Jawaban singkat
Apa Itu Varises?
Varises adalah vena di bawah kulit tungkai yang melebar, menonjol, dan berkelok karena katup di dalamnya bocor. Keluhannya berupa kaki berat, pegal, dan bengkak, dan sebagian dapat berlanjut menjadi perubahan kulit atau luka.
Sumber informasiTanda yang Memerlukan Pertolongan Segera
- Perdarahan dari varises yang tidak berhenti setelah ditekan dan kaki ditinggikan
- Varises mendadak nyeri, merah, hangat, dan teraba keras seperti tali
- Satu tungkai mendadak bengkak, nyeri, dan terasa tegang
- Luka terbuka di sekitar mata kaki yang tidak membaik dalam dua minggu
- Kulit di sekitar luka makin merah, bengkak, bernanah, atau disertai demam
- Sesak napas mendadak atau nyeri dada saat menarik napas
Bila tanda ini muncul, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.
01 / Memahami kondisi
Mengenal Varises
Varises adalah vena di bawah kulit yang melebar, menonjol, dan berkelok-kelok, umumnya di betis dan paha. Vena adalah pembuluh yang membawa darah kembali ke jantung. Menurut klasifikasi CEAP yang dipakai pedoman ESVS 2022, vena disebut varises bila diameternya 3 milimeter atau lebih saat berdiri. Pembuluh yang lebih halus, seperti jaring merah atau ungu di kulit yang sering disebut spider vein, termasuk penyakit vena tahap awal, tetapi bukan varises.
Bagaimana Varises Terbentuk
Darah di tungkai harus mengalir ke atas melawan gravitasi. Aliran ini dibantu otot betis yang memompa saat Anda berjalan dan oleh katup satu arah di dalam vena. Bila katup melemah dan tidak menutup rapat, darah mengalir balik ke bawah (refluks) dan menggenang. Tekanan di vena naik, dindingnya meregang, dan vena tampak melebar. Kebocoran sering bermula di vena safena, yaitu vena permukaan yang panjang di sisi dalam tungkai atau di belakang betis.
Keluhan yang Menyertai
Sebagian orang hanya terganggu oleh penampilannya. Sebagian lain merasakan tungkai berat, pegal, bengkak di sore hari, kram malam, atau gatal. Keluhan biasanya memberat setelah lama berdiri dan saat udara panas, lalu berkurang bila kaki ditinggikan. Besar kecilnya varises tidak selalu sejalan dengan beratnya keluhan.
Bagian dari Penyakit Vena Kronik
Varises termasuk penyakit vena kronik dan dapat berlanjut menjadi bengkak menetap, kulit menggelap atau menebal di sekitar mata kaki, sampai luka yang sulit sembuh (ulkus vena). Dokter menilai tahapannya dengan klasifikasi CEAP. Keadaan bila tekanan tinggi di vena sudah merusak kulit dan jaringan dibahas di halaman Insufisiensi Vena Kronik. Varises juga dapat muncul setelah bekuan darah merusak katup vena dalam, yang dibahas di halaman Sindrom Pasca Trombosis.
Dapat Ditangani tanpa Operasi Besar
Tidak semua varises perlu tindakan. Bila keluhan mengganggu atau kulit mulai berubah, pedoman ESVS 2022 menganjurkan penutupan vena yang bocor dari dalam lewat kateter, dengan panas laser atau gelombang radio, sebagai pilihan pertama. Tindakan ini memakai bius lokal dan umumnya tanpa rawat inap. Skleroterapi dan pengangkatan cabang varises lewat sayatan kecil melengkapi penanganan. Jenis penyakit vena lainnya dibahas di halaman Penyakit Vena.
02 / Memahami kondisi
Gejala yang Perlu Dikenali.
Gejala Umum
- Vena di tungkai tampak menonjol, berkelok, dan berwarna kebiruan
- Kaki terasa berat, pegal, atau cepat lelah, terutama setelah berdiri lama
- Bengkak di pergelangan kaki pada sore hari yang berkurang setelah tidur
- Kram otot betis pada malam hari
- Gatal atau rasa panas di sekitar vena yang melebar
- Keluhan berkurang saat kaki ditinggikan atau saat berjalan
- Kulit di sekitar mata kaki berubah kecokelatan atau menebal
Gejala pada Perempuan Dewasa
Hormon dan tekanan rahim saat hamil memengaruhi vena. Pada sebagian perempuan, varises berasal dari aliran balik di vena panggul.
- Varises muncul atau memberat selama kehamilan, terutama di trimester akhir
- Varises di bibir kemaluan, lipat paha, atau paha bagian belakang
- Rasa berat di kaki yang memberat menjelang haid
- Nyeri panggul tumpul yang memberat setelah lama berdiri
03 / Memahami kondisi
Apa yang Menyebabkan Kondisi Ini?
