Jawaban singkat
Apa Itu Penyempitan Arteri?
Penyempitan arteri adalah mengecilnya saluran di dalam arteri sehingga aliran darah ke organ berkurang. Penyebab umumnya plak aterosklerosis, dan gejalanya bergantