Jawaban singkat
Apa Itu Sarkoidosis Jantung?
Sarkoidosis jantung adalah peradangan yang membentuk kumpulan sel radang (granuloma) di otot jantung. Kondisi ini dapat menyebabkan blok jantung, gangguan irama, dan gagal jantung, serta sering menyertai sarkoidosis di paru.
Sumber informasiTanda yang Memerlukan Pertolongan Segera
- Pingsan, terutama saat beraktivitas
- Denyut sangat lambat disertai lemas, pusing berat, atau bingung
- Berdebar sangat cepat disertai nyeri dada, sesak, atau hampir pingsan
- Sesak berat saat istirahat atau tidak bisa berbaring datar
- Kejutan dari ICD lebih dari satu kali dalam waktu singkat
Bila tanda ini muncul, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.
01 / Memahami kondisi
Mengenal Sarkoidosis Jantung
Sarkoidosis adalah penyakit peradangan yang membentuk kumpulan kecil sel radang, disebut granuloma, di berbagai organ. Organ yang umumnya terkena adalah paru dan kelenjar getah bening di dada, tetapi kulit, mata, dan jantung juga dapat terkena. Disebut sarkoidosis jantung bila granuloma tumbuh di otot jantung. Keterlibatan jantung yang menimbulkan keluhan ditemukan pada sekitar 5 dari 100 penyandang sarkoidosis, sedangkan pencitraan menemukannya pada sekitar 20 sampai 25 dari 100 penyandang, sebagian besar belum bergejala. Sebagian kecil orang hanya mengalami sarkoidosis di jantung tanpa keterlibatan organ lain.
Dampak pada Jantung
Granuloma dan jaringan parut yang ditinggalkannya sering muncul di sekat jantung dan dinding bilik kiri. Letak ini dekat dengan jalur listrik jantung, sehingga keluhan awal yang khas adalah blok jantung, yaitu hantaran listrik yang melambat atau terputus. Blok jantung dibahas di halaman Blok Atrioventrikular. Jaringan parut juga dapat memicu irama cepat dari bilik jantung, yang dibahas di halaman Takikardia Ventrikular. Bila peradangan luas, kekuatan pompa jantung menurun dan timbul gagal jantung.
Petunjuk yang Perlu Diwaspadai
Pernyataan ilmiah American Heart Association (AHA) 2024 menyebut beberapa petunjuk: blok jantung yang tidak jelas sebabnya pada usia di bawah 60 tahun, takikardia ventrikel tanpa penyakit jantung koroner, atau kardiomiopati dengan pola parut yang tidak biasa. Penyandang sarkoidosis di organ lain dianjurkan menjalani penapisan jantung, setidaknya wawancara keluhan dan EKG, walau tidak ada keluhan jantung.
Penanganan
Penanganan terdiri atas dua bagian. Pertama, meredam peradangan dengan kortikosteroid, sering bersama obat penekan kekebalan lain, dengan pemantauan PET berkala. Kedua, menangani dampaknya pada jantung: alat pacu jantung atau ICD untuk blok jantung dan gangguan irama, ablasi untuk takikardia ventrikel yang berulang, serta obat gagal jantung. Sarkoidosis jantung termasuk penyebab kardiomiopati infiltratif, yang dibahas di halaman Kardiomiopati Infiltratif. Penanganannya melibatkan dokter jantung, dokter paru, dan dokter spesialis lain sesuai organ yang terkena. Dengan diagnosis dini dan pengobatan yang sesuai, banyak penyandang dapat menjalani aktivitas sehari-hari, walau pemantauan jangka panjang tetap diperlukan.
02 / Memahami kondisi
Gejala yang Perlu Dikenali.
Gejala Umum
Sebagian penyandang tidak mengalami keluhan jantung dan baru diketahui dari EKG atau pencitraan.
- Denyut terasa lambat, berdebar, atau melompat-lompat
- Pusing atau hampir pingsan
- Sesak napas dan mudah lelah saat beraktivitas
- Bengkak di kaki atau tungkai
- Rasa tidak nyaman di dada
- Batuk kering lama atau sesak akibat sarkoidosis paru
- Benjolan atau bercak kemerahan di kulit, atau mata merah dan nyeri
03 / Memahami kondisi
Apa yang Menyebabkan Kondisi Ini?
- Penyebab sarkoidosis belum diketahui pasti
- Diduga reaksi kekebalan tubuh yang berlebihan terhadap pemicu dari lingkungan pada orang dengan kecenderungan genetik tertentu
- Sel radang berkumpul membentuk granuloma di otot jantung, terutama di sekat jantung dan dinding bilik kiri
- Granuloma dan jaringan parut mengganggu jalur listrik jantung dan kekuatan pompa
- Dapat menyertai sarkoidosis di paru, kelenjar getah bening, kulit, atau mata, atau hanya mengenai jantung
04 / Memahami kondisi
Siapa yang Lebih Berisiko?
Medis
Menyandang sarkoidosis di paru, kelenjar getah bening, kulit, atau mata. Sebagian penyandang sarkoidosis memiliki keterlibatan jantung yang belum menimbulkan keluhan.
Usia
Umumnya terdiagnosis pada usia 25 sampai 60 tahun. Blok jantung yang tidak jelas sebabnya pada usia di bawah 60 tahun perlu dicari kemungkinan sarkoidosis jantung.
Genetik
Riwayat sarkoidosis dalam keluarga dan variasi gen pengatur kekebalan tubuh (HLA) dikaitkan dengan risiko yang lebih tinggi. Sarkoidosis jantung juga lebih banyak dilaporkan di Jepang.
Lainnya
Paparan debu, bahan kimia, atau jamur di lingkungan kerja diduga berperan pada sarkoidosis, walau hubungannya belum pasti.
Kelompok yang Lebih Berisiko
- Penyandang Sarkoidosis Paru atau Organ Lain: Sebagian memiliki keterlibatan jantung tanpa keluhan, sehingga penapisan jantung dengan wawancara keluhan dan EKG dianjurkan.
- Dewasa di Bawah 60 Tahun dengan Blok Jantung: Blok jantung tanpa sebab jelas pada usia ini perlu dicari kemungkinan sarkoidosis jantung.
- Orang dengan Takikardia Ventrikel tanpa Sebab Jelas: Gangguan irama bilik tanpa penyakit jantung koroner dapat menjadi tanda pertama sarkoidosis jantung.
05 / Memahami kondisi
Bagaimana Diagnosis Ditegakkan?
Diagnosis sarkoidosis jantung menggabungkan beberapa pemeriksaan karena tidak ada satu tes yang selalu dapat memastikannya. EKG dan rekaman Holter mencari blok jantung, blok cabang berkas, dan denyut tambahan. Ekokardiografi menilai kekuatan pompa dan penipisan sekat jantung. MRI jantung dengan kontras menunjukkan pola jaringan parut yang mengarah pada sarkoidosis, sedangkan PET dengan FDG menilai peradangan yang masih aktif. Sebelum PET, pasien menjalani diet rendah karbohidrat dan tinggi lemak serta puasa agar otot jantung normal tidak ikut tampak menyala.
Diagnosis pasti memerlukan bukti granuloma dari biopsi. Karena granuloma di jantung tersebar tidak merata, biopsi otot jantung sering tidak menemukannya, sehingga dokter lebih dulu mencari organ lain yang mudah dijangkau, misalnya kelenjar getah bening di dada melalui bronkoskopi. Bila biopsi organ lain menunjukkan sarkoidosis dan pencitraan jantung sesuai, diagnosis dapat ditegakkan. Dokter juga menyingkirkan penyebab lain, seperti penyakit jantung koroner dan miokarditis jenis lain.
Elektrokardiogram / EKG
Mencari blok jantung, blok cabang berkas, dan denyut tambahan. Dianjurkan sebagai penapisan pada setiap penyandang sarkoidosis.
Pemantauan Holter
Rekaman irama 24 sampai 48 jam untuk menemukan blok jantung atau gangguan irama yang hilang timbul.
Ekokardiografi
Menilai kekuatan pompa, gerak dinding, dan penipisan sekat jantung bagian pangkal yang khas pada sarkoidosis.
MRI Jantung
Menunjukkan pola jaringan parut dan peradangan. Luasnya parut membantu menilai risiko gangguan irama dan kebutuhan ICD.
PET Scan Jantung
PET dengan FDG menilai peradangan aktif dan dipakai untuk memantau respons pengobatan. Memerlukan diet khusus dan puasa sebelumnya.
Biopsi Endomiokardia
Mengambil sampel kecil otot jantung untuk mencari granuloma. Hasil negatif tidak menyingkirkan diagnosis karena granuloma tersebar tidak merata.
CT dada dan biopsi kelenjar getah bening dada melalui bronkoskopi untuk mencari sarkoidosis di organ yang lebih mudah dijangkau.
06 / Memahami kondisi
Pilihan Penanganan.
Penanganan ditentukan dokter setelah evaluasi. Kategori berikut membantu Anda memahami pembicaraan dengan dokter.
Kortikosteroid
Obat utama untuk meredam peradangan aktif. Dokter menentukan dosis awal dan cara menurunkannya secara bertahap.
Obat Penekan Kekebalan Lain
Seperti metotreksat atau obat biologis penghambat TNF, dipakai untuk mengurangi kebutuhan steroid atau bila peradangan belum terkendali.
Alat Pacu Jantung atau ICD
Untuk blok jantung atau risiko gangguan irama bilik. Bila alat pacu diperlukan, ICD yang juga berfungsi sebagai alat pacu sering dipertimbangkan.
Ablasi Kateter
Untuk takikardia ventrikel yang tetap berulang walau sudah minum obat dan memakai ICD.
Obat Gagal Jantung dan Obat Irama
Diberikan sesuai fungsi pompa dan jenis gangguan irama, dengan pemantauan berkala.
Transplantasi Jantung
Dipertimbangkan pada gagal jantung tahap lanjut atau gangguan irama yang tidak dapat dikendalikan dengan cara lain.
07 / Memahami kondisi
Komplikasi yang Perlu Dipantau.
Blok Jantung
Hantaran listrik melambat atau terputus sehingga denyut terlalu lambat dan dapat menyebabkan pingsan. Dibahas di halaman Blok Atrioventrikular.
Takikardia Ventrikel
Jaringan parut memicu irama cepat dari bilik jantung yang dapat menyebabkan pingsan atau henti jantung. Dibahas di halaman Takikardia Ventrikular.
Gagal Jantung
Peradangan dan parut yang luas melemahkan pompa jantung, menimbulkan sesak, bengkak, dan mudah lelah.
Gangguan Irama Serambi
Fibrilasi atrium dan gangguan irama serambi lain dapat muncul bila peradangan mengenai serambi jantung.
Efek Samping Pengobatan Jangka Panjang
Kortikosteroid jangka panjang dapat menaikkan gula darah dan berat badan, serta meningkatkan risiko infeksi dan pengeroposan tulang, sehingga dosisnya dipantau dokter.
08 / Memahami kondisi
Apa yang Bisa Dilakukan?
- Bila menyandang sarkoidosis di paru, kulit, atau mata, minta pemeriksaan jantung setidaknya dengan EKG
- Laporkan keluhan berdebar, pusing, atau hampir pingsan kepada dokter
- Minum obat penekan peradangan sesuai jadwal dan jangan menghentikannya sendiri
- Jalani PET atau MRI ulang sesuai jadwal untuk menilai respons pengobatan
- Kontrol alat pacu atau ICD secara berkala, termasuk lewat pemantauan jarak jauh bila dianjurkan
- Tidak merokok dan hindari paparan debu atau asap di tempat kerja
- Selama minum steroid, periksa gula darah, tekanan darah, dan kesehatan tulang secara rutin
- Lengkapi vaksinasi sesuai saran dokter karena obat penekan kekebalan meningkatkan risiko infeksi
09 / Memahami kondisi
Kapan Harus ke Dokter?
Konsultasikan ke dokter jantung bila Anda menyandang sarkoidosis dan mengalami keluhan berikut, atau bila ditemukan kelainan pada EKG. Bila pingsan, berdebar sangat cepat, atau sesak berat saat istirahat, segera ke IGD.
- Denyut terasa lambat, berdebar, atau melompat-lompat
- Pusing atau hampir pingsan
- Sesak dan mudah lelah yang bertambah
- Bengkak di kaki
- Blok jantung pada usia di bawah 60 tahun tanpa sebab jelas
- Sarkoidosis di paru, kulit, atau mata yang belum pernah diperiksa jantungnya
Jangan Menunggu bila Kondisinya Darurat.
Bila keluhan terasa berat atau muncul mendadak, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258, bukan menunggu janji temu.
10 / Pertanyaan umum
Hal yang Mungkin Anda Tanyakan.
Pertanyaan yang sering diajukan tentang sarkoidosis jantung.
Apakah sarkoidosis jantung menular atau diturunkan?
Sarkoidosis tidak menular. Penyakit ini juga tidak diturunkan secara langsung seperti penyakit keturunan, walau riwayat sarkoidosis dalam keluarga sedikit meningkatkan risiko. Para ahli menduga sarkoidosis muncul akibat reaksi kekebalan tubuh yang berlebihan terhadap pemicu dari lingkungan pada orang dengan kecenderungan genetik tertentu. Anggota keluarga tidak perlu menjalani pemeriksaan khusus, kecuali bila mereka memiliki keluhan.
Saya menyandang sarkoidosis paru tanpa keluhan jantung. Apakah perlu diperiksa?
Ya. Keterlibatan jantung dapat terjadi tanpa keluhan, sementara blok jantung atau gangguan irama bisa muncul tiba-tiba. Pernyataan ilmiah AHA 2024 menganjurkan penapisan pada setiap penyandang sarkoidosis di organ lain, setidaknya dengan wawancara keluhan dan EKG, dan dapat dilengkapi ekokardiografi atau rekaman Holter. Bila ditemukan kelainan, dokter melanjutkan dengan MRI jantung atau PET.
Mengapa saya perlu diet khusus sebelum PET jantung?
Otot jantung normal memakai gula sebagai sumber energi, sehingga dapat ikut menyerap zat penanda FDG yang juga diserap sel radang. Diet rendah karbohidrat dan tinggi lemak sebelumnya, lalu puasa beberapa jam, membuat otot jantung beralih memakai lemak. Dengan begitu, yang tampak menyala pada gambar adalah peradangan, bukan otot jantung normal. Tim pemeriksa akan memberi petunjuk rinci tentang makanan yang boleh dan tidak boleh dimakan.
Mengapa dokter menganjurkan ICD, bukan alat pacu jantung biasa?
Pada sarkoidosis jantung, blok jantung dan takikardia ventrikel sering muncul bersamaan karena berasal dari jaringan parut yang sama. ICD dapat bekerja sebagai alat pacu bila denyut terlalu lambat, sekaligus menghentikan irama bilik yang terlalu cepat. Karena itu, bila alat pacu diperlukan, pedoman menyarankan ICD dipertimbangkan. Keputusan akhir didasarkan pada fungsi pompa, luas parut pada MRI, dan riwayat gangguan irama Anda.
Berapa lama saya harus minum steroid?
Lamanya berbeda pada setiap orang. Umumnya steroid diberikan beberapa bulan dengan dosis yang diturunkan bertahap, lalu dokter menilai respons dengan PET ulang. Bila peradangan kambuh atau steroid sulit diturunkan, dokter dapat menambahkan obat penekan kekebalan lain agar dosis steroid dapat dikurangi. Jangan menghentikan steroid secara mendadak, karena tubuh memerlukan waktu untuk kembali memproduksi hormonnya sendiri.
Apakah blok jantung pada sarkoidosis bisa pulih?
Sebagian dapat membaik setelah peradangan diredam dengan obat, terutama bila pengobatan dimulai lebih awal. Namun, perbaikan tidak dapat dipastikan dan blok jantung dapat kambuh. Karena itu, pedoman umumnya tetap menganjurkan pemasangan alat pacu atau ICD pada blok jantung berat, walau irama tampak membaik setelah pengobatan. Dokter akan menjelaskan pilihan alat yang sesuai dengan kondisi Anda.
Sumber dan Tinjauan Medis
Ditinjau secara medis oleh dr. Santi R. Dewayanti, Sp.P.
- Cheng RK, Kittleson MM, Beavers CJ, Birnie DH, Blankstein R, Bravo PE, et al. Diagnosis and Management of Cardiac Sarcoidosis: A Scientific Statement From the American Heart Association. Circulation. 2024;149(21):e1197-216.
- Birnie DH, Sauer WH, Bogun F, Cooper JM, Culver DA, Duvernoy CS, et al. HRS expert consensus statement on the diagnosis and management of arrhythmias associated with cardiac sarcoidosis. Heart Rhythm. 2014;11(7):1304-23.
- Terasaki F, Azuma A, Anzai T, Ishizaka N, Ishida Y, Isobe M, et al. JCS 2016 Guideline on Diagnosis and Treatment of Cardiac Sarcoidosis: Digest Version. Circ J. 2019;83(11):2329-88.
- Zeppenfeld K, Tfelt-Hansen J, de Riva M, Winkel BG, Behr ER, Blom NA, et al. 2022 ESC Guidelines for the management of patients with ventricular arrhythmias and the prevention of sudden cardiac death. Eur Heart J. 2022;43(40):3997-4126.
- Arbelo E, Protonotarios A, Gimeno JR, Arbustini E, Barriales-Villa R, Basso C, et al. 2023 ESC Guidelines for the management of cardiomyopathies. Eur Heart J. 2023;44(37):3503-626.
- Birnie DH, Nery PB, Ha AC, Beanlands RS. Cardiac Sarcoidosis. J Am Coll Cardiol. 2016;68(4):411-21.




