Langsung ke konten

Prosedur medis · Pemeriksaan

Tekanan Oksigen Transkutan

Transcutaneous Oxygen Pressure

Pemeriksaan tanpa jarum yang mengukur kadar oksigen yang sampai ke kulit, untuk menilai peluang penyembuhan luka kaki dan beratnya kekurangan aliran darah.

Ditinjau secara medis olehdr. Emanoel Oepangat, Sp.JP(K), Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Terakhir diperbarui5 Oktober 2026
Ilustrasi tes TcPO2 pada kaki dengan sensor transkutan dan gambaran kapiler kulit serta pergerakan oksigen menuju permukaan kulit.
Ilustrasi Tekanan Oksigen Transkutan
Kelompok prosedur
Diagnostik
Durasi tindakan
45 menit
Anestesi
Tidak ada
Rawat inap
Tidak direncanakan

Jawaban singkat

Apa Itu Tekanan Oksigen Transkutan?

Tekanan oksigen transkutan (TcPO2) adalah pemeriksaan tanpa jarum yang mengukur kadar oksigen yang sampai ke kulit, memakai sensor kecil yang dihangatkan. Hasilnya membantu dokter menilai apakah luka kaki berpeluang sembuh, beratnya kekurangan aliran darah, dan batas amputasi yang aman bila amputasi tidak dapat dihindari.

Sumber informasi

Mengenal Tekanan Oksigen Transkutan

Apa Itu Tekanan Oksigen Transkutan

Luka memerlukan oksigen yang cukup untuk sembuh. Oksigen dibawa darah sampai ke pembuluh darah kecil di kulit, lalu sebagian menembus kulit. Tekanan oksigen transkutan, atau TcPO2, mengukur oksigen yang keluar melalui kulit tersebut. Makin baik aliran darah ke kulit, makin tinggi nilainya.

Cara Kerja Singkat

Sensor kecil ditempelkan di kulit dengan cincin perekat dan setetes cairan penghantar. Sensor dihangatkan sampai sekitar 44 derajat Celsius supaya pembuluh kecil melebar dan oksigen lebih mudah menembus kulit. Setelah sekitar 10 sampai 20 menit, nilai oksigen menjadi stabil dan dicatat dalam mmHg.

Membaca Hasil

  • Sekitar 40 mmHg atau lebih: oksigen kulit umumnya cukup untuk penyembuhan luka.
  • 30 sampai 40 mmHg: berada di batas, sehingga dibaca bersama pemeriksaan lain.
  • Di bawah 30 mmHg: oksigen kulit sangat kurang, sering menandakan iskemia tungkai yang berat dan kebutuhan tindakan untuk membuka aliran darah.

Angka ini adalah panduan umum. Hasil dipengaruhi bengkak, infeksi, kulit tebal, suhu, dan keadaan jantung serta paru, sehingga dokter membacanya bersama keadaan Anda secara keseluruhan.

TcPO2 dan Pemeriksaan Lain

TcPO2 sering dilakukan bersama tekanan perfusi kulit (SPP), tes ABI, atau tekanan jari kaki. Kadang pengukuran diulang saat Anda menghirup oksigen atau saat posisi kaki diubah, untuk melihat seberapa jauh kulit dapat membaik. Bila hasilnya rendah, dokter dapat melanjutkan dengan USG dupleks atau angiografi.

Kapan Tindakan Ini Dipertimbangkan?

Dokter dapat mempertimbangkan tindakan ini pada keadaan berikut. Keputusan selalu ditetapkan setelah evaluasi menyeluruh.

