Langsung ke konten

Angina Pektoris

Angina Varians / Vasospastik

Vasospastic Angina / Prinzmetal Angina

Ditinjau secara medis olehDr. dr. Jajang Sinardja, Sp.JP(K), Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Terakhir diperbarui7 Oktober 2026
Ilustrasi angina vasospastik dengan arteri koroner yang mengalami spasme sementara tanpa plak, disertai inset kontraksi otot polos dinding arteri dan seseorang mengalami nyeri dada saat beristirahat pada malam hari.
Ilustrasi Angina Varians / Vasospastik

Jawaban singkat

Apa Itu Angina Varians / Vasospastik?

Angina varians atau vasospastik adalah nyeri dada karena kejang (spasme) sementara pada arteri koroner yang menyempitkan aliran darah ke otot jantung. Serangannya sering muncul saat istirahat, terutama tengah malam sampai pagi hari.

Sumber informasi

Tanda yang Memerlukan Pertolongan Segera

  • Nyeri tidak reda beberapa menit setelah nitrat, atau lebih lama dari serangan biasanya
  • Pingsan atau hampir pingsan saat nyeri dada
  • Berdebar sangat cepat atau tidak teratur saat serangan
  • Sesak napas berat, keringat dingin, atau kulit pucat
  • Serangan yang makin sering atau makin berat dari biasanya

Bila tanda ini muncul, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.

Catatan kegawatan: Spasme yang berlangsung lama dapat merusak otot jantung atau memicu gangguan irama, sehingga angina vasospastik perlu dipastikan dan diobati secara teratur. Nyeri dada yang tidak reda dalam beberapa menit perlu segera ditangani di IGD.

Mengenal Angina Varians / Vasospastik

Angina varians, yang juga disebut angina vasospastik atau angina Prinzmetal, adalah angina pektoris yang disebabkan kejang (spasme) pada arteri koroner. Lapisan otot di dinding arteri berkontraksi berlebihan sehingga pembuluh menyempit tajam atau tertutup sesaat. Berbeda dari angina stabil yang dipicu aktivitas, serangan angina varians umumnya muncul saat istirahat. Di luar serangan, arteri koroner dapat tampak normal atau hanya sedikit menyempit pada angiografi.

Apa yang Terjadi saat Serangan

Saat spasme, aliran darah ke sebagian otot jantung berkurang tajam. EKG yang direkam pada saat itu dapat menunjukkan perubahan segmen ST yang mirip serangan jantung, lalu kembali normal setelah spasme mereda. Serangan biasanya berlangsung beberapa menit sampai sekitar 15 menit dan cepat reda dengan nitrat kerja cepat. Serangan sering datang pada jam yang kurang lebih sama, terutama tengah malam sampai pagi, sedangkan kemampuan berolahraga pada siang hari sering tetap baik.

Pemicu yang Sering Ditemukan

Merokok adalah faktor risiko utama. Pemicu lain adalah udara dingin, stres emosional, napas cepat dan dalam (hiperventilasi), minuman beralkohol berlebihan, kokain atau amfetamin, obat migrain golongan triptan atau ergot, sebagian obat dekongestan, dan sebagian obat kemoterapi. Kadar magnesium yang rendah juga dikaitkan dengan kecenderungan spasme.

Siapa yang Lebih Sering Mengalami

Angina vasospastik lebih sering dilaporkan pada populasi Asia Timur, seperti Jepang dan Korea, dibanding populasi Eropa. Penderitanya cenderung lebih muda daripada penyandang angina stabil dan sering merupakan perokok. Spasme dapat terjadi bersamaan dengan gangguan pembuluh darah kecil jantung, yang dibahas di halaman Angina Mikrovaskular.

Harapan dengan Penanganan

Dengan berhenti merokok, menghindari pemicu, dan minum obat pencegah spasme secara teratur, sebagian besar penderita dapat mengendalikan serangan, dan prognosis jangka panjang umumnya baik, terutama bila tidak ada penyempitan plak yang berarti. Obat pencegah spasme biasanya diminum dalam jangka panjang. Menghentikannya secara mendadak dapat memicu serangan yang lebih berat, sehingga setiap perubahan obat sebaiknya dibicarakan dulu dengan dokter. Kontrol berkala membantu menilai apakah pengobatan perlu disesuaikan.

Gejala yang Perlu Dikenali.

