Langsung ke konten
Utamakan pertolongan

Ada Tanda Kegawatan? Segera Cari Pertolongan.

Bila keluhan terasa berat atau muncul mendadak, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258. Jangan menunggu jadwal konsultasi atau balasan chat.

Gagal jantung akut perlu penanganan segera di IGD karena cairan di paru dan aliran darah yang menurun dapat mengganggu pernapasan dan kerja organ dalam waktu singkat. Tidak semua kasus datang mendadak: perburukan selama beberapa hari pun perlu diperiksa hari itu juga, sedangkan sesak berat saat istirahat memerlukan ambulans.

Hubungi Heart Attack Center 1500 258Hubungi 1500 258, Heart Attack Center

Tanda yang memerlukan pertolongan segera

  • Sesak berat saat istirahat sampai sulit berbicara
  • Napas berbunyi disertai dahak berbusa putih atau merah muda
  • Bibir atau ujung jari kebiruan
  • Kulit dingin, pucat, dan berkeringat dingin
  • Nyeri atau rasa tertekan di dada
  • Bingung, sangat mengantuk, atau pingsan
  • Denyut sangat cepat, sangat lambat, atau tidak teratur

Gagal Jantung

Gagal Jantung Akut

Acute Heart Failure / Acute Decompensated Heart Failure

Ditinjau secara medis olehdr. Puti S. Saus, Sp.JP(K), Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Terakhir diperbarui7 Oktober 2026
Ilustrasi medis edema paru pada dada manusia dengan potongan jantung dan paru-paru, memperlihatkan atrium kiri yang membesar, alveoli paru berisi cairan, perbandingan alveoli normal dan alveoli berisi cairan, serta sosok pasien yang membungkuk saat sesak napas.
Ilustrasi Gagal Jantung Akut

Jawaban singkat

Apa Itu Gagal Jantung Akut?

Gagal jantung akut adalah gejala gagal jantung yang muncul baru atau memburuk dengan cepat, dalam hitungan jam sampai hari, sehingga perlu penanganan segera di IGD. Keluhan utamanya sesak napas berat, terutama saat berbaring, dan bengkak yang bertambah.

Sumber informasi

Mengenal Gagal Jantung Akut

Gagal jantung akut adalah keadaan ketika gejala gagal jantung muncul untuk pertama kali atau memburuk dengan cepat, sehingga Anda perlu segera mendapat pertolongan medis. Sebagian besar kasus adalah perburukan dari gagal jantung kronis yang sudah ada, yang disebut gagal jantung dekompensasi. Pada kasus lain, gagal jantung akut muncul pertama kali, misalnya akibat serangan jantung atau peradangan otot jantung.

Masalah utamanya adalah tekanan di dalam jantung yang naik dengan cepat. Cairan lalu merembes ke kantong udara paru sehingga oksigen sulit masuk ke darah. Pada keadaan yang lebih berat, jantung tidak mampu mengalirkan darah yang cukup ke otak, ginjal, dan organ lain.

Empat Bentuk Gagal Jantung Akut

Pedoman ESC 2021 membedakan empat bentuk. Pertama, gagal jantung dekompensasi akut: cairan menumpuk bertahap dalam beberapa hari, dengan sesak dan bengkak yang bertambah. Kedua, edema paru akut: sesak berat yang datang dalam hitungan menit sampai jam, sering disertai tekanan darah tinggi, yang dibahas di halaman Edema Paru Kardiogenik. Ketiga, gagal jantung kanan, ketika bilik kanan tidak mampu memompa, misalnya akibat emboli paru. Keempat, syok kardiogenik, saat aliran darah ke organ sangat berkurang, yang dibahas di halaman Syok Kardiogenik.

Pemicu yang Perlu Dicari

Dokter selalu mencari pemicu karena penanganannya berbeda. Pemicu yang umum adalah sindrom koroner akut, tekanan darah yang melonjak, gangguan irama seperti fibrilasi atrium yang cepat, infeksi seperti pneumonia, emboli paru, kerusakan katup mendadak, serta obat gagal jantung yang terlewat atau asupan garam dan cairan berlebih. Obat antinyeri golongan OAINS dan penurunan fungsi ginjal juga dapat memicunya.

