Langsung ke konten

Regurgitasi / Insufisiensi Katup

Regurgitasi Trikuspid

Tricuspid Regurgitation / Tricuspid Insufficiency

Ditinjau secara medis olehdr. Widya T. Suwatri, Sp.BTKV, Subsp. JD(K), Spesialis Bedah Toraks Kardiovaskular
Terakhir diperbarui7 Oktober 2026
ilustrasi-medis-heartology-cardiovascular-hospital-regurgitasi-trikuspid-1024-1024
Ilustrasi Regurgitasi Trikuspid

Jawaban singkat

Apa Itu Regurgitasi Trikuspid?

Regurgitasi trikuspid adalah kebocoran katup trikuspid sehingga sebagian darah berbalik dari bilik kanan ke serambi kanan. Kebocoran ringan sering normal, sedangkan kebocoran berat dapat menimbulkan bengkak, perut membesar, dan cepat lelah.

Sumber informasi

Tanda yang Memerlukan Pertolongan Segera

  • Sesak berat saat istirahat atau tidak bisa berbaring
  • Bengkak cepat meluas disertai berat badan naik dalam beberapa hari
  • Kulit atau bagian putih mata menguning
  • Pingsan atau hampir pingsan
  • Jantung berdebar sangat cepat disertai pusing atau nyeri dada
  • Demam tinggi menggigil pada pengguna alat pacu jantung atau penyandang kelainan katup

Bila tanda ini muncul, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.

Catatan kegawatan: Kebocoran ringan umumnya tidak berbahaya. Kebocoran sedang sampai berat perlu dipantau dan dicari penyebabnya, karena bila dibiarkan bilik kanan dapat membesar dan melemah sebelum keluhan terasa berat.

Mengenal Regurgitasi Trikuspid

Katup trikuspid berada di antara serambi kanan dan bilik kanan jantung. Saat bilik kanan memompa darah ke paru, katup ini menutup agar darah tidak berbalik ke serambi. Pada regurgitasi trikuspid, katup tidak menutup rapat sehingga sebagian darah mengalir balik setiap kali jantung berdenyut. Regurgitasi trikuspid termasuk jenis kebocoran katup, yang dibahas di halaman Regurgitasi / Insufisiensi Katup.

Kebocoran Ringan Sering Normal

Kebocoran trikuspid ringan ditemukan pada banyak orang sehat saat ekokardiografi dan umumnya tidak perlu ditangani. Bila hasil USG jantung Anda menyebut "TR ringan" atau "trivial" tanpa kelainan lain, dokter biasanya akan menjelaskan bahwa ini variasi normal. Yang perlu diperhatikan adalah kebocoran sedang sampai berat.

Dua Jenis Penyebab

Sebagian besar regurgitasi trikuspid yang bermakna bersifat sekunder: katupnya sendiri normal, tetapi cincin katup melebar karena bilik atau serambi kanan membesar. Ini terjadi pada tekanan paru yang tinggi, penyakit katup jantung kiri, gagal jantung, atau fibrilasi atrium yang berlangsung lama. Sebagian kecil bersifat primer, yaitu daun katupnya rusak, misalnya akibat infeksi katup, penyakit jantung rematik, kelainan bawaan seperti anomali Ebstein, sindrom karsinoid, cedera dada, atau kabel alat pacu jantung yang mengganggu gerak katup.

Keluhan Datang Perlahan

Kebocoran berat membuat darah terbendung di pembuluh balik tubuh. Keluhan biasanya muncul perlahan: tungkai bengkak, perut membesar karena cairan, rasa penuh di perut kanan atas, cepat lelah, dan denyut yang tampak di leher. Sebagian orang juga cepat kenyang, kehilangan nafsu makan, atau berat badannya turun karena usus ikut terbendung. Karena berkembang diam-diam, banyak orang baru memeriksakan diri saat bilik kanan sudah membesar.

Penanganan Sesuai Penyebab

Penanganan dimulai dari penyebabnya, misalnya mengendalikan tekanan paru, memperbaiki katup jantung kiri, atau mengatur irama jantung. Diuretik membantu mengurangi bengkak. Kebocoran berat yang menimbulkan keluhan, atau yang ditemukan saat operasi katup kiri, dapat ditangani dengan operasi perbaikan atau penggantian katup. Bagi sebagian orang dengan risiko operasi tinggi, kini ada pilihan perbaikan atau penggantian katup lewat kateter.

Gejala yang Perlu Dikenali.

Gejala Umum

Kebocoran ringan biasanya tidak menimbulkan keluhan; gejala berikut lebih sering pada kebocoran sedang sampai berat.

