Langsung ke konten

Sindrom Pre-Eksitasi

Sindrom Wolff-Parkinson-White

Wolff-Parkinson-White Syndrome / WPW Syndrome

Ditinjau secara medis olehDr. dr. Dicky A. Hanafy, Sp.JP(K), Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Terakhir diperbarui7 Oktober 2026
Ilustrasi medis sindrom Wolff-Parkinson-White (WPW) yang memperlihatkan jantung dengan jalur listrik tambahan antara serambi kiri dan bilik kiri, disertai inset sirkuit reentry dan gelombang EKG dengan upstroke melandai.
Ilustrasi Sindrom Wolff-Parkinson-White

Jawaban singkat

Apa Itu Sindrom Wolff-Parkinson-White?

Sindrom Wolff-Parkinson-White (WPW) adalah kelainan bawaan berupa jalur listrik tambahan antara serambi dan bilik jantung yang dapat memicu serangan denyut cepat. Sebagian besar penyandangnya dapat ditangani dengan baik, dan ablasi kateter pada banyak pasien menghilangkan serangan.

Sumber informasi

Tanda yang Memerlukan Pertolongan Segera

  • Pingsan, terutama saat berolahraga atau saat berdebar
  • Debaran sangat cepat dan tidak teratur disertai pusing berat
  • Nyeri dada atau sesak napas berat
  • Keringat dingin, pucat, dan lemas berat saat serangan
  • Serangan tidak berhenti setelah manuver vagal yang diajarkan dokter
  • Bayi sangat lemas, pucat keabuan, atau tidak mau menyusu

Bila tanda ini muncul, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.

Catatan kegawatan: Serangan WPW umumnya dapat ditangani dengan baik. Namun, jalur tambahan tertentu dapat meneruskan fibrilasi atrium dengan sangat cepat ke bilik, keadaan yang jarang tetapi perlu pertolongan segera, sehingga setiap penyandang WPW perlu dinilai dokter jantung.

Mengenal Sindrom Wolff-Parkinson-White

Sindrom Wolff-Parkinson-White, disingkat WPW, dinamai dari tiga dokter yang menggambarkannya pada tahun 1930. Penyandangnya lahir dengan jalur listrik tambahan, sering disebut berkas Kent, yang menghubungkan serambi dan bilik jantung. Normalnya, semua sinyal dari serambi harus melewati simpul AV, gerbang yang menahan sinyal sejenak sebelum diteruskan ke bilik. Jalur tambahan melewati gerbang itu, sehingga sebagian bilik menerima sinyal lebih awal. WPW adalah jenis pre-eksitasi yang banyak ditemui, yang dibahas di halaman Sindrom Pre-Eksitasi.

Pola WPW dan Sindrom WPW

Pada EKG, jalur tambahan tampak sebagai jarak PR yang pendek, gelombang delta (awal gelombang bilik yang landai), dan gelombang bilik yang melebar. Bila tanda ini ada tanpa keluhan, dokter menyebutnya pola WPW. Bila disertai serangan takikardia, disebut sindrom WPW. Pola WPW ditemukan pada sekitar 1 sampai 3 dari setiap 1.000 orang, dan sebagian dari mereka tidak pernah mengalami serangan.

Bagaimana Serangan Terjadi

Serangan yang banyak terjadi disebut AVRT. Sinyal turun lewat simpul AV lalu naik kembali lewat jalur tambahan, membentuk lingkaran yang terus berputar. Jantung pun berdetak cepat dan teratur, sering 150 sampai 250 kali per menit, dengan serangan yang mulai dan berhenti tiba-tiba. Jenis takikardia ini juga dibahas di halaman Takikardia Supraventrikular.

Hal yang lebih jarang, tetapi menjadi perhatian utama, adalah fibrilasi atrium pada penyandang WPW. Irama serambi yang kacau dapat diteruskan sangat cepat lewat jalur tambahan karena tidak disaring simpul AV. Pada sebagian kecil kasus, keadaan ini dapat berubah menjadi fibrilasi ventrikel dan menyebabkan henti jantung, kadang tanpa keluhan sebelumnya. Karena itu setiap penyandang pola atau sindrom WPW perlu dinilai risikonya oleh dokter jantung.

