumnya hilang sendiri dalam hitungan detik dan dipantau ketat oleh tim.

Menutup Tempat Masuk

Bioptom dan selang dilepas, lalu area tusukan ditekan beberapa menit sampai perdarahan berhenti dan ditutup perban. Anda dipindahkan ke ruang pemulihan untuk dipantau, dan sampel dikirim ke laboratorium patologi.

Manfaat dan Risiko Perlu Dibahas Bersama.

Setiap tindakan medis memiliki manfaat dan risiko. Dokter menjelaskan keduanya sesuai keadaan Anda sebelum tindakan.

Manfaat yang Dapat Diharapkan

  • Kepastian Diagnosis pada Keadaan TertentuPemeriksaan jaringan dapat memastikan penyebab penyakit otot jantung yang tidak dapat dipastikan dengan pencitraan atau tes darah saja.
  • Membantu Memilih PengobatanHasilnya membantu dokter menentukan pengobatan, misalnya apakah obat penekan sistem imun diperlukan pada jenis miokarditis tertentu.
  • Deteksi Dini Penolakan TransplantasiPada pasien transplantasi jantung, tanda penolakan organ dapat ditemukan sebelum muncul keluhan sehingga pengobatan dapat disesuaikan lebih awal.
  • Tanpa Sayatan BedahDilakukan melalui tusukan kecil di leher atau pangkal paha dengan bius lokal, tanpa membuka rongga dada.
  • Pemulihan SingkatSebagian besar pasien dapat kembali beraktivitas ringan dalam satu sampai dua hari.

Manfaat tindakan bukan janji kesembuhan. Tanyakan bagaimana hasilnya memengaruhi rencana perawatan Anda.

Risiko yang Perlu Diketahui

  • Perdarahan atau Memar di Area TusukanKeadaan yang sering terjadi dan umumnya ringan. Perdarahan biasanya berhenti dengan penekanan.
  • Gangguan Irama JantungIrama tidak teratur dapat muncul sesaat ketika bioptom menyentuh dinding jantung dan umumnya hilang sendiri. Gangguan hantaran listrik jantung (blok jantung) jarang terjadi dan kadang memerlukan pacu jantung sementara.
  • Tembusnya Dinding JantungKomplikasi yang jarang tetapi serius. Darah dapat mengumpul di selaput jantung (tamponade) dan perlu segera dikeluarkan dengan jarum atau, sangat jarang, dengan operasi.
  • Cedera Katup TrikuspidBioptom yang melewati katup trikuspid dapat merusak katup sehingga menjadi bocor, terutama pada biopsi yang sering diulang. Keadaan ini jarang.
  • Udara di Rongga Dada (Pneumotoraks)Risiko yang jarang pada jalan masuk di leher. Panduan USG saat menusuk vena membantu mengurangi risiko ini.
  • Tertusuknya Arteri di Dekat VenaArteri di leher atau pangkal paha dapat ikut tertusuk dan menimbulkan memar besar, yang umumnya ditangani dengan penekanan.
  • InfeksiInfeksi di area tusukan jarang terjadi karena tindakan dikerjakan dengan cara steril.
  • Hasil yang Belum Memastikan DiagnosisKarena sampelnya kecil dan penyakit dapat mengenai sebagian otot jantung saja, hasil bisa tidak menemukan kelainan meskipun penyakitnya ada. Kadang diperlukan pemeriksaan lain atau biopsi ulang.
  • Risiko KematianSangat jarang, dan umumnya berkaitan dengan tembusnya dinding jantung. Dokter akan menjelaskan perkiraan risiko untuk Anda.

Risiko setiap orang dapat berbeda. Penjelasan lengkap dan persetujuan tindakan diberikan setelah evaluasi individual.

Bagaimana Pemulihannya?

Pemulihan setelah biopsi endomiokardia umumnya cepat, tetapi keadaan penyakit jantung yang mendasarinya ikut menentukan lamanya perawatan.

