Jawaban singkat
Apa Itu Kematian Jantung Mendadak?
Kematian jantung mendadak adalah kematian tak terduga karena jantung tiba-tiba berhenti memompa, umumnya akibat gangguan irama berat. Henti jantung masih dapat ditolong: hubungi layanan gawat darurat, mulai pijat jantung, dan pakai AED.
Sumber informasi01 / Memahami kondisi
Mengenal Kematian Jantung Mendadak
Kematian jantung mendadak adalah kematian yang terjadi tiba-tiba akibat penyebab jantung, biasanya dalam satu jam sejak keluhan muncul, atau pada orang yang ditemukan meninggal setelah terlihat sehat dalam 24 jam sebelumnya. Peristiwa yang mendahuluinya disebut henti jantung mendadak: jantung tiba-tiba berhenti memompa darah sehingga orang tersebut jatuh, tidak sadar, dan tidak bernapas normal. Henti jantung belum tentu berakhir dengan kematian. Bila pertolongan diberikan dalam beberapa menit, sebagian orang dapat diselamatkan.
Bagaimana Jantung Tiba-Tiba Berhenti
Pada sebagian besar kasus, henti jantung disebabkan gangguan irama berbahaya dari bilik jantung, yaitu takikardia ventrikular yang sangat cepat atau fibrilasi ventrikel, saat bilik hanya bergetar tanpa memompa. Irama ini dan pertolongannya dibahas di halaman Fibrilasi Ventrikel. Lebih jarang, jantung berhenti karena denyut yang sangat lambat atau karena aktivitas listrik yang tidak lagi menghasilkan pompa.
Penyebab Berbeda Menurut Usia
Pada orang dewasa di atas 35 tahun, penyebab yang banyak ditemukan adalah penyakit jantung koroner, termasuk serangan jantung yang sedang berlangsung atau jaringan parut dari serangan jantung lama. Gagal jantung dengan pompa yang lemah juga meningkatkan risiko. Pada anak, remaja, dan dewasa muda, penyebabnya lebih sering kardiomiopati yang diturunkan, peradangan otot jantung, kelainan listrik bawaan seperti sindrom QT panjang dan sindrom Brugada, atau kelainan bawaan pembuluh koroner.
Sering Didahului Tanda Peringatan
Henti jantung sering tampak datang tanpa peringatan. Namun, sebagian orang mengalami keluhan dalam hari atau minggu sebelumnya, misalnya nyeri dada, sesak, berdebar, atau pingsan saat beraktivitas. Keluhan seperti ini, juga riwayat keluarga meninggal mendadak di usia muda, perlu diperiksakan.
Mencegah dan Menolong
Pencegahan berjalan di dua jalur. Jalur pertama adalah mengendalikan penyakit jantung koroner dan menilai risiko orang yang sudah punya penyakit jantung; sebagian dianjurkan memakai defibrillator kardioverter implan (ICD). Jalur kedua adalah menyiapkan masyarakat: makin banyak orang yang mampu memberi pijat jantung dan memakai AED, makin besar peluang korban selamat. Bila seseorang meninggal mendadak di usia muda, pemeriksaan penyebab dan pemeriksaan keluarga membantu melindungi kerabatnya.
02 / Memahami kondisi
Gejala yang Perlu Dikenali.
Gejala Umum
Henti jantung sering datang tiba-tiba. Sebagian orang mengalami tanda berikut dalam menit, hari, atau minggu sebelumnya.
- Nyeri, rasa tertekan, atau tidak nyaman di dada
- Sesak napas yang tidak biasa
- Berdebar sangat cepat atau tidak teratur
- Pusing berat atau hampir pingsan
- Pingsan saat berolahraga, saat terkejut, atau tanpa sebab jelas
- Lemas, mual, atau keringat dingin mendadak
03 / Memahami kondisi
Apa yang Menyebabkan Kondisi Ini?
- Fibrilasi ventrikel atau takikardia ventrikular yang menghentikan pompa jantung
- Serangan jantung atau jaringan parut dari serangan jantung lama
- Gagal jantung dengan pompa yang lemah
- Kardiomiopati, seperti kardiomiopati hipertrofik, dilatasi, dan aritmogenik
- Kelainan listrik bawaan, seperti sindrom QT panjang dan sindrom Brugada
- Peradangan otot jantung (miokarditis)
- Kelainan bawaan pembuluh koroner atau penyakit katup berat
- Gangguan berat kalium atau magnesium, obat tertentu, atau narkoba stimulan
04 / Memahami kondisi
Siapa yang Lebih Berisiko?