  • Mudah lelah dan lemas
  • Tungkai atau pergelangan kaki bengkak
  • Perut membesar atau terasa penuh
  • Rasa tidak nyaman di perut kanan atas
  • Nafsu makan berkurang atau cepat kenyang
  • Denyut yang tampak di leher
  • Jantung berdebar atau terasa tidak teratur
Tidak semua orang mengalami gejala yang sama. Bila keluhan berulang atau memburuk, periksakan diri.

Apa yang Menyebabkan Kondisi Ini?

  • Pelebaran bilik atau serambi kanan akibat tekanan tinggi di pembuluh paru (hipertensi pulmonal)
  • Penyakit katup jantung kiri, seperti stenosis atau regurgitasi mitral
  • Gagal jantung dan kardiomiopati yang membuat ruang jantung kanan membesar
  • Fibrilasi atrium yang berlangsung lama sehingga serambi dan cincin katup melebar
  • Kabel alat pacu jantung atau ICD yang melewati katup dan mengganggu geraknya
  • Kerusakan daun katup akibat infeksi katup (endokarditis), penyakit jantung rematik, atau sindrom karsinoid
  • Kelainan bawaan seperti anomali Ebstein, atau cedera dada

Siapa yang Lebih Berisiko?

Medis

Hipertensi pulmonal, penyakit katup mitral atau aorta, gagal jantung, penyakit paru kronis, dan fibrilasi atrium berkaitan erat dengan kebocoran katup trikuspid sekunder.

Usia

Kebocoran trikuspid yang bermakna lebih sering ditemukan setelah usia 65 tahun dan pada perempuan, sejalan dengan bertambahnya kasus fibrilasi atrium dan gagal jantung.

Lainnya

Pemakaian kabel alat pacu jantung atau ICD, riwayat infeksi katup, penggunaan narkoba suntik, dan terapi radiasi di dada meningkatkan risiko kerusakan katup.

Kelompok yang Lebih Berisiko

  • Penyandang Hipertensi Pulmonal: Tekanan tinggi di pembuluh paru membebani bilik kanan dan melebarkan cincin katup trikuspid, sehingga kebocoran mudah terjadi.
  • Penyandang Fibrilasi Atrium Menahun: Serambi kanan yang lama membesar dapat menarik cincin katup sehingga daun katup tidak lagi bertemu rapat.
  • Pengguna Alat Pacu Jantung atau ICD: Kabel yang melewati katup trikuspid dapat mengganggu gerak daun katup, sehingga ekokardiografi berkala perlu bila muncul keluhan.
  • Penyandang Penyakit Katup Jantung Kiri: Stenosis atau kebocoran katup mitral dan aorta menaikkan tekanan paru, sehingga katup trikuspid perlu ikut dinilai saat kontrol.
Memiliki faktor risiko tidak berarti seseorang pasti mengalami kondisi ini.

Bagaimana Diagnosis Ditegakkan?

Regurgitasi trikuspid sering pertama kali diketahui dari ekokardiografi yang dikerjakan untuk alasan lain. Pemeriksaan ini menjadi alat utama: dokter menilai berat kebocoran dengan beberapa ukuran, melihat bentuk daun katup dan lebar cincinnya, memperkirakan tekanan paru, serta mengukur besar dan kekuatan bilik kanan. Penyebab yang mendasari, seperti penyakit katup kiri atau hipertensi pulmonal, dicari sekaligus.

Bila gambaran belum jelas atau tindakan direncanakan, dokter dapat menambahkan ekokardiografi lewat kerongkongan atau tiga dimensi, MRI jantung untuk mengukur bilik kanan secara teliti, dan CT scan untuk merencanakan tindakan lewat kateter. Kateterisasi jantung kanan mengukur tekanan paru secara langsung, karena tekanan paru yang sangat tinggi mengubah pilihan penanganan. EKG mencari fibrilasi atrium, dan tes darah menilai fungsi hati serta ginjal yang dapat terpengaruh bendungan.

  1. Ekokardiografi

    Pemeriksaan utama untuk menilai berat kebocoran, bentuk katup, tekanan paru, serta ukuran dan fungsi bilik kanan; dapat dilakukan lewat kerongkongan bila perlu.

  2. Elektrokardiogram / EKG

    Mencari fibrilasi atrium dan tanda beban jantung kanan.

  3. MRI Jantung

    Mengukur volume dan fungsi bilik kanan secara teliti tanpa sinar X, membantu menentukan waktu tindakan.

  4. Kateterisasi Jantung Kanan

    Mengukur tekanan paru dan jantung kanan secara langsung sebelum memutuskan operasi atau tindakan lewat kateter.

  5. CT-Scan Jantung

    Memetakan katup, cincin katup, dan pembuluh darah di sekitarnya untuk merencanakan tindakan lewat kateter.

  6. Tes Fungsi Hati

    Menilai pengaruh bendungan darah terhadap hati, yang ikut menentukan risiko tindakan.