Gejala Umum

  • Nyeri, tekanan, atau rasa diremas di dada saat istirahat
  • Serangan sering muncul tengah malam sampai pagi hari
  • Nyeri berlangsung beberapa menit dan cepat reda dengan nitrat kerja cepat
  • Serangan berulang pada jam yang kurang lebih sama
  • Nyeri menjalar ke leher, rahang, bahu, atau lengan
  • Berdebar, pusing, atau keringat dingin saat serangan
  • Kemampuan berolahraga pada siang hari sering tetap baik
Tidak semua orang mengalami gejala yang sama. Bila keluhan berulang atau memburuk, periksakan diri.

Apa yang Menyebabkan Kondisi Ini?

  • Lapisan otot arteri koroner yang terlalu peka terhadap rangsang sehingga mudah berkontraksi berlebihan
  • Gangguan fungsi lapisan dalam pembuluh (endotel) yang mengurangi zat pelebar pembuluh alami
  • Perubahan keseimbangan saraf otonom pada malam sampai pagi hari
  • Pemicu dari luar seperti rokok, udara dingin, stres, alkohol berlebihan, kokain, atau amfetamin
  • Obat tertentu, seperti triptan atau ergot untuk migrain, sebagian dekongestan, dan sebagian obat kemoterapi
  • Spasme dapat terjadi pada arteri yang normal maupun di lokasi plak ringan

Siapa yang Lebih Berisiko?

Gaya Hidup

Merokok adalah faktor risiko utama angina vasospastik. Minuman beralkohol berlebihan, stres, dan pemakaian kokain atau amfetamin juga dapat memicu serangan.

Genetik

Angina vasospastik lebih sering ditemukan pada populasi Asia Timur, yang diduga berkaitan dengan variasi genetik tertentu.

Medis

Migrain, fenomena Raynaud (jari pucat atau kebiruan saat dingin), dan kadar magnesium rendah dikaitkan dengan kecenderungan spasme pembuluh darah.

Usia

Sering muncul pada usia lebih muda dibanding angina stabil, termasuk pada orang yang faktor risikonya hanya merokok.

Kelompok yang Lebih Berisiko

  • Perokok, Termasuk Usia Muda: Merokok adalah faktor risiko utama angina vasospastik, dan berhenti merokok mengurangi frekuensi serangan.
  • Populasi Asia Timur: Angina vasospastik lebih sering dilaporkan pada orang Jepang dan Korea dibanding populasi Eropa, diduga karena faktor genetik.
  • Penyandang Migrain atau Fenomena Raynaud: Kecenderungan spasme pembuluh darah di tempat lain dikaitkan dengan spasme arteri koroner, dan sebagian obat migrain dapat memicunya.
  • Pengguna Kokain atau Amfetamin: Zat stimulan ini dapat memicu spasme koroner yang berat, bahkan pada orang muda tanpa penyakit jantung sebelumnya.
Memiliki faktor risiko tidak berarti seseorang pasti mengalami kondisi ini.

Bagaimana Diagnosis Ditegakkan?

Karena serangan sering terjadi di rumah pada malam hari, cerita keluhan Anda menjadi petunjuk awal: kapan nyeri muncul, berapa lama, apa pemicunya, dan apakah nyeri cepat reda dengan nitrat. Diagnosis menjadi kuat bila EKG yang direkam saat nyeri menunjukkan perubahan segmen ST sementara yang kembali normal setelah serangan. Untuk menangkap serangan itu, dokter dapat meminta perekaman EKG jangka panjang dengan Holter.

Angiografi koroner atau CT angiografi koroner dilakukan untuk mencari penyempitan plak. Bila arteri tidak tersumbat berat, uji provokasi dengan asetilkolin atau ergonovin saat kateterisasi dapat memastikan spasme secara terkendali. Uji ini dilakukan dengan pemantauan ketat, dan spasme yang muncul segera diredakan dengan nitrat langsung ke arteri koroner.

Menurut kriteria COVADIS, diagnosis pasti ditegakkan bila angina yang reda dengan nitrat disertai perubahan EKG iskemia sementara saat serangan atau spasme yang terbukti pada uji provokasi.

  1. Elektrokardiogram / EKG

    Rekaman saat serangan dapat menunjukkan perubahan segmen ST sementara; di luar serangan hasilnya sering normal.

  2. Pemantauan Holter

    Merekam EKG 24 sampai 48 jam untuk menangkap perubahan saat serangan malam hari dan gangguan irama yang menyertainya.

  3. Angiografi Koroner

    Melihat apakah ada penyempitan plak; dalam tindakan yang sama dapat dilanjutkan dengan uji provokasi spasme.

  4. Angiografi Koroner CT

    Pilihan tanpa kateter untuk menyingkirkan penyempitan plak yang berarti pada arteri koroner.

