Langsung ke konten
Utamakan pertolongan

Ada Tanda Kegawatan? Segera Cari Pertolongan.

Bila keluhan terasa berat atau muncul mendadak, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258. Jangan menunggu jadwal konsultasi atau balasan chat.

Sel otak yang kekurangan darah terus rusak selama aliran belum dipulihkan, dan beberapa pengobatan hanya dapat diberikan dalam beberapa jam pertama. Bila muncul tanda stroke, hubungi 119 atau segera ke IGD terdekat, catat jam mulainya, dan jangan menunggu gejala reda.

Hubungi Heart Attack Center 1500 258Hubungi 1500 258, Heart Attack Center

Tanda yang memerlukan pertolongan segera

  • Se: senyum tidak simetris, wajah mencong, atau tiba-tiba tersedak saat minum
  • Ge: gerak lengan atau tungkai satu sisi lemah atau lumpuh
  • Ra: bicara pelo, tidak dapat bicara, atau tidak memahami ucapan
  • Ke: kebas, baal, atau kesemutan pada separuh tubuh
  • R: rabun, penglihatan satu mata kabur atau gelap mendadak
  • S: sakit kepala hebat mendadak, atau pusing berputar dengan sulit berjalan
  • Kesadaran menurun, sulit dibangunkan, atau kejang

Penyakit Pembuluh Darah (Vaskular)

Stroke

Stroke / Cerebrovascular Accident

Ditinjau secara medis olehdr. Emanoel Oepangat, Sp.JP(K), Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Terakhir diperbarui7 Oktober 2026
Ilustrasi medis stroke iskemik kardioembolik dengan bekuan darah yang menyumbat arteri otak dan area otak dengan aliran darah berkurang, disertai inset sumbatan pembuluh darah otak serta bekuan di atrium kiri sebagai sumber emboli.
Ilustrasi Stroke

Jawaban singkat

Apa Itu Stroke?

Stroke terjadi saat aliran darah ke sebagian otak tersumbat atau pembuluh darah otak pecah, sehingga sel otak rusak dalam hitungan menit. Stroke adalah keadaan darurat: segera ke IGD bila muncul tanda stroke.

Sumber informasi

Mengenal Stroke

Stroke adalah gangguan fungsi otak yang muncul mendadak karena aliran darah ke sebagian otak terganggu. Otak membutuhkan pasokan oksigen dan gula dari darah tanpa henti. Bila pasokan itu terputus, sel otak di daerah tersebut mulai rusak dalam hitungan menit, sehingga fungsi yang dikendalikannya, seperti gerak, bicara, atau penglihatan, ikut terganggu.

Jenis Stroke

Stroke dibagi menjadi dua kelompok besar. Stroke iskemik terjadi karena pembuluh darah otak tersumbat bekuan atau plak, dan merupakan jenis yang lebih sering. Stroke hemoragik terjadi karena pembuluh darah di dalam atau di sekitar otak pecah. Ada pula serangan stroke sementara (TIA) dan stroke dengan gejala ringan, yang dibahas di halaman Stroke Ringan, serta sumbatan arteri retina yang dikenal sebagai stroke mata. Daftar seluruh jenisnya tampil di halaman ini.

Waktu Sangat Menentukan

Para dokter saraf memakai ungkapan "waktu adalah otak". Pada stroke iskemik, obat penghancur bekuan lewat infus dapat diberikan bila pasien tiba dalam 4,5 jam sejak gejala mulai, dan sumbatan di pembuluh besar dapat diangkat dengan kateter pada pasien terpilih sampai 24 jam. Sebelumnya, CT atau MRI kepala harus dilakukan untuk memastikan tidak ada perdarahan, karena penanganan kedua jenis stroke berbeda. Karena itu, kenali tandanya dengan pengingat SeGeRa Ke RS dan catat jam gejala mulai atau jam terakhir pasien terlihat normal.

Hubungan Stroke dengan Jantung

Banyak stroke berawal dari jantung atau dari pembuluh besar di leher. Fibrilasi atrium, irama jantung yang tidak teratur, membuat darah mudah membeku di serambi kiri, dan bekuan ini dapat terlepas ke otak. Kondisi ini dibahas di halaman Fibrilasi Atrium. Plak kolesterol di arteri karotis leher dapat menyempitkan aliran atau melepaskan serpihan ke otak, yang dibahas di halaman Aterosklerosis. Pada sebagian stroke usia muda, bekuan dari vena menyeberang lewat celah kecil di sekat serambi jantung, yang dibahas di halaman Foramen Ovale Paten. Serangan jantung dan penyakit katup jantung juga dapat menjadi sumber bekuan.

