Langsung ke konten

Kondisi Genetik, Langka, dan Infiltratif

Penyakit Danon

Danon Disease / LAMP2 Cardiomyopathy

Ditinjau secara medis olehdr. Radityo Prakoso, Sp.JP(K), Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Terakhir diperbarui7 Oktober 2026
Ilustrasi medis penyakit Danon dengan potongan jantung yang menunjukkan dinding ventrikel kiri menebal, kromosom X sebagai gambaran kelainan genetik terkait LAMP2, inset sel otot jantung berisi banyak vakuola, dan rekaman EKG dengan pola pre-eksitasi.
Ilustrasi Penyakit Danon

Jawaban singkat

Apa Itu Penyakit Danon?

Penyakit Danon adalah kelainan genetik langka akibat perubahan gen LAMP2 yang terutama mengenai otot jantung, otot rangka, dan retina mata. Penyakit ini menimbulkan penebalan otot jantung, gangguan irama, dan gagal jantung sejak usia muda.

Sumber informasi

Tanda yang Memerlukan Pertolongan Segera

  • Pingsan, terutama saat aktivitas
  • Berdebar sangat cepat disertai pusing, nyeri dada, atau sesak
  • Sesak berat saat istirahat atau tidak bisa berbaring
  • Nyeri dada berat yang tidak hilang dengan istirahat
  • Tidak sadar dan tidak bernapas normal

Bila tanda ini muncul, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.

Catatan kegawatan: Penyakit Danon dapat berkembang cepat menjadi gagal jantung dan gangguan irama berbahaya, terutama pada laki-laki usia remaja dan dewasa muda. Pemantauan ketat dan perencanaan penanganan sejak diagnosis membantu menurunkan risiko tersebut.

Mengenal Penyakit Danon

Penyakit Danon adalah penyakit keturunan langka yang disebabkan perubahan gen LAMP2. Gen ini membuat protein yang penting bagi lisosom, yaitu bagian sel yang mendaur ulang komponen sel yang sudah rusak lewat proses autofagi. Bila protein ini tidak berfungsi, bahan sisa menumpuk dalam gelembung kecil (vakuola) di dalam sel, terutama di otot jantung dan otot rangka. Penyakit ini termasuk kelompok penyakit penimbunan yang gambarannya dapat menyerupai kardiomiopati hipertrofik, dan dibahas bersama penyebab serupa di halaman Kardiomiopati Infiltratif.

Berbeda pada Laki-Laki dan Perempuan

Gen LAMP2 terletak di kromosom X. Laki-laki hanya memiliki satu kromosom X, sehingga gejalanya umumnya muncul lebih awal, sering pada masa kanak-kanak atau remaja, dan lebih berat. Pada laki-laki, otot jantung biasanya menebal hebat, dan banyak yang memerlukan transplantasi jantung sebelum usia 30 tahun. Perempuan memiliki dua kromosom X, sehingga keluhan umumnya muncul lebih lambat, sering pada usia dewasa muda, dan bentuk penyakitnya lebih beragam, termasuk otot jantung yang melemah dan membesar. Walau begitu, perempuan juga dapat mengalami penyakit yang berat.

Lebih dari Sekadar Jantung

Selain jantung, penyakit Danon dapat mengenai otot rangka sehingga otot bahu dan paha terasa lemah, retina mata sehingga penglihatan terganggu, dan pada sebagian laki-laki, kemampuan belajar. Pada perempuan, keterlibatan otot dan mata umumnya lebih ringan. Rekaman EKG sering menunjukkan pola pre-eksitasi, yaitu jalur listrik tambahan seperti pada sindrom Wolff-Parkinson-White, yang dibahas di halaman Sindrom Wolff-Parkinson-White. Tes darah dapat menunjukkan kenaikan enzim otot kreatin kinase dan enzim hati.

