Jawaban singkat
Apa Itu Infark Miokard tanpa Elevasi Segmen ST?
Infark miokard tanpa elevasi segmen ST (NSTEMI) adalah serangan jantung yang biasanya terjadi karena sumbatan sebagian arteri koroner. EKG tidak menunjukkan elevasi segmen ST, tetapi tes troponin membuktikan adanya kerusakan otot jantung.
Sumber informasi01 / Memahami kondisi
Mengenal Infark Miokard tanpa Elevasi Segmen ST
Infark miokard tanpa elevasi segmen ST, disingkat NSTEMI, adalah serangan jantung yang pada rekaman EKG tidak menunjukkan segmen ST yang terangkat. EKG dapat memperlihatkan segmen ST yang menurun, gelombang T yang terbalik, atau bahkan tampak normal. Diagnosis ditegakkan dari kenaikan troponin, yaitu protein otot jantung yang keluar ke darah saat sel jantung rusak. NSTEMI termasuk sindrom koroner akut dan kini lebih sering ditemukan daripada STEMI, terutama pada usia lanjut.
Perbedaan dengan STEMI dan Angina Tidak Stabil
Pada STEMI, arteri biasanya tersumbat total sehingga harus dibuka dalam hitungan jam, yang dibahas di halaman Infark Miokard dengan Elevasi Segmen ST. Pada NSTEMI, sumbatan biasanya sebagian atau sempat menutup lalu membuka lagi, sehingga aliran darah masih ada tetapi tidak cukup. Pada sebagian pasien NSTEMI, arteri ternyata tersumbat total, terutama arteri di sisi belakang jantung yang kurang terekam EKG. Bila keluhan serupa tetapi troponin tidak naik, keadaannya disebut angina tidak stabil, yang dibahas di halaman Angina Tidak Stabil.
Menentukan Waktu Tindakan
Tidak semua pasien NSTEMI membutuhkan kateterisasi dalam hitungan menit. Pedoman ESC 2023 membagi pasien menurut risikonya. Pasien dengan risiko sangat tinggi, misalnya nyeri dada yang terus berlangsung, tekanan darah turun, gangguan irama berbahaya, atau gagal jantung akut, dianjurkan menjalani angiografi koroner segera, dalam 2 jam. Pasien yang diagnosis NSTEMI-nya sudah pasti tergolong risiko tinggi dan umumnya dianjurkan menjalani angiografi dalam 24 jam. Hasil angiografi menentukan apakah arteri dibuka dengan stent, dioperasi bypass, atau cukup ditangani dengan obat.
Pemulihan Jangka Panjang
Orang dengan NSTEMI sering berusia lebih tua dan juga memiliki penyakit lain, seperti diabetes, hipertensi, atau penyakit ginjal. Karena itu, risiko jangka panjangnya tidak lebih ringan dari STEMI. Obat antiplatelet, statin, pengendalian faktor risiko, dan rehabilitasi jantung menjadi bagian penting pemulihan. Sebelum pulang, dokter akan menjelaskan obat yang perlu diminum, tanda bahaya yang harus diwaspadai, dan jadwal kontrol berikutnya. Gambaran umum semua jenis serangan jantung dibahas di halaman Infark Miokard / Serangan Jantung.
02 / Memahami kondisi
Gejala yang Perlu Dikenali.
Gejala Umum
- Nyeri, rasa tertekan, atau berat di dada saat istirahat atau aktivitas ringan
- Nyeri dada yang datang dan pergi, makin sering atau makin lama dalam beberapa hari
- Nyeri menjalar ke lengan, leher, rahang, punggung, atau ulu hati
- Sesak napas
- Keringat dingin
- Mual atau rasa begah di ulu hati yang mirip gangguan lambung
- Lemas atau lelah luar biasa
Gejala pada Perempuan Dewasa
Perempuan lebih sering merasakan keluhan penyerta yang tidak khas, sehingga serangan jantung mudah dikira masalah lambung atau kelelahan.
- Sesak napas atau lelah luar biasa tanpa sebab jelas
- Nyeri di punggung atas, bahu, leher, atau rahang
- Mual, muntah, atau rasa tidak nyaman di ulu hati
- Rasa tertekan ringan di dada yang hilang timbul
- Sulit tidur atau cemas yang tidak biasa pada hari-hari sebelumnya
Gejala pada Lansia
NSTEMI sering dialami lansia, dan keluhannya kerap samar tanpa nyeri dada yang jelas.