Penanganan

Jalur tambahan dapat dinonaktifkan dengan ablasi kateter. Pedoman ESC 2019 menganjurkan ablasi bagi penyandang sindrom WPW yang mengalami serangan berulang, dan pada banyak pasien serangan tidak muncul lagi setelahnya. Bagi orang dengan pola WPW tanpa keluhan, keputusan diambil setelah penilaian risiko jalur tambahan, dengan mempertimbangkan usia, pekerjaan, dan olahraga yang dijalani.

Gejala yang Perlu Dikenali.

Gejala Umum

Penyandang pola WPW sering tidak merasakan keluhan. Gejala muncul saat terjadi serangan takikardia.

  • Jantung berdebar sangat cepat dan teratur yang mulai tiba-tiba
  • Serangan berhenti sama mendadaknya seperti saat mulai
  • Debaran cepat dan tidak teratur, tanda kemungkinan fibrilasi atrium
  • Pusing atau kepala terasa melayang
  • Sesak napas atau rasa tidak nyaman di dada
  • Lemas, cemas, atau berkeringat saat serangan

Gejala pada Bayi

WPW termasuk penyebab takikardia pada bayi. Bayi tidak dapat mengeluh, sehingga serangan dikenali dari perilaku, warna kulit, dan napasnya.

  • Rewel terus atau justru tampak sangat lemas dan mengantuk
  • Malas atau berhenti menyusu
  • Napas cepat atau tampak terengah-engah
  • Kulit pucat atau keabu-abuan dan berkeringat

Gejala pada Anak-Anak

Anak sering menggambarkan serangan sebagai jantung yang tiba-tiba berlari atau dada yang terasa aneh.

  • Mengeluh jantung berlari atau dada berdebar tiba-tiba
  • Tiba-tiba berhenti bermain, tampak pucat dan lemas
  • Mengeluh nyeri dada atau perut saat serangan
  • Pusing atau merasa ingin pingsan, terutama saat berolahraga
Tidak semua orang mengalami gejala yang sama. Bila keluhan berulang atau memburuk, periksakan diri.

Apa yang Menyebabkan Kondisi Ini?

  • Jalur listrik tambahan bawaan (berkas Kent) yang menghubungkan serambi dan bilik
  • Sisa jaringan penghubung serambi dan bilik yang tidak menghilang saat jantung janin berkembang
  • Kelainan jantung bawaan yang sering disertai jalur tambahan, terutama anomali Ebstein
  • Perubahan gen tertentu, misalnya PRKAG2, pada sebagian kecil kasus yang diturunkan dalam keluarga
  • Pemicu serangan seperti kafein, alkohol, kurang tidur, stres, atau aktivitas fisik berat

Siapa yang Lebih Berisiko?

Genetik

Sebagian besar WPW muncul tanpa riwayat keluarga. Sebagian kecil diturunkan, kadang bersama penebalan otot jantung akibat perubahan gen PRKAG2.

Medis

Anomali Ebstein dan beberapa kelainan jantung bawaan lain lebih sering disertai satu atau lebih jalur tambahan.

Usia

WPW dapat menimbulkan serangan sejak bayi. Serangan juga sering pertama kali muncul pada usia sekolah, remaja, atau dewasa muda.

Gaya Hidup

Kafein berlebihan, minuman energi, alkohol, zat stimulan, dan kurang tidur tidak menimbulkan WPW, tetapi dapat memicu serangan pada penyandangnya.

Kelompok yang Lebih Berisiko

  • Anak dan Remaja: Pedoman PACES/HRS menganjurkan penilaian risiko bagi anak dan remaja dengan pola WPW, karena pada sebagian anak kejadian berat dapat terjadi tanpa keluhan sebelumnya.
  • Atlet dan Pekerja Berisiko Tinggi: Atlet kompetitif, pengemudi, pilot, dan pekerja di ketinggian dianjurkan menjalani penilaian risiko jalur tambahan, karena pingsan saat beraktivitas dapat membahayakan diri dan orang lain.
  • Penyandang Anomali Ebstein: Kelainan bawaan katup trikuspid, yang dibahas di halaman Anomali Ebstein, sering disertai satu atau lebih jalur tambahan.
  • Keluarga dengan WPW Turunan: Pada sebagian kecil keluarga, WPW diturunkan bersama penebalan otot jantung akibat perubahan gen tertentu. Dokter dapat menyarankan EKG bagi anggota keluarga.
Memiliki faktor risiko tidak berarti seseorang pasti mengalami kondisi ini.