Mengapa Diagnosis Penting

Penyakit Danon sering dikira kardiomiopati hipertrofik biasa, padahal perjalanannya lebih cepat. Diagnosis dipastikan dengan tes genetik, yang dibahas di halaman Tes Genetik LAMP2. Diagnosis yang tepat membantu dokter merencanakan pemantauan irama, waktu pemasangan ICD, rujukan transplantasi, serta pemeriksaan anggota keluarga. Bila satu anggota keluarga terdiagnosis, pemeriksaan keluarga dapat menemukan pembawa lain sebelum keluhan muncul, sehingga pemantauan dapat dimulai lebih awal. Terapi gen untuk penyakit Danon sedang diteliti dalam uji klinis, tetapi belum menjadi pengobatan rutin.

Gejala yang Perlu Dikenali.

Gejala Umum

Gejala dan usia munculnya berbeda antara laki-laki dan perempuan.

  • Mudah lelah dan cepat sesak saat aktivitas
  • Jantung berdebar atau terasa tidak teratur
  • Nyeri dada saat aktivitas
  • Pingsan atau hampir pingsan, terutama saat aktivitas
  • Otot bahu, lengan atas, atau paha terasa lemah
  • Penglihatan menurun secara bertahap
  • Bengkak di kaki atau perut pada tahap lanjut

Gejala pada Remaja Laki-Laki

Pada laki-laki, keluhan umumnya mulai pada masa kanak-kanak atau remaja dan berkembang lebih cepat.

  • Cepat lelah dan tertinggal saat olahraga dibanding teman sebaya
  • Otot paha atau bahu lemah, misalnya sulit naik tangga
  • Kesulitan belajar atau memusatkan perhatian di sekolah
  • Berdebar atau pingsan saat aktivitas
  • Penglihatan menurun

Gejala pada Perempuan Dewasa

Pada perempuan, keluhan umumnya muncul lebih lambat, sering pada usia dewasa muda, dan kelemahan otot jarang menonjol.

  • Sesak dan mudah lelah yang bertambah perlahan
  • Berdebar atau denyut tidak teratur
  • Bengkak di kaki akibat pompa jantung yang melemah
  • Pingsan atau hampir pingsan
Tidak semua orang mengalami gejala yang sama. Bila keluhan berulang atau memburuk, periksakan diri.

Apa yang Menyebabkan Kondisi Ini?

  • Perubahan (varian patogen) pada gen LAMP2 yang terletak di kromosom X
  • Diwariskan dari ibu yang membawa varian gen, atau dari ayah penyandang kepada anak perempuannya
  • Perubahan gen baru yang muncul pertama kali pada pasien, tanpa riwayat keluarga
  • Kekurangan protein LAMP-2 yang mengganggu daur ulang komponen sel (autofagi)
  • Penumpukan bahan sisa dalam vakuola di sel otot jantung dan otot rangka

Siapa yang Lebih Berisiko?

Genetik

Ibu pembawa varian LAMP2 berpeluang 50 persen menurunkannya pada setiap kehamilan, baik kepada anak laki-laki maupun perempuan. Ayah penyandang menurunkannya kepada semua anak perempuan, tetapi tidak kepada anak laki-laki.

Usia

Pada laki-laki, keluhan jantung umumnya muncul sebelum usia 20 tahun. Pada perempuan, keluhan biasanya muncul pada usia dewasa, sering setelah usia 20 sampai 30 tahun.

Lainnya

Jenis kelamin laki-laki berkaitan dengan keluhan yang muncul lebih dini dan perjalanan lebih cepat. Riwayat keluarga dengan kardiomiopati, transplantasi jantung, atau kematian mendadak pada usia muda menambah kecurigaan.

Kelompok yang Lebih Berisiko

  • Laki-Laki Usia Muda: Laki-laki dengan varian LAMP2 umumnya bergejala sejak kanak-kanak atau remaja, dan penyakitnya berkembang lebih cepat.
  • Perempuan Pembawa Varian LAMP2: Perempuan pembawa dapat mengalami kardiomiopati pada usia dewasa sehingga tetap memerlukan pemantauan jantung.
  • Keluarga Penyandang Penyakit Danon: Ibu, saudara, dan anak penyandang dapat membawa varian gen yang sama dan perlu konseling genetik.
  • Penyandang Kardiomiopati Hipertrofik Usia Muda: Penebalan otot jantung pada usia muda dengan pre-eksitasi atau kelemahan otot perlu ditelusuri penyebab genetiknya.
Memiliki faktor risiko tidak berarti seseorang pasti mengalami kondisi ini.

