Langsung ke konten

Prosedur medis · Tindakan bedah

Bedah Vaskular Perifer

Peripheral Vascular Surgery

Operasi pada arteri dan vena di luar jantung dan otak, seperti di leher, lengan, dan tungkai, untuk membuka sumbatan, membuat jalur pintas, memperbaiki pelebaran, atau membuat akses cuci darah.

Ditinjau secara medis olehdr. Suko Adiarto, Sp.JP(K), Ph.D., Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Terakhir diperbarui6 Oktober 2026
Ilustrasi bedah vaskular perifer: perbaikan arteri tungkai dengan tambalan dan saluran pintas
Ilustrasi Bedah Vaskular Perifer
Kelompok prosedur
Bedah Kardiovaskular, Vaskular (Non-Jantung)
Durasi tindakan
2 jam
Anestesi
Umum
Rawat inap
Direncanakan

Jawaban singkat

Apa Itu Bedah Vaskular Perifer?

Bedah vaskular perifer adalah kelompok operasi pada pembuluh darah di luar jantung dan otak, terutama di leher, lengan, dan tungkai, untuk memulihkan aliran darah atau mencegah komplikasi seperti stroke dan luka kaki. Contohnya pengangkatan plak arteri leher, bypass arteri tungkai, dan pembuatan akses cuci darah. Lamanya umumnya 1 sampai 4 jam.

Sumber informasi

Mengenal Bedah Vaskular Perifer

Apa Itu Bedah Vaskular Perifer

Pembuluh darah perifer adalah arteri dan vena di luar jantung dan otak, misalnya di leher, lengan, perut, dan tungkai. Pembuluh ini dapat menyempit atau tersumbat oleh plak, melebar seperti balon, atau, pada vena, katupnya bocor. Bedah vaskular perifer adalah kelompok operasi untuk memperbaiki masalah tersebut, dengan tujuan memulihkan aliran darah, meredakan keluhan, dan mencegah komplikasi seperti stroke, luka kaki yang sulit sembuh, atau amputasi.

Jenis Operasi yang Sering Dilakukan

  • Endarterektomi karotis: pengangkatan plak dari arteri leher yang mengalirkan darah ke otak, untuk mencegah stroke.
  • Bypass arteri tungkai: pembuatan jalur baru melewati arteri tungkai yang tersumbat, yang dibahas di halaman Operasi Bypass Perifer.
  • Endarterektomi arteri lipat paha: pengangkatan plak dari arteri di lipat paha, sering digabung dengan balon atau stent.
  • Perbaikan aneurisma perifer: penanganan pelebaran arteri, misalnya di belakang lutut, agar tidak tersumbat atau pecah.
  • Akses cuci darah: penyambungan arteri dan vena di lengan (fistula) atau pemasangan pipa buatan untuk hemodialisis.
  • Operasi varises: pengikatan dan pengangkatan vena yang bocor. Kini varises lebih sering ditangani lewat kateter, yang dibahas di halaman Ablasi Varises.

Operasi Terbuka dan Tindakan lewat Kateter

Banyak penyempitan dan pelebaran pembuluh darah kini dapat ditangani lewat kateter dengan balon, stent, atau stent graft, tanpa sayatan besar, yang dibahas di halaman Angioplasti Perifer. Operasi terbuka tetap diperlukan pada keadaan tertentu, misalnya sumbatan panjang, plak di percabangan arteri leher atau lipat paha, atau bila tindakan lewat kateter sebelumnya tidak berhasil. Pada sebagian pasien, keduanya digabung dalam satu tindakan (hibrida).

Endarterektomi Karotis untuk Mencegah Stroke

Plak di arteri karotis, yaitu arteri besar di leher, dapat menyempitkan aliran ke otak atau melepaskan serpihan yang menyebabkan stroke. Operasi pengangkatan plak umumnya dianjurkan bila penyempitan cukup berat dan pernah menimbulkan stroke ringan atau gejala sementara, misalnya lemah separuh badan atau gangguan penglihatan yang membaik sendiri. Manfaatnya lebih besar bila dilakukan dalam 14 hari setelah gejala. Pada penyempitan tanpa gejala, operasi dipertimbangkan pada pasien tertentu.

