Jawaban singkat
Apa Itu Rehabilitasi Jantung Fase II?
Rehabilitasi jantung Fase II adalah program latihan rawat jalan yang diawasi tim, dimulai beberapa minggu setelah pulang dari rumah sakit dan biasanya berlangsung 8 sampai 12 minggu. Latihan dipantau dengan EKG dan tekanan darah, dipadukan dengan edukasi pola makan, berhenti merokok, obat, dan pengelolaan stres.
Sumber informasi01 / Memahami tindakan
Mengenal Rehabilitasi Jantung Fase II
Apa Itu Rehabilitasi Jantung Fase II
Rehabilitasi jantung Fase II adalah inti program rehabilitasi jantung. Fase ini dimulai setelah pasien pulang dari rumah sakit dan keadaannya stabil, biasanya dalam beberapa minggu setelah serangan jantung, pasang ring, atau operasi jantung. Selama 8 sampai 12 minggu, pasien berlatih secara terjadwal di fasilitas rehabilitasi dengan pengawasan tim, sambil belajar mengelola penyakit dan faktor risikonya. Dibahas di halaman Program Rehabilitasi Jantung Terstruktur dan Rehabilitasi Jantung Fase I.
Cara Kerja Singkat
Latihan aerobik yang teratur melatih jantung, pembuluh darah, dan otot agar memakai oksigen lebih efisien. Akibatnya, denyut jantung saat istirahat dan saat beraktivitas menjadi lebih rendah, kemampuan beraktivitas meningkat, dan keluhan seperti sesak atau nyeri dada baru muncul pada beban yang lebih berat. Intensitas latihan dinaikkan bertahap dengan pemantauan EKG dan tekanan darah, sehingga pasien dapat berlatih dengan aman sambil membangun kepercayaan diri.
Komponen Fase II
- Tes latih awal: menilai kemampuan dan keamanan latihan serta menentukan target denyut nadi. Dibahas di halaman Tes Treadmill.
- Latihan yang diawasi: dua sampai tiga kali seminggu, berupa latihan aerobik seperti treadmill atau sepeda statis, ditambah latihan kekuatan ringan, dengan pemantauan EKG dan tekanan darah.
- Edukasi: pengenalan penyakit, obat, tanda bahaya, pola makan sehat jantung, dan berhenti merokok. Dibahas di halaman Konseling Gaya Hidup dan Manajemen Risiko.
- Pengendalian faktor risiko: tekanan darah, kolesterol, gula darah, dan berat badan dipantau dan disesuaikan bersama dokter.
- Dukungan psikologis: rasa cemas, sedih, atau takut beraktivitas setelah kejadian jantung sering muncul dan dapat dibantu.
Setelah Fase II
Pada akhir program, tes latih dapat diulang untuk menilai kemajuan dan menyusun program latihan mandiri. Latihan kemudian dilanjutkan untuk jangka panjang. Dibahas di halaman Rehabilitasi Jantung Fase III.
02 / Memahami tindakan
Kapan Tindakan Ini Dipertimbangkan?
Dokter dapat mempertimbangkan tindakan ini pada keadaan berikut. Keputusan selalu ditetapkan setelah evaluasi menyeluruh.
- Setelah Serangan JantungSetelah keadaan stabil dan diizinkan dokter.
- Setelah Pasang RingUntuk memulihkan kebugaran dan mencegah kejadian berulang.
- Setelah Operasi Bypass atau KatupSetelah luka operasi dan tulang dada cukup pulih.
- Gagal Jantung yang StabilMeningkatkan kemampuan beraktivitas dan mengurangi rawat inap.
- Angina StabilLatihan disesuaikan dengan batas keluhan.
- Setelah Pemasangan Alat JantungSeperti ICD atau CRT, dengan program yang disesuaikan.
Keadaan yang Perlu Dipertimbangkan Lebih Dulu
- Angina Tidak StabilNyeri dada yang baru, makin sering, atau muncul saat istirahat perlu ditangani lebih dulu.
- Gagal Jantung yang MemburukSesak atau bengkak yang bertambah; latihan ditunda.
- Aritmia yang Belum TerkendaliIrama jantung perlu distabilkan sebelum latihan.
- Penyempitan Katup Aorta Berat dengan KeluhanMemerlukan penanganan katup lebih dulu.
- Tekanan Darah Sangat Tinggi atau DemamLatihan ditunda sampai keadaan terkendali.
03 / Sebelum tindakan
Apa yang Perlu Disiapkan?
Persiapan dilakukan sebelum sesi pertama dan setiap kali datang berlatih.
Ringkasan perawatan. Bawa ringkasan pulang rawat inap, laporan tindakan, dan hasil pemeriksaan terakhir.