- Katup satu arah di vena tungkai melemah sehingga darah mengalir balik ke bawah (refluks)
- Dinding vena yang lemah dan mudah meregang, sering dipengaruhi faktor keturunan
- Tekanan tinggi di vena tungkai karena lama berdiri, kehamilan, atau berat badan berlebih
- Kerusakan katup vena setelah trombosis vena dalam (varises sekunder)
- Aliran balik dari vena panggul, misalnya setelah beberapa kali hamil
- Kelainan vena bawaan yang jarang, seperti pada sindrom Klippel-Trenaunay
04 / Memahami kondisi
Siapa yang Lebih Berisiko?
Usia
Risiko varises meningkat seiring bertambahnya usia karena dinding dan katup vena makin lemah. Perubahan kulit akibat penyakit vena juga lebih sering ditemukan pada usia lanjut.
Genetik
Riwayat varises pada orang tua atau saudara kandung meningkatkan kemungkinan Anda mengalaminya, karena kekuatan dinding dan katup vena dipengaruhi faktor keturunan.
Gaya Hidup
Pekerjaan yang mengharuskan berdiri atau duduk lama, kurang bergerak, dan berat badan berlebih menambah tekanan di vena tungkai.
Medis
Riwayat trombosis vena dalam dapat merusak katup vena dan memicu varises sekunder. Kelainan vena bawaan, walau jarang, juga dapat menjadi penyebab.
Lainnya
Perempuan lebih sering mengalami varises, terutama setelah beberapa kali hamil. Tubuh yang tinggi juga dikaitkan dengan risiko yang lebih tinggi.
Kelompok yang Lebih Berisiko
- Perempuan Hamil dan yang Pernah Beberapa Kali Hamil: Hormon kehamilan melemaskan dinding vena dan rahim menekan vena panggul. Risiko varises naik seiring jumlah kehamilan.
- Pekerja yang Lama Berdiri atau Duduk: Misalnya pramuniaga, perawat, guru, atau pekerja kantor. Otot betis jarang bekerja sehingga darah lebih lama menggenang di tungkai.
- Orang dengan Riwayat Keluarga Varises: Kelemahan dinding dan katup vena cenderung menurun dalam keluarga, terutama bila kedua orang tua memiliki varises.
- Penyandang Obesitas: Berat badan berlebih menambah tekanan di vena perut dan tungkai, serta memperberat keluhan dan perubahan kulit.
- Lansia: Katup dan dinding vena makin lemah seiring usia, sehingga varises dan perubahan kulit lebih sering ditemukan pada usia lanjut.
05 / Memahami kondisi
Bagaimana Diagnosis Ditegakkan?
Dokter memulai dengan menanyakan keluhan, riwayat kehamilan, riwayat bekuan darah, dan riwayat keluarga. Tungkai diperiksa dalam posisi berdiri agar vena terisi penuh. Dokter menilai letak dan ukuran varises, bengkak, perubahan kulit, luka, serta meraba denyut nadi kaki. Temuan ini dicatat dengan klasifikasi CEAP, dari C0 tanpa tanda sampai C6 dengan luka terbuka.
Pemeriksaan utama adalah USG dupleks vena, yang juga dilakukan sambil berdiri. USG memperlihatkan arah aliran darah, katup mana yang bocor, dan seberapa lama darah mengalir balik. Pedoman ESVS 2022 menganjurkan USG ini sebelum setiap tindakan varises, karena hasilnya menjadi peta untuk memilih cara penanganan. USG juga memastikan vena dalam bebas bekuan. Bila denyut nadi kaki lemah, dokter memeriksa aliran arteri sebelum menganjurkan stoking kompresi. CT atau MR venografi hanya diperlukan bila diduga ada sumbatan atau aliran balik dari vena panggul.
Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan tungkai dalam posisi berdiri untuk menilai letak varises, bengkak, perubahan kulit, luka, dan denyut nadi kaki, lalu dicatat dengan klasifikasi CEAP.
USG Dupleks
Pemeriksaan utama. Memperlihatkan katup yang bocor dan arah aliran darah, memetakan vena sebelum tindakan, serta memastikan vena dalam bebas bekuan.
Tes Ankle-Brachial Index / ABI
Membandingkan tekanan darah di pergelangan kaki dan lengan bila denyut nadi kaki lemah, untuk memastikan stoking kompresi aman dipakai.
CT atau MR venografi untuk memetakan vena panggul dan perut, bila diduga ada sumbatan atau aliran balik dari vena panggul.
06 / Memahami kondisi
Pilihan Penanganan.
Penanganan ditentukan dokter setelah evaluasi. Kategori berikut membantu Anda memahami pembicaraan dengan dokter.
Perubahan Gaya Hidup
Berjalan teratur, latihan otot betis, menurunkan berat badan, dan meninggikan kaki saat istirahat membantu mengurangi keluhan, walau tidak menghilangkan varises.