Setelah Melewati Masa Akut

Dengan penanganan cepat, banyak pasien membaik dalam beberapa hari. Bulan-bulan awal setelah pulang dari rumah sakit adalah masa rawan kambuh. Karena itu, pembaruan pedoman ESC 2023 menganjurkan obat gagal jantung jangka panjang dimulai dan dinaikkan sebelum pulang, lalu dipantau dengan kontrol rapat dalam enam minggu pertama. Kontrol pertama sebaiknya dalam satu sampai dua minggu setelah pulang.

Gejala yang Perlu Dikenali.

Gejala Umum

  • Sesak napas yang bertambah berat dalam beberapa jam atau hari
  • Sesak saat berbaring sehingga harus tidur sambil duduk
  • Terbangun malam hari karena sesak napas
  • Bengkak di kaki, tungkai, atau perut yang cepat bertambah
  • Berat badan naik 2 kg atau lebih dalam beberapa hari
  • Batuk, napas berbunyi, atau dada terasa penuh cairan
  • Sangat lelah dan tidak mampu beraktivitas seperti biasa

Gejala pada Lansia

Pada lansia, gagal jantung akut kadang muncul tanpa keluhan sesak yang jelas.

  • Bingung atau gelisah yang muncul tiba-tiba
  • Lemas berat dan lebih banyak berbaring
  • Tidak mau makan atau minum
  • Mengantuk tidak seperti biasanya
  • Jatuh atau tidak kuat berdiri
Tidak semua orang mengalami gejala yang sama. Bila keluhan berulang atau memburuk, periksakan diri.

Apa yang Menyebabkan Kondisi Ini?

  • Sindrom koroner akut atau serangan jantung yang merusak otot jantung secara mendadak
  • Tekanan darah yang melonjak sangat tinggi
  • Gangguan irama jantung, terutama fibrilasi atrium yang cepat, atau denyut yang sangat lambat
  • Infeksi, seperti pneumonia atau infeksi berat di bagian tubuh lain
  • Obat gagal jantung terlewat, atau asupan garam dan cairan berlebih
  • Emboli paru, yaitu bekuan darah yang menyumbat pembuluh darah paru
  • Kerusakan katup mendadak atau peradangan otot jantung (miokarditis)
  • Obat tertentu, seperti antinyeri golongan OAINS, dan penurunan fungsi ginjal

Siapa yang Lebih Berisiko?

Medis

Riwayat gagal jantung, terutama yang pernah dirawat, penyakit jantung koroner, hipertensi, diabetes, fibrilasi atrium, penyakit katup, dan penyakit ginjal kronis meningkatkan kemungkinan gagal jantung akut.

Gaya Hidup

Makan tinggi garam, minum alkohol berlebihan, merokok, dan tidak teratur minum obat jantung adalah pemicu yang sering dapat dicegah.

Usia

Gagal jantung akut lebih sering terjadi pada usia lanjut, yang umumnya memiliki lebih banyak penyakit penyerta.

Lainnya

Infeksi saluran napas, operasi besar, kehamilan pada perempuan dengan penyakit jantung, dan pemakaian obat yang menahan cairan dapat memicu perburukan.

Kelompok yang Lebih Berisiko

  • Penyandang Gagal Jantung Kronis: Sebagian besar kasus gagal jantung akut adalah perburukan dari gagal jantung yang sudah ada, terutama dalam beberapa bulan setelah rawat inap.
  • Pasien Pasca Serangan Jantung: Kerusakan otot jantung dapat langsung atau kemudian menimbulkan gagal jantung akut.
  • Lansia dengan Banyak Penyakit Penyerta: Ginjal, paru, dan jantung yang menua membuat keseimbangan cairan lebih mudah terganggu.
  • Penyandang Penyakit Katup Berat: Katup yang sangat sempit atau bocor dapat tiba-tiba membuat jantung kewalahan, misalnya saat infeksi atau irama tidak teratur.
Memiliki faktor risiko tidak berarti seseorang pasti mengalami kondisi ini.