  5. Uji provokasi dengan asetilkolin atau ergonovin saat kateterisasi untuk memicu dan memastikan spasme secara terkendali.

Pilihan Penanganan.

Penanganan ditentukan dokter setelah evaluasi. Kategori berikut membantu Anda memahami pembicaraan dengan dokter.

Penghambat Kanal Kalsium

Golongan obat utama untuk mencegah spasme. Jenis, dosis, dan waktu minumnya diatur dokter sesuai pola serangan Anda.

Nitrat Kerja Cepat dan Kerja Panjang

Nitrat kerja cepat meredakan serangan. Nitrat kerja panjang dapat ditambahkan bila serangan tetap muncul dengan penghambat kanal kalsium.

Berhenti Merokok dan Menghindari Pemicu

Berhenti merokok, menghindari udara dingin mendadak, alkohol berlebihan, dan zat stimulan mengurangi frekuensi serangan.

Penyesuaian Obat Lain

Sebagian obat, termasuk penghambat beta tertentu, triptan, dan dekongestan, dapat memperberat spasme. Sampaikan semua obat yang Anda pakai agar dokter dapat menyesuaikannya.

Statin dan Pengendalian Faktor Risiko

Statin dapat dipertimbangkan, terutama bila ada plak. Tekanan darah, gula darah, dan kolesterol tetap dikendalikan.

ICD pada Kasus Tertentu

Bagi yang pernah selamat dari henti jantung akibat spasme, dokter dapat mempertimbangkan pemasangan ICD di samping obat pencegah spasme.

Kesesuaian dan ketersediaan pemeriksaan atau terapi perlu dikonfirmasi bersama tim perawatan.

Komplikasi yang Perlu Dipantau.

Serangan Jantung

Spasme yang berlangsung lama dapat merusak otot jantung meskipun arteri tidak tersumbat plak, yang dibahas di halaman Infark Miokard tanpa Obstruksi Arteri Koroner.

Gangguan Irama Jantung

Saat spasme dapat muncul blok jantung atau irama bilik yang cepat, sehingga sebagian pasien memerlukan pemantauan irama yang lebih lama.

Henti Jantung

Pada sebagian kecil pasien, gangguan irama saat spasme dapat menghentikan pompa jantung. Penyintasnya dinilai untuk pemasangan ICD selain obat.

Serangan Berulang

Bila pemicu tidak dihindari atau obat dihentikan mendadak, serangan dapat kambuh, termasuk setelah lama tanpa keluhan.

Apa yang Bisa Dilakukan?

  • Berhenti merokok sepenuhnya, langkah utama untuk mengurangi serangan
  • Hindari paparan udara dingin mendadak dan kenakan pakaian hangat
  • Hindari kokain, amfetamin, dan minuman beralkohol berlebihan
  • Konsultasikan dulu sebelum memakai obat migrain, dekongestan, atau obat pelangsing
  • Minum obat pencegah spasme teratur dan jangan berhenti mendadak tanpa arahan dokter
  • Kelola stres dan tidur cukup
  • Bawa obat nitrat kerja cepat yang diresepkan dan pahami cara memakainya

Kapan Harus ke Dokter?

Nyeri dada saat istirahat yang baru pertama kali Anda alami perlu segera diperiksa di IGD, karena di rumah belum dapat dibedakan dari serangan jantung. Bila serangan serupa berulang dan reda dalam beberapa menit, buat janji dengan dokter jantung untuk mencari penyebabnya. Catat waktu, lama, dan pemicu setiap serangan, karena catatan ini membantu diagnosis. Bila nyeri tidak reda beberapa menit setelah memakai nitrat, berlangsung lebih lama dari serangan biasanya, atau disertai pingsan dan berdebar hebat, segera ke IGD.

  • Nyeri dada berulang saat istirahat, terutama tengah malam sampai pagi hari.
  • Nyeri dada setelah memakai obat migrain, dekongestan, atau zat stimulan.
  • Serangan yang tetap muncul meski Anda sudah minum obat pencegah spasme.
  • Rencana berhenti merokok yang membutuhkan pendampingan.

Jangan Menunggu bila Kondisinya Darurat.

Bila keluhan terasa berat atau muncul mendadak, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258, bukan menunggu janji temu.

Hal yang Mungkin Anda Tanyakan.

Pertanyaan yang sering diajukan tentang angina varians atau vasospastik.

Apa beda angina varians dengan angina biasa?