Beberapa jam pertama. Tekanan darah, irama jantung, dan area tusukan dipantau berkala. Dokter dapat melakukan ekokardiografi untuk memastikan tidak ada cairan di sekitar jantung. Bila tusukan di pangkal paha, Anda diminta berbaring dengan kaki lurus selama beberapa jam.

Rawat inap. Sebagian pasien dapat pulang di hari yang sama atau keesokan harinya. Pasien yang memang sedang dirawat karena penyakit jantungnya melanjutkan perawatan sesuai rencana dokter.

Satu sampai dua hari berikutnya. Nyeri ringan atau memar di area tusukan wajar. Jaga area tetap bersih dan kering, dan hindari aktivitas berat. Aktivitas ringan umumnya dapat dilakukan kembali dalam satu sampai dua hari, sesuai anjuran dokter.

Hasil pemeriksaan. Pemeriksaan jaringan di laboratorium memerlukan waktu, umumnya sekitar satu minggu, dan lebih lama bila diperlukan pewarnaan khusus atau pemeriksaan molekuler. Dokter akan menjadwalkan konsultasi untuk menjelaskan hasil dan rencana pengobatan.

Tanda yang perlu diwaspadai. Segera hubungi tim medis atau datang ke IGD bila Anda mengalami:

  • Perdarahan dari area tusukan yang tidak berhenti setelah ditekan beberapa menit, atau benjolan yang cepat membesar
  • Nyeri dada, sesak napas mendadak, atau pusing seperti mau pingsan
  • Jantung berdebar sangat kencang atau tidak teratur
  • Demam, atau area tusukan menjadi merah, bengkak, dan bernanah
  • Kaki yang dipakai sebagai jalan masuk terasa kebas, dingin, atau sangat nyeri

Kenali Tanda yang Perlu Segera Ditangani.

Ikuti arahan tim tentang tanda yang perlu diwaspadai. Bila muncul keluhan berat atau mendadak setelah tindakan, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.

Dokter dan Dukungan Tindakan

Dokter berikut tercantum untuk tindakan ini. Urutan menurut nama, bukan peringkat.

Dr. dr. Dafsah A. Juzar, Sp.JP(K)

Kardiologi Intervensi

Coronary Intervention Procedures +1 center

Fokus klinisIntervensi Koroner Kompleks · Kateterisasi Jantung

Lihat Profil

Dr. dr. Jajang Sinardja, Sp.JP(K)

Kardiologi Intervensi

Coronary Intervention Procedures

Fokus klinisSindrom Koroner Akut · Intervensi Koroner Primer

Lihat Profil

dr. Siska S. Danny, Sp.JP(K)

Kardiologi Intervensi

Coronary Intervention Procedures

Fokus klinisPCI pada Sindrom Koroner Akut · Intervensi Koroner Primer

Lihat Profil

Sebelum Merencanakan Tindakan.

Pertanyaan yang sering diajukan pasien dan keluarga sebelum biopsi endomiokardia. Jawaban untuk keadaan Anda secara khusus diberikan dokter saat konsultasi.

Apakah biopsi jantung terasa sakit?

Tindakan dilakukan dengan bius lokal sehingga area tusukan terasa kebas. Anda mungkin merasakan tekanan saat selang dimasukkan dan debar sesaat ketika sampel diambil. Bila perlu, dokter memberi obat penenang ringan agar Anda lebih rileks. Setelah tindakan, nyeri ringan di area tusukan umumnya dapat diatasi dengan obat pereda nyeri biasa.

Apakah jantung saya menjadi lemah setelah jaringannya diambil?

Tidak. Potongan jaringan yang diambil sangat kecil, masing-masing sekitar 1 sampai 2 milimeter, dari dinding jantung yang tebal dan berotot. Bekas pengambilan akan pulih sendiri dan tidak memengaruhi kekuatan pompa jantung. Risiko utama tindakan ini adalah komplikasi yang jarang, seperti tembusnya dinding jantung, yang dipantau ketat oleh tim selama dan setelah tindakan.