Medis
Penyakit jantung koroner, riwayat serangan jantung, gagal jantung dengan fraksi ejeksi rendah, kardiomiopati, pingsan karena aritmia, dan riwayat henti jantung sebelumnya.
Genetik
Riwayat keluarga meninggal mendadak sebelum usia 50 tahun tanpa sebab jelas, atau kardiomiopati dan kelainan listrik jantung yang diturunkan dalam keluarga.
Gaya Hidup
Merokok, tekanan darah dan kolesterol tinggi, diabetes yang tidak terkendali, obesitas, kurang gerak, dan narkoba stimulan meningkatkan risiko, terutama lewat penyakit jantung koroner.
Usia
Risiko meningkat seiring usia dan lebih tinggi pada laki-laki, tetapi kematian mendadak dapat terjadi pada usia muda bila ada kelainan jantung bawaan atau turunan.
Kelompok yang Lebih Berisiko
- Penyandang Penyakit Jantung Koroner: Terutama saat serangan jantung berlangsung dan setelah serangan jantung luas yang meninggalkan jaringan parut.
- Penyandang Gagal Jantung dengan Pompa Lemah: Fraksi ejeksi yang rendah meningkatkan risiko aritmia bilik; sebagian dianjurkan memakai ICD.
- Penyandang Kardiomiopati atau Kelainan Listrik Turunan: Kardiomiopati hipertrofik, aritmogenik, sindrom QT panjang, dan sindrom Brugada dapat menyebabkan henti jantung di usia muda.
- Keluarga Korban Kematian Mendadak Usia Muda: Sebagian penyebab diturunkan, sehingga kerabat dekat perlu diperiksa meski tidak bergejala.
- Penyintas Henti Jantung: Risiko berulang tinggi bila penyebabnya tidak sementara, sehingga umumnya dianjurkan ICD.
05 / Memahami kondisi
Bagaimana Diagnosis Ditegakkan?
Henti jantung dikenali dari tanda klinis: orang tidak sadar, tidak merespons, dan tidak bernapas normal. Penolong tidak perlu menunggu pemeriksaan apa pun. AED akan membaca irama dan memberi petunjuk.
Pada penyintas, pemeriksaan mencari penyebab dan risiko berulang, seperti dijelaskan di halaman Fibrilasi Ventrikel: EKG, tes darah termasuk troponin dan elektrolit, angiografi koroner, ekokardiografi, dan MRI jantung. Pada orang yang belum pernah mengalami henti jantung tetapi berisiko, dokter menilai kekuatan pompa jantung, aritmia yang terekam pada Holter, riwayat pingsan, dan riwayat keluarga. Bila seseorang meninggal mendadak di usia muda, pedoman menganjurkan autopsi dengan pemeriksaan jantung yang teliti dan, bila perlu, tes genetik dari sampel korban. Kerabat dekat kemudian dianjurkan menjalani EKG, ekokardiografi, dan pemeriksaan lain sesuai dugaan penyebab.
Saat kejadian, AED atau monitor defibrilator membaca irama jantung dan menentukan perlunya kejutan listrik dalam hitungan detik.
Elektrokardiogram / EKG
Pada penyintas maupun orang berisiko, EKG mencari tanda serangan jantung, QT panjang, pola Brugada, atau jalur listrik tambahan.
Angiografi Koroner
Mencari dan, bila perlu, langsung membuka sumbatan pembuluh koroner yang memicu henti jantung.
Ekokardiografi
Mengukur kekuatan pompa (fraksi ejeksi), dasar penting untuk menilai risiko dan perlunya ICD.
MRI Jantung
Mencari jaringan parut, peradangan, atau kardiomiopati bila penyebab belum jelas.
Pemantauan Holter
Menangkap aritmia bilik yang datang dan pergi pada orang dengan keluhan atau penyakit jantung.
Bila korban meninggal, autopsi dan pemeriksaan genetik membantu menemukan penyebab yang mungkin diturunkan, sehingga keluarga dapat diperiksa.
06 / Memahami kondisi
Pilihan Penanganan.
Penanganan ditentukan dokter setelah evaluasi. Kategori berikut membantu Anda memahami pembicaraan dengan dokter.
Pijat Jantung dan AED
Pertolongan pertama oleh orang di sekitar: hubungi layanan gawat darurat, tekan kuat dan cepat di tengah dada, dan pakai AED secepatnya sesuai petunjuk suara.
