Jawaban singkat
Apa Itu Sindrom Lown-Ganong-Levine?
Sindrom Lown-Ganong-Levine (LGL) adalah istilah lama untuk jarak PR pendek pada EKG tanpa gelombang delta, disertai serangan berdebar cepat. Kini jarang dipakai sebagai diagnosis tersendiri, dan serangannya ditangani sesuai jenis takikardia yang mendasarinya.
Sumber informasiTanda yang Memerlukan Pertolongan Segera
- Pingsan atau hampir tidak sadarkan diri
- Nyeri dada berat atau sesak napas berat
- Debaran sangat cepat dan tidak teratur disertai pusing berat
- Serangan tidak berhenti setelah manuver vagal yang diajarkan dokter
Bila tanda ini muncul, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.
01 / Memahami kondisi
Mengenal Sindrom Lown-Ganong-Levine
Pada tahun 1952, dokter Bernard Lown, William Ganong, dan Samuel Levine melaporkan sekelompok pasien dengan dua ciri: jarak PR yang pendek pada EKG dan serangan denyut cepat yang berulang. Berbeda dengan sindrom Wolff-Parkinson-White, gelombang bilik pada EKG mereka normal, tanpa gelombang delta. Gabungan temuan ini kemudian dikenal sebagai sindrom Lown-Ganong-Levine, disingkat LGL, dan dulu dimasukkan ke kelompok sindrom pre-eksitasi.
Apa Itu Jarak PR Pendek
Jarak PR pada EKG menggambarkan waktu yang dibutuhkan sinyal listrik untuk berjalan dari serambi ke bilik. Sebagian besar waktu itu dipakai untuk melewati simpul AV, gerbang yang menahan sinyal sejenak sebelum diteruskan ke bilik. Pada orang dewasa, jarak PR disebut pendek bila kurang dari 120 milidetik. Artinya, sinyal melewati simpul AV lebih cepat dari biasanya.
Kedudukan LGL Sekarang
Dulu diduga ada jalur pintas kecil, disebut serat James, yang membuat sinyal melompati sebagian simpul AV. Namun, penelitian dengan studi elektrofisiologi tidak menemukan satu jalur atau kelainan struktur yang sama pada semua penyandang. Pada banyak orang, PR pendek lebih sesuai dengan simpul AV yang secara alami menghantarkan sinyal lebih cepat, keadaan yang disebut hantaran simpul AV yang dipercepat. Temuan ini juga cukup sering dijumpai pada orang sehat yang tidak pernah berdebar.
Karena itu, banyak ahli kini tidak lagi memandang LGL sebagai penyakit tersendiri. Pedoman takikardia supraventrikular dari ESC tahun 2019 mengelompokkan serangan berdasarkan mekanismenya, bukan berdasarkan pola LGL. Bila orang dengan PR pendek mengalami serangan berdebar, dokter mencari jenis takikardianya, misalnya takikardia reentri simpul AV, takikardia atrium, jalur tambahan tersembunyi, atau fibrilasi atrium, lalu menanganinya sesuai jenis tersebut.
Hal Lain yang Perlu Disingkirkan
PR pendek juga dapat muncul pada irama yang berasal dari serambi bagian bawah, pada anak yang jarak PR normalnya memang lebih pendek, dan pada beberapa penyakit simpanan langka seperti penyakit Fabry. Karena itu dokter menilai temuan ini bersama keluhan Anda dan hasil pemeriksaan lain. Bila tidak ada keluhan dan tidak ditemukan penyakit lain, PR pendek umumnya tidak memerlukan pengobatan.
02 / Memahami kondisi
Gejala yang Perlu Dikenali.
Gejala Umum
PR pendek sendiri tidak menimbulkan keluhan. Gejala berikut muncul bila terjadi serangan takikardia.
- Jantung berdebar cepat yang mulai dan berhenti tiba-tiba
- Denyut terasa kuat di dada atau leher
- Pusing atau kepala terasa melayang
- Sesak napas atau rasa tidak nyaman di dada
- Lemas atau mudah lelah setelah serangan
03 / Memahami kondisi
Apa yang Menyebabkan Kondisi Ini?