Karena itu, setelah stroke iskemik atau TIA, pemeriksaan jantung seperti EKG, perekaman irama beberapa hari, dan ekokardiografi menjadi bagian dari pencarian penyebab. Faktor risikonya pun sama dengan penyakit jantung: tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol tinggi, merokok, dan kurang gerak. Mengendalikannya melindungi otak dan jantung sekaligus.

Jenis dan Kondisi Turunan

Kondisi berikut termasuk dalam kelompok Stroke. Buka masing-masing untuk penjelasan lengkapnya.

Gejala yang Perlu Dikenali.

Gejala Umum

Gejala stroke muncul mendadak, biasanya pada satu sisi tubuh, dan dapat terjadi saat beraktivitas maupun saat bangun tidur.

  • Wajah tidak simetris atau mulut mencong saat tersenyum
  • Lengan atau tungkai lemah, berat, atau sulit digerakkan pada satu sisi
  • Mati rasa atau kesemutan pada wajah, lengan, atau tungkai satu sisi
  • Bicara pelo, sulit mencari kata, atau bicara tidak nyambung
  • Penglihatan kabur, gelap, atau ganda secara tiba-tiba
  • Pusing berputar, sempoyongan, atau sulit menjaga keseimbangan
  • Sulit menelan atau tersedak saat minum
  • Sakit kepala hebat yang belum pernah dirasakan sebelumnya
Tidak semua orang mengalami gejala yang sama. Bila keluhan berulang atau memburuk, periksakan diri.

Apa yang Menyebabkan Kondisi Ini?

  • Bekuan yang terbentuk di pembuluh darah otak atau leher yang menyempit karena plak kolesterol (aterosklerosis)
  • Bekuan dari jantung yang terbawa ke otak, misalnya pada fibrilasi atrium atau setelah serangan jantung
  • Sumbatan pembuluh darah kecil di bagian dalam otak akibat tekanan darah tinggi dan diabetes yang lama
  • Pecahnya pembuluh darah kecil di dalam otak, terutama karena tekanan darah tinggi yang tidak terkendali
  • Pecahnya aneurisma, yaitu tonjolan pada dinding arteri otak, yang dibahas di halaman Aneurisma Serebral
  • Penyebab yang lebih jarang: robekan dinding arteri leher, gangguan pembekuan darah, peradangan pembuluh darah, atau kelainan pembuluh bawaan

Siapa yang Lebih Berisiko?

Medis

Tekanan darah tinggi adalah faktor risiko utama. Faktor lain adalah diabetes, kolesterol LDL tinggi, fibrilasi atrium dan penyakit jantung lain, penyakit ginjal kronis, serta riwayat TIA atau stroke sebelumnya.

Gaya Hidup

Merokok, pola makan tinggi garam dan rendah sayur serta buah, kurang aktivitas fisik, berat badan berlebih, dan alkohol berlebihan. Studi INTERSTROKE menunjukkan sekitar 90 persen risiko stroke berkaitan dengan faktor yang dapat diubah.

Usia

Risiko meningkat seiring usia, terutama setelah 55 tahun, walaupun stroke juga dapat terjadi pada usia muda.

Genetik

Riwayat stroke pada orang tua atau saudara kandung, kolesterol tinggi keturunan, serta kelainan bawaan pembekuan darah atau pembuluh darah yang jarang.

Lainnya

Gangguan napas saat tidur (sleep apnea), stres berkepanjangan dan depresi, kehamilan dan masa nifas, serta pil KB berisi estrogen pada perempuan yang merokok atau mengalami migrain dengan aura.