Akses Cuci Darah

Pasien gagal ginjal yang menjalani hemodialisis memerlukan pembuluh darah yang alirannya deras dan mudah ditusuk. Dokter bedah menyambungkan arteri dan vena di lengan sehingga vena membesar dan menebal dalam beberapa minggu. Sambungan ini disebut fistula arteriovena, yang di Indonesia sering disebut operasi cimino. Bila vena tidak sesuai, dipakai pipa buatan. Cuci darah dibahas di halaman Hemodialisis.

Menjaga Hasil Operasi

Operasi memperbaiki satu bagian pembuluh darah, tetapi penyakit dasarnya, seperti aterosklerosis, tetap ada. Karena itu, berhenti merokok, mengendalikan gula darah, tekanan darah, dan kolesterol, minum obat antiplatelet dan penurun kolesterol, serta berjalan teratur sangat penting. USG dupleks berkala membantu memantau sambungan atau bypass.

Kapan Tindakan Ini Dipertimbangkan?

Dokter dapat mempertimbangkan tindakan ini pada keadaan berikut. Keputusan selalu ditetapkan setelah evaluasi menyeluruh.

  • Penyempitan Arteri Leher dengan GejalaPernah stroke ringan atau gejala sementara akibat plak di arteri karotis.
  • Luka Kaki yang Sulit SembuhAtau nyeri kaki saat istirahat akibat aliran darah tungkai sangat berkurang.
  • Nyeri Tungkai saat Berjalan yang MembatasiTetap mengganggu meski sudah berlatih jalan dan minum obat.
  • Aneurisma Arteri PeriferMisalnya pelebaran arteri di belakang lutut yang berisiko tersumbat.
  • Kebutuhan Akses Cuci DarahPada gagal ginjal yang sudah atau akan menjalani hemodialisis.
  • Varises BeratDengan luka atau perubahan kulit, bila penanganan lewat kateter tidak sesuai.
Tidak setiap pasien memerlukan tindakan ini. Tanyakan tujuan tindakan dan bagaimana hasilnya memengaruhi rencana perawatan Anda.
Keadaan yang Perlu Dipertimbangkan Lebih Dulu
  • Keluhan Ringan yang Membaik dengan ObatMisalnya nyeri saat berjalan yang tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.
  • Penyempitan Ringan tanpa GejalaUmumnya cukup dipantau dan ditangani dengan obat serta gaya hidup sehat.
  • Arteri Leher yang Sudah Tersumbat TotalEndarterektomi karotis umumnya tidak dilakukan pada sumbatan total yang sudah lama.
  • Risiko Operasi Sangat TinggiMisalnya penyakit jantung atau paru berat; tindakan lewat kateter dapat dipertimbangkan.
  • Infeksi Aktif di Daerah OperasiInfeksi perlu diatasi lebih dulu bila keadaan memungkinkan.

Apa yang Perlu Disiapkan?

Persiapan bergantung pada jenis operasi dan biasanya dimulai beberapa hari sebelumnya.

Pemeriksaan pembuluh darah. USG dupleks, CT angiografi, atau angiografi dipakai untuk memetakan sumbatan atau pelebaran. USG dupleks dibahas di halaman USG Dupleks. Sebelum operasi akses cuci darah, pembuluh darah lengan dipetakan dengan USG.

Pemeriksaan umum. Pemeriksaan darah, fungsi ginjal, gula darah, dan EKG. Karena penyakit pembuluh darah sering disertai penyakit jantung koroner, jantung Anda juga dinilai.

Obat. Sampaikan semua obat yang Anda minum. Aspirin dan obat kolesterol biasanya tetap diminum, sedangkan obat pengencer darah lain dan obat diabetes mungkin disesuaikan sesuai petunjuk dokter.

Lengan untuk akses cuci darah. Bila Anda akan membutuhkan cuci darah, hindari pengambilan darah atau pemasangan infus di lengan yang akan dioperasi.