- Sesak napas yang baru muncul atau memburuk
- Bingung atau linglung mendadak
- Lemas berat dan tidak mampu beraktivitas seperti biasa
- Pingsan atau jatuh tanpa sebab jelas
- Mual atau tidak nafsu makan disertai keringat dingin
03 / Memahami kondisi
Apa yang Menyebabkan Kondisi Ini?
- Plak di arteri koroner yang retak atau terkikis, lalu tertutup bekuan darah sebagian
- Bekuan yang menutup arteri sebentar lalu terbuka lagi, sehingga aliran darah naik turun
- Serpihan bekuan dari plak yang retak yang menyumbat pembuluh darah kecil di otot jantung
- Kebutuhan oksigen jantung melampaui pasokan pada arteri yang sudah menyempit, misalnya saat anemia berat, infeksi berat, atau irama sangat cepat
- Kejang (spasme) arteri koroner
04 / Memahami kondisi
Siapa yang Lebih Berisiko?
Gaya Hidup
Merokok, pola makan tinggi lemak jenuh dan garam, kurang aktivitas fisik, serta berat badan berlebih mempercepat pembentukan plak di arteri koroner.
Medis
Diabetes, hipertensi, kolesterol LDL tinggi, penyakit ginjal kronis, serta riwayat serangan jantung, pemasangan stent, atau operasi bypass.
Genetik
Riwayat penyakit jantung koroner dini pada orang tua atau saudara kandung, termasuk kolesterol tinggi keturunan (hiperkolesterolemia familial).
Usia
Risiko naik tajam setelah usia 65 tahun. Pada usia lanjut, NSTEMI lebih sering dijumpai daripada STEMI dan keluhannya lebih samar.
Kelompok yang Lebih Berisiko
- Lansia: NSTEMI lebih sering terjadi pada usia lanjut, dan keluhannya kerap samar, misalnya hanya sesak, lemas, atau bingung.
- Penyandang Diabetes: Diabetes mempercepat pengerasan arteri di banyak pembuluh dan dapat menumpulkan rasa nyeri dari jantung.
- Penderita Penyakit Ginjal Kronis: Penyakit ginjal mempercepat pengerasan arteri, dan kadar troponinnya perlu ditafsirkan cermat oleh dokter.
- Pasien yang Pernah Dipasang Stent atau Bypass: Plak dapat tumbuh di arteri lain atau di dalam stent dan cangkok bypass, sehingga kontrol dan obat jangka panjang tetap diperlukan.
05 / Memahami kondisi
Bagaimana Diagnosis Ditegakkan?
Bila Anda datang dengan nyeri dada, EKG direkam dalam 10 menit. Bila tidak ada elevasi segmen ST, dokter memeriksa troponin jantung sensitivitas tinggi saat tiba dan mengulanginya 1 sampai 2 jam kemudian, sesuai algoritme 0/1 jam atau 0/2 jam dalam pedoman ESC. Kenaikan atau penurunan kadar troponin di atas batas normal, bersama keluhan atau perubahan EKG, memastikan NSTEMI.
Setelah diagnosis pasti, dokter menilai tingkat risiko, antara lain dengan skor GRACE, untuk menentukan kapan angiografi koroner dilakukan. Ekokardiografi menilai kekuatan pompa dan gerak dinding jantung. Bila troponin naik tetapi penyebabnya belum jelas, MRI jantung dapat membantu membedakan serangan jantung dari miokarditis atau kardiomiopati Takotsubo. Dokter juga menyingkirkan penyebab lain kenaikan troponin, seperti emboli paru, gagal jantung, atau infeksi berat.
Elektrokardiogram / EKG
Direkam dalam 10 menit sejak tiba untuk menyingkirkan STEMI dan mencari segmen ST yang menurun atau gelombang T terbalik. EKG normal tidak menyingkirkan NSTEMI.
Tes Troponin Jantung
Troponin sensitivitas tinggi saat tiba dan diulang 1 sampai 2 jam kemudian. Kenaikan atau penurunan di atas batas normal memastikan kerusakan otot jantung.
Angiografi Koroner
Dilakukan segera, dalam 24 jam, atau terencana sesuai tingkat risiko, untuk melihat letak sumbatan dan memilih stent, bypass, atau obat.
Ekokardiografi
Menilai kekuatan pompa dan gerak dinding jantung, serta mencari penyebab lain nyeri dada seperti kelainan katup atau cairan di selaput jantung.
MRI Jantung
Dipakai bila troponin naik tetapi penyebabnya belum jelas, untuk membedakan infark dari miokarditis atau kardiomiopati Takotsubo.