Stoking Kompresi
Meredakan rasa berat dan bengkak, serta dipakai setelah tindakan. Ukuran dan tekanannya disesuaikan tenaga kesehatan, dan aliran arteri kaki diperiksa dulu bila ada keraguan.
Obat Venoaktif
Golongan obat yang dapat dipertimbangkan dokter untuk meredakan nyeri, rasa berat, dan bengkak. Obat ini tidak menghilangkan varises; jenis dan lamanya ditentukan dokter.
Ablasi Termal Endovena
Menutup vena safena yang bocor dari dalam dengan panas laser atau gelombang radio lewat kateter, dengan bius lokal. Pilihan pertama menurut ESVS 2022. Dibahas di halaman Ablasi Varises.
Penutupan Vena tanpa Panas
Menutup vena dengan lem medis (sianoakrilat) atau kombinasi kateter berputar dan obat, tanpa cairan bius di sepanjang vena. Dipertimbangkan bila ablasi termal kurang sesuai.
Skleroterapi
Suntikan cairan atau busa obat ke varises kecil dan sedang agar vena menutup lalu memudar. Juga dipakai untuk varises yang muncul lagi. Dibahas di halaman Skleroterapi.
Flebektomi dan Operasi
Cabang varises diangkat lewat sayatan kecil. Operasi pengikatan dan pencabutan vena dipilih bila cara lewat kateter tidak sesuai dengan bentuk vena Anda.
07 / Memahami kondisi
Komplikasi yang Perlu Dipantau.
Tromboflebitis Superfisial
Bekuan dan peradangan di dalam varises, sehingga vena terasa nyeri, merah, dan keras. Dibahas di halaman Tromboflebitis Superfisial.
Perdarahan dari Varises
Varises yang tipis di dekat kulit dapat pecah karena benturan kecil. Tekan kuat, tinggikan kaki, dan ke IGD bila darah tidak berhenti.
Perubahan Kulit dan Eksim Vena
Kulit di sekitar mata kaki dapat menggelap, gatal, bersisik, atau mengeras karena tekanan vena yang tinggi dalam waktu lama.
Ulkus Vena
Luka terbuka di sekitar mata kaki yang lambat sembuh dan mudah kambuh. Penutupan vena yang bocor sejak dini membantu luka lebih cepat sembuh.
Trombosis Vena Profunda (DVT)
Penelitian mengaitkan varises dengan risiko bekuan di vena dalam yang lebih tinggi. Dibahas di halaman Trombosis Vena Dalam.
08 / Memahami kondisi
Apa yang Bisa Dilakukan?
- Berjalan atau bergerak aktif setiap hari agar otot betis memompa darah naik.
- Selingi duduk atau berdiri lama dengan berjalan sebentar atau menggerakkan pergelangan kaki.
- Jaga berat badan sehat.
- Tinggikan kaki di atas bantal saat beristirahat, terutama di sore hari.
- Pakai stoking kompresi bila dianjurkan, misalnya saat hamil atau bekerja berdiri lama.
- Rawat kulit tungkai dengan pelembap dan hindari menggaruk kulit di atas varises.
- Periksakan diri sejak dini bila keluhan atau perubahan kulit mulai muncul.
09 / Memahami kondisi
Kapan Harus ke Dokter?
Buat janji dengan dokter bila varises menimbulkan keluhan, kulit di sekitarnya mulai berubah, atau Anda ingin mengetahui pilihan penanganannya. Segera ke IGD bila varises berdarah dan tidak berhenti setelah ditekan, atau bila muncul sesak napas mendadak.
- Tungkai terasa berat, nyeri, atau bengkak sehingga mengganggu aktivitas
- Kulit di sekitar mata kaki menggelap, gatal, bersisik, atau mengeras
- Ada luka di tungkai yang tidak membaik dalam dua minggu
- Varises tiba-tiba nyeri, merah, dan teraba keras
- Satu tungkai mendadak bengkak dan nyeri
- Varises muncul kembali setelah pernah ditangani
Jangan Menunggu bila Kondisinya Darurat.
Bila keluhan terasa berat atau muncul mendadak, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258, bukan menunggu janji temu.
10 / Pertanyaan umum
Hal yang Mungkin Anda Tanyakan.
Pertanyaan yang sering diajukan tentang varises.
Apakah varises hanya masalah penampilan?
Tidak selalu. Bagi sebagian orang, varises memang hanya mengganggu penampilan. Namun, varises adalah tanda katup vena yang bocor dan dapat menimbulkan rasa berat, nyeri, bengkak, serta perubahan kulit. Pada sebagian kecil orang, penyakit ini berlanjut menjadi luka di sekitar mata kaki. Pemeriksaan USG dupleks membantu dokter menilai seberapa jauh gangguan alirannya dan perlu tidaknya tindakan.