Berhenti merokok dan puasa. Berhenti merokok membantu penyembuhan luka dan menjaga hasil operasi. Anda diminta puasa beberapa jam sebelum operasi.

Belum jelas dengan instruksi persiapan? Tanyakan kepada tim sebelum menjalani tindakan.

Bagaimana Tindakan Dilakukan?

Bedah vaskular perifer dilakukan di kamar operasi. Jenis bius bergantung pada operasinya: bius umum, bius regional, atau bius lokal. Lamanya umumnya 1 sampai 2 jam untuk akses cuci darah atau endarterektomi karotis, dan 2 sampai 4 jam untuk bypass tungkai.

Membuka Pembuluh Darah

Dokter membuat sayatan di atas pembuluh darah yang bermasalah, misalnya di sisi leher, lipat paha, belakang lutut, atau lengan. Obat pengencer darah diberikan, lalu aliran darah dihentikan sementara dengan klem.

Memperbaiki Pembuluh Darah

Tindakan disesuaikan dengan masalahnya: plak diangkat dan dinding arteri ditutup dengan tambalan, jalur pintas disambungkan melewati sumbatan, bagian yang melebar diganti atau dipintas, atau arteri disambung ke vena untuk akses cuci darah.

Melindungi Otak pada Operasi Karotis

Selama arteri leher diklem, aliran darah ke otak dipantau. Bila perlu, selang kecil sementara dipasang untuk mengalirkan darah melewati bagian yang sedang dioperasi.

Memastikan Aliran dan Menutup Luka

Aliran darah dibuka kembali dan diperiksa dengan perabaan nadi, Doppler, atau angiografi. Setelah itu sayatan dijahit dan Anda dipindahkan ke ruang pemulihan.

Manfaat dan Risiko Perlu Dibahas Bersama.

Setiap tindakan medis memiliki manfaat dan risiko. Dokter menjelaskan keduanya sesuai keadaan Anda sebelum tindakan.

Manfaat yang Dapat Diharapkan

  • Mencegah StrokeEndarterektomi karotis menurunkan risiko stroke pada penyempitan arteri leher yang bergejala.
  • Membantu Menyelamatkan TungkaiBypass membantu luka kaki sembuh dan menurunkan risiko amputasi.
  • Berjalan Lebih Jauh tanpa NyeriAliran darah yang membaik meredakan nyeri tungkai saat berjalan.
  • Akses Cuci Darah yang Tahan LamaFistula dari pembuluh sendiri lebih jarang infeksi dibanding kateter cuci darah.

Manfaat tindakan bukan janji kesembuhan. Tanyakan bagaimana hasilnya memengaruhi rencana perawatan Anda.

Risiko yang Perlu Diketahui

  • Infeksi atau Gangguan Penyembuhan LukaLebih sering pada luka di lipat paha dan pada pasien diabetes.
  • Perdarahan atau MemarKarena obat pengencer darah; kadang perlu tindakan untuk menghentikannya.
  • Stroke setelah Operasi KarotisJarang, tetapi dapat terjadi selama atau setelah operasi arteri leher.
  • Gangguan Saraf di Sekitar LukaMisalnya suara serak, lidah sedikit miring, atau baal; umumnya membaik sendiri.
  • Sambungan Menyempit atau TersumbatDapat terjadi pada bypass atau fistula; dipantau dengan USG berkala.
  • Serangan JantungKarena penyakit jantung koroner sering menyertai; jantung dinilai sebelum operasi.

Risiko setiap orang dapat berbeda. Penjelasan lengkap dan persetujuan tindakan diberikan setelah evaluasi individual.

Bagaimana Pemulihannya?

Lama rawat bergantung pada jenis operasi: akses cuci darah sering hanya sehari atau pulang di hari yang sama, endarterektomi karotis sekitar 1 sampai 2 hari, dan bypass tungkai beberapa hari.

Pemantauan. Denyut nadi, warna, dan suhu tungkai atau tangan, kekuatan anggota gerak dan bicara setelah operasi karotis, serta bekas luka diperiksa berkala.

