Jawaban singkat
Apa Itu Bradikardia Sinus?
Bradikardia sinus adalah denyut jantung lambat yang tetap berasal dari nodus sinus, alat pacu alami jantung, dengan irama teratur. Pada orang bugar dan saat tidur sering normal. Bila menimbulkan keluhan, penyebabnya perlu dicari.
Sumber informasiTanda yang Memerlukan Pertolongan Segera
- Pingsan atau hampir pingsan
- Nyeri dada atau sesak napas berat
- Bingung mendadak atau sulit dibangunkan
- Nadi di bawah 40 kali per menit disertai lemas, pucat, atau keringat dingin
Bila tanda ini muncul, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.
01 / Memahami kondisi
Mengenal Bradikardia Sinus
Setiap denyut normal dimulai di nodus sinus, sekelompok sel kecil di dinding serambi kanan yang bekerja sebagai alat pacu alami jantung. Pada bradikardia sinus, sinyal tetap berasal dari tempat yang benar dan diteruskan dengan normal ke bilik, hanya saja lajunya lebih lambat dari 60 kali per menit. Iramanya teratur. Inilah yang membedakannya dari blok atrioventrikular, ketika nodus sinus bekerja normal tetapi sinyalnya terhambat di tengah jalan.
Sering Merupakan Tanda Jantung yang Bugar
Bradikardia sinus banyak ditemukan pada orang sehat. Latihan ketahanan rutin, seperti lari jarak jauh, bersepeda, atau renang, membuat jantung memompa lebih banyak darah setiap kali berdenyut sehingga laju istirahatnya turun. Pada atlet terlatih, denyut istirahat di bawah 50 kali per menit tidak jarang ditemukan. Saat tidur, denyut juga melambat secara alami. Pada keadaan ini, denyut naik dengan wajar saat beraktivitas dan tidak ada keluhan, sehingga tidak perlu diobati. Penyesuaian jantung pada olahragawan dibahas di halaman Adaptasi Jantung pada Atlet.
Bila Nodus Sinus Bermasalah
Bradikardia sinus perlu diperhatikan bila disertai lelah, pusing, sesak, atau pingsan, atau bila denyut tidak naik saat Anda beraktivitas. Keadaan terakhir disebut inkompetensi kronotropik. Keduanya dapat menandakan disfungsi nodus sinus, yang sering berkaitan dengan penuaan jaringan listrik jantung. Pada sebagian orang, denyut lambat bergantian dengan denyut cepat seperti fibrilasi atrium, yang dibahas di halaman Sindrom Takikardia-Bradikardia.
Penyebab di Luar Nodus Sinus
Nodus sinus juga dapat diperlambat oleh hal dari luar. Contohnya obat golongan penghambat beta atau penghambat kanal kalsium tertentu, kelenjar tiroid yang kurang aktif, suhu tubuh yang sangat rendah, henti napas saat tidur, tekanan di dalam kepala yang meningkat, dan rangsangan saraf vagus saat muntah atau mengejan. Bradikardia jenis ini biasanya membaik setelah penyebabnya diatasi.
Gambaran umum denyut lambat dari berbagai asal, termasuk kapan alat pacu jantung diperlukan, dibahas di halaman Bradikardia. Halaman ini memusatkan pembahasan pada denyut lambat yang berasal dari nodus sinus dan cara membedakan yang wajar dari yang perlu ditangani.
02 / Memahami kondisi
Gejala yang Perlu Dikenali.
Gejala Umum
Banyak orang dengan bradikardia sinus tidak merasakan keluhan apa pun.
- Tanpa keluhan, terutama pada orang yang rutin berolahraga
- Mudah lelah atau lemas
- Pusing atau kepala terasa ringan, terutama saat berdiri
- Napas pendek atau cepat capek saat beraktivitas
- Nadi teraba lambat tetapi teratur
- Sulit berkonsentrasi
Gejala pada Lansia
Pada lansia, denyut lambat lebih sering berkaitan dengan disfungsi nodus sinus atau efek obat.
- Sering jatuh atau limbung
- Lemas dan cepat lelah yang dianggap faktor usia
- Bingung yang hilang timbul
03 / Memahami kondisi
Apa yang Menyebabkan Kondisi Ini?
- Kebugaran tinggi akibat latihan ketahanan yang rutin
- Perlambatan alami saat tidur
- Penuaan dan pengerasan jaringan nodus sinus (disfungsi nodus sinus)
- Obat golongan penghambat beta, penghambat kanal kalsium tertentu, digoksin, atau antiaritmia
- Kelenjar tiroid kurang aktif (hipotiroidisme)
- Henti napas saat tidur (sleep apnea obstruktif)
- Suhu tubuh sangat rendah, tekanan di dalam kepala meningkat, atau infeksi tertentu
- Rangsangan saraf vagus, misalnya saat muntah, mengejan, atau nyeri hebat
04 / Memahami kondisi
Siapa yang Lebih Berisiko?
Usia
Disfungsi nodus sinus lebih sering muncul setelah usia 65 tahun karena jaringan listrik jantung mengalami penuaan.