Bagaimana Diagnosis Ditegakkan?

Kecurigaan muncul bila penebalan otot jantung ditemukan pada anak, remaja, atau dewasa muda, terutama bila disertai pola pre-eksitasi pada EKG, kelemahan otot, kenaikan kreatin kinase, gangguan penglihatan, atau kesulitan belajar. Pedoman ESC 2023 menyebut tanda-tanda ini sebagai petunjuk untuk mencari penyebab selain kelainan protein otot jantung yang biasa ditemukan pada kardiomiopati hipertrofik.

Ekokardiografi dan MRI jantung menilai ketebalan, jaringan parut, dan kekuatan pompa. Diagnosis dipastikan dengan tes genetik LAMP2. Bila varian gen ditemukan, konseling genetik dan pemeriksaan keluarga, termasuk ibu dan saudara perempuan yang mungkin pembawa, dapat dilakukan lebih terarah. Pemeriksaan mata oleh dokter mata dan penilaian perkembangan pada anak melengkapi evaluasi.

  1. Tes Genetik LAMP2

    Pemeriksaan DNA dari sampel darah untuk menemukan varian gen LAMP2 dan memastikan diagnosis, sekaligus menjadi dasar pemeriksaan keluarga.

  2. Elektrokardiogram / EKG

    Sering menunjukkan pola pre-eksitasi dan voltase sangat tinggi akibat otot jantung yang menebal.

  3. Ekokardiografi

    Menilai ketebalan otot jantung, ukuran ruang, dan kekuatan pompa, termasuk peralihan dari dinding tebal menjadi pompa yang melemah.

  4. MRI Jantung

    Menunjukkan pola jaringan parut yang luas di otot jantung dan membantu membedakannya dari kardiomiopati hipertrofik lain.

  5. Monitoring Jantung Jangka Panjang

    Holter atau perekam irama untuk mencari gangguan irama yang tidak tertangkap saat EKG singkat.

  6. Tes Kreatin Kinase

    Kadar enzim otot yang tinggi, bersama kenaikan enzim hati, menjadi petunjuk penyakit Danon pada penebalan otot jantung.

  7. Biopsi Otot

    Sampel otot dapat memperlihatkan vakuola khas dan hilangnya protein LAMP-2 bila hasil tes genetik belum jelas.

Pilihan Penanganan.

Penanganan ditentukan dokter setelah evaluasi. Kategori berikut membantu Anda memahami pembicaraan dengan dokter.

Pemantauan Ketat

EKG, ekokardiografi, MRI jantung, dan rekaman irama berkala untuk mengenali perubahan lebih awal.

Obat Gagal Jantung dan Irama

Golongan obat gagal jantung dan obat pengatur irama diberikan dokter sesuai tahap penyakit, misalnya saat otot jantung mulai melemah.

Defibrilator Implan (ICD)

Dipertimbangkan untuk mencegah henti jantung mendadak, terutama pada laki-laki dengan penebalan berat atau gangguan irama bilik.

Ablasi Jalur Tambahan

Dipertimbangkan bila pre-eksitasi menimbulkan serangan denyut cepat yang berbahaya.

Transplantasi Jantung

Pilihan bagi pasien dengan gagal jantung lanjut. Rujukan dini ke pusat transplantasi dianjurkan karena penyakit dapat memburuk cepat, terutama pada laki-laki.

Dukungan Otot, Mata, dan Belajar

Fisioterapi, pemeriksaan mata berkala, dan dukungan belajar bagi anak membantu menjaga kemandirian.

Konseling Genetik

Membantu keluarga memahami pola pewarisan, peluang menurunkan, dan pilihan pemeriksaan bagi anggota keluarga.

