Langsung ke konten

Aneurisma

Aneurisma Arteri Perifer

Peripheral Artery Aneurysm

Ditinjau secara medis olehdr. Emanoel Oepangat, Sp.JP(K), Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Terakhir diperbarui7 Oktober 2026
Ilustrasi medis aneurisma arteri poplitea di belakang lutut, memperlihatkan pembesaran berbentuk kantung pada arteri poplitea, lapisan bekuan darah di dalamnya, pembengkakan berdenyut di area lutut belakang, dan fragmen bekuan yang bergerak ke arteri betis serta kaki.
Ilustrasi Aneurisma Arteri Perifer

Jawaban singkat

Apa Itu Aneurisma Arteri Perifer?

Aneurisma arteri perifer adalah pelebaran setempat pada arteri di luar aorta dan otak, umumnya di belakang lutut atau di lipat paha. Bahaya utamanya adalah bekuan darah yang dapat menyumbat aliran ke tungkai secara mendadak.

Sumber informasi

Tanda yang Memerlukan Pertolongan Segera

  • Nyeri hebat mendadak di betis, kaki, atau seluruh tungkai
  • Kaki tampak pucat atau kebiruan dan terasa dingin
  • Denyut nadi di kaki tidak lagi teraba
  • Kaki mati rasa atau sulit digerakkan
  • Benjolan berdenyut yang mendadak membesar dan sangat nyeri

Bila tanda ini muncul, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.

Catatan kegawatan: Bekuan di dalam aneurisma dapat menyumbat arteri tungkai secara mendadak dan mengancam keselamatan kaki. Aneurisma yang cukup besar atau berisi bekuan biasanya diperbaiki sebelum hal itu terjadi.

Mengenal Aneurisma Arteri Perifer

Arteri perifer adalah arteri di luar jantung, aorta, dan otak, misalnya di tungkai, lengan, dan leher. Aneurisma arteri perifer terjadi bila salah satu arteri ini melebar secara menetap, umumnya sampai satu setengah kali ukuran normal atau lebih. Jenis yang lebih banyak ditemukan adalah aneurisma arteri poplitea di belakang lutut, disusul aneurisma arteri femoralis di lipat paha. Aneurisma juga dapat muncul di arteri lengan, leher, ginjal, atau limpa, meski lebih jarang.

Ciri Aneurisma di Belakang Lutut

Aneurisma arteri poplitea hampir selalu ditemukan pada laki-laki usia lanjut. Pada sekitar separuh penyandangnya, aneurisma juga ada di lutut sisi lain, dan cukup banyak yang sekaligus mengalami aneurisma aorta perut. Berbeda dengan aneurisma aorta, aneurisma ini jarang pecah. Masalah utamanya adalah bekuan darah yang terbentuk di dalam kantong aneurisma. Bekuan dapat menyumbat arteri secara mendadak atau terlepas sedikit demi sedikit ke arteri kecil di betis dan kaki.

Aneurisma Palsu setelah Tindakan

Selain aneurisma sejati, dikenal pula aneurisma palsu (pseudoaneurisma). Kondisi ini terjadi bila dinding arteri bocor setelah cedera, misalnya bekas tusukan kateter di lipat paha, lalu darah terkumpul di kantong yang dibatasi jaringan sekitar. Aneurisma palsu tampak sebagai benjolan berdenyut dan nyeri di bekas tusukan, dan umumnya ditangani dengan cara yang berbeda dari aneurisma sejati.

Mengapa Perlu Ditangani

Aneurisma arteri perifer sering tanpa keluhan sampai terjadi sumbatan. Sumbatan mendadak membuat kaki nyeri, pucat, dan dingin, dan dapat mengancam keselamatan tungkai bila tidak segera ditangani. Karena itu, aneurisma di belakang lutut yang berdiameter sekitar 2 cm atau lebih, atau sudah berisi bekuan, umumnya dianjurkan untuk diperbaiki meski belum bergejala. Aneurisma yang lebih kecil dipantau dengan USG berkala. Gambaran umum semua jenis aneurisma dibahas di halaman Aneurisma.

Setelah Perbaikan

Setelah operasi bypass atau pemasangan stent graft, USG dupleks tetap dilakukan berkala untuk memastikan jalur baru tetap terbuka dan kantong aneurisma tidak lagi terisi darah. Obat antiplatelet dan statin umumnya dilanjutkan, dan berhenti merokok tetap menjadi bagian penting perawatan jangka panjang.

Gejala yang Perlu Dikenali.

Gejala Umum

Banyak aneurisma arteri perifer tidak bergejala dan ditemukan saat pemeriksaan lutut, pembuluh darah, atau aorta.

  • Benjolan berdenyut di belakang lutut atau di lipat paha
  • Nyeri atau rasa penuh di belakang lutut, terutama saat menekuk
  • Nyeri betis saat berjalan yang mereda saat istirahat
  • Bengkak di tungkai bawah akibat tekanan pada vena di dekatnya
  • Kesemutan atau baal di kaki akibat tekanan pada saraf
  • Jari kaki kebiruan atau luka kecil yang nyeri akibat serpihan bekuan
Tidak semua orang mengalami gejala yang sama. Bila keluhan berulang atau memburuk, periksakan diri.

Apa yang Menyebabkan Kondisi Ini?

  • Penuaan dan aterosklerosis yang melemahkan dinding arteri
  • Kecenderungan bawaan untuk aneurisma di beberapa tempat sekaligus, misalnya aorta dan belakang lutut
  • Cedera arteri, termasuk bekas tusukan kateter yang membentuk aneurisma palsu
  • Infeksi pada dinding arteri, misalnya dari bakteri yang menyebar lewat darah
  • Kelainan jaringan ikat bawaan atau peradangan pembuluh darah
  • Tekanan berulang pada arteri, misalnya di bawah tulang selangka atau di belakang lutut

Siapa yang Lebih Berisiko?

Gaya Hidup

Merokok merusak dinding arteri dan banyak ditemukan pada penyandang aneurisma arteri poplitea dan femoralis.

Medis

Tekanan darah tinggi, aterosklerosis, dan adanya aneurisma di tempat lain, terutama aneurisma aorta perut, meningkatkan kemungkinan aneurisma arteri perifer.

Genetik

Riwayat aneurisma dalam keluarga dan kelainan jaringan ikat bawaan meningkatkan kecenderungan terbentuknya aneurisma.

Usia

Aneurisma arteri poplitea dan femoralis umumnya ditemukan setelah usia 60 tahun.

Lainnya

Laki-laki jauh lebih sering mengalaminya. Riwayat tindakan kateter lewat lipat paha meningkatkan kemungkinan aneurisma palsu di tempat tusukan.

Kelompok yang Lebih Berisiko

  • Laki-Laki Lanjut Usia: Aneurisma arteri poplitea dan femoralis hampir selalu ditemukan pada laki-laki, umumnya setelah usia 60 tahun.
  • Penyandang Aneurisma Aorta Perut: Sebagian dari mereka juga mengalami aneurisma di belakang lutut atau lipat paha, sehingga keduanya perlu diperiksa.
  • Perokok Aktif atau Mantan Perokok: Merokok merusak dinding arteri dan berkaitan dengan aneurisma di berbagai tempat.
  • Pasien setelah Tindakan Kateter: Tusukan arteri di lipat paha atau pergelangan tangan dapat meninggalkan aneurisma palsu, terutama bila memakai obat pengencer darah.
Memiliki faktor risiko tidak berarti seseorang pasti mengalami kondisi ini.

Bagaimana Diagnosis Ditegakkan?

Aneurisma di belakang lutut atau lipat paha kadang teraba sebagai denyut yang lebar saat pemeriksaan fisik, tetapi diagnosis dipastikan dengan USG dupleks. Pemeriksaan ini mengukur diameter aneurisma, melihat ada tidaknya bekuan di dalam kantong, dan menilai aliran darah ke betis dan kaki. Karena aneurisma sering muncul di beberapa tempat, dokter biasanya memeriksa lutut sisi lain, lipat paha, dan aorta perut sekaligus.

Bila perbaikan direncanakan, CT angiografi atau MR angiografi dipakai untuk memetakan arteri di atas dan di bawah aneurisma. Arteri betis yang masih terbuka penting bagi hasil perbaikan. Pada sumbatan mendadak, angiografi dengan kateter dapat dilakukan sekaligus untuk menghancurkan atau mengambil bekuan.

  1. Pemeriksaan Fisik

    Dokter meraba denyut di belakang lutut dan lipat paha; denyut yang lebar dan mudah teraba di belakang lutut patut dicurigai.

  2. USG Dupleks

    USG tanpa radiasi untuk mengukur diameter, melihat bekuan di dalam aneurisma, dan menilai aliran ke kaki; lutut sisi lain juga diperiksa.

  3. CT Angiografi Perifer / CTA Perifer

    CT dengan zat kontras untuk memetakan aneurisma dan arteri di bawahnya sebelum operasi atau tindakan.

  4. MR Angiografi Perifer

    Pilihan tanpa sinar X untuk memetakan arteri tungkai.

  5. Angiografi Perifer

    Pemeriksaan dengan kateter dan zat kontras, terutama bila arteri tersumbat mendadak dan tindakan perlu direncanakan segera.

  6. USG Vaskular

    USG perut untuk mencari aneurisma aorta perut yang sering menyertai aneurisma arteri poplitea.

Pilihan Penanganan.

Penanganan ditentukan dokter setelah evaluasi. Kategori berikut membantu Anda memahami pembicaraan dengan dokter.

Pemantauan dengan USG

Aneurisma kecil tanpa bekuan dipantau dengan USG dupleks berkala, disertai berhenti merokok dan pengendalian faktor risiko.

Operasi Bypass dan Penutupan Aneurisma

Aliran dialihkan lewat jalur baru, umumnya dari vena tungkai Anda sendiri, lalu aneurisma diikat atau dikeluarkan dari aliran darah.

Stent Graft Perifer

Tabung kain berkerangka logam dipasang di dalam arteri lewat kateter, terutama pada pasien yang kurang sesuai untuk operasi. Perlu pemantauan berkala.

Membuka Sumbatan Mendadak

Pada sumbatan akut, bekuan diambil atau dihancurkan lewat kateter atau operasi sebelum aneurisma diperbaiki.

Obat Antiplatelet dan Statin

Dokter dapat meresepkan obat antiplatelet dan statin untuk melindungi pembuluh darah dan jantung. Jenis dan dosis ditentukan dokter.

Kesesuaian dan ketersediaan pemeriksaan atau terapi perlu dikonfirmasi bersama tim perawatan.

Komplikasi yang Perlu Dipantau.

Sumbatan Mendadak Arteri Tungkai

Bekuan di dalam aneurisma menyumbat arteri sehingga tungkai kekurangan darah secara tiba-tiba, keadaan darurat yang perlu ditangani dalam hitungan jam.

Emboli ke Arteri Kaki

Serpihan bekuan terlepas ke arteri kecil di betis dan kaki, merusak aliran sedikit demi sedikit. Dibahas di halaman Emboli Arteri.

Iskemia Tungkai

Aliran darah yang terus berkurang dapat menyebabkan nyeri saat istirahat dan luka sulit sembuh, yang dibahas di halaman Iskemia Ekstremitas Kritis.

Penekanan Vena dan Saraf

Aneurisma besar dapat menekan vena di belakang lutut sehingga tungkai bengkak atau terbentuk bekuan vena, serta menekan saraf sehingga kaki kesemutan.

Pecahnya Aneurisma

Jarang pada aneurisma di belakang lutut, tetapi lebih mungkin pada aneurisma palsu atau aneurisma akibat infeksi.

Apa yang Bisa Dilakukan?

  • Berhenti merokok untuk melindungi dinding arteri
  • Kendalikan tekanan darah dan kolesterol sesuai target dokter
  • Bila memiliki aneurisma aorta perut, tanyakan perlunya USG arteri di belakang lutut
  • Bila memiliki aneurisma di belakang lutut, periksakan juga lutut sisi lain dan aorta perut
  • Setelah tindakan kateter lewat lipat paha, ikuti petunjuk perawatan bekas tusukan
  • Datang ke jadwal USG ulang, juga setelah operasi bypass atau stent graft

Kapan Harus ke Dokter?

Aneurisma arteri perifer dapat ditemukan sebelum menimbulkan masalah bila diperiksa pada saat yang tepat. Kaki yang mendadak nyeri hebat, pucat, dingin, atau sulit digerakkan adalah tanda darurat: segera ke IGD terdekat. Buat janji konsultasi bila Anda:

  • Meraba benjolan berdenyut di belakang lutut atau di lipat paha
  • Memiliki aneurisma aorta perut atau aneurisma di lutut sisi lain
  • Mengalami nyeri betis saat berjalan, kesemutan, atau bengkak tungkai yang menetap
  • Melihat jari kaki kebiruan atau luka kecil yang nyeri tanpa sebab jelas
  • Merasakan benjolan nyeri dan berdenyut di bekas tusukan kateter

Jangan Menunggu bila Kondisinya Darurat.

Bila keluhan terasa berat atau muncul mendadak, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258, bukan menunggu janji temu.

Hal yang Mungkin Anda Tanyakan.

Pertanyaan yang sering diajukan tentang aneurisma arteri perifer.

Apakah aneurisma di belakang lutut bisa pecah?

Bisa, tetapi jarang. Berbeda dengan aneurisma aorta, masalah utama aneurisma di belakang lutut adalah bekuan darah. Bekuan dapat menyumbat arteri secara tiba-tiba atau terlepas ke arteri kecil di kaki. Karena itu, keputusan memperbaiki tidak hanya bergantung pada ukuran, tetapi juga pada ada tidaknya bekuan dan kondisi arteri di bawahnya. Dokter akan menjelaskan hasil USG Anda.

Mengapa dokter juga memeriksa aorta perut dan lutut sisi lain?

Aneurisma arteri perifer sering muncul di lebih dari satu tempat. Sekitar separuh penyandang aneurisma di belakang lutut juga mengalaminya di lutut sisi lain, dan cukup banyak yang memiliki aneurisma aorta perut. Pemeriksaan USG di beberapa tempat sekaligus membantu menemukan aneurisma lain sebelum menimbulkan masalah, sehingga pemantauan dan penanganannya dapat direncanakan bersama.

Kapan aneurisma arteri poplitea perlu diperbaiki?

Pedoman bedah vaskular Amerika menyarankan perbaikan bila diameternya 2 cm atau lebih, meski belum bergejala, untuk mencegah sumbatan dan emboli. Aneurisma yang lebih kecil tetapi sudah berisi bekuan atau mengirim serpihan ke kaki juga dapat diperbaiki. Aneurisma yang menimbulkan keluhan atau sumbatan mendadak ditangani lebih cepat. Dokter menimbang ukuran, bekuan, kondisi arteri betis, dan kesehatan Anda.

Mana yang dipilih, operasi bypass atau stent graft?

Operasi bypass dengan vena tungkai pasien sendiri sudah lama dipakai dan cenderung bertahan lebih lama, terutama pada pasien yang lebih muda dan aktif. Stent graft memerlukan sayatan kecil dan pemulihan lebih singkat, sehingga dapat dipertimbangkan pada pasien dengan risiko operasi lebih tinggi dan bentuk arteri yang sesuai. Keduanya memerlukan pemantauan USG berkala. Pilihan dibahas bersama dokter sesuai kondisi Anda.

Apa itu aneurisma palsu setelah kateterisasi?

Aneurisma palsu terbentuk bila bekas tusukan kateter di arteri lipat paha tidak menutup rapat, sehingga darah keluar dan terkumpul di kantong yang dibatasi jaringan sekitar. Tandanya benjolan berdenyut, nyeri, atau memar yang meluas di sekitar tusukan, biasanya beberapa hari setelah tindakan. Kondisi ini dipastikan dengan USG dan sering dapat ditangani tanpa operasi besar. Segera hubungi dokter bila Anda mengalaminya.

Apakah perlu minum obat setelah perbaikan aneurisma?

Umumnya ya. Dokter biasanya meresepkan antiplatelet untuk menjaga jalur bypass atau stent graft tetap terbuka, serta statin untuk melindungi pembuluh darah. Pada keadaan tertentu, obat pengencer darah jenis lain dapat dipertimbangkan. Minum obat sesuai resep, jangan menghentikannya sendiri, dan datang ke jadwal USG ulang untuk memastikan aliran darah tetap lancar.

Sumber dan Tinjauan Medis

Ditinjau secara medis oleh dr. Emanoel Oepangat, Sp.JP(K).

  1. Farber A, Angle N, Avgerinos E, dkk. The Society for Vascular Surgery clinical practice guidelines on popliteal artery aneurysms. J Vasc Surg. 2022;75(1S):109S-120S.
  2. Björck M, Earnshaw JJ, Acosta S, dkk. European Society for Vascular Surgery (ESVS) 2020 Clinical Practice Guidelines on the Management of Acute Limb Ischaemia. Eur J Vasc Endovasc Surg. 2020;59(2):173-218.
  3. Mazzolai L, Teixido-Tura G, Lanzi S, dkk. 2024 ESC Guidelines for the management of peripheral arterial and aortic diseases. Eur Heart J. 2024;45(36):3538-3700.
  4. Wanhainen A, Van Herzeele I, Bastos Goncalves F, dkk. European Society for Vascular Surgery (ESVS) 2024 Clinical Practice Guidelines on the Management of Abdominal Aorto-Iliac Artery Aneurysms. Eur J Vasc Endovasc Surg. 2024;67(2):192-331.
  5. Chaer RA, Abularrage CJ, Coleman DM, dkk. The Society for Vascular Surgery clinical practice guidelines on the management of visceral aneurysms. J Vasc Surg. 2020;72(1S):3S-39S.

Langkah berikutnya

Bahas Keluhan Anda bersama Dokter.

Mulai konsultasi untuk memahami kondisi dan pilihan penanganan yang sesuai.

Konteks kunjungan: Aneurisma Arteri Perifer

Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi, diagnosis, atau pengobatan medis. Untuk keluhan kesehatan Anda, konsultasikan langsung dengan dokter.

Kembali ke Semua Kondisi