Medis
Hipotiroidisme, sleep apnea, penyakit jantung koroner, riwayat operasi jantung, dan penyakit yang memengaruhi otot jantung, seperti amiloidosis.
Gaya Hidup
Latihan ketahanan berat selama bertahun-tahun memperlambat denyut istirahat. Ini umumnya normal, tetapi pada sebagian kecil atlet senior dapat disertai keluhan.
Lainnya
Pemakaian obat yang memperlambat denyut, terutama kombinasi beberapa obat, termasuk obat tetes mata glaukoma golongan penghambat beta.
Kelompok yang Lebih Berisiko
- Atlet dan Orang yang Rutin Berolahraga: Denyut istirahat di bawah 50 kali per menit sering ditemukan dan umumnya normal bila tanpa keluhan.
- Lansia: Penuaan nodus sinus membuat disfungsi nodus sinus lebih sering ditemukan dan perlu dibedakan dari efek obat.
- Pemakai Obat Pengatur Denyut: Penghambat beta, penghambat kanal kalsium tertentu, dan digoksin dapat memperlambat nodus sinus berlebihan.
- Penyandang Hipotiroidisme atau Sleep Apnea: Kedua kondisi ini dapat memperlambat denyut dan sering membaik setelah diobati.
05 / Memahami kondisi
Bagaimana Diagnosis Ditegakkan?
Pertanyaan utama dokter adalah apakah denyut lambat Anda wajar atau menandakan nodus sinus yang bermasalah. Karena itu, dokter menanyakan kebiasaan olahraga, keluhan, pola tidur, dan semua obat yang dipakai.
EKG memastikan bahwa irama berasal dari nodus sinus dan tidak ada hambatan penghantaran. Holter menunjukkan seberapa lambat denyut pada siang dan malam, serta apakah ada jeda panjang saat keluhan muncul. Tes treadmill menilai apakah denyut dapat naik saat beraktivitas, yang menjadi pembeda penting antara jantung yang bugar dan nodus sinus yang lemah. Tes fungsi tiroid dan elektrolit mencari penyebab yang dapat diobati. Pada atlet tanpa keluhan dengan denyut di atas 30 kali per menit, temuan ini umumnya dianggap wajar dan tidak memerlukan pemeriksaan lanjutan.
Elektrokardiogram / EKG
Memastikan irama sinus yang teratur dengan laju di bawah 60 kali per menit dan menyingkirkan blok atrioventrikular.
Pemantauan Holter
Menilai denyut sepanjang siang dan malam, mencari jeda panjang, dan mencocokkan keluhan dengan rekaman.
Tes Treadmill
Menilai apakah denyut naik dengan wajar saat beban bertambah. Denyut yang tidak naik disebut inkompetensi kronotropik.
Pemeriksaan Fungsi Tiroid
Mencari kelenjar tiroid yang kurang aktif, penyebab yang dapat memperlambat nodus sinus dan dapat diobati.
Pemeriksaan Fisik
Meraba nadi, mengukur tekanan darah, dan menilai tanda hipotiroidisme atau penyakit jantung lain.
Ekokardiografi
Dilakukan bila dicurigai ada penyakit jantung struktural, atau untuk menilai jantung atlet dengan denyut sangat lambat.
06 / Memahami kondisi
Pilihan Penanganan.
Penanganan ditentukan dokter setelah evaluasi. Kategori berikut membantu Anda memahami pembicaraan dengan dokter.
Pemantauan tanpa Pengobatan
Bradikardia sinus tanpa keluhan, termasuk pada atlet dan saat tidur, tidak memerlukan obat atau alat.
Menangani Penyebab
Dokter dapat menyesuaikan obat pemicu, mengobati hipotiroidisme, atau menangani sleep apnea. Jangan mengubah atau menghentikan obat sendiri.
Alat Pacu Jantung
Dipertimbangkan bila bradikardia sinus jelas menimbulkan keluhan, menetap, dan penyebabnya tidak dapat diperbaiki, misalnya pada disfungsi nodus sinus.
Penanganan Darurat
Bila denyut sangat lambat disertai tekanan darah turun, dokter memberi obat suntik atau pacu sementara sambil mencari penyebabnya.
07 / Memahami kondisi
Komplikasi yang Perlu Dipantau.
Pingsan dan Cedera Akibat Jatuh
Pada disfungsi nodus sinus, jeda panjang atau denyut sangat lambat dapat menurunkan aliran darah ke otak sehingga Anda pingsan dan cedera.
Penurunan Kemampuan Beraktivitas
Bila denyut tidak naik saat aktivitas, otot kekurangan aliran darah sehingga Anda cepat lelah dan sesak.
Fibrilasi Atrium pada Disfungsi Nodus Sinus
Disfungsi nodus sinus sering disertai fibrilasi atrium, yang membawa risiko stroke dan memerlukan penanganan tersendiri.
08 / Memahami kondisi
Apa yang Bisa Dilakukan?