Kesesuaian dan ketersediaan pemeriksaan atau terapi perlu dikonfirmasi bersama tim perawatan.

Komplikasi yang Perlu Dipantau.

Gagal Jantung Lanjut

Otot jantung yang menebal dapat berubah menjadi lemah dan membesar dalam beberapa tahun, sehingga timbul gagal jantung yang sulit dikendalikan dengan obat.

Gangguan Irama Bilik dan Henti Jantung

Irama cepat dari bilik dapat menimbulkan pingsan atau henti jantung, sehingga ICD sering dipertimbangkan. Dibahas di halaman Kematian Jantung Mendadak.

Denyut Cepat dari Jalur Tambahan

Pola pre-eksitasi dapat memicu denyut sangat cepat dan kadang ditangani dengan ablasi.

Fibrilasi Atrium dan Bekuan Darah

Serambi yang membesar memudahkan fibrilasi atrium dan pembentukan bekuan yang dapat menyebabkan stroke.

Gangguan Penglihatan

Kelainan retina dapat menurunkan ketajaman penglihatan secara bertahap, terutama pada laki-laki.

Kelemahan Otot Rangka

Kelemahan otot bahu dan paha umumnya ringan sampai sedang, tetapi dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Apa yang Bisa Dilakukan?

  • Bila ada keluarga dengan penyakit Danon, diskusikan tes genetik dan pemeriksaan jantung
  • Jalani EKG, ekokardiografi, dan rekaman irama sesuai jadwal walau tanpa keluhan
  • Hindari olahraga kompetitif atau latihan berat sebelum dinilai dokter jantung
  • Ajari keluarga dan guru mengenali pingsan serta cara memberikan pijat jantung
  • Periksakan mata secara berkala
  • Minum obat sesuai resep dan jangan menghentikannya sendiri
  • Simpan hasil tes genetik dan bawa setiap kali berobat

Kapan Harus ke Dokter?

Segera ke IGD bila terjadi pingsan, berdebar sangat cepat disertai pusing, atau sesak berat. Buat janji konsultasi dengan dokter jantung bila:

  • Anak atau remaja Anda dinyatakan memiliki otot jantung tebal, terutama bila ada kelemahan otot atau kesulitan belajar
  • Hasil EKG menunjukkan pola pre-eksitasi atau Wolff-Parkinson-White disertai penebalan jantung
  • Ada keluarga yang terdiagnosis penyakit Danon atau mengalami kardiomiopati, transplantasi jantung, atau kematian mendadak di usia muda
  • Anda perempuan pembawa varian LAMP2 dan belum menjalani pemeriksaan jantung
  • Penyandang penyakit Danon mulai lebih cepat sesak atau lelah

Jangan Menunggu bila Kondisinya Darurat.

Bila keluhan terasa berat atau muncul mendadak, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258, bukan menunggu janji temu.

Hal yang Mungkin Anda Tanyakan.

Pertanyaan yang sering diajukan tentang penyakit Danon.

Apa beda penyakit Danon dengan kardiomiopati hipertrofik biasa?

Keduanya membuat otot jantung menebal. Kardiomiopati hipertrofik umumnya disebabkan perubahan gen protein otot jantung, sedangkan penyakit Danon disebabkan perubahan gen LAMP2 yang mengganggu daur ulang sel. Penyakit Danon sering disertai pre-eksitasi pada EKG, kelemahan otot, dan gangguan penglihatan, serta umumnya berkembang lebih cepat. Perbedaan ini memengaruhi pemantauan dan perencanaan penanganan, sehingga tes genetik penting.

Bagaimana penyakit Danon diturunkan?

Gen LAMP2 terletak di kromosom X. Ibu pembawa berpeluang 50 persen menurunkan varian gen pada setiap kehamilan, kepada anak laki-laki maupun perempuan. Ayah penyandang akan menurunkannya kepada semua anak perempuan, tetapi tidak kepada anak laki-laki. Sebagian kasus terjadi karena perubahan gen baru tanpa riwayat keluarga. Konseling genetik membantu keluarga memahami peluang ini.