  • Luka Kaki yang Sulit SembuhUntuk menilai apakah oksigen di kulit sekitar luka cukup untuk penyembuhan.
  • Luka Kaki pada Penyandang DiabetesMembantu menilai aliran darah ke kulit saat arteri kaku membuat tes ABI kurang dapat diandalkan.
  • Dugaan Iskemia Tungkai BeratMisalnya nyeri kaki saat istirahat, kulit pucat atau kebiruan, atau jaringan menghitam.
  • Menentukan Batas AmputasiBila amputasi tidak dapat dihindari, TcPO2 membantu memperkirakan tingkat yang berpeluang sembuh dengan baik.
  • Menilai Hasil Tindakan atau TerapiSetelah balon, stent, operasi bypass, atau terapi oksigen, untuk melihat apakah oksigen kulit membaik.
Tidak setiap pasien memerlukan tindakan ini. Tanyakan tujuan tindakan dan bagaimana hasilnya memengaruhi rencana perawatan Anda.
Keadaan yang Perlu Dipertimbangkan Lebih Dulu
  • Luka Terbuka Tepat di Tempat SensorSensor ditempatkan di kulit utuh di dekat luka, bukan di atas luka.
  • Bengkak Kaki yang BeratCairan di jaringan menghambat oksigen menembus kulit, sehingga nilai dapat tampak lebih rendah.
  • Infeksi atau Peradangan KulitPeradangan mengubah pemakaian oksigen di kulit. Dokter menentukan waktu pemeriksaan yang tepat.
  • Kulit Sangat Tebal atau KapalanKulit tebal menghambat oksigen, sehingga sensor dipindahkan ke kulit yang lebih tipis.
  • Kaki Mendadak Pucat, Dingin, dan NyeriIni dapat menandakan sumbatan mendadak. Jangan menunggu jadwal pemeriksaan dan segera ke IGD.

Apa yang Perlu Disiapkan?

Pemeriksaan TcPO2 tidak memerlukan persiapan khusus dan tidak perlu puasa.

Rokok. Hindari merokok beberapa jam sebelum pemeriksaan, karena rokok menurunkan oksigen yang sampai ke kulit.

Kulit. Jangan memakai losion atau krim di kaki pada hari pemeriksaan. Rambut di tempat sensor mungkin dicukur sedikit supaya sensor menempel rapat.

Kaki tetap hangat. Datanglah lebih awal dan beristirahat di ruangan sekitar 15 menit sebelum pemeriksaan.

Pakaian. Kenakan pakaian longgar yang mudah digulung. Sensor pembanding biasanya juga ditempel di dada bawah tulang selangka.

Obat. Minum obat rutin seperti biasa. Beri tahu petugas bila Anda memakai oksigen di rumah atau memiliki penyakit paru.

Belum jelas dengan instruksi persiapan? Tanyakan kepada tim sebelum menjalani tindakan.

Bagaimana Tindakan Dilakukan?

Pemeriksaan umumnya berlangsung sekitar 45 menit, karena setiap sensor perlu waktu untuk stabil. Waktunya lebih lama bila banyak titik diperiksa atau dilakukan uji oksigen tambahan.

Istirahat dan Posisi

Anda berbaring telentang di ruangan yang hangat dan beristirahat supaya aliran darah stabil.

Menempelkan Sensor

Kulit dibersihkan, lalu sensor kecil ditempelkan dengan cincin perekat dan setetes cairan penghantar di beberapa titik, misalnya punggung kaki, dekat luka, atau betis. Satu sensor pembanding ditempel di dada.

Menghangatkan dan Menunggu

Sensor dihangatkan sehingga kulit terasa hangat. Nilai oksigen dibiarkan stabil selama beberapa menit. Anda perlu diam dan bernapas biasa.

Uji Tambahan bila Perlu

Dokter dapat meminta pengukuran ulang saat Anda menghirup oksigen lewat masker atau saat tungkai diangkat atau diturunkan.

Selesai dan Hasil

Sensor dilepas dan kulit dibersihkan. Nilai TcPO2 tersedia segera dan dijelaskan bersama hasil tes lain oleh dokter yang merawat Anda.

Manfaat dan Risiko Perlu Dibahas Bersama.

Setiap tindakan medis memiliki manfaat dan risiko. Dokter menjelaskan keduanya sesuai keadaan Anda sebelum tindakan.