Luka dan aktivitas. Jaga luka tetap bersih dan kering. Mulai berjalan bertahap sesuai petunjuk tim. Setelah bypass, tungkai yang dioperasi sering bengkak beberapa minggu; meninggikan kaki saat duduk membantu.

Akses cuci darah. Fistula perlu beberapa minggu sebelum dapat dipakai. Rasakan getaran di atas sambungan setiap hari, dan hindari pengukuran tekanan darah, pengambilan darah, atau jam tangan ketat di lengan tersebut.

Obat dan kontrol. Obat antiplatelet dan penurun kolesterol biasanya diminum jangka panjang. USG dupleks berkala membantu menilai hasil operasi.

Tanda yang perlu diwaspadai. Segera ke IGD bila Anda mengalami:

  • Wajah mencong, lemah separuh badan, bicara pelo, atau gangguan penglihatan mendadak
  • Bengkak yang cepat membesar di leher, atau sulit bernapas atau menelan
  • Tungkai atau tangan mendadak nyeri, pucat, dingin, atau kesemutan
  • Getaran pada fistula cuci darah hilang
  • Perdarahan, demam, atau luka kemerahan dan bernanah

Kenali Tanda yang Perlu Segera Ditangani.

Ikuti arahan tim tentang tanda yang perlu diwaspadai. Bila muncul keluhan berat atau mendadak setelah tindakan, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.

Dokter dan Dukungan Tindakan

Dokter berikut tercantum untuk tindakan ini. Urutan menurut nama, bukan peringkat.

Dr. dr. Dudy A. Hanafy, Sp.BTKV, Subsp. JD(K), MARS

Bedah Jantung Dewasa

Advanced Cardiovascular Surgical Care +1 center

Fokus klinisBedah Jantung Minimal Invasif · Operasi Bypass Koroner

Lihat Profil

dr. Emanoel Oepangat, Sp.JP(K)

Kardiologi Intervensi

Vascular Diagnostic and Therapeutic Center +1 center

Fokus klinisIntervensi Koroner · Intervensi Pembuluh Darah Perifer

Lihat Profil

dr. Rr. Pasati Lintangella, Sp.BTKV

Spesialis Bedah Toraks Kardiovaskular

Advanced Cardiovascular Surgical Care +1 center

Fokus klinisBedah Jantung Dewasa · Operasi Bypass Koroner

Lihat Profil
Lihat Semua Dokter

Ketersediaan teknologi dan dukungan pemeriksaan dikonfirmasi bersama tim. Teknologi dipilih sesuai kebutuhan klinis.

Sebelum Merencanakan Tindakan.

Pertanyaan yang sering diajukan tentang bedah vaskular perifer.

Apa bedanya bedah vaskular perifer dengan operasi bypass perifer?

Bedah vaskular perifer adalah istilah payung untuk berbagai operasi pembuluh darah di luar jantung dan otak, misalnya pada arteri leher, akses cuci darah, dan pelebaran arteri. Operasi bypass perifer adalah salah satunya, yaitu pembuatan jalur pintas pada arteri tungkai yang tersumbat. Rincian operasi bypass dibahas di halaman Operasi Bypass Perifer.

Apakah operasinya terasa sakit?

Selama operasi Anda tidak merasakan nyeri karena dibius. Setelahnya, nyeri di sekitar luka umumnya sedang dan dapat dikendalikan dengan obat pereda nyeri. Luka di lipat paha atau tungkai biasanya terasa lebih tidak nyaman dibanding luka di leher atau lengan. Rasa baal di sekitar sayatan sering terjadi dan berangsur membaik dalam beberapa minggu sampai bulan.

Apakah saya harus dibius total?

Tidak selalu. Bypass tungkai umumnya dengan bius umum atau bius regional di tulang belakang. Endarterektomi karotis dapat dilakukan dengan bius umum atau bius lokal di leher, sehingga Anda tetap sadar dan dapat diajak bicara untuk memantau fungsi otak. Akses cuci darah sering cukup dengan bius lokal atau bius regional di lengan. Dokter anestesi menentukan pilihan sesuai keadaan Anda.