Daftar obat. Bawa semua obat yang sedang diminum dan tetap minum obat sesuai jadwal pada hari latihan.
Pakaian dan sepatu. Kenakan pakaian olahraga yang nyaman dan sepatu bertali yang pas.
Makan ringan. Makan ringan 1 sampai 2 jam sebelum latihan, bukan makan besar.
Gula darah. Bila memakai insulin atau obat diabetes, periksa gula darah sebelum latihan dan bawa camilan.
Belum jelas dengan instruksi persiapan? Tanyakan kepada tim sebelum menjalani tindakan.
04 / Saat tindakan
Bagaimana Tindakan Dilakukan?
Setiap sesi latihan umumnya berlangsung sekitar 1 jam, dua sampai tiga kali seminggu, selama 8 sampai 12 minggu.
Penilaian Awal
Dokter menilai keadaan jantung, obat, dan faktor risiko, lalu melakukan tes latih bila memungkinkan untuk menentukan target latihan.
Sebelum Latihan
Elektroda EKG dipasang, tekanan darah dan denyut nadi diukur, dan keluhan hari itu ditanyakan.
Sesi Latihan
Pemanasan sekitar 10 menit, latihan aerobik 20 sampai 40 menit dengan intensitas yang dinaikkan bertahap, latihan kekuatan ringan, lalu pendinginan. Petugas memantau EKG, tekanan darah, dan keluhan selama latihan.
Edukasi dan Evaluasi
Di sela sesi latihan diberikan edukasi kesehatan. Kemajuan dievaluasi berkala, dan di akhir program disusun rencana latihan lanjutan.
05 / Manfaat dan risiko
Manfaat dan Risiko Perlu Dibahas Bersama.
Setiap tindakan medis memiliki manfaat dan risiko. Dokter menjelaskan keduanya sesuai keadaan Anda sebelum tindakan.
Manfaat yang Dapat Diharapkan
- Kebugaran MeningkatKegiatan sehari-hari terasa lebih ringan.
- Risiko Kejadian Berulang TurunRehabilitasi membantu menurunkan risiko serangan jantung berulang dan rawat inap.
- Lebih Percaya Diri BeraktivitasBerlatih dengan pengawasan membantu mengatasi rasa takut.
- Faktor Risiko Lebih TerkendaliDidukung edukasi dan pemantauan rutin.
- Kualitas Hidup MembaikTermasuk suasana hati dan kesiapan kembali bekerja.
Manfaat tindakan bukan janji kesembuhan. Tanyakan bagaimana hasilnya memengaruhi rencana perawatan Anda.
Risiko yang Perlu Diketahui
- Keluhan Jantung saat LatihanJarang terjadi; latihan diawasi dan dihentikan bila muncul tanda bahaya.
- Nyeri Otot atau SendiBiasanya ringan; intensitas disesuaikan.
- Tekanan Darah atau Gula Darah TurunDipantau sebelum dan setelah latihan.
- Iritasi KulitAkibat plester elektroda EKG; biasanya ringan.
Risiko setiap orang dapat berbeda. Penjelasan lengkap dan persetujuan tindakan diberikan setelah evaluasi individual.
06 / Setelah tindakan
Bagaimana Pemulihannya?
Tidak ada masa pemulihan khusus. Rasa lelah atau pegal ringan setelah latihan biasanya hilang dalam sehari.
Ikuti semua sesi. Manfaatnya lebih besar bila program dijalani sampai selesai.
Tetap aktif di rumah. Lakukan jalan kaki ringan pada hari tanpa sesi, sesuai anjuran tim.
Catat keluhan. Sampaikan pada sesi berikutnya bila muncul keluhan saat beraktivitas di rumah.
Setelah operasi jantung terbuka. Hindari mengangkat beban berat dan gerakan lengan yang membebani tulang dada sampai diizinkan dokter.
Tanda yang perlu diwaspadai. Hentikan aktivitas dan segera ke IGD bila Anda mengalami:
- Nyeri atau rasa tertekan di dada yang tidak hilang dengan istirahat
- Sesak napas berat atau tiba-tiba
- Pingsan atau hampir pingsan
- Jantung berdebar sangat cepat atau tidak teratur
Kenali Tanda yang Perlu Segera Ditangani.
Ikuti arahan tim tentang tanda yang perlu diwaspadai. Bila muncul keluhan berat atau mendadak setelah tindakan, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.
07 / Tim dan dukungan
Dokter dan Dukungan Tindakan
Dokter berikut tercantum untuk tindakan ini. Urutan menurut nama, bukan peringkat.