Manfaat yang Dapat Diharapkan

  • Tanpa Jarum dan Tanpa RadiasiHanya memakai sensor yang ditempel di kulit, sehingga aman diulang.
  • Menilai Peluang Penyembuhan LukaMembantu memperkirakan apakah luka kaki dapat sembuh dengan oksigen yang sampai ke kulit.
  • Membantu Memilih Batas AmputasiBila amputasi diperlukan, membantu menentukan tingkat yang berpeluang sembuh dengan baik.
  • Dasar Keputusan TindakanMembantu dokter menentukan perlunya balon, stent, atau operasi bypass untuk menyelamatkan kaki.
  • Memantau Hasil PengobatanPerubahan nilai TcPO2 menunjukkan apakah oksigen kulit membaik setelah tindakan atau terapi.

Manfaat tindakan bukan janji kesembuhan. Tanyakan bagaimana hasilnya memengaruhi rencana perawatan Anda.

Risiko yang Perlu Diketahui

  • Kulit Kemerahan di Bekas SensorKarena sensor dihangatkan. Umumnya hilang dalam beberapa jam.
  • Lepuh Kecil pada Kulit RapuhJarang, terutama pada kulit yang sangat tipis. Petugas memantau dan dapat memindahkan sensor.
  • Hasil Dipengaruhi Banyak FaktorBengkak, infeksi, kulit tebal, suhu dingin, atau penyakit paru dapat membuat nilai lebih rendah dari sebenarnya.
  • Tidak Memperlihatkan Lokasi SumbatanTcPO2 menilai oksigen di kulit, bukan letak penyempitan arteri, sehingga USG dupleks atau angiografi mungkin diperlukan.
  • Iritasi Ringan akibat PerekatCincin perekat dapat membuat kulit kemerahan atau gatal sebentar.

Risiko setiap orang dapat berbeda. Penjelasan lengkap dan persetujuan tindakan diberikan setelah evaluasi individual.

Bagaimana Pemulihannya?

Tidak ada masa pemulihan. Anda dapat langsung kembali beraktivitas.

Kulit. Bekas sensor dapat tampak kemerahan berbentuk lingkaran selama beberapa jam dan akan hilang sendiri.

Perban luka. Perban dipasang kembali sesuai petunjuk perawat.

Membahas hasil. Dokter menjelaskan apakah oksigen kulit cukup untuk penyembuhan luka, atau perlu tindakan untuk membuka aliran darah.

Perawatan kaki. Periksa kaki setiap hari, jaga tetap bersih dan kering, berhenti merokok, dan kendalikan gula darah bila Anda menyandang diabetes.

Tanda yang perlu diwaspadai. Segera ke IGD atau hubungi tim medis bila Anda mengalami:

  • Kaki tiba-tiba nyeri hebat, pucat, dingin, atau baal
  • Luka yang memburuk, menghitam, berbau, atau bernanah
  • Kemerahan dan bengkak yang meluas, disertai demam
  • Lepuh atau luka baru di bekas tempat sensor

Kenali Tanda yang Perlu Segera Ditangani.

Ikuti arahan tim tentang tanda yang perlu diwaspadai. Bila muncul keluhan berat atau mendadak setelah tindakan, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.

Dokter dan Dukungan Tindakan

Dokter berikut tercantum untuk tindakan ini. Urutan menurut nama, bukan peringkat.

dr. Debby C. Soemitha, Sp.PD

Spesialis Penyakit Dalam

Fokus klinisDiabetes dan Komplikasi Diabetes · Obesitas dan Penyakit Metabolik

Lihat Profil

dr. Emanoel Oepangat, Sp.JP(K)

Kardiologi Intervensi

Vascular Diagnostic and Therapeutic Center +1 center

Fokus klinisIntervensi Koroner · Intervensi Pembuluh Darah Perifer

Lihat Profil

dr. Suko Adiarto, Sp.JP(K), Ph.D.

Kardiologi Intervensi

Vascular Diagnostic and Therapeutic Center +1 center

Fokus klinisIntervensi Koroner · Intervensi Pembuluh Darah Perifer

Lihat Profil

Sebelum Merencanakan Tindakan.

Pertanyaan yang sering diajukan tentang pemeriksaan tekanan oksigen transkutan. Arti hasil untuk keadaan Anda dijelaskan oleh dokter.

Apakah pemeriksaan TcPO2 terasa sakit?