Apakah stoking kompresi dapat menyembuhkan varises?
Stoking kompresi tidak menghilangkan varises, tetapi membantu meredakan rasa berat, pegal, dan bengkak dengan menekan vena agar darah lebih lancar naik. Stoking juga dipakai setelah tindakan varises dan pada ulkus vena. Ukuran dan tingkat tekanannya perlu disesuaikan oleh tenaga kesehatan. Bila Anda memiliki gangguan arteri kaki atau diabetes, dokter perlu memeriksa aliran arteri lebih dulu karena tekanan stoking dapat mengurangi aliran darah ke kaki.
Apakah varises bisa muncul lagi setelah ditangani?
Bisa. Vena yang sudah ditutup atau diangkat umumnya tidak kembali, tetapi kecenderungan katup melemah tetap ada, sehingga varises baru dapat muncul di vena lain seiring waktu. Penelitian jangka panjang menunjukkan varises berulang terjadi pada sebagian pasien, apa pun metode yang dipakai. Kontrol berkala, tetap aktif bergerak, menjaga berat badan, dan USG ulang bila keluhan muncul membantu menangani varises baru sejak dini.
Apa beda varises dengan pembuluh darah halus di kulit atau spider vein?
Varises adalah vena berdiameter 3 milimeter atau lebih yang menonjol dan berkelok. Spider vein atau telangiektasis adalah pembuluh sangat halus berwarna merah atau ungu, berukuran kurang dari 1 milimeter, yang tampak seperti jaring di kulit. Spider vein umumnya tidak berbahaya dan dapat ditangani dengan skleroterapi atau laser kulit. Namun, bila disertai keluhan atau bengkak, dokter dapat memeriksa adanya kebocoran di vena yang lebih besar.
Bolehkah varises ditangani saat hamil?
Varises sering muncul atau memberat saat hamil karena pengaruh hormon, bertambahnya volume darah, dan tekanan rahim pada vena panggul. Banyak varises kehamilan mengecil dalam beberapa bulan setelah melahirkan. Karena itu, tindakan seperti ablasi atau skleroterapi umumnya ditunda sampai setelah melahirkan, lalu dinilai ulang. Selama hamil, stoking kompresi, berjalan, dan meninggikan kaki membantu meredakan keluhan. Segera periksakan diri bila satu tungkai bengkak dan nyeri.
Apakah varises meningkatkan risiko bekuan darah?
Varises dapat memicu tromboflebitis superfisial, yaitu bekuan dan peradangan di vena permukaan, yang dibahas di halaman Tromboflebitis Superfisial. Penelitian juga mengaitkan varises dengan risiko trombosis vena dalam yang lebih tinggi, walau hubungan sebab akibatnya belum pasti. Karena itu, waspadai varises yang tiba-tiba merah, nyeri, dan keras, atau tungkai yang mendadak bengkak, dan segera periksakan diri bila tanda ini muncul.
Sumber dan Tinjauan Medis
Ditinjau secara medis oleh dr. Emanoel Oepangat, Sp.JP(K).
- De Maeseneer MG, Kakkos SK, Aherne T, Baekgaard N, Black S, Blomgren L, et al. European Society for Vascular Surgery (ESVS) 2022 Clinical Practice Guidelines on the Management of Chronic Venous Disease of the Lower Limbs. Eur J Vasc Endovasc Surg. 2022;63(2):184-267.
- Gloviczki P, Lawrence PF, Wasan SM, Meissner MH, Almeida J, Brown KR, et al. The 2022 Society for Vascular Surgery, American Venous Forum, and American Vein and Lymphatic Society clinical practice guidelines for the management of varicose veins of the lower extremities. Part I. Duplex Scanning and Treatment of Superficial Truncal Reflux. J Vasc Surg Venous Lymphat Disord. 2023;11(2):231-61.
- Lurie F, Passman M, Meisner M, Dalsing M, Masuda E, Welch H, et al. The 2020 update of the CEAP classification system and reporting standards. J Vasc Surg Venous Lymphat Disord. 2020;8(3):342-52.
- Gohel MS, Heatley F, Liu X, Bradbury A, Bulbulia R, Cullum N, et al. A Randomized Trial of Early Endovenous Ablation in Venous Ulceration. N Engl J Med. 2018;378(22):2105-14.
- Brittenden J, Cooper D, Dimitrova M, Scotland G, Cotton SC, Elders A, et al. Five-Year Outcomes of a Randomized Trial of Treatments for Varicose Veins. N Engl J Med. 2019;381(10):912-22.
- Chang SL, Huang YL, Lee MC, Hu S, Hsiao YC, Chang SW, et al. Association of Varicose Veins With Incident Venous Thromboembolism and Peripheral Artery Disease. JAMA. 2018;319(8):807-17.




