Perjalanan perawatan
Cerita Bapak Rekotomo.
Pak Rekotomo adalah seorang arsitek dari Bandung yang aktif dan rajin berolahraga. Ia hampir tidak pernah dirawat di rumah sakit; terakhir kali saat masih duduk di bangku sekolah dasar. Karena itu, ia tidak pernah menyangka hidupnya bisa berubah dalam satu hari.
Keluhan yang Datang Mendadak
Hari itu, setelah rapat, Pak Rekotomo sedang makan siang ketika dadanya tiba-tiba terasa sakit. Sebelumnya, tidak ada tanda apa pun. “Ternyata memang penyakit ini enggak ada warning,” ujarnya. Ia sempat menunggu sekitar 45 menit, berharap kondisinya berubah, sebelum akhirnya dibawa ke IGD.
Di IGD, ia sempat mendapat suntikan untuk meredakan gejala yang dikira asam lambung, tetapi keluhannya tidak mereda. Hasil EKG-nya pun tidak normal. Pemeriksaan darurat kemudian menunjukkan diseksi aorta, yaitu robekan pada lapisan dinding aorta, pembuluh darah utama yang membawa darah dari jantung ke seluruh tubuh. Kondisi ini termasuk gawat darurat, sehingga Pak Rekotomo segera dirujuk dari Bandung ke Jakarta dengan ambulans.
Operasi Bentall di Heartology
Setibanya di Heartology, tim bedah toraks dan kardiovaskular Heartology segera mempersiapkan operasi. Pak Rekotomo menjalani operasi Bentall, yaitu operasi jantung terbuka untuk mengganti katup aorta sekaligus memperbaiki pangkal aorta yang rusak dengan pipa buatan berkatup, lalu menyambungkan kembali pembuluh darah jantung ke pipa tersebut. Saat itu, kondisinya sudah tidak stabil. “Ya sudah, kita pasrah saja, apa yang terjadi, lakukan,” kenangnya.
Bagi Pak Rekotomo, saat itu ia merasa tidak punya pilihan lain, dan ia percaya para dokter di Heartology mampu menjalankan operasi tersebut.
Masa Pemulihan
Setelah operasi, Pak Rekotomo dirawat di ICU sebelum pindah ke kamar perawatan. Ia merasa kebiasaan berolahraga yang selama ini ia jalani ikut membantu masa pemulihannya. Meski begitu, penyakit yang datang tanpa aba-aba sempat memberi dampak psikologis baginya.
Ada satu hal yang kini selalu mengingatkannya pada perjalanan itu: karena katupnya telah diganti, detak jantungnya kini terdengar jelas, bahkan saat ia sedang diam. Bagi Pak Rekotomo, suara itu terasa seperti pengingat bahwa ia masih diberi kesempatan hidup. Ia pun merenung, seandainya dulu ia lebih mendengarkan tubuhnya dan beristirahat, mungkin keadaannya bisa lebih aman.
Dari pengalamannya, Pak Rekotomo berpesan agar Anda tidak mengabaikan alarm tubuh dan melakukan check-up rutin selagi masih sehat. “Kalau saya bilang, check-up sekarang mumpung masih sehat, mendingan cek deh,” ujarnya.
Setiap perjalanan berbeda. Cerita ini merupakan pengalaman pribadi. Kondisi, pilihan penanganan, dan hasil perawatan setiap orang dapat berbeda.
Dengarkan langsung
Cerita dalam Suaranya Sendiri.
Penanganan Kegawatdaruratan Diseksi Aorta dengan Bentall Surgery
Simak pengalaman yang dibagikan pasien melalui kanal Heartology. Durasi 11 menit 6 detik.
Tonton di YouTube Video dibuka di YouTube, di tab baru.