Bantuan Hidup Lanjut
Tim medis memberi kejutan listrik, bantuan napas, dan obat suntik untuk mengembalikan irama dan sirkulasi.
Perawatan Pasca Henti Jantung
Perawatan intensif untuk menjaga tekanan darah, oksigen, dan suhu tubuh, melindungi otak, serta mencari penyebab.
Menangani Penyebab
Membuka sumbatan koroner, mengobati gagal jantung, memperbaiki elektrolit, atau menghentikan obat pemicu, sesuai keputusan dokter.
Defibrillator Kardioverter Implan (ICD)
Dianjurkan bagi penyintas henti jantung tanpa penyebab sementara, dan bagi sebagian orang berisiko tinggi, misalnya dengan pompa jantung yang tetap sangat lemah meski sudah diobati.
Pemeriksaan Keluarga
EKG, ekokardiografi, dan bila perlu tes genetik bagi kerabat dekat korban kematian mendadak usia muda.
07 / Memahami kondisi
Komplikasi yang Perlu Dipantau.
Cedera Otak Akibat Kekurangan Oksigen
Beberapa menit tanpa aliran darah dapat merusak otak. Pijat jantung yang segera dimulai menjaga sebagian aliran darah ke otak.
Gangguan Jantung dan Organ Lain
Setelah resusitasi, pompa jantung, ginjal, dan hati dapat terganggu sementara dan memerlukan perawatan intensif.
Henti Jantung Berulang
Bila penyebabnya menetap, irama berbahaya dapat kambuh. ICD dipasang untuk menghentikannya secara otomatis.
Dampak Psikologis pada Penyintas dan Keluarga
Cemas, sulit tidur, atau gangguan konsentrasi dapat muncul setelah kejadian; rehabilitasi dan dukungan psikologis membantu pemulihan.
Risiko pada Anggota Keluarga
Bila penyebabnya diturunkan, kerabat dekat dapat membawa risiko yang sama tanpa keluhan, sehingga perlu diperiksa.
08 / Memahami kondisi
Apa yang Bisa Dilakukan?
- Kendalikan tekanan darah, kolesterol, dan gula darah, serta berhenti merokok
- Segera ke IGD bila nyeri dada, jangan menunggu keluhan hilang sendiri
- Periksakan pingsan saat beraktivitas atau berdebar yang disertai pusing
- Sampaikan riwayat keluarga meninggal mendadak di usia muda kepada dokter
- Bila punya penyakit jantung, tanyakan penilaian risiko aritmia dan perlu tidaknya ICD
- Ikuti pelatihan pijat jantung dan cara memakai AED bersama keluarga
- Jauhi narkoba stimulan dan tanyakan dokter sebelum memakai obat yang memengaruhi irama
09 / Memahami kondisi
Kapan Harus ke Dokter?
Kematian jantung mendadak didahului henti jantung, yang selalu keadaan darurat. Bila Anda melihat seseorang tiba-tiba jatuh, tidak merespons, dan tidak bernapas normal, segera hubungi layanan gawat darurat 119, mulai pijat jantung, dan minta orang lain mengambil AED.
Buat janji dengan dokter jantung untuk menilai risiko bila:
- Anda pernah pingsan saat berolahraga, saat terkejut, atau tanpa sebab jelas
- Ada anggota keluarga yang meninggal mendadak sebelum usia 50 tahun
- Anda memiliki penyakit jantung koroner, gagal jantung, atau kardiomiopati dan belum pernah dinilai risiko aritmianya
- Anda sering berdebar sangat cepat disertai pusing
- Anda mengalami nyeri dada atau sesak saat beraktivitas yang belum pernah diperiksakan
10 / Pertanyaan umum
Hal yang Mungkin Anda Tanyakan.
Pertanyaan yang sering diajukan tentang kematian jantung mendadak dan henti jantung.
Apa beda kematian jantung mendadak, henti jantung, dan serangan jantung?
Serangan jantung terjadi karena pembuluh koroner tersumbat; orangnya umumnya masih sadar dan merasakan nyeri dada. Henti jantung terjadi ketika jantung tiba-tiba berhenti memompa, sehingga orang langsung tidak sadar. Bila henti jantung tidak tertolong, terjadilah kematian jantung mendadak. Serangan jantung dapat memicu henti jantung, sehingga nyeri dada perlu segera diperiksa di IGD.