Kelompok yang Lebih Berisiko

  • Penyandang Hipertensi: Tekanan darah tinggi merusak dinding pembuluh darah otak dan merupakan faktor risiko utama stroke iskemik maupun hemoragik.
  • Penyandang Fibrilasi Atrium: Irama tidak teratur memudahkan bekuan terbentuk di jantung. Obat pengencer darah menurunkan risiko stroke pada sebagian besar penyandangnya.
  • Penyandang Diabetes: Diabetes mempercepat kerusakan pembuluh darah besar dan kecil, termasuk pembuluh darah otak.
  • Lansia: Risiko stroke meningkat seiring usia, dan banyak lansia memiliki lebih dari satu faktor risiko sekaligus.
  • Penyintas TIA atau Stroke: Orang yang pernah mengalami TIA atau stroke memiliki risiko stroke berulang lebih tinggi, terutama pada bulan-bulan pertama.
Memiliki faktor risiko tidak berarti seseorang pasti mengalami kondisi ini.

Bagaimana Diagnosis Ditegakkan?

Pada dugaan stroke, pemeriksaan berjalan bersamaan dengan pertolongan. Tim IGD menanyakan kapan gejala mulai atau kapan pasien terakhir terlihat normal, memeriksa tekanan darah, gula darah, dan kesadaran, lalu menilai beratnya gejala dengan skala stroke NIHSS. CT kepala dilakukan secepatnya untuk menyingkirkan perdarahan. Bila diduga ada sumbatan di pembuluh besar, CT angiografi atau MRI dipakai untuk menentukan apakah sumbatan dapat diangkat dengan kateter.

Setelah keadaan stabil, dokter mencari penyebab agar stroke tidak berulang. Pemeriksaannya meliputi pembuluh darah leher dan otak, EKG dan perekaman irama jantung beberapa hari, ekokardiografi, serta tes darah untuk gula, kolesterol, dan pembekuan darah. Pada stroke usia muda tanpa penyebab yang jelas, dokter dapat menambah ekokardiografi transesofageal dan tes pembekuan darah khusus.

  1. CT kepala tanpa kontras segera setelah tiba di IGD untuk membedakan stroke sumbatan dari perdarahan, karena penanganannya berbeda.

  2. MRI otak untuk melihat daerah otak yang rusak lebih rinci, termasuk stroke kecil yang tidak tampak di CT.

  3. CT angiografi atau MR angiografi untuk melihat pembuluh darah otak dan leher, mencari sumbatan, penyempitan, atau aneurisma.

  4. Tes Gula Darah (Blood Sugar Test)

    Gula darah diperiksa segera karena gula darah yang terlalu rendah atau terlalu tinggi dapat menimbulkan gejala mirip stroke.

  5. USG Vaskular

    USG arteri karotis di leher untuk mencari plak dan penyempitan yang dapat melepaskan bekuan ke otak.

  6. Monitoring Jantung Jangka Panjang

    EKG dilanjutkan perekaman irama beberapa hari sampai beberapa minggu untuk mencari fibrilasi atrium yang datang dan pergi.

  7. Ekokardiografi

    USG jantung untuk mencari bekuan, kelainan katup, atau celah di sekat jantung sebagai sumber bekuan.

Pilihan Penanganan.

Penanganan ditentukan dokter setelah evaluasi. Kategori berikut membantu Anda memahami pembicaraan dengan dokter.

Obat Penghancur Bekuan (Trombolisis)

Untuk stroke iskemik, obat lewat infus diberikan bila pasien tiba dalam 4,5 jam sejak gejala mulai dan tidak ada perdarahan atau larangan lain. Dokter menentukan kelayakannya.

Pengangkatan Bekuan dengan Kateter (Trombektomi)

Pada sumbatan pembuluh besar, bekuan diangkat lewat kateter yang dimasukkan dari pangkal paha sampai ke otak. Dapat dilakukan sampai 24 jam pada pasien terpilih.

Penanganan Stroke Hemoragik

Tekanan darah diturunkan secara terkendali, efek obat pengencer darah dinetralkan, dan pada keadaan tertentu dokter bedah saraf mengeluarkan bekuan atau mengamankan pembuluh yang pecah.

Perawatan di Unit Stroke

Perawatan oleh tim khusus untuk memantau tekanan darah, gula darah, suhu, dan kemampuan menelan, serta mencegah radang paru dan bekuan vena.

Pencegahan Stroke Berulang

Obat antiplatelet atau antikoagulan sesuai penyebab, statin, obat tekanan darah, serta tindakan pada sumber bekuan, misalnya operasi karotis atau penutupan LAA. Jenis obat ditentukan dokter.

Rehabilitasi setelah Stroke

Fisioterapi, terapi wicara, dan terapi okupasi dimulai sedini mungkin saat kondisi stabil untuk memulihkan kemampuan sehari-hari.