Kapan saya bisa kembali beraktivitas?

Setelah akses cuci darah atau endarterektomi karotis, sebagian besar pasien kembali beraktivitas ringan dalam beberapa hari sampai 2 minggu. Setelah bypass tungkai, pemulihan umumnya 4 sampai 8 minggu. Berjalan dianjurkan sejak awal dan ditambah bertahap. Tanyakan kepada dokter kapan Anda boleh menyetir, berolahraga, dan mengangkat beban, karena hal ini bergantung pada jenis operasi dan letak luka.

Mengapa saya tetap perlu minum obat setelah operasi?

Operasi memperbaiki bagian pembuluh darah yang bermasalah, tetapi aterosklerosis dapat terus berjalan di pembuluh darah lain, termasuk pembuluh jantung dan otak. Obat antiplatelet, penurun kolesterol, serta pengendali tekanan darah dan gula darah membantu mencegah serangan jantung, stroke, dan penyempitan ulang. Berhenti merokok juga sangat menentukan hasil jangka panjang. Jangan menghentikan obat tanpa berkonsultasi dengan dokter.

Kapan fistula cuci darah dapat dipakai?

Fistula dari sambungan arteri dan vena umumnya perlu sekitar 6 sampai 12 minggu agar vena cukup besar dan kuat untuk ditusuk. Karena itu, operasi dianjurkan jauh sebelum cuci darah perlu dimulai. Selama menunggu, latihan meremas bola karet dapat dianjurkan. Pipa buatan dapat dipakai lebih cepat, tetapi lebih mudah tersumbat dan terinfeksi dibanding fistula.

Sumber dan Tinjauan Medis

Ditinjau secara medis oleh dr. Suko Adiarto, Sp.JP(K), Ph.D..

  1. Naylor R, Rantner B, Ancetti S, dkk. European Society for Vascular Surgery (ESVS) 2023 Clinical Practice Guidelines on the Management of Atherosclerotic Carotid and Vertebral Artery Disease. Eur J Vasc Endovasc Surg. 2023;65(1):7-111.
  2. Gornik HL, Aronow HD, Goodney PP, dkk. 2024 ACC/AHA/AACVPR/APMA/ABC/SCAI/SVM/SVN/SVS/SIR/VESS Guideline for the Management of Lower Extremity Peripheral Artery Disease. Circulation. 2024;149(24):e1313-e1410.
  3. Mazzolai L, Teixido-Tura G, Lanzi S, dkk. 2024 ESC Guidelines for the management of peripheral arterial and aortic diseases. Eur Heart J. 2024;45(36):3538-3700.
  4. Conte MS, Bradbury AW, Kolh P, dkk. Global vascular guidelines on the management of chronic limb-threatening ischemia. J Vasc Surg. 2019;69(6S):3S-125S.e40.
  5. Schmidli J, Widmer MK, Basile C, dkk. Vascular Access: 2018 Clinical Practice Guidelines of the European Society for Vascular Surgery (ESVS). Eur J Vasc Endovasc Surg. 2018;55(6):757-818.
  6. Lok CE, Huber TS, Lee T, dkk. KDOQI Clinical Practice Guideline for Vascular Access: 2019 Update. Am J Kidney Dis. 2020;75(4 Suppl 2):S1-S164.
  7. De Maeseneer MG, Kakkos SK, Aherne T, dkk. European Society for Vascular Surgery (ESVS) 2022 Clinical Practice Guidelines on the Management of Chronic Venous Disease of the Lower Limbs. Eur J Vasc Endovasc Surg. 2022;63(2):184-267.

Langkah berikutnya

Bahas Tindakan Ini dengan Lebih Jelas.

Konsultasikan tujuan, manfaat, dan risiko tindakan sebelum menentukan langkah berikutnya.

Konteks konsultasi: Bedah Vaskular Perifer

Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi, diagnosis, atau pengobatan medis. Untuk keluhan kesehatan Anda, konsultasikan langsung dengan dokter.

Kembali ke Semua Prosedur