Bagaimana Diagnosis Ditegakkan?

Di IGD, pemeriksaan dan penanganan berjalan bersamaan. Tim memeriksa tekanan darah, denyut, frekuensi napas, dan kadar oksigen, lalu menilai dua hal: apakah tubuh kelebihan cairan dan apakah aliran darah ke organ cukup. Dari sini dokter menentukan apakah Anda perlu bantuan napas, obat peluruh cairan, atau penanganan syok.

Pemeriksaan awal meliputi EKG untuk mencari serangan jantung atau gangguan irama, tes darah NT-proBNP atau BNP untuk memastikan sesak berasal dari jantung, troponin, fungsi ginjal, elektrolit, darah lengkap, dan rontgen dada. Ekokardiografi segera dilakukan bila keadaan tidak stabil, dan pada pasien lain umumnya dalam dua hari pertama perawatan. Bila serangan jantung menjadi pemicu, angiografi koroner dilakukan secepatnya.

  1. Pemeriksaan Fisik

    Menilai tanda kelebihan cairan, seperti bengkak, suara basah di paru, dan pembuluh leher yang menonjol, serta tanda aliran darah kurang seperti kulit dingin dan bingung.

  2. Elektrokardiogram / EKG

    Dikerjakan segera untuk mencari serangan jantung dan gangguan irama yang memicu perburukan.

  3. Tes NT-proBNP / BNP

    Membantu membedakan sesak karena jantung dari sesak karena paru. Kadar yang normal membuat gagal jantung akut kecil kemungkinannya.

  4. Tes Troponin Jantung

    Mencari kerusakan otot jantung, terutama bila serangan jantung diduga menjadi pemicu.

  5. Rontgen Dada

    Melihat bendungan dan cairan di paru, cairan di rongga pleura, ukuran jantung, dan infeksi paru.

  6. Ekokardiografi

    Segera bila tekanan darah turun atau ada dugaan kerusakan katup mendadak; pada pasien lain dalam hari-hari awal perawatan, untuk menilai fungsi pompa dan katup.

  7. Angiografi Koroner

    Dilakukan secepatnya bila gagal jantung akut dipicu serangan jantung, sebagai dasar membuka arteri yang tersumbat.

Pilihan Penanganan.

Penanganan ditentukan dokter setelah evaluasi. Kategori berikut membantu Anda memahami pembicaraan dengan dokter.

Oksigen dan Bantuan Napas

Oksigen diberikan bila kadar oksigen darah rendah. Bila sesak berat, masker bertekanan (ventilasi non-invasif) membantu mendorong cairan keluar dari paru; sebagian pasien memerlukan alat bantu napas.

Obat Peluruh Cairan

Diuretik lewat infus untuk mengurangi bendungan cairan. Dokter memantau jumlah urine, berat badan, elektrolit, dan fungsi ginjal untuk mengatur dosisnya.

Obat Pelebar Pembuluh Darah

Dipakai bila tekanan darah tinggi, untuk menurunkan beban jantung dan meredakan edema paru.

Penanganan Pemicu

Membuka arteri koroner yang tersumbat, mengendalikan irama jantung, mengobati infeksi, menurunkan tekanan darah yang melonjak, atau menangani katup yang rusak.

Penanganan Syok

Obat penguat kontraksi jantung (inotropik), obat penaik tekanan darah, dan pada keadaan tertentu alat bantu sirkulasi mekanis di ruang perawatan intensif.

Memulai Obat Jangka Panjang

Setelah stabil, obat gagal jantung yang sesuai pedoman dimulai atau dinaikkan sebelum pulang, lalu disesuaikan dalam kontrol rapat pada enam minggu pertama.

Kesesuaian dan ketersediaan pemeriksaan atau terapi perlu dikonfirmasi bersama tim perawatan.

Komplikasi yang Perlu Dipantau.