Pilihan Penanganan.

Penanganan ditentukan dokter setelah evaluasi. Kategori berikut membantu Anda memahami pembicaraan dengan dokter.

Pemantauan dan Penanganan Penyebab

Kebocoran ringan cukup dipantau. Pada kebocoran sekunder, penanganan penyakit dasarnya, seperti hipertensi pulmonal, gagal jantung, atau fibrilasi atrium, dapat mengurangi kebocoran.

Obat Diuretik

Membantu membuang cairan berlebih sehingga bengkak dan rasa penuh di perut berkurang. Dokter menentukan jenis dan dosisnya serta memantau fungsi ginjal.

Operasi Perbaikan atau Penggantian Katup

Dipertimbangkan pada kebocoran berat yang menimbulkan keluhan atau membuat bilik kanan membesar, dan sering dikerjakan bersamaan saat operasi katup jantung kiri.

Perbaikan atau Penggantian Katup lewat Kateter

Klip penjepit daun katup, atau katup buatan, dipasang lewat vena di lipat paha tanpa membuka dada, bagi sebagian orang dengan kebocoran berat bergejala dan risiko operasi tinggi.

Kesesuaian dan ketersediaan pemeriksaan atau terapi perlu dikonfirmasi bersama tim perawatan.

Komplikasi yang Perlu Dipantau.

Gagal Jantung Kanan

Bilik kanan yang lama menampung darah berlebih membesar lalu melemah, sehingga bengkak dan lelah makin berat. Dibahas di halaman Gagal Jantung.

Gangguan Fungsi Hati dan Ginjal

Bendungan darah yang lama dapat mengganggu kerja hati dan ginjal, ditandai kulit menguning atau hasil tes darah yang memburuk.

Fibrilasi Atrium

Serambi kanan yang membesar memicu irama tidak teratur, dan sebaliknya fibrilasi atrium memperberat kebocoran. Dibahas di halaman Fibrilasi Atrium.

Cairan di Perut dan Penurunan Gizi

Cairan di rongga perut dan bendungan di usus membuat cepat kenyang dan penyerapan makanan berkurang, sehingga berat badan dan otot menyusut.

Endokarditis Infeksius

Katup yang rusak atau dilewati kabel alat pacu lebih mudah terinfeksi bakteri. Dibahas di halaman Endokarditis Infeksius.

Apa yang Bisa Dilakukan?

  • Kendalikan tekanan darah dan penyakit paru agar tekanan pembuluh paru tidak naik.
  • Jalani pengobatan fibrilasi atrium dan gagal jantung sesuai jadwal dokter.
  • Bila memakai alat pacu jantung atau ICD, ikuti jadwal kontrol alat dan ekokardiografi yang dianjurkan.
  • Jaga kebersihan gigi dan mulut serta hindari narkoba suntik untuk mencegah infeksi katup.
  • Batasi garam dan timbang berat badan setiap hari bila Anda mudah bengkak.
  • Bila hasil ekokardiografi menyebut kebocoran sedang atau berat, kontrol ulang sesuai jadwal.

Kapan Harus ke Dokter?

Bila hasil ekokardiografi Anda menyebut regurgitasi trikuspid ringan tanpa kelainan lain, biasanya cukup dibicarakan saat kontrol rutin. Temui dokter jantung lebih cepat bila kebocoran disebut sedang atau berat, atau bila muncul keluhan berikut.

  • Tungkai bengkak atau perut membesar
  • Rasa penuh atau nyeri di perut kanan atas, atau cepat kenyang
  • Cepat lelah yang bertambah dalam beberapa minggu
  • Jantung berdebar atau terasa tidak teratur
  • Demam menggigil pada pengguna alat pacu jantung atau penyandang kelainan katup
  • Sesak berat, kulit menguning, atau pingsan: segera ke IGD

Jangan Menunggu bila Kondisinya Darurat.

Bila keluhan terasa berat atau muncul mendadak, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258, bukan menunggu janji temu.

Hal yang Mungkin Anda Tanyakan.

Pertanyaan yang sering diajukan tentang regurgitasi trikuspid.

Hasil USG jantung saya menyebut TR ringan, apakah berbahaya?

Umumnya tidak. Kebocoran trikuspid ringan atau trivial ditemukan pada banyak orang sehat dan sering dianggap variasi normal, terutama bila ukuran ruang jantung, fungsi pompa, dan tekanan paru normal. Dokter akan melihat hasil ekokardiografi secara keseluruhan. Kontrol tambahan biasanya baru diperlukan bila ada kelainan lain, seperti tekanan paru tinggi atau penyakit katup kiri, atau bila muncul keluhan.

Apakah regurgitasi trikuspid bisa membaik tanpa operasi?

Bisa, terutama bila kebocorannya sekunder. Ketika penyebabnya ditangani, misalnya tekanan paru diturunkan, irama jantung dikendalikan, gagal jantung diobati, atau katup mitral diperbaiki, cincin katup dapat mengecil dan kebocoran berkurang. Diuretik juga mengurangi bengkak. Namun kebocoran berat yang disebabkan kerusakan daun katup biasanya tidak membaik dengan obat saja dan perlu dinilai untuk tindakan.

Kapan regurgitasi trikuspid perlu dioperasi?

Operasi dipertimbangkan bila kebocoran berat menimbulkan keluhan meskipun sudah diobati, atau bila bilik kanan mulai membesar dan melemah. Bila Anda menjalani operasi katup mitral atau aorta, katup trikuspid yang bocor cukup berat atau cincinnya melebar sering diperbaiki sekaligus. Waktu yang tepat penting, karena bila bilik kanan atau hati sudah rusak berat, manfaat operasi berkurang.

Apakah alat pacu jantung bisa menyebabkan kebocoran katup trikuspid?

Bisa, walaupun tidak pada semua orang. Kabel alat pacu jantung atau ICD melewati katup trikuspid menuju bilik kanan, dan pada sebagian orang kabel itu mengganggu gerak atau penutupan daun katup. Bila keluhan bengkak atau lelah bertambah setelah pemasangan alat, sampaikan kepada dokter. Ekokardiografi dapat menilai hubungan kabel dengan katup dan menentukan langkah berikutnya.

Apa bedanya regurgitasi trikuspid dengan stenosis trikuspid?

Pada regurgitasi, katup trikuspid tidak menutup rapat sehingga darah berbalik dari bilik kanan ke serambi kanan. Pada stenosis, katup tidak membuka lebar sehingga aliran darah ke bilik kanan terhambat. Regurgitasi jauh lebih sering ditemukan, sedangkan stenosis jarang dan biasanya akibat penyakit jantung rematik. Penyempitan katup trikuspid dibahas di halaman Stenosis Trikuspid.

Apakah tindakan katup lewat kateter cocok untuk semua orang?

Tidak. Perbaikan dengan klip atau penggantian katup trikuspid lewat kateter terutama ditujukan bagi orang dengan kebocoran berat yang tetap bergejala meskipun sudah diobati dan berisiko tinggi bila dioperasi. Bentuk katup, posisi kabel alat pacu, tekanan paru, dan fungsi bilik kanan ikut menentukan kecocokannya. Tim jantung akan menilai pilihan yang sesuai setelah pemeriksaan lengkap.

Sumber dan Tinjauan Medis

Ditinjau secara medis oleh dr. Widya T. Suwatri, Sp.BTKV, Subsp. JD(K).

  1. Vahanian A, Beyersdorf F, Praz F, Milojevic M, Baldus S, Bauersachs J, et al. 2021 ESC/EACTS Guidelines for the management of valvular heart disease. Eur Heart J. 2022;43(7):561-632.
  2. Praz F, et al. 2025 ESC/EACTS Guidelines for the management of valvular heart disease. Eur Heart J. 2025;46(44):4635-4736.
  3. Otto CM, Nishimura RA, Bonow RO, Carabello BA, Erwin JP 3rd, Gentile F, et al. 2020 ACC/AHA Guideline for the Management of Patients With Valvular Heart Disease: A Report of the American College of Cardiology/American Heart Association Joint Committee on Clinical Practice Guidelines. Circulation. 2021;143(5):e72-e227.
  4. Hahn RT. Tricuspid Regurgitation. N Engl J Med. 2023;388(20):1876-1891.
  5. Topilsky Y, Maltais S, Medina Inojosa J, Oguz D, Michelena H, Maalouf J, et al. Burden of Tricuspid Regurgitation in Patients Diagnosed in the Community Setting. JACC Cardiovasc Imaging. 2019;12(3):433-442.
  6. Sorajja P, Whisenant B, Hamid N, Naik H, Makkar R, Tadros P, et al. Transcatheter Repair for Patients with Tricuspid Regurgitation. N Engl J Med. 2023;388(20):1833-1842.
  7. Hahn RT, Makkar R, Thourani VH, et al. Transcatheter Valve Replacement in Severe Tricuspid Regurgitation. N Engl J Med. 2025;392(2):115-126.

Langkah berikutnya

Bahas Keluhan Anda bersama Dokter.

Mulai konsultasi untuk memahami kondisi dan pilihan penanganan yang sesuai.

Konteks kunjungan: Regurgitasi Trikuspid

Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi, diagnosis, atau pengobatan medis. Untuk keluhan kesehatan Anda, konsultasikan langsung dengan dokter.

Kembali ke Semua Kondisi