Angiografi Koroner CT
Pada pasien risiko rendah dengan troponin atau EKG yang meragukan, dapat membantu menyingkirkan penyakit jantung koroner tanpa kateter.
06 / Memahami kondisi
Pilihan Penanganan.
Penanganan ditentukan dokter setelah evaluasi. Kategori berikut membantu Anda memahami pembicaraan dengan dokter.
Obat Antiplatelet dan Antikoagulan
Mencegah bekuan bertambah besar. Umumnya aspirin dan satu antiplatelet lain, ditambah antikoagulan suntik selama dirawat; dokter menentukan jenis dan lamanya.
Angiografi dan Intervensi Koroner Perkutan
Arteri yang menyempit dibuka dengan balon dan stent saat angiografi, dengan waktu tindakan yang disesuaikan dengan tingkat risiko.
Operasi Bypass Koroner
Dipilih bila sumbatan mengenai beberapa pembuluh, batang utama arteri koroner kiri, atau pada diabetes dengan penyakit banyak pembuluh.
Obat Pereda Iskemia
Nitrat dan penghambat beta membantu meredakan nyeri dada dan mengurangi beban kerja jantung, sesuai kondisi tekanan darah dan irama.
Statin dan Pengendalian Kolesterol
Statin dimulai sejak dirawat untuk menurunkan kolesterol LDL sampai target dari dokter, kadang ditambah obat penurun kolesterol lain.
Rehabilitasi Jantung
Latihan yang diawasi, edukasi obat dan tanda bahaya, serta pengendalian faktor risiko setelah pulang untuk mencegah serangan berulang.
07 / Memahami kondisi
Komplikasi yang Perlu Dipantau.
Serangan Jantung Berulang
Plak yang retak dapat kembali membentuk bekuan, bahkan menutup arteri total, terutama pada minggu-minggu pertama bila obat tidak diminum teratur.
Gangguan Irama Jantung
Otot yang kekurangan darah dapat memicu irama tidak teratur, dari fibrilasi atrium sampai irama bilik yang berbahaya.
Gagal Jantung
Kerusakan otot dan iskemia yang berulang melemahkan pompa jantung sehingga timbul sesak dan bengkak.
Syok Kardiogenik
Lebih jarang dibanding STEMI, tetapi dapat terjadi bila banyak otot jantung terdampak dan membutuhkan perawatan intensif.
Perdarahan Akibat Obat Pengencer Darah
Obat antitrombotik mencegah bekuan tetapi dapat menimbulkan perdarahan, terutama pada lansia dan penderita penyakit ginjal; dokter menyesuaikan pilihannya.
Gangguan Ginjal Akibat Zat Kontras
Pada penderita penyakit ginjal, zat kontras angiografi dapat menurunkan fungsi ginjal sementara, sehingga dokter memberi cairan dan memantaunya.
08 / Memahami kondisi
Apa yang Bisa Dilakukan?
- Berhenti merokok dan hindari asap rokok orang lain.
- Kendalikan tekanan darah, gula darah, dan kolesterol LDL sesuai target dari dokter.
- Minum obat antiplatelet dan statin sesuai resep; jangan berhenti sendiri walau merasa sehat.
- Bergerak aktif setidaknya 150 menit per minggu dengan intensitas sedang, setelah dokter menyatakan aman.
- Pilih makanan kaya sayur, buah, ikan, dan biji-bijian utuh; batasi garam, gula, dan lemak jenuh.
- Periksakan nyeri dada yang makin sering atau makin lama, karena dapat menjadi tanda awal serangan jantung.
09 / Memahami kondisi
Kapan Harus ke Dokter?
Segera hubungi ambulans (119) atau datang ke IGD terdekat bila nyeri atau rasa tertekan di dada berlangsung lebih dari 5 menit, muncul saat istirahat, atau makin sering dalam beberapa hari. Tanpa pemeriksaan, NSTEMI tidak dapat dibedakan dari STEMI, jadi jangan menunggu keluhan reda.
Setelah pulang dari perawatan, hubungi dokter jantung atau percepat jadwal kontrol bila:
- Nyeri dada singkat muncul lagi saat beraktivitas.
- Napas makin sesak, kaki bengkak, atau berat badan naik cepat.
- Jantung berdebar, pusing, atau hampir pingsan.
- Muncul memar, gusi berdarah, tinja hitam, atau perdarahan lain yang tidak biasa.
10 / Pertanyaan umum
Hal yang Mungkin Anda Tanyakan.