Gagal Napas

Cairan di paru dapat membuat kadar oksigen turun berat sehingga perlu bantuan napas, dari masker bertekanan sampai alat bantu napas.

Syok Kardiogenik

Aliran darah ke organ sangat berkurang sehingga perlu perawatan intensif, yang dibahas di halaman Syok Kardiogenik.

Gangguan Fungsi Ginjal

Ginjal kekurangan aliran darah dan terbendung cairan, sehingga fungsi ginjal dan elektrolit dipantau ketat selama pemberian diuretik.

Gangguan Irama Jantung

Fibrilasi atrium dan irama bilik yang berbahaya dapat muncul atau memburuk saat jantung tertekan, sehingga irama dipantau terus selama perawatan.

Rawat Inap Ulang

Risiko kambuh tinggi pada bulan-bulan awal setelah pulang, sehingga kontrol dini dan penyesuaian obat secara bertahap sangat dianjurkan.

Apa yang Bisa Dilakukan?

  • Minum obat gagal jantung sesuai jadwal dan jangan menghentikannya sendiri.
  • Timbang berat badan setiap pagi dan catat hasilnya.
  • Hubungi dokter bila berat badan naik 2 kg atau lebih dalam 3 hari.
  • Batasi garam dan ikuti batas cairan bila dokter menganjurkannya.
  • Tanyakan kepada dokter sebelum memakai obat antinyeri, jamu, atau suplemen.
  • Dapatkan vaksin influenza dan pneumokokus sesuai anjuran dokter.
  • Datang kontrol satu sampai dua minggu setelah pulang dari rawat inap.

Kapan Harus ke Dokter?

Gagal jantung akut adalah keadaan gawat darurat. Hubungi 119 atau segera ke IGD terdekat bila muncul tanda di bawah ini, dan jangan menyetir sendiri. Bila sesak bertambah perlahan dalam beberapa hari tanpa tanda berat, hubungi dokter Anda dan periksakan diri pada hari yang sama.

  • Sesak berat saat istirahat atau tidak bisa berbaring.
  • Dahak berbusa putih atau merah muda.
  • Nyeri atau rasa tertekan di dada.
  • Bibir kebiruan, atau kulit dingin dan berkeringat.
  • Bingung, sangat mengantuk, atau pingsan.

Hal yang Mungkin Anda Tanyakan.

Pertanyaan yang sering diajukan tentang gagal jantung akut.

Apa beda gagal jantung akut dengan gagal jantung kronis?

Gagal jantung kronis adalah keadaan jangka panjang yang gejalanya relatif stabil dengan pengobatan. Gagal jantung akut adalah saat gejala muncul pertama kali atau memburuk dengan cepat sehingga perlu penanganan segera, biasanya di rumah sakit. Banyak penyandang gagal jantung kronis pernah mengalami episode akut, dan setelah episode itu tertangani, perawatan berlanjut sebagai gagal jantung kronis.

Apakah sesak yang bertambah perlahan juga perlu ke IGD?

Bila sesak bertambah perlahan, bengkak meningkat, atau berat badan naik cepat tetapi Anda masih bernapas nyaman saat istirahat, hubungi dokter dan periksakan diri hari itu juga. Jangan menunggu sampai sesak berat. Bila sesak membuat Anda tidak bisa berbaring atau sulit berbicara, atau disertai nyeri dada, bibir kebiruan, atau pingsan, segera ke IGD atau hubungi 119.

Apa yang dilakukan dokter di IGD?

Tim menilai pernapasan, tekanan darah, dan aliran darah ke organ, lalu memberi oksigen bila kadarnya rendah, masker bertekanan bila sesak berat, dan obat peluruh cairan lewat infus. Bila tekanan darah tinggi, obat pelebar pembuluh darah dapat ditambahkan. Bersamaan dengan itu dokter mencari pemicu lewat EKG, tes darah, rontgen dada, dan ekokardiografi, karena pemicu seperti serangan jantung memerlukan penanganan khusus.

Berapa lama perawatan di rumah sakit?