Kesesuaian dan ketersediaan pemeriksaan atau terapi perlu dikonfirmasi bersama tim perawatan.

Komplikasi yang Perlu Dipantau.

Kelumpuhan dan Gangguan Gerak

Kelemahan satu sisi tubuh, otot kaku, atau gangguan keseimbangan yang memerlukan latihan rehabilitasi dan dapat membaik bertahap.

Gangguan Bicara dan Menelan

Sulit bicara, memahami kata, atau menelan. Gangguan menelan dapat membuat makanan masuk ke saluran napas dan menimbulkan radang paru.

Gangguan Daya Ingat dan Suasana Hati

Gangguan berpikir, daya ingat, depresi, dan cemas sering muncul setelah stroke dan perlu dikenali agar dapat ditangani.

Bekuan Darah di Vena Tungkai

Berbaring lama memudahkan bekuan terbentuk di vena tungkai, yang dapat terlepas ke paru. Dibahas di halaman Trombosis Vena Dalam.

Kejang

Sebagian penyintas stroke, terutama stroke perdarahan atau stroke yang luas, mengalami kejang di kemudian hari.

Stroke Berulang

Risiko stroke berikutnya lebih tinggi pada bulan-bulan pertama, sehingga obat dan pengendalian faktor risiko perlu dijalankan teratur.

Apa yang Bisa Dilakukan?

  • Ukur tekanan darah secara teratur dan jaga tetap dalam target yang disepakati dengan dokter
  • Berhenti merokok dan hindari asap rokok orang lain
  • Kendalikan gula darah dan kolesterol, serta minum obat sesuai resep
  • Bila Anda menyandang fibrilasi atrium, diskusikan obat pengencer darah dengan dokter jantung
  • Bergerak aktif setidaknya 150 menit per minggu, misalnya jalan cepat
  • Batasi garam, perbanyak sayur dan buah, dan hindari alkohol berlebihan
  • Kenali tanda SeGeRa Ke RS dan ajarkan kepada keluarga

Kapan Harus ke Dokter?

Stroke selalu memerlukan pertolongan darurat. Bila Anda atau orang di dekat Anda mengalami tanda SeGeRa Ke RS, hubungi 119 atau segera ke IGD terdekat, walau gejala membaik sendiri. Catat jam mulainya, jangan memberi makan, minum, atau obat lewat mulut, dan jangan menyetir sendiri.

Buat janji konsultasi bila:

  • Anda pernah mengalami gejala stroke singkat beberapa waktu lalu yang belum diperiksa
  • Anda baru pulang setelah stroke dan perlu kontrol penyebab serta obat pencegahan
  • Anda menyandang fibrilasi atrium, sering berdebar tidak teratur, atau memiliki penyakit katup jantung
  • Anda memiliki beberapa faktor risiko, seperti hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, atau merokok

Hal yang Mungkin Anda Tanyakan.

Pertanyaan yang sering diajukan tentang stroke, tanda daruratnya, dan kaitannya dengan jantung.

Apa itu SeGeRa Ke RS dan BE FAST?

Keduanya pengingat tanda stroke. SeGeRa Ke RS dari Kementerian Kesehatan berarti senyum tidak simetris, gerak separuh tubuh lemah, bicara pelo, kebas separuh tubuh, rabun mendadak, dan sakit kepala hebat atau sempoyongan. BE FAST berasal dari bahasa Inggris: balance (keseimbangan), eyes (penglihatan), face (wajah), arm (lengan), speech (bicara), dan time (waktu untuk segera mencari pertolongan). Satu tanda saja sudah cukup untuk segera ke IGD.

Apa yang sebaiknya dilakukan keluarga saat curiga stroke?

Hubungi 119 atau antar ke IGD terdekat secepatnya. Catat jam gejala mulai atau jam terakhir pasien terlihat normal, karena informasi ini menentukan pilihan pengobatan. Bila pasien muntah atau mengantuk, baringkan miring. Jangan memberi makan, minum, atau obat lewat mulut, termasuk aspirin, dan jangan membuang waktu dengan cara yang belum terbukti, seperti menusuk ujung jari.

Apa hubungan stroke dengan penyakit jantung?