Pertanyaan yang sering diajukan tentang NSTEMI dan penanganannya.
Mengapa disebut serangan jantung bila EKG saya tidak menunjukkan elevasi ST?
Elevasi segmen ST hanya salah satu tanda serangan jantung. Pada NSTEMI, kerusakan otot jantung dibuktikan dengan kenaikan troponin dalam darah, disertai keluhan atau perubahan EKG lain seperti segmen ST yang menurun. Definisi universal infark miokard menganggap keduanya serangan jantung. Bedanya terletak pada pola EKG dan seberapa cepat arteri perlu dibuka.
Apakah NSTEMI lebih ringan daripada STEMI?
Tidak bisa disebut ringan. Pada fase awal, kerusakan otot jantung pada NSTEMI biasanya lebih sempit. Namun, pasien NSTEMI sering lebih tua dan memiliki diabetes, hipertensi, atau penyakit ginjal, sehingga risiko serangan berulang dan kematian dalam jangka panjang dapat setara dengan STEMI. Karena itu pengobatan dan kontrol jangka panjang sama pentingnya.
Apakah semua pasien NSTEMI perlu dipasang stent?
Tidak selalu. Sebagian besar pasien menjalani angiografi koroner, dan hasilnya menentukan langkah berikutnya. Bila ada satu atau dua penyempitan yang sesuai, dokter biasanya memasang stent. Bila sumbatan mengenai banyak pembuluh atau batang utama arteri kiri, operasi bypass dapat lebih tepat. Sebagian pasien cukup ditangani dengan obat, misalnya bila penyempitannya kecil atau risikonya tinggi untuk tindakan.
Apa bedanya NSTEMI dengan angina tidak stabil?
Keluhannya bisa sama, dan keduanya termasuk sindrom koroner akut. Bedanya pada hasil troponin. Pada NSTEMI, troponin naik karena sebagian otot jantung sudah rusak. Pada angina tidak stabil, otot jantung kekurangan darah tetapi troponin tidak naik di atas batas normal. Keduanya tetap perlu ditangani di rumah sakit karena dapat berkembang menjadi serangan jantung yang lebih luas.
Apakah troponin yang naik selalu berarti serangan jantung?
Tidak selalu. Troponin naik setiap kali otot jantung cedera, termasuk pada miokarditis, emboli paru, gagal jantung, infeksi berat, atau penyakit ginjal. Serangan jantung baru disimpulkan bila kenaikan troponin disertai tanda kekurangan aliran darah ke jantung. Dokter menilai pola naik turunnya troponin bersama keluhan, EKG, dan pencitraan, seperti yang dibahas di halaman Tes Troponin Jantung.
Berapa lama saya harus minum dua obat antiplatelet?
Pada umumnya dua obat antiplatelet diminum bersama selama sekitar 12 bulan setelah serangan jantung. Dokter dapat memperpendek atau menyesuaikannya bila risiko perdarahan Anda tinggi, atau mengganti kombinasinya setelah beberapa bulan. Setelah itu, biasanya satu antiplatelet dilanjutkan jangka panjang. Jangan menghentikan obat sendiri, terutama bila Anda baru dipasang stent.
Sumber dan Tinjauan Medis
Ditinjau secara medis oleh dr. Adrianus Kosasih, Sp.JP(K).
- Byrne RA, Rossello X, Coughlan JJ, et al. 2023 ESC Guidelines for the management of acute coronary syndromes. Eur Heart J. 2023;44(38):3720-3826.
- Thygesen K, Alpert JS, Jaffe AS, et al. Fourth universal definition of myocardial infarction (2018). Eur Heart J. 2019;40(3):237-269.
- Rao SV, O'Donoghue ML, Ruel M, et al. 2025 ACC/AHA/ACEP/NAEMSP/SCAI Guideline for the Management of Patients With Acute Coronary Syndromes: A Report of the American College of Cardiology/American Heart Association Joint Committee on Clinical Practice Guidelines. Circulation. 2025;151(13):e771-e862.
- Gulati M, Levy PD, Mukherjee D, et al. 2021 AHA/ACC/ASE/CHEST/SAEM/SCCT/SCMR Guideline for the Evaluation and Diagnosis of Chest Pain: A Report of the American College of Cardiology/American Heart Association Joint Committee on Clinical Practice Guidelines. Circulation. 2021;144(22):e368-e454.
- Mehta LS, Beckie TM, DeVon HA, et al. Acute Myocardial Infarction in Women: A Scientific Statement From the American Heart Association. Circulation. 2016;133(9):916-947.