Lamanya berbeda pada setiap orang, tergantung berat gejala, pemicu, dan respons terhadap obat. Umumnya beberapa hari, tetapi pasien dengan syok kardiogenik atau gagal napas memerlukan perawatan intensif yang lebih lama. Sebelum pulang, tim memastikan cairan berlebih sudah berkurang, obat jangka panjang sudah dimulai, dan Anda serta keluarga memahami cara memantau diri di rumah.

Bagaimana mencegah gagal jantung akut kambuh?

Minum obat sesuai jadwal, timbang berat badan setiap pagi, batasi garam, dan kenali tanda perburukan. Kontrol pertama sebaiknya dalam satu sampai dua minggu setelah pulang, karena pada masa ini dosis obat biasanya dinaikkan bertahap. Penelitian STRONG-HF menunjukkan bahwa menaikkan obat gagal jantung dengan cepat disertai kontrol rapat mengurangi gabungan kematian dan rawat inap ulang dalam enam bulan.

Apakah gagal jantung akut bisa terjadi pada orang tanpa riwayat penyakit jantung?

Bisa. Sebagian kasus adalah gagal jantung yang muncul pertama kali, misalnya akibat serangan jantung yang luas, peradangan otot jantung karena infeksi virus, kerusakan katup mendadak, atau tekanan darah yang melonjak sangat tinggi. Kardiomiopati peripartum juga dapat muncul pada akhir kehamilan atau setelah melahirkan. Karena itu, sesak napas berat yang baru muncul selalu perlu diperiksa segera.

Sumber dan Tinjauan Medis

Ditinjau secara medis oleh dr. Puti S. Saus, Sp.JP(K).

  1. McDonagh TA, Metra M, Adamo M, Gardner RS, Baumbach A, Böhm M, et al. 2021 ESC Guidelines for the diagnosis and treatment of acute and chronic heart failure. Eur Heart J. 2021;42(36):3599-3726.
  2. McDonagh TA, Metra M, Adamo M, Gardner RS, Baumbach A, Böhm M, et al. 2023 Focused Update of the 2021 ESC Guidelines for the diagnosis and treatment of acute and chronic heart failure. Eur Heart J. 2023;44(37):3627-3639.
  3. Heidenreich PA, Bozkurt B, Aguilar D, Allen LA, Byun JJ, Colvin MM, et al. 2022 AHA/ACC/HFSA Guideline for the Management of Heart Failure: A Report of the American College of Cardiology/American Heart Association Joint Committee on Clinical Practice Guidelines. Circulation. 2022;145(18):e895-e1032.
  4. Arrigo M, Jessup M, Mullens W, Reza N, Shah AM, Sliwa K, et al. Acute heart failure. Nat Rev Dis Primers. 2020;6(1):16.
  5. Mebazaa A, Davison B, Chioncel O, Cohen-Solal A, Diaz R, Filippatos G, et al. Safety, tolerability and efficacy of up-titration of guideline-directed medical therapies for acute heart failure (STRONG-HF): a multinational, open-label, randomised, trial. Lancet. 2022;400(10367):1938-1952.
  6. Mullens W, Damman K, Harjola VP, Mebazaa A, Brunner-La Rocca HP, Martens P, et al. The use of diuretics in heart failure with congestion: a position statement from the Heart Failure Association of the European Society of Cardiology. Eur J Heart Fail. 2019;21(2):137-155.
  7. Chioncel O, Parissis J, Mebazaa A, Thiele H, Desch S, Bauersachs J, et al. Epidemiology, pathophysiology and contemporary management of cardiogenic shock: a position statement from the Heart Failure Association of the European Society of Cardiology. Eur J Heart Fail. 2020;22(8):1315-1341.

Utamakan Pertolongan Segera.

Jangan menunggu konsultasi terjadwal bila sedang mengalami tanda kegawatan. Segera ke IGD terdekat.

Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi, diagnosis, atau pengobatan medis. Untuk keluhan kesehatan Anda, konsultasikan langsung dengan dokter.

Kembali ke Semua Kondisi