- Bawa daftar semua obat dan suplemen saat kontrol ke dokter
- Jangan menambah obat pengatur denyut tanpa anjuran dokter
- Periksakan fungsi tiroid bila Anda mudah lelah, mudah kedinginan, dan berat badan naik
- Periksakan dengkuran keras dan henti napas saat tidur
- Bila Anda atlet, perhatikan keluhan baru seperti pusing saat latihan atau penurunan performa
09 / Memahami kondisi
Kapan Harus ke Dokter?
Bradikardia sinus tanpa keluhan pada orang yang bugar umumnya tidak perlu dikhawatirkan. Buat janji dengan dokter bila denyut lambat disertai lelah yang tidak biasa, pusing, sesak saat aktivitas ringan, atau sulit berkonsentrasi, atau bila keluhan muncul setelah memulai obat baru. Atlet sebaiknya memeriksakan diri bila performa turun tanpa sebab atau muncul pusing saat latihan.
Segera ke IGD bila:
- Anda pingsan atau hampir pingsan
- Denyut lambat disertai nyeri dada atau sesak napas berat
- Muncul kebingungan mendadak atau sulit dibangunkan
Jangan Menunggu bila Kondisinya Darurat.
Bila keluhan terasa berat atau muncul mendadak, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258, bukan menunggu janji temu.
10 / Pertanyaan umum
Hal yang Mungkin Anda Tanyakan.
Pertanyaan yang sering diajukan tentang bradikardia sinus.
Apakah denyut jantung 50 kali per menit berbahaya?
Belum tentu. Bila Anda tidak memiliki keluhan, rutin berolahraga, dan denyut naik dengan wajar saat beraktivitas, denyut 50 kali per menit umumnya normal. Denyut ini perlu diperiksa bila disertai lelah, pusing, sesak, atau pingsan, atau bila baru muncul setelah memakai obat tertentu. Dokter akan menilai EKG dan, bila perlu, rekaman irama yang lebih panjang.
Mengapa atlet memiliki denyut jantung lambat?
Latihan ketahanan yang rutin membuat otot jantung memompa lebih banyak darah dalam setiap denyut, dan saraf yang menenangkan jantung menjadi lebih dominan. Akibatnya, jantung cukup berdenyut lebih jarang saat istirahat. Selama tidak ada keluhan dan denyut naik saat berolahraga, kondisi ini merupakan penyesuaian normal. Penyesuaian ini dibahas di halaman Adaptasi Jantung pada Atlet.
Apa beda bradikardia sinus dan blok jantung?
Pada bradikardia sinus, sinyal tetap berasal dari nodus sinus dan diteruskan normal ke bilik, hanya lajunya lambat. Pada blok atrioventrikular, nodus sinus bekerja normal tetapi sinyalnya terhambat di jalur menuju bilik, sehingga sebagian denyut serambi tidak diikuti bilik. Keduanya dibedakan dengan EKG. Blok derajat tinggi lebih sering memerlukan alat pacu jantung dan dibahas di halaman Blok Atrioventrikular.
Apakah bradikardia sinus dapat memburuk?
Pada orang bugar tanpa keluhan, bradikardia sinus umumnya menetap tanpa menimbulkan masalah. Pada lansia, denyut lambat dapat menjadi tanda awal disfungsi nodus sinus yang perlahan memburuk dan kadang disertai fibrilasi atrium. Karena itu, keluhan baru seperti pusing, cepat lelah, atau pingsan perlu diperiksakan, walaupun sebelumnya denyut lambat Anda dinyatakan normal.
Apakah saya perlu berhenti berolahraga bila denyut jantung saya lambat?
Tidak perlu bila Anda tidak memiliki keluhan dan pemeriksaan menunjukkan jantung yang sehat. Olahraga teratur justru baik untuk jantung. Bila denyut lambat disertai pusing, penurunan performa yang jelas, atau pingsan saat latihan, hentikan latihan berat sementara dan periksakan diri. Dokter akan menilai apakah ada masalah pada nodus sinus atau kelainan jantung lain.
Sumber dan Tinjauan Medis
Ditinjau secara medis oleh Dr. dr. Dicky A. Hanafy, Sp.JP(K).
- Kusumoto FM, Schoenfeld MH, Barrett C, Edgerton JR, Ellenbogen KA, Gold MR, et al. 2018 ACC/AHA/HRS Guideline on the Evaluation and Management of Patients With Bradycardia and Cardiac Conduction Delay: A Report of the American College of Cardiology/American Heart Association Task Force on Clinical Practice Guidelines and the Heart Rhythm Society. Circulation. 2019;140(8):e382-e482.
- Glikson M, Nielsen JC, Kronborg MB, Michowitz Y, Auricchio A, Barbash IM, et al. 2021 ESC Guidelines on cardiac pacing and cardiac resynchronization therapy. Eur Heart J. 2021;42(35):3427-3520.
- Sharma S, Drezner JA, Baggish A, Papadakis M, Wilson MG, Prutkin JM, et al. International Recommendations for Electrocardiographic Interpretation in Athletes. J Am Coll Cardiol. 2017;69(8):1057-1075.
- Brignole M, Moya A, de Lange FJ, Deharo JC, Elliott PM, Fanciulli A, et al. 2018 ESC Guidelines for the diagnosis and management of syncope. Eur Heart J. 2018;39(21):1883-1948.