- Simpul AV yang secara alami menghantarkan sinyal lebih cepat dari biasanya
- Jalur pintas kecil di sekitar simpul AV (serat James), dugaan lama yang tidak terbukti pada semua penyandang
- Dua jalur di simpul AV yang membuat sinyal berputar dan memicu serangan takikardia
- Irama dari serambi bagian bawah yang membuat jarak PR tampak pendek
- Penyakit simpanan langka, misalnya penyakit Fabry, yang dapat memperpendek jarak PR
- Pemicu serangan seperti kafein, alkohol, kurang tidur, atau stres
04 / Memahami kondisi
Siapa yang Lebih Berisiko?
Usia
Jarak PR normal lebih pendek pada anak dan remaja, sehingga PR pendek di usia muda sering merupakan variasi normal dan dinilai sesuai usia.
Medis
Tiroid yang terlalu aktif dapat memicu denyut cepat, dan beberapa penyakit simpanan langka seperti penyakit Fabry dapat memperpendek jarak PR.
Gaya Hidup
Kafein berlebihan, minuman energi, alkohol, zat stimulan, dan kurang tidur dapat memicu serangan berdebar pada orang yang rentan.
Kelompok yang Lebih Berisiko
- Orang Muda dengan Debaran Berulang: Serangan takikardia supraventrikular sering mulai terasa di usia remaja sampai dewasa muda, termasuk pada orang dengan PR pendek.
- Penyandang Fibrilasi Atrium: Hantaran simpul AV yang cepat dapat membuat denyut bilik saat fibrilasi atrium lebih cepat, sehingga pengendalian denyutnya perlu dipantau dokter.
- Penyandang Penyakit Simpanan Langka: Beberapa penyakit simpanan langka, misalnya penyakit Fabry, dapat memperpendek jarak PR, sehingga temuan PR pendek kadang menjadi petunjuk awal. Dibahas di halaman Penyakit Fabry.
05 / Memahami kondisi
Bagaimana Diagnosis Ditegakkan?
PR pendek biasanya ditemukan pada EKG rutin. Dokter pertama-tama memastikan tidak ada gelombang delta, karena bila ada, temuannya mengarah ke sindrom Wolff-Parkinson-White yang penilaian dan penanganannya berbeda. Dokter juga menilai apakah PR pendek sesuai usia Anda dan apakah ada tanda irama dari serambi bagian bawah atau penyakit lain, misalnya dengan ekokardiografi dan tes darah tiroid.
Bila Anda tidak pernah berdebar, pemeriksaan biasanya cukup sampai di sini. Bila ada serangan, langkah utamanya adalah merekam EKG saat serangan, misalnya dengan Holter atau perekam jangka panjang. Rekaman ini menunjukkan jenis takikardia yang sebenarnya. Bila serangan sering dan mengganggu, studi elektrofisiologi dapat memastikan mekanismenya dan sekaligus menjadi dasar ablasi.
Elektrokardiogram / EKG
Menunjukkan jarak PR kurang dari 120 milidetik dengan gelombang bilik normal tanpa gelombang delta. Rekaman saat serangan membantu menentukan jenis takikardia.
Pemantauan Holter
Merekam irama selama 24 sampai 48 jam untuk menangkap serangan yang sering muncul.
Monitoring Jantung Jangka Panjang
Perekam yang dipakai lebih lama atau diaktifkan sendiri saat berdebar, bila serangan jarang muncul.
Pemeriksaan Fungsi Tiroid
Mencari kelenjar tiroid yang terlalu aktif, yang dapat memicu atau memperberat denyut cepat.
Ekokardiografi
Menilai struktur dan kekuatan pompa jantung, termasuk tanda penebalan otot pada penyakit simpanan.
Studi Elektrofisiologi
Memastikan mekanisme serangan dan menilai hantaran simpul AV dari dalam jantung, dilanjutkan ablasi bila ditemukan sumber yang dapat diatasi.
06 / Memahami kondisi
Pilihan Penanganan.