Apa yang harus saya lakukan bila melihat seseorang tiba-tiba jatuh dan tidak sadar?
Pastikan lokasi aman, tepuk bahunya, dan panggil dengan suara keras. Bila tidak merespons dan tidak bernapas normal, hubungi layanan gawat darurat dan minta orang lain mencari AED. Mulai pijat jantung di tengah dada, kuat dan cepat, sekitar 100 sampai 120 kali per menit. Nyalakan AED begitu tiba, ikuti petunjuk suaranya, dan lanjutkan sampai tim medis mengambil alih.
Mengapa orang muda yang tampak sehat bisa meninggal mendadak?
Pada usia muda, penyebabnya sering kelainan jantung yang tidak menimbulkan keluhan sebelumnya, seperti kardiomiopati hipertrofik atau aritmogenik, sindrom QT panjang, sindrom Brugada, peradangan otot jantung, atau kelainan bawaan pembuluh koroner. Sebagian kelainan ini diturunkan. Pingsan saat olahraga, berdebar disertai pusing, atau riwayat keluarga meninggal mendadak adalah tanda yang perlu diperiksakan.
Apakah pemeriksaan jantung sebelum olahraga dapat mencegahnya?
Pemeriksaan sebelum olahraga kompetitif, berupa wawancara riwayat, pemeriksaan fisik, dan EKG, dapat menemukan sebagian kelainan yang berisiko. Namun, tidak ada pemeriksaan yang dapat menyingkirkan semua risiko. Karena itu, keluhan saat olahraga tetap perlu diperhatikan, dan tempat olahraga sebaiknya memiliki AED serta orang yang terlatih memberi pijat jantung.
Siapa yang perlu memakai ICD untuk mencegah kematian mendadak?
ICD dianjurkan bagi penyintas henti jantung atau takikardia ventrikular menetap yang penyebabnya tidak sementara. ICD juga dapat dianjurkan untuk mencegah kejadian pada orang berisiko tinggi, misalnya penyandang gagal jantung dengan fraksi ejeksi yang tetap rendah meski sudah diobati, atau kardiomiopati turunan tertentu. Dokter menimbang manfaat, risiko, dan keadaan Anda secara menyeluruh sebelum menganjurkannya.
Bila anggota keluarga meninggal mendadak, apa yang perlu kami lakukan?
Bila meninggal sebelum usia 50 tahun tanpa sebab jelas, sampaikan kepada dokter. Pedoman menganjurkan autopsi dengan pemeriksaan jantung yang teliti dan, bila memungkinkan, penyimpanan sampel untuk tes genetik. Orang tua, saudara kandung, dan anak korban dianjurkan menjalani EKG, ekokardiografi, dan pemeriksaan lain sesuai dugaan penyebab. Pemeriksaan ini dapat menemukan risiko sebelum ada anggota keluarga lain yang mengalami kejadian serupa.
Sumber dan Tinjauan Medis
Ditinjau secara medis oleh Dr. dr. Dicky A. Hanafy, Sp.JP(K).
- Zeppenfeld K, Tfelt-Hansen J, de Riva M, et al. 2022 ESC Guidelines for the management of patients with ventricular arrhythmias and the prevention of sudden cardiac death. Eur Heart J. 2022;43(40):3997-4126.
- Al-Khatib SM, Stevenson WG, Ackerman MJ, et al. 2017 AHA/ACC/HRS Guideline for Management of Patients With Ventricular Arrhythmias and the Prevention of Sudden Cardiac Death. Circulation. 2018;138(13):e272-e391.
- Panchal AR, Bartos JA, Cabañas JG, et al. Part 3: Adult Basic and Advanced Life Support: 2020 American Heart Association Guidelines for Cardiopulmonary Resuscitation and Emergency Cardiovascular Care. Circulation. 2020;142(16 Suppl 2):S366-S468.
- Olasveengen TM, Semeraro F, Ristagno G, et al. European Resuscitation Council Guidelines 2021: Basic Life Support. Resuscitation. 2021;161:98-114.
- Nolan JP, Sandroni C, Böttiger BW, et al. European Resuscitation Council and European Society of Intensive Care Medicine Guidelines 2021: Post-resuscitation care. Resuscitation. 2021;161:220-269.
- Wong CX, Brown A, Lau DH, et al. Epidemiology of Sudden Cardiac Death: Global and Regional Perspectives. Heart Lung Circ. 2019;28(1):6-14.