Bagaimana Diagnosis Ditegakkan?

WPW sering pertama kali diketahui dari EKG, baik saat serangan maupun saat pemeriksaan rutin. Dokter akan menanyakan riwayat berdebar, pusing, atau pingsan, serta penyakit jantung di keluarga. Gambaran EKG di luar serangan sudah cukup khas untuk menunjukkan adanya jalur tambahan, dan bentuk gelombang delta membantu memperkirakan letaknya.

Setelah itu dokter menilai risiko jalur tambahan. Pola yang hilang timbul pada Holter, atau yang lenyap tiba-tiba saat tes treadmill, umumnya menandakan jalur yang tidak mampu menghantarkan sinyal sangat cepat. Ekokardiografi mencari kelainan struktur yang menyertai. Bila Anda mengalami serangan, atau bila Anda atlet dan pekerja yang berisiko saat pingsan, dokter dapat menganjurkan studi elektrofisiologi. Pemeriksaan lewat kateter ini mengukur kemampuan jalur tambahan dengan pasti dan memetakan letaknya, sehingga ablasi dapat dilakukan pada sesi yang sama.

  1. Elektrokardiogram / EKG

    Menunjukkan jarak PR pendek, gelombang delta, dan gelombang bilik yang melebar, serta membantu memperkirakan letak jalur tambahan.

  2. Pemantauan Holter

    Merekam irama 24 sampai 48 jam untuk menangkap serangan dan melihat apakah pola WPW menetap atau hilang timbul.

  3. Monitoring Jantung Jangka Panjang

    Perekam yang dipakai lebih lama atau diaktifkan sendiri saat berdebar, bila serangan jarang muncul.

  4. Tes Treadmill

    Melihat apakah pola WPW tiba-tiba hilang saat denyut meningkat, petunjuk bahwa jalur tambahan berisiko rendah.

  5. Ekokardiografi

    Mencari kelainan struktur yang dapat menyertai, seperti anomali Ebstein atau penebalan otot jantung, serta menilai kekuatan pompa.

  6. Studi Elektrofisiologi

    Mengukur kemampuan jalur tambahan menghantarkan sinyal cepat, mencari jalur lain, dan memetakan letaknya, biasanya dilanjutkan ablasi.

Pilihan Penanganan.

Penanganan ditentukan dokter setelah evaluasi. Kategori berikut membantu Anda memahami pembicaraan dengan dokter.

Manuver Vagal

Cara sederhana untuk merangsang saraf vagus yang dapat menghentikan serangan AVRT yang cepat dan teratur. Dokter akan mengajarkan teknik yang aman bagi Anda.

Penanganan Serangan di IGD

Serangan yang tidak berhenti ditangani dengan obat suntik atau kejutan listrik terkendali. Pada fibrilasi atrium dengan WPW, dokter menghindari obat yang hanya memperlambat simpul AV dan memilih obat lain atau kardioversi listrik.

Ablasi Kateter

Jalur tambahan dinonaktifkan lewat kateter dari pembuluh di lipat paha. Pedoman ESC 2019 menganjurkan ablasi bagi sindrom WPW dengan serangan berulang dan bagi penyandang yang pernah mengalami fibrilasi atrium dengan pre-eksitasi.

Penilaian Risiko bagi Pola WPW

Bagi pola WPW tanpa keluhan, dokter menilai risiko jalur tambahan dengan tes dari luar tubuh atau studi elektrofisiologi. Ablasi dianjurkan bila jalurnya berisiko tinggi dan dapat dipertimbangkan bila berisiko rendah.

Obat Antiaritmia

Bagi yang belum atau tidak dapat menjalani ablasi, obat antiaritmia tertentu dapat mengurangi serangan. Jenis dan takarannya ditentukan dokter, karena tidak semua obat irama cocok bagi penyandang WPW.

