Langsung ke konten

Kondisi Kardiovaskular Lainnya

Hipotensi

Hypotension / Low Blood Pressure

Ditinjau secara medis olehdr. Debby C. Soemitha, Sp.PD, Spesialis Penyakit Dalam
Terakhir diperbarui7 Oktober 2026
Ilustrasi medis hipotensi pada tubuh manusia semi-transparan dengan jantung dan pembuluh darah utama terlihat, manset tekanan darah di lengan, serta inset yang menunjukkan aliran darah arteri berkurang dan suplai darah ke otak yang menurun.
Ilustrasi Hipotensi

Jawaban singkat

Apa Itu Hipotensi?

Hipotensi adalah tekanan darah yang lebih rendah dari biasanya, umumnya di bawah 90/60 mmHg. Pada sebagian orang tidak menimbulkan keluhan, tetapi bila disertai pusing, lemas, atau pingsan, penyebabnya perlu dicari.

Sumber informasi

Tanda yang Memerlukan Pertolongan Segera

  • Pingsan disertai nyeri dada, sesak napas, atau jantung berdebar
  • Pingsan saat beraktivitas fisik atau saat berbaring
  • Bingung, sulit dibangunkan, atau bicara pelo
  • Kulit dingin, lembap, dan pucat kebiruan dengan napas cepat
  • Tidak buang air kecil berjam-jam disertai lemas berat
  • Muntah atau diare hebat sehingga tidak bisa minum
  • Tinja hitam atau muntah darah

Bila tanda ini muncul, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.

Catatan kegawatan: Tekanan darah rendah tanpa keluhan umumnya tidak berbahaya. Bila menimbulkan pusing, jatuh, atau pingsan, kondisi ini perlu diperiksa dokter karena bisa menjadi tanda kekurangan cairan, efek obat, gangguan saraf, atau penyakit jantung yang dapat ditangani.

Mengenal Hipotensi

Tekanan darah adalah dorongan darah pada dinding pembuluh saat jantung memompa. Angkanya ditulis dua: tekanan sistolik atau tekanan atas (saat jantung berkontraksi) dan tekanan diastolik atau tekanan bawah (saat jantung beristirahat di antara denyut). Hipotensi atau tekanan darah rendah umumnya berarti angka di bawah 90/60 mmHg. Namun, tidak ada satu batas yang berlaku untuk semua orang. Yang lebih penting adalah apakah tekanan darah cukup untuk mengalirkan darah ke otak, jantung, ginjal, dan organ lain, serta apakah muncul keluhan.

Banyak orang sehat, misalnya orang muda bertubuh langsing atau yang rutin berolahraga, memiliki tekanan darah rendah tanpa keluhan apa pun. Keadaan ini biasanya tidak memerlukan pengobatan. Sebaliknya, penurunan tekanan darah yang mendadak, atau yang membuat Anda pusing, lemas, sampai pingsan, adalah tanda bahwa aliran darah ke otak sempat berkurang.

Jenis-Jenis Hipotensi

Dokter membedakan hipotensi menurut waktu dan pemicunya. Hipotensi ortostatik muncul saat berdiri dari duduk atau berbaring. Hipotensi postprandial terjadi dalam dua jam setelah makan, terutama pada lansia. Hipotensi vasovagal dipicu refleks saraf, misalnya saat berdiri lama, kepanasan, atau melihat darah, dan dapat berujung pingsan. Hipotensi terinduksi obat berkaitan dengan obat penurun tekanan darah atau obat lain. Hipotensi persisten adalah tekanan darah yang rendah dalam jangka panjang. Hipotensi syok adalah penurunan tekanan darah berat yang membuat organ kekurangan aliran darah dan memerlukan pertolongan darurat. Setiap jenis dibahas di halamannya masing-masing.

Mengapa Tekanan Darah Bisa Turun

Tubuh menjaga tekanan darah lewat tiga hal: jumlah cairan dalam pembuluh darah, kekuatan pompa jantung, dan kemampuan pembuluh darah menyempit. Saraf otonom, yaitu saraf yang bekerja tanpa perlu disadari, mengatur ketiganya dari detik ke detik. Hipotensi terjadi bila salah satunya terganggu: cairan berkurang karena diare, muntah, atau perdarahan; pompa jantung melemah atau irama jantung terlalu lambat; pembuluh darah melebar karena obat, infeksi berat, atau reaksi alergi; atau saraf otonom tidak bekerja baik, misalnya pada diabetes lama dan penyakit Parkinson.

Kabar baiknya, penyebab hipotensi umumnya dapat dikenali lewat wawancara, pengukuran tekanan darah dalam beberapa posisi, dan pemeriksaan sederhana. Penanganan disesuaikan dengan penyebab itu, bukan sekadar menaikkan angka tekanan darah.

Jenis dan Kondisi Turunan

Kondisi berikut termasuk dalam kelompok Hipotensi. Buka masing-masing untuk penjelasan lengkapnya.

Gejala yang Perlu Dikenali.

Gejala Umum

  • Pusing atau kepala terasa ringan, terutama saat berdiri
  • Pandangan kabur, gelap, atau berkunang-kunang
  • Lemas dan cepat lelah
  • Mual atau rasa tidak nyaman di perut
  • Sulit berkonsentrasi
  • Hampir pingsan atau pingsan sesaat
  • Kulit pucat, dingin, dan berkeringat

Gejala pada Lansia

Pada lansia, keluhan sering tidak khas sehingga mudah dikira sekadar faktor usia.

  • Jatuh tanpa sebab yang jelas
  • Bingung atau mengantuk, terutama setelah makan atau bangun tidur
  • Lemas sampai sulit berjalan
  • Nyeri di tengkuk dan bahu saat berdiri
  • Keluhan memburuk setelah obat tekanan darah ditambah
Tidak semua orang mengalami gejala yang sama. Bila keluhan berulang atau memburuk, periksakan diri.

Apa yang Menyebabkan Kondisi Ini?

  • Kekurangan cairan karena diare, muntah, demam, keringat berlebih, atau kurang minum
  • Efek obat, seperti obat penurun tekanan darah, diuretik, nitrat, dan obat penenang
  • Gangguan saraf otonom, misalnya pada diabetes lama dan penyakit Parkinson
  • Refleks saraf vasovagal yang dipicu berdiri lama, panas, nyeri, atau emosi
  • Gangguan jantung, seperti irama terlalu lambat, penyempitan katup aorta, atau gagal jantung
  • Perdarahan, infeksi berat (sepsis), atau reaksi alergi berat (anafilaksis)
  • Gangguan hormon, seperti kekurangan hormon kelenjar adrenal

Siapa yang Lebih Berisiko?

Usia

Risiko hipotensi saat berdiri dan setelah makan meningkat seiring usia, karena refleks pengatur tekanan darah melambat dan pembuluh darah lebih kaku.

Medis

Diabetes, penyakit Parkinson, gagal jantung, penyakit katup jantung, penyakit ginjal, serta gangguan hormon adrenal atau tiroid meningkatkan kemungkinan tekanan darah turun.

Gaya Hidup

Kurang minum, minum alkohol, berdiri lama di tempat panas, dan berbaring lama di tempat tidur saat sakit membuat tubuh lebih sulit menjaga tekanan darah.

Lainnya

Memakai beberapa obat sekaligus, terutama kombinasi obat tekanan darah, diuretik, dan obat prostat atau saraf, serta kehamilan pada trimester pertama dan kedua.

Kelompok yang Lebih Berisiko

  • Lansia: Refleks pengatur tekanan darah melambat dan sering memakai beberapa obat, sehingga lebih mudah pusing atau jatuh saat tekanan darah turun.
  • Penyandang Diabetes: Diabetes yang berlangsung lama dapat merusak saraf otonom yang mengatur tekanan darah saat berdiri dan setelah makan.
  • Pengguna Obat Penurun Tekanan Darah: Obat yang menurunkan tekanan darah atau mengeluarkan cairan dapat membuat tekanan turun terlalu jauh, terutama saat sakit atau kurang minum.
  • Penyandang Penyakit Parkinson: Penyakit ini dapat mengganggu saraf otonom, dan obatnya juga dapat ikut menurunkan tekanan darah.
  • Perempuan Hamil: Tekanan darah turun secara alami pada trimester pertama dan kedua, sehingga pusing saat berdiri lebih mudah terjadi.
Memiliki faktor risiko tidak berarti seseorang pasti mengalami kondisi ini.

Bagaimana Diagnosis Ditegakkan?

Dokter mulai dengan menanyakan keluhan, kapan keluhan muncul (saat berdiri, setelah makan, atau saat berdiri lama), obat yang diminum, serta riwayat penyakit. Tekanan darah lalu diukur saat berbaring dan setelah berdiri satu dan tiga menit untuk melihat apakah turun saat berubah posisi. EKG merekam irama jantung, dan tes darah mencari anemia, kekurangan cairan, gangguan gula darah, elektrolit, atau hormon.

Bila keluhan datang sewaktu-waktu, tekanan darah dapat dipantau selama 24 jam atau diukur sendiri di rumah. Ekokardiografi dipakai bila dokter mencurigai kelainan katup atau pompa jantung, dan uji meja miring (tilt test) dipakai bila pingsan berulang belum jelas penyebabnya.

  1. Pemeriksaan Fisik

    Pengukuran tekanan darah dan nadi saat berbaring, lalu setelah berdiri satu dan tiga menit, untuk melihat penurunan saat berubah posisi.

  2. Pemantauan Tekanan Darah Ambulatori

    Pengukuran tekanan darah otomatis selama 24 jam untuk menangkap penurunan saat beraktivitas, setelah makan, atau setelah minum obat.

  3. Elektrokardiogram / EKG

    Rekaman irama jantung untuk mencari denyut yang terlalu lambat, gangguan hantaran listrik, atau tanda penyakit jantung lain.

  4. Pemeriksaan Laboratorium

    Tes darah untuk mencari anemia, kekurangan cairan, gangguan elektrolit, gula darah, fungsi ginjal, dan hormon.

  5. Ekokardiografi

    USG jantung untuk menilai kekuatan pompa dan katup, misalnya bila dicurigai penyempitan katup aorta atau gagal jantung.

  6. Uji meja miring (tilt test): tekanan darah dan nadi dipantau saat Anda dimiringkan ke posisi tegak, untuk memastikan hipotensi saat berdiri atau refleks vasovagal.

Pilihan Penanganan.

Penanganan ditentukan dokter setelah evaluasi. Kategori berikut membantu Anda memahami pembicaraan dengan dokter.

Mengatasi Penyebab

Menangani kekurangan cairan, perdarahan, infeksi, gangguan hormon, atau penyakit jantung yang menurunkan tekanan darah. Bila penyebabnya teratasi, tekanan darah biasanya kembali.

Peninjauan Obat oleh Dokter

Dokter meninjau semua obat yang Anda minum dan bila perlu mengubah jenis, waktu minum, atau takarannya. Jangan menghentikan obat sendiri.

Cairan dan Garam Sesuai Anjuran

Minum cukup dan, pada sebagian orang, menambah asupan garam dapat membantu. Anjuran ini tidak cocok untuk penyandang gagal jantung, hipertensi, atau penyakit ginjal, sehingga perlu persetujuan dokter.

Kebiasaan Sehari-hari

Bangun bertahap dari berbaring, menghindari berdiri lama di tempat panas, makan dalam porsi kecil, dan memakai stoking kompresi bila dianjurkan dokter.

Obat Penaik Tekanan Darah

Untuk keluhan yang menetap meski langkah lain sudah dijalankan, dokter dapat mempertimbangkan obat golongan penahan cairan atau penyempit pembuluh darah, dengan pemantauan tekanan darah saat berbaring.

Kesesuaian dan ketersediaan pemeriksaan atau terapi perlu dikonfirmasi bersama tim perawatan.

Komplikasi yang Perlu Dipantau.

Jatuh dan Patah Tulang

Pusing atau pingsan mendadak dapat menyebabkan jatuh, cedera kepala, atau patah tulang, terutama pada lansia.

Pingsan Berulang

Aliran darah ke otak yang berkurang sesaat dapat membuat pingsan berulang dan mengganggu aktivitas, pekerjaan, atau mengemudi.

Gangguan Aliran Darah ke Organ

Tekanan darah yang sangat rendah atau rendah dalam waktu lama dapat mengurangi aliran darah ke ginjal, jantung, dan otak.

Syok

Penurunan tekanan darah berat yang membuat organ kekurangan oksigen dan memerlukan pertolongan darurat. Dibahas di halaman Hipotensi Syok.

Apa yang Bisa Dilakukan?

  • Minum cukup air sepanjang hari, terutama saat cuaca panas, demam, atau diare.
  • Bangun bertahap: duduk dulu di tepi tempat tidur sebelum berdiri.
  • Hindari berdiri diam terlalu lama, apalagi di tempat panas dan ramai.
  • Batasi alkohol dan makan dalam porsi lebih kecil tetapi lebih sering.
  • Bawa daftar obat saat kontrol dan tanyakan apakah ada obat yang menurunkan tekanan darah.
  • Ukur tekanan darah di rumah bila Anda sering pusing, lalu tunjukkan catatannya ke dokter.

Kapan Harus ke Dokter?

Tekanan darah rendah tanpa keluhan biasanya cukup dipantau. Periksakan diri ke dokter bila tekanan darah rendah disertai keluhan atau terjadi berulang, agar penyebabnya dapat dicari dan ditangani.

  • Sering pusing, berkunang-kunang, atau hampir pingsan saat berdiri
  • Pernah pingsan, walaupun cepat sadar kembali
  • Jatuh tanpa sebab yang jelas, terutama pada lansia
  • Keluhan muncul setelah mulai minum obat baru atau setelah obat ditambah
  • Tekanan darah rendah disertai lemas, berat badan turun, atau kulit menggelap
  • Segera ke IGD bila pingsan disertai nyeri dada, sesak, atau jantung berdebar

Jangan Menunggu bila Kondisinya Darurat.

Bila keluhan terasa berat atau muncul mendadak, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258, bukan menunggu janji temu.

Hal yang Mungkin Anda Tanyakan.

Pertanyaan yang sering diajukan tentang hipotensi atau tekanan darah rendah.

Berapa angka tekanan darah yang disebut rendah?

Umumnya tekanan darah di bawah 90/60 mmHg disebut rendah. Namun, angka ini bukan batas mutlak. Sebagian orang sehat memiliki tekanan sekitar 90/60 mmHg tanpa keluhan, sementara orang lain sudah pusing pada angka yang lebih tinggi bila tekanannya turun mendadak. Karena itu, dokter menilai angka tekanan darah bersama keluhan, perubahan dari tekanan darah Anda yang biasa, dan keadaan saat diukur.

Apakah darah rendah sama dengan kurang darah?

Tidak. Darah rendah adalah sebutan sehari-hari untuk tekanan darah rendah atau hipotensi. Kurang darah atau anemia berarti kadar hemoglobin, zat pembawa oksigen dalam sel darah merah, di bawah normal. Keduanya sama-sama dapat membuat pusing dan lemas, dan anemia berat dapat ikut menurunkan tekanan darah. Pengukuran tekanan darah dan tes darah membantu dokter membedakannya.

Apakah tekanan darah rendah perlu diobati?

Tidak selalu. Tekanan darah rendah tanpa keluhan umumnya tidak perlu obat. Bila ada keluhan, langkah pertama adalah mencari dan menangani penyebabnya, misalnya kekurangan cairan, efek obat, atau gangguan jantung. Kebiasaan sederhana seperti cukup minum dan bangun bertahap sering sudah membantu. Obat penaik tekanan darah hanya dipertimbangkan dokter untuk keluhan yang menetap.

Apa yang sebaiknya dilakukan saat terasa akan pingsan?

Segera duduk atau berbaring, lalu angkat kedua tungkai bila memungkinkan, supaya darah lebih mudah kembali ke otak. Jangan memaksakan diri tetap berdiri atau berjalan ke kamar mandi. Setelah keluhan reda, bangun perlahan dan minum air bila tidak mual. Bila pingsan disertai nyeri dada, sesak, berdebar, atau terjadi saat beraktivitas, segera cari pertolongan ke IGD.

Apakah minum kopi atau makan garam bisa menaikkan tekanan darah?

Kafein dapat sedikit menaikkan tekanan darah untuk sementara, dan garam membantu tubuh menahan cairan. Pada sebagian orang dengan hipotensi, dokter memang menganjurkan menambah garam dan cairan. Namun, anjuran ini tidak cocok untuk semua orang, misalnya penyandang hipertensi, gagal jantung, atau penyakit ginjal. Bicarakan dulu dengan dokter sebelum mengubah pola makan Anda.

Apakah tekanan darah rendah bisa menjadi tanda penyakit jantung?

Bisa, walaupun tidak selalu. Irama jantung yang terlalu lambat, penyempitan katup aorta, dan pompa jantung yang melemah dapat membuat tekanan darah rendah, terutama bila disertai sesak, nyeri dada, berdebar, atau pingsan saat beraktivitas. EKG dan ekokardiografi membantu dokter menilai kemungkinan ini. Pada banyak orang, penyebabnya lebih sederhana, seperti kurang minum atau efek obat.

Sumber dan Tinjauan Medis

Ditinjau secara medis oleh dr. Debby C. Soemitha, Sp.PD.

  1. Brignole M, Moya A, de Lange FJ, Deharo JC, Elliott PM, Fanciulli A, et al. 2018 ESC Guidelines for the diagnosis and management of syncope. Eur Heart J. 2018;39(21):1883-1948.
  2. Freeman R, Wieling W, Axelrod FB, Benditt DG, Benarroch E, Biaggioni I, et al. Consensus statement on the definition of orthostatic hypotension, neurally mediated syncope and the postural tachycardia syndrome. Clin Auton Res. 2011;21(2):69-72.
  3. Wieling W, Kaufmann H, Claydon VE, van Wijnen VK, Harms MPM, Juraschek SP, et al. Diagnosis and treatment of orthostatic hypotension. Lancet Neurol. 2022;21(8):735-746.
  4. Trahair LG, Horowitz M, Jones KL. Postprandial hypotension: a systematic review. J Am Med Dir Assoc. 2014;15(6):394-409.
  5. Vincent JL, De Backer D. Circulatory shock. N Engl J Med. 2013;369(18):1726-1734.
  6. McEvoy JW, McCarthy CP, Bruno RM, Brouwers S, Canavan MD, Ceconi C, et al. 2024 ESC Guidelines for the management of elevated blood pressure and hypertension. Eur Heart J. 2024;45(38):3912-4018.

Langkah berikutnya

Bahas Keluhan Anda bersama Dokter.

Mulai konsultasi untuk memahami kondisi dan pilihan penanganan yang sesuai.

Konteks kunjungan: Hipotensi

Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi, diagnosis, atau pengobatan medis. Untuk keluhan kesehatan Anda, konsultasikan langsung dengan dokter.

Kembali ke Semua Kondisi