Penanganan ditentukan dokter setelah evaluasi. Kategori berikut membantu Anda memahami pembicaraan dengan dokter.
Pemantauan bila Tidak Ada Keluhan
PR pendek tanpa keluhan dan tanpa penyakit lain umumnya tidak memerlukan pengobatan. Dokter dapat menyarankan kontrol bila muncul keluhan baru.
Manuver Vagal
Cara sederhana untuk merangsang saraf vagus yang dapat menghentikan sebagian serangan berdebar cepat dan teratur. Dokter akan mengajarkan teknik yang aman bagi Anda.
Obat Pengendali Serangan
Golongan penghambat beta atau penghambat kanal kalsium dapat mengurangi serangan atau memperlambat denyut. Pilihan obat dan takarannya ditentukan dokter sesuai jenis takikardia.
Ablasi Kateter
Bila studi elektrofisiologi menemukan sumber serangan, misalnya dua jalur di simpul AV atau jalur tambahan tersembunyi, sumber itu dapat dinonaktifkan lewat kateter. PR pendek itu sendiri bukan sasaran ablasi.
Penanganan Serangan di IGD
Serangan yang tidak berhenti ditangani dengan obat suntik atau kejutan listrik terkendali di bawah pemantauan EKG.
07 / Memahami kondisi
Komplikasi yang Perlu Dipantau.
Serangan Takikardia Berulang
Serangan berdebar yang sering dapat mengganggu aktivitas, tidur, dan rasa aman, meski umumnya tidak merusak jantung.
Denyut Bilik Cepat saat Fibrilasi Atrium
Bila terjadi fibrilasi atrium atau flutter atrium, simpul AV yang menghantarkan sinyal lebih cepat dapat membuat denyut bilik lebih cepat dari biasanya, sehingga keluhan terasa lebih berat.
Pingsan dan Cedera
Pada sebagian kecil orang, serangan yang sangat cepat menurunkan tekanan darah sehingga pingsan dan dapat cedera akibat jatuh.
08 / Memahami kondisi
Apa yang Bisa Dilakukan?
- Kenali dan kurangi pemicu serangan, seperti kopi berlebihan, minuman energi, atau alkohol
- Tidur cukup dan kelola stres
- Hindari rokok dan zat stimulan
- Simpan salinan EKG Anda dan tunjukkan saat berobat
- Rekam EKG saat serangan bila memungkinkan, lalu bawa hasilnya saat kontrol
- Minum obat sesuai anjuran dan jangan menghentikannya sendiri
09 / Memahami kondisi
Kapan Harus ke Dokter?
Jarak PR pendek tanpa keluhan umumnya tidak berbahaya, tetapi sebaiknya dibicarakan dengan dokter agar gelombang delta dan penyebab lain dapat disingkirkan. Buat janji bila Anda mengalami salah satu hal berikut, dan segera ke IGD bila muncul tanda bahaya.
- Hasil EKG menyebut PR pendek atau sindrom LGL
- Serangan berdebar cepat yang mulai dan berhenti tiba-tiba
- Serangan membuat Anda pusing, sesak, atau harus berhenti beraktivitas
- Anda berencana mengikuti olahraga kompetitif dan ingin hasil EKG Anda dinilai
- Pingsan, nyeri dada, atau debaran sangat cepat yang tidak berhenti: segera ke IGD
Jangan Menunggu bila Kondisinya Darurat.
Bila keluhan terasa berat atau muncul mendadak, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258, bukan menunggu janji temu.
10 / Pertanyaan umum
Hal yang Mungkin Anda Tanyakan.
Pertanyaan yang sering diajukan tentang sindrom Lown-Ganong-Levine.
Apakah sindrom LGL masih dianggap penyakit?
Istilah LGL masih kadang tertulis pada hasil EKG, tetapi banyak ahli tidak lagi memandangnya sebagai penyakit tersendiri. Penelitian tidak menemukan satu jalur atau kelainan yang sama pada semua penyandang, dan PR pendek sering dijumpai pada orang sehat. Kini dokter lebih memusatkan perhatian pada jenis serangan berdebar yang Anda alami, karena itulah yang menentukan penanganannya.