Apakah perempuan pembawa gen bisa sakit?

Bisa. Berbeda dengan banyak penyakit terkait kromosom X lain, perempuan dengan varian LAMP2 sering mengalami kardiomiopati, walau umumnya muncul lebih lambat, misalnya pada usia 20 sampai 40 tahun. Bentuknya bisa penebalan atau pompa yang melemah. Karena itu, perempuan pembawa dianjurkan menjalani EKG, ekokardiografi, dan pemantauan irama secara berkala walau belum ada keluhan.

Apakah penyakit Danon bisa disembuhkan?

Saat ini belum ada pengobatan yang menyembuhkan. Penanganan berfokus pada pemantauan ketat, obat gagal jantung dan irama, ICD untuk mencegah henti jantung mendadak, ablasi bila ada jalur listrik tambahan, serta transplantasi jantung pada gagal jantung lanjut. Terapi gen yang bertujuan mengembalikan protein LAMP-2 sedang diteliti dalam uji klinis, tetapi belum menjadi pengobatan rutin.

Bolehkah anak dengan penyakit Danon berolahraga?

Aktivitas ringan sehari-hari umumnya boleh dan bermanfaat, tetapi olahraga kompetitif atau latihan berat perlu dinilai dulu oleh dokter jantung karena dapat memicu gangguan irama. Keputusan didasarkan pada ketebalan otot jantung, riwayat pingsan, hasil rekaman irama, dan ada tidaknya ICD. Beri tahu guru dan pelatih tentang kondisi anak, dan ajarkan cara memberi pertolongan bila anak pingsan.

Mengapa dokter memeriksa mata dan otot saya?

Penyakit Danon tidak hanya mengenai jantung. Kelainan retina dapat menurunkan penglihatan, dan otot rangka dapat melemah. Kenaikan enzim kreatin kinase dan enzim hati juga sering ditemukan, sehingga hasil ini tidak selalu berarti penyakit hati. Temuan di mata dan otot membantu memastikan diagnosis dan menentukan dukungan yang dibutuhkan, seperti fisioterapi atau alat bantu penglihatan.

Sumber dan Tinjauan Medis

Ditinjau secara medis oleh dr. Radityo Prakoso, Sp.JP(K).

  1. Arbelo E, Protonotarios A, Gimeno JR, Arbustini E, Barriales-Villa R, Basso C, et al. 2023 ESC Guidelines for the management of cardiomyopathies. Eur Heart J. 2023;44(37):3503-626.
  2. Hong KN, Eshraghian EA, Arad M, et al. International Consensus on Differential Diagnosis and Management of Patients With Danon Disease: JACC State-of-the-Art Review. J Am Coll Cardiol. 2023;82(16):1628-47.
  3. Ommen SR, Ho CY, Asif IM, Balaji S, Burke MA, Day SM, et al. 2024 AHA/ACC/AMSSM/HRS/PACES/SCMR Guideline for the Management of Hypertrophic Cardiomyopathy: A Report of the American Heart Association/American College of Cardiology Joint Committee on Clinical Practice Guidelines. Circulation. 2024;149(23):e1239-311.
  4. Brambatti M, Caspi O, Maolo A, et al. Danon disease: Gender differences in presentation and outcomes. Int J Cardiol. 2019;286:92-8.
  5. Boucek D, Jirikowic J, Taylor M. Natural history of Danon disease. Genet Med. 2011;13(6):563-8.
  6. Maron BJ, Roberts WC, Arad M, Haas TS, Spirito P, Wright GB, et al. Clinical outcome and phenotypic expression in LAMP2 cardiomyopathy. JAMA. 2009;301(12):1253-9.

Langkah berikutnya

Bahas Keluhan Anda bersama Dokter.

Mulai konsultasi untuk memahami kondisi dan pilihan penanganan yang sesuai.

Konteks kunjungan: Penyakit Danon

Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi, diagnosis, atau pengobatan medis. Untuk keluhan kesehatan Anda, konsultasikan langsung dengan dokter.

Kembali ke Semua Kondisi