Berapa lama hasil biopsi keluar?

Pemeriksaan jaringan di laboratorium patologi umumnya memerlukan sekitar satu minggu. Bila diperlukan pewarnaan khusus, pemeriksaan molekuler, atau pemeriksaan di laboratorium rujukan, waktunya dapat lebih lama. Selama menunggu, lanjutkan obat sesuai resep. Dokter akan menjadwalkan konsultasi untuk menjelaskan hasil dan rencana pengobatan Anda.

Mengapa masih perlu biopsi padahal sudah MRI jantung?

MRI jantung dapat menunjukkan adanya peradangan, jaringan parut, atau penumpukan zat di otot jantung, tetapi tidak selalu dapat memastikan jenis penyebabnya. Pada keadaan tertentu, misalnya dugaan miokarditis jenis tertentu atau penyakit infiltratif, jenis penyebab menentukan pengobatan. Pemeriksaan jaringan membantu dokter mendapatkan kepastian tersebut.

Apakah hasil biopsi selalu pasti?

Tidak selalu. Beberapa penyakit hanya mengenai sebagian otot jantung, sehingga sampel yang kecil bisa tidak mengenai bagian yang sakit. Karena itu dokter mengambil beberapa sampel dan membaca hasilnya bersama keluhan, pencitraan, dan pemeriksaan lain. Bila hasilnya belum menjawab pertanyaan klinis, dokter dapat menyarankan pemeriksaan lain atau biopsi ulang.

Apakah biopsi perlu diulang?

Pada pasien transplantasi jantung, biopsi dilakukan berkala sesuai jadwal tim transplantasi, terutama pada tahun pertama setelah transplantasi, saat risiko penolakan masih tinggi. Pada keadaan lain, biopsi umumnya cukup sekali, kecuali hasilnya belum memastikan diagnosis atau dokter perlu menilai hasil pengobatan yang sedang dijalani.

Sumber dan Tinjauan Medis

Ditinjau secara medis oleh dr. Sri Diniharini, Sp.JP(K).

  1. Cooper LT, Baughman KL, Feldman AM, dkk. The Role of Endomyocardial Biopsy in the Management of Cardiovascular Disease: A Scientific Statement From the American Heart Association, the American College of Cardiology, and the European Society of Cardiology. Circulation. 2007;116(19):2216-2233.
  2. Caforio ALP, Pankuweit S, Arbustini E, dkk. Current state of knowledge on aetiology, diagnosis, management, and therapy of myocarditis: a position statement of the ESC Working Group on Myocardial and Pericardial Diseases. Eur Heart J. 2013;34(33):2636-2648.
  3. Arbelo E, Protonotarios A, Gimeno JR, dkk. 2023 ESC Guidelines for the management of cardiomyopathies. Eur Heart J. 2023;44(37):3503-3626.
  4. Drazner MH, Bozkurt B, Cooper LT, dkk. 2024 ACC Expert Consensus Decision Pathway on Strategies and Criteria for the Diagnosis and Management of Myocarditis. J Am Coll Cardiol. 2025;85(4):391-431.
  5. Stewart S, Winters GL, Fishbein MC, dkk. Revision of the 1990 working formulation for the standardization of nomenclature in the diagnosis of heart rejection. J Heart Lung Transplant. 2005;24(11):1710-1720.

Langkah berikutnya

Bahas Tindakan Ini dengan Lebih Jelas.

Konsultasikan tujuan, manfaat, dan risiko tindakan sebelum menentukan langkah berikutnya.

Konteks konsultasi: Biopsi Endomiokardia

Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi, diagnosis, atau pengobatan medis. Untuk keluhan kesehatan Anda, konsultasikan langsung dengan dokter.

Kembali ke Semua Prosedur