Tidak. Tidak ada jarum atau suntikan. Anda hanya merasakan sensor yang hangat menempel di kulit selama pemeriksaan. Setelah sensor dilepas, kulit dapat tampak kemerahan berbentuk lingkaran selama beberapa jam. Beri tahu petugas bila rasa hangat terasa terlalu panas atau tidak nyaman.

Mengapa pemeriksaannya cukup lama?

Sensor perlu dihangatkan dan dibiarkan beberapa menit sampai nilai oksigen stabil. Bila beberapa titik diperiksa, atau dokter meminta uji tambahan dengan menghirup oksigen atau mengubah posisi kaki, waktunya bertambah. Karena itu, siapkan waktu sekitar satu jam termasuk persiapan dan istirahat sebelum pemeriksaan.

Apa arti nilai TcPO2 saya?

Sebagai panduan umum, nilai sekitar 40 mmHg atau lebih menunjukkan oksigen kulit yang umumnya cukup untuk penyembuhan luka. Nilai di bawah 30 mmHg menunjukkan oksigen sangat kurang dan sering memerlukan tindakan membuka aliran darah. Dokter membaca angka ini bersama keadaan luka dan pemeriksaan lain.

Apa bedanya TcPO2 dengan tekanan perfusi kulit?

Keduanya menilai aliran darah di kulit. Tekanan perfusi kulit mengukur tekanan saat darah kembali mengalir memakai manset dan sensor laser. TcPO2 mengukur kadar oksigen yang sampai ke kulit memakai sensor yang dihangatkan. Dokter dapat memakai salah satu atau keduanya untuk menilai peluang penyembuhan luka.

Mengapa ada sensor di dada?

Sensor di dada berfungsi sebagai pembanding. Nilai oksigen di kaki dibandingkan dengan nilai di dada, sehingga dokter dapat membedakan apakah nilai kaki yang rendah disebabkan aliran darah tungkai yang kurang, atau karena kadar oksigen tubuh secara umum yang memang rendah.

Apa yang terjadi bila hasil TcPO2 rendah?

Nilai rendah menunjukkan luka kemungkinan sulit sembuh tanpa perbaikan aliran darah. Dokter biasanya melanjutkan dengan USG dupleks atau angiografi untuk mencari penyempitan arteri, lalu membahas tindakan seperti balon, stent, atau operasi bypass. Perawatan luka dan pengendalian gula darah tetap dilakukan bersamaan.

Sumber dan Tinjauan Medis

Ditinjau secara medis oleh dr. Emanoel Oepangat, Sp.JP(K).

  1. Fitridge R, Chuter V, Mills J, dkk. The intersocietal IWGDF, ESVS, SVS guidelines on peripheral artery disease in people with diabetes and a foot ulcer. Diabetes Metab Res Rev. 2024;40(3):e3686.
  2. Conte MS, Bradbury AW, Kolh P, dkk. Global vascular guidelines on the management of chronic limb-threatening ischemia. J Vasc Surg. 2019;69(6S):3S-125S.e40.
  3. Arsenault KA, Al-Otaibi A, Devereaux PJ, dkk. The Use of Transcutaneous Oximetry to Predict Healing Complications of Lower Limb Amputations: A Systematic Review and Meta-analysis. Eur J Vasc Endovasc Surg. 2012;43(3):329-336.
  4. Catella J, Long A, Mazzolai L. What Is Currently the Role of TcPO2 in the Choice of the Amputation Level of Lower Limbs? A Comprehensive Review. J Clin Med. 2021;10(7):1413.
  5. Mazzolai L, Teixido-Tura G, Lanzi S, dkk. 2024 ESC Guidelines for the management of peripheral arterial and aortic diseases. Eur Heart J. 2024;45(36):3538-3700.

Langkah berikutnya

Bahas Tindakan Ini dengan Lebih Jelas.

Konsultasikan tujuan, manfaat, dan risiko tindakan sebelum menentukan langkah berikutnya.

Konteks konsultasi: Tekanan Oksigen Transkutan

Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi, diagnosis, atau pengobatan medis. Untuk keluhan kesehatan Anda, konsultasikan langsung dengan dokter.

Kembali ke Semua Prosedur