Jantung dapat menjadi sumber bekuan yang menyumbat pembuluh darah otak, terutama pada fibrilasi atrium, setelah serangan jantung, atau pada penyakit katup. Pada sebagian stroke usia muda, bekuan dari vena menyeberang lewat foramen ovale paten. Plak di arteri karotis leher terbentuk dengan proses yang sama seperti plak di arteri koroner. Karena itu, pemeriksaan jantung menjadi bagian dari pencarian penyebab stroke.

Apakah stroke bisa pulih?

Banyak penyintas stroke mengalami perbaikan, terutama dalam tiga sampai enam bulan pertama, saat otak giat membentuk jalur saraf baru. Besarnya pemulihan bergantung pada luas dan letak kerusakan, kecepatan penanganan, serta keteraturan rehabilitasi. Fisioterapi, terapi wicara, dan dukungan keluarga membantu penyintas kembali mandiri. Sebagian gejala dapat menetap, sehingga tujuan rehabilitasi disesuaikan dengan kondisi masing-masing.

Apakah stroke bisa terjadi pada usia muda?

Bisa. Walau lebih sering pada usia lanjut, stroke juga terjadi pada usia di bawah 50 tahun. Penyebabnya lebih beragam, misalnya robekan dinding arteri leher, foramen ovale paten, gangguan pembekuan darah, penyakit jantung, atau penggunaan narkoba stimulan. Faktor risiko seperti hipertensi, merokok, dan obesitas juga makin banyak ditemukan pada usia muda, sehingga pemeriksaan penyebabnya biasanya lebih luas.

Bagaimana mencegah stroke berulang?

Pencegahan disesuaikan dengan penyebab stroke. Umumnya meliputi obat antiplatelet atau antikoagulan, statin, dan obat tekanan darah, ditambah berhenti merokok, aktif bergerak, dan pola makan rendah garam. Bila penyebabnya penyempitan arteri karotis atau foramen ovale paten, dokter dapat menyarankan tindakan. Minum obat secara teratur dan jangan menghentikannya sendiri, karena risiko berulang lebih tinggi pada bulan-bulan pertama.

Sumber dan Tinjauan Medis

Ditinjau secara medis oleh dr. Emanoel Oepangat, Sp.JP(K).

  1. Powers WJ, Rabinstein AA, Ackerson T, et al. Guidelines for the Early Management of Patients With Acute Ischemic Stroke: 2019 Update to the 2018 Guidelines for the Early Management of Acute Ischemic Stroke: A Guideline for Healthcare Professionals From the American Heart Association/American Stroke Association. Stroke. 2019;50(12):e344-e418.
  2. Kleindorfer DO, Towfighi A, Chaturvedi S, et al. 2021 Guideline for the Prevention of Stroke in Patients With Stroke and Transient Ischemic Attack: A Guideline From the American Heart Association/American Stroke Association. Stroke. 2021;52(7):e364-e467.
  3. Greenberg SM, Ziai WC, Cordonnier C, et al. 2022 Guideline for the Management of Patients With Spontaneous Intracerebral Hemorrhage: A Guideline From the American Heart Association/American Stroke Association. Stroke. 2022;53(7):e282-e361.
  4. Berge E, Whiteley W, Audebert H, et al. European Stroke Organisation (ESO) guidelines on intravenous thrombolysis for acute ischaemic stroke. Eur Stroke J. 2021;6(1):I-LXII.
  5. Aroor S, Singh R, Goldstein LB. BE-FAST (Balance, Eyes, Face, Arm, Speech, Time): Reducing the Proportion of Strokes Missed Using the FAST Mnemonic. Stroke. 2017;48(2):479-81.
  6. O'Donnell MJ, Chin SL, Rangarajan S, et al. Global and regional effects of potentially modifiable risk factors associated with acute stroke in 32 countries (INTERSTROKE): a case-control study. Lancet. 2016;388(10046):761-75.
  7. Van Gelder IC, Rienstra M, Bunting KV, et al. 2024 ESC Guidelines for the management of atrial fibrillation developed in collaboration with the European Association for Cardio-Thoracic Surgery (EACTS). Eur Heart J. 2024;45(36):3314-414.

Utamakan Pertolongan Segera.

Jangan menunggu konsultasi terjadwal bila sedang mengalami tanda kegawatan. Segera ke IGD terdekat.

Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi, diagnosis, atau pengobatan medis. Untuk keluhan kesehatan Anda, konsultasikan langsung dengan dokter.

Kembali ke Semua Kondisi