Kesesuaian dan ketersediaan pemeriksaan atau terapi perlu dikonfirmasi bersama tim perawatan.

Komplikasi yang Perlu Dipantau.

Serangan AVRT Berulang

Serangan berdebar cepat yang berulang dapat mengganggu sekolah, pekerjaan, olahraga, dan rasa aman, meski umumnya tidak merusak jantung.

Fibrilasi Atrium dengan Pre-Eksitasi

Irama serambi yang kacau diteruskan lewat jalur tambahan tanpa disaring simpul AV, sehingga denyut bilik menjadi sangat cepat dan tidak teratur. Keadaan ini perlu ditangani segera.

Henti Jantung Mendadak

Jarang terjadi. Fibrilasi atrium yang diteruskan sangat cepat dapat berubah menjadi fibrilasi ventrikel, kadang pada orang yang sebelumnya tanpa keluhan. Risiko ini dapat dikurangi dengan ablasi.

Pelemahan Pompa Jantung

Pada sebagian kecil anak, kontraksi bilik yang tidak serempak akibat jalur tambahan, atau serangan yang berlangsung lama, dapat melemahkan pompa jantung. Umumnya membaik setelah ablasi.

Pingsan dan Cedera

Serangan yang sangat cepat dapat menurunkan tekanan darah sehingga Anda pingsan dan cedera akibat jatuh, terutama saat mengemudi atau berolahraga.

Apa yang Bisa Dilakukan?

  • Simpan salinan EKG yang menunjukkan pola WPW dan bawa setiap kali berobat
  • Beri tahu setiap dokter dan petugas IGD bahwa Anda penyandang WPW sebelum diberi obat jantung
  • Kenali dan kurangi pemicu serangan, seperti kafein berlebihan, minuman energi, atau alkohol
  • Jalani penilaian risiko sebelum olahraga kompetitif atau pekerjaan yang berisiko bila pingsan
  • Pelajari manuver vagal dari dokter dan latih caranya saat tidak sedang serangan
  • Minum obat sesuai anjuran dan jangan menghentikannya sendiri

Kapan Harus ke Dokter?

Pola WPW pada hasil EKG perlu dinilai dokter jantung, walaupun Anda belum pernah mengalami serangan. Penilaian ini menentukan apakah jalur tambahan Anda cukup dipantau atau sebaiknya diablasi. Buat janji bila Anda mengalami salah satu hal berikut, dan segera ke IGD bila muncul tanda bahaya.

  • Hasil EKG menyebut pola WPW, pre-eksitasi, atau gelombang delta
  • Serangan berdebar cepat yang mulai dan berhenti tiba-tiba
  • Anak Anda didiagnosis WPW dan akan mengikuti olahraga kompetitif
  • Anda bekerja sebagai pengemudi, pilot, atau di ketinggian
  • Pingsan, nyeri dada, atau debaran sangat cepat dan tidak teratur: segera ke IGD

Jangan Menunggu bila Kondisinya Darurat.

Bila keluhan terasa berat atau muncul mendadak, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258, bukan menunggu janji temu.

Hal yang Mungkin Anda Tanyakan.

Pertanyaan yang sering diajukan tentang sindrom Wolff-Parkinson-White.

Apakah WPW berbahaya?

Sebagian besar penyandang WPW hidup normal, dan serangannya dapat ditangani dengan baik. Namun, sebagian kecil jalur tambahan mampu meneruskan sinyal sangat cepat bila terjadi fibrilasi atrium, dan pada kasus yang jarang hal ini dapat menyebabkan henti jantung. Karena risiko ini tidak dapat dinilai dari keluhan saja, setiap penyandang pola atau sindrom WPW sebaiknya diperiksa dokter jantung.

Apakah WPW bisa disembuhkan?

Jalur tambahan dapat dinonaktifkan dengan ablasi kateter. Setelah ablasi berhasil, gelombang delta biasanya hilang dari EKG dan serangan tidak muncul lagi pada banyak pasien. Sebagian kecil jalur dapat kembali menghantarkan sinyal sehingga perlu ablasi ulang. Dokter akan menjelaskan peluang dan risikonya sesuai letak jalur tambahan Anda.

Saya punya pola WPW tanpa keluhan. Apakah perlu diobati?

Tidak selalu. Pola WPW tanpa keluhan dinilai dulu risikonya, misalnya dengan Holter, tes treadmill, atau studi elektrofisiologi. Bila jalurnya terbukti berisiko tinggi, pedoman menganjurkan ablasi. Bila berisiko rendah, Anda dapat memilih pemantauan atau ablasi setelah membahas manfaat dan risikonya. Atlet dan pekerja yang berisiko bila pingsan umumnya dianjurkan menjalani studi elektrofisiologi.

Apakah WPW diturunkan?

Umumnya tidak. Sebagian besar WPW muncul tanpa riwayat keluarga. Pada sebagian kecil keluarga, WPW diturunkan, kadang bersama penebalan otot jantung akibat perubahan gen tertentu seperti PRKAG2. Bila lebih dari satu anggota keluarga memiliki WPW atau ada penebalan otot jantung, dokter dapat menyarankan EKG bagi keluarga inti dan pemeriksaan lanjutan.

Bolehkah penyandang WPW berolahraga?

Banyak penyandang WPW dapat berolahraga setelah dinilai dokter. Pedoman menganjurkan penilaian risiko jalur tambahan bagi atlet kompetitif, biasanya dengan studi elektrofisiologi. Bila jalurnya berisiko tinggi, ablasi umumnya memungkinkan atlet kembali berlatih setelah masa pemulihan. Hentikan olahraga dan periksakan diri bila Anda berdebar sangat cepat, pusing, atau hampir pingsan saat berlatih.

Apa risiko ablasi jalur tambahan?

Ablasi dilakukan lewat pembuluh darah di lipat paha dengan bius lokal dan obat penenang. Risikonya kecil, misalnya memar atau perdarahan di tempat tusukan. Pada jalur yang letaknya dekat simpul AV, ada kemungkinan kecil gangguan hantaran yang memerlukan alat pacu jantung. Dokter akan menjelaskan risiko sesuai letak jalur Anda sebelum tindakan.

Sumber dan Tinjauan Medis

Ditinjau secara medis oleh Dr. dr. Dicky A. Hanafy, Sp.JP(K).

  1. Brugada J, Katritsis DG, Arbelo E, et al. 2019 ESC Guidelines for the management of patients with supraventricular tachycardia. The Task Force for the management of patients with supraventricular tachycardia of the European Society of Cardiology (ESC). Eur Heart J. 2020;41(5):655-720.
  2. Page RL, Joglar JA, Caldwell MA, et al. 2015 ACC/AHA/HRS Guideline for the Management of Adult Patients With Supraventricular Tachycardia. Circulation. 2016;133(14):e506-e574.
  3. Cohen MI, Triedman JK, Cannon BC, et al. PACES/HRS Expert Consensus Statement on the Management of the Asymptomatic Young Patient with a Wolff-Parkinson-White (WPW, Ventricular Preexcitation) Electrocardiographic Pattern. Heart Rhythm. 2012;9(6):1006-1024.
  4. Etheridge SP, Escudero CA, Blaufox AD, et al. Life-threatening event risk in children with Wolff-Parkinson-White syndrome: a multicenter international study. JACC Clin Electrophysiol. 2018;4(4):433-444.
  5. Pappone C, Vicedomini G, Manguso F, et al. Wolff-Parkinson-White syndrome in the era of catheter ablation: insights from a registry study of 2169 patients. Circulation. 2014;130(10):811-819.
  6. Delise P, Sciarra L. Sudden cardiac death in patients with ventricular preexcitation. Card Electrophysiol Clin. 2020;12(4):519-525.
  7. Sharma S, Drezner JA, Baggish A, et al. International recommendations for electrocardiographic interpretation in athletes. J Am Coll Cardiol. 2017;69(8):1057-1075.

Langkah berikutnya

Bahas Keluhan Anda bersama Dokter.

Mulai konsultasi untuk memahami kondisi dan pilihan penanganan yang sesuai.

Konteks kunjungan: Sindrom Wolff-Parkinson-White

Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi, diagnosis, atau pengobatan medis. Untuk keluhan kesehatan Anda, konsultasikan langsung dengan dokter.

Kembali ke Semua Kondisi