Apa beda LGL dengan WPW?
Keduanya sama-sama memiliki jarak PR yang pendek. Pada WPW ada jalur listrik tambahan yang jelas, sehingga EKG menunjukkan gelombang delta dan gelombang bilik yang melebar. Pada LGL, gelombang bilik normal tanpa gelombang delta, dan sinyal tetap melewati simpul AV. Perbedaan ini penting karena WPW memerlukan penilaian risiko jalur tambahan, sedangkan PR pendek tanpa gelombang delta umumnya tidak.
Apakah PR pendek berbahaya?
PR pendek tanpa gelombang delta dan tanpa keluhan umumnya tidak berbahaya dan tidak memerlukan pengobatan. Dokter tetap perlu menilai apakah ada penyebab lain, misalnya irama dari serambi bagian bawah atau penyakit simpanan langka. Bila Anda mengalami serangan berdebar, pingsan, atau nyeri dada, keluhan itulah yang perlu diperiksa lebih lanjut, bukan angka PR saja.
Apakah LGL perlu diablasi?
PR pendek itu sendiri tidak diablasi. Ablasi dipertimbangkan bila Anda mengalami serangan takikardia yang sering atau mengganggu, dan studi elektrofisiologi menemukan sumbernya, misalnya dua jalur di simpul AV atau jalur tambahan tersembunyi. Bila sumbernya dinonaktifkan, serangan pada banyak pasien tidak muncul lagi. Dokter akan menjelaskan manfaat dan risikonya sesuai temuan pemeriksaan.
Bolehkah saya berolahraga bila PR saya pendek?
Pada umumnya boleh. PR pendek tanpa gelombang delta dan tanpa keluhan biasanya tidak menjadi alasan untuk berhenti berolahraga. Bila Anda berdebar sangat cepat, pusing, atau hampir pingsan saat berolahraga, hentikan aktivitas dan periksakan diri. Atlet yang mengikuti kompetisi sebaiknya membawa hasil EKG untuk dinilai dokter sebelum bertanding.
Apa yang perlu saya lakukan bila hasil EKG menyebut LGL?
Jangan panik. Bawa hasil EKG ke dokter jantung untuk memastikan tidak ada gelombang delta dan tidak ada penyebab lain. Ceritakan apakah Anda pernah berdebar, pusing, atau pingsan, beserta pemicunya. Bila tidak ada keluhan, biasanya tidak diperlukan pengobatan. Bila ada serangan, dokter akan merekam irama Anda untuk mengetahui jenis takikardianya.
Sumber dan Tinjauan Medis
Ditinjau secara medis oleh dr. Sunu B. Raharjo, Sp.JP(K), Ph.D..
- Lown B, Ganong WF, Levine SA. The syndrome of short P-R interval, normal QRS complex and paroxysmal rapid heart action. Circulation. 1952;5(5):693-706.
- Brugada J, Katritsis DG, Arbelo E, et al. 2019 ESC Guidelines for the management of patients with supraventricular tachycardia. The Task Force for the management of patients with supraventricular tachycardia of the European Society of Cardiology (ESC). Eur Heart J. 2020;41(5):655-720.
- Page RL, Joglar JA, Caldwell MA, et al. 2015 ACC/AHA/HRS Guideline for the Management of Adult Patients With Supraventricular Tachycardia. Circulation. 2016;133(14):e506-e574.
- Scheinman M. Enhanced AV nodal conduction and Brenchenmacher tracts. Pacing Clin Electrophysiol. 2013;36(2):135-136.
- Hunter J, Tsounias E, Cogan J, Young ML. A case of Lown-Ganong-Levine syndrome: due to an accessory pathway of James fibers or enhanced atrioventricular nodal conduction (EAVNC)? Am J Case Rep. 2018;19:309-313.
- Aryana A, Fifer MA, Ruskin JN, Mela T. Short PR interval in the absence of preexcitation: a characteristic finding in a patient with Fabry disease. Pacing Clin Electrophysiol. 2008;31(6):782-783.