Angina biasa atau angina stabil disebabkan penyempitan plak yang menetap dan muncul saat aktivitas. Angina varians disebabkan kejang sementara pada arteri koroner, sehingga muncul saat istirahat, sering tengah malam sampai pagi, dan arteri dapat tampak normal di luar serangan. Pengobatannya pun berbeda: penghambat kanal kalsium menjadi obat utama untuk mencegah spasme.

Mengapa serangan sering muncul pada malam atau dini hari?

Pada malam sampai pagi hari terjadi perubahan keseimbangan saraf otonom dan hormon yang mengatur tonus pembuluh darah. Pada orang dengan arteri koroner yang peka, perubahan ini cukup untuk memicu spasme. Karena itu dokter dapat mengatur waktu minum obat pencegah spasme agar melindungi pada jam serangan biasa muncul.

Apakah angina vasospastik bisa terjadi pada arteri koroner yang normal?

Bisa. Spasme dapat terjadi pada arteri yang tampak normal pada angiografi, maupun di lokasi plak ringan. Karena itu hasil angiografi yang normal belum menyingkirkan angina vasospastik bila keluhan khas tetap ada. Dalam keadaan seperti ini, rekaman EKG saat serangan atau uji provokasi spasme dapat membantu memastikan diagnosis.

Bolehkah saya berhenti minum obat bila sudah lama tidak ada serangan?

Jangan berhenti sendiri. Menghentikan penghambat kanal kalsium secara mendadak dapat memicu serangan yang lebih berat. Bila Anda sudah lama bebas serangan dan sudah berhenti merokok, dokter dapat menilai apakah dosis boleh dikurangi bertahap dengan pemantauan. Keputusan ini dibuat bersama dokter yang merawat Anda.

Bagaimana prognosis angina vasospastik?

Pada sebagian besar penderita, prognosis jangka panjang baik bila mereka berhenti merokok, menghindari pemicu, dan minum obat secara teratur. Risiko lebih tinggi terdapat pada orang dengan spasme di beberapa arteri, penyempitan plak yang menyertai, atau riwayat henti jantung. Dokter akan menilai faktor ini untuk menentukan pemantauan dan penanganan yang sesuai.

Apakah uji provokasi spasme aman?

Uji provokasi dilakukan saat kateterisasi dengan pemantauan EKG, tekanan darah, dan gambar arteri secara langsung. Bila spasme muncul, dokter segera meredakannya dengan nitrat yang disuntikkan langsung ke arteri koroner. Komplikasi jarang dan umumnya bersifat sementara. Dokter akan menjelaskan manfaat dan risikonya sebelum Anda memutuskan menjalani uji ini.

Sumber dan Tinjauan Medis

Ditinjau secara medis oleh Dr. dr. Jajang Sinardja, Sp.JP(K).

  1. Beltrame JF, Crea F, Kaski JC, Ogawa H, Ong P, Sechtem U, et al. International standardization of diagnostic criteria for vasospastic angina. Eur Heart J. 2017;38(33):2565-8. Epub 2015.
  2. Hokimoto S, Kaikita K, Yasuda S, Tsujita K, Ishihara M, Matoba T, et al. JCS/CVIT/JCC 2023 Guideline Focused Update on Diagnosis and Treatment of Vasospastic Angina (Coronary Spastic Angina) and Coronary Microvascular Dysfunction. Circ J. 2023;87(6):879-936.
  3. Vrints C, Andreotti F, Koskinas KC, Rossello X, Adamo M, Ainslie J, et al. 2024 ESC Guidelines for the management of chronic coronary syndromes. Eur Heart J. 2024;45(36):3415-537.
  4. Kunadian V, Chieffo A, Camici PG, Berry C, Escaned J, Maas AHEM, et al. An EAPCI Expert Consensus Document on Ischaemia with Non-Obstructive Coronary Arteries in Collaboration with European Society of Cardiology Working Group on Coronary Pathophysiology & Microcirculation Endorsed by Coronary Vasomotor Disorders International Study Group. Eur Heart J. 2020;41(37):3504-20.
  5. Picard F, Sayah N, Spagnoli V, Adjedj J, Varenne O. Vasospastic angina: A literature review of current evidence. Arch Cardiovasc Dis. 2019;112(1):44-55.

Langkah berikutnya

Bahas Keluhan Anda bersama Dokter.

Mulai konsultasi untuk memahami kondisi dan pilihan penanganan yang sesuai.

Konteks kunjungan: Angina Varians / Vasospastik

Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi, diagnosis, atau pengobatan medis. Untuk keluhan kesehatan Anda, konsultasikan langsung dengan dokter.

Kembali ke Semua Kondisi