dr. Ayu Amalia U. Putri, Sp.KFR
Spesialis Rehabilitasi Medik
Fokus klinisRehabilitasi Jantung · Rehabilitasi Pascaoperasi
Lihat Profil
Dr. med. dr. Denio A. Ridjab, Sp.JP(K)
Kardiologi Intervensi
Coronary Intervention Procedures +2 center
Fokus klinisKardiologi Intervensi · Penyakit Jantung Koroner
Lihat Profil
dr. Juweni Joe, Sp.GK
Spesialis Gizi Klinik
Fokus klinisIntervensi Nutrisi Medis · Nutrisi Pasien Kardiovaskular
Lihat ProfilTreadmill Test System
Sistem pemeriksaan yang merekam EKG, denyut jantung, dan tekanan darah selama Anda berjalan di treadmill dengan beban yang…
Ketersediaan teknologi dan dukungan pemeriksaan dikonfirmasi bersama tim. Teknologi dipilih sesuai kebutuhan klinis.
08 / Pertanyaan umum
Sebelum Merencanakan Tindakan.
Pertanyaan yang sering diajukan tentang rehabilitasi jantung Fase II. Program latihan untuk Anda disusun bersama tim rehabilitasi.
Kapan saya bisa mulai Fase II?
Umumnya dalam beberapa minggu setelah pulang dari rumah sakit, setelah keadaan stabil dan dokter mengizinkan. Setelah operasi jantung terbuka, mulainya biasanya menunggu luka dan tulang dada cukup pulih. Makin cepat dimulai setelah keadaan memungkinkan, makin besar peluang Anda untuk menyelesaikan program sampai tuntas.
Apakah latihan aman setelah serangan jantung?
Ya, bila dilakukan sesuai program dan diawasi. Sebelum mulai, dokter menilai keadaan jantung dan biasanya melakukan tes latih untuk menentukan batas aman. Selama latihan, EKG, tekanan darah, dan keluhan dipantau, dan latihan dihentikan bila muncul tanda bahaya. Kejadian serius selama rehabilitasi jantung yang diawasi sangat jarang.
Berapa kali saya harus datang?
Biasanya dua sampai tiga kali seminggu selama 8 sampai 12 minggu, sehingga totalnya sekitar 24 sampai 36 sesi. Jadwal pastinya disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan Anda. Pada hari tanpa sesi, Anda dianjurkan tetap berjalan kaki ringan sesuai arahan tim rehabilitasi.
Bagaimana bila saya tidak bisa datang secara rutin?
Bicarakan dengan tim rehabilitasi. Pada pasien dengan risiko rendah sampai sedang, sebagian sesi dapat diganti dengan latihan di rumah yang dipandu dan dipantau, karena penelitian menunjukkan hasilnya sebanding dengan rehabilitasi di pusat layanan. Yang utama adalah tetap berlatih secara teratur dan aman.
Apakah obat tetap diminum pada hari latihan?
Ya. Minum obat seperti biasa, kecuali dokter memberi petunjuk lain. Obat seperti penyekat beta memengaruhi denyut nadi saat latihan, dan hal ini sudah diperhitungkan dalam program Anda. Bawa nitrat bila diresepkan, dan sampaikan kepada petugas bila ada perubahan obat atau dosis sejak sesi sebelumnya.
Kapan saya boleh kembali bekerja?
Bergantung pada jenis pekerjaan, penyakit, dan tindakan yang Anda jalani. Banyak pasien dengan pekerjaan ringan dapat kembali bekerja dalam beberapa minggu, sedangkan pekerjaan fisik berat memerlukan waktu lebih lama. Hasil tes latih dan kemajuan rehabilitasi membantu dokter memberi saran kapan Anda siap kembali bekerja.
Sumber dan Tinjauan Medis
Ditinjau secara medis oleh dr. Ayu Amalia U. Putri, Sp.KFR.
- Ambrosetti M, Abreu A, Corrà U, dkk. Secondary prevention through comprehensive cardiovascular rehabilitation: From knowledge to implementation. 2020 update. A position paper from the Secondary Prevention and Rehabilitation Section of the European Association of Preventive Cardiology. Eur J Prev Cardiol. 2021;28(5):460-495.
- Pelliccia A, Sharma S, Gati S, dkk. 2020 ESC Guidelines on sports cardiology and exercise in patients with cardiovascular disease. Eur Heart J. 2021;42(1):17-96.
- Byrne RA, Rossello X, Coughlan JJ, dkk. 2023 ESC Guidelines for the management of acute coronary syndromes. Eur Heart J. 2023;44(38):3720-3826.
- Dibben G, Faulkner J, Oldridge N, dkk. Exercise-based cardiac rehabilitation for coronary heart disease. Cochrane Database Syst Rev. 2021;11:CD001800.
- Long L, Mordi IR, Bridges C, dkk. Exercise-based cardiac rehabilitation for adults with heart failure. Cochrane Database Syst Rev. 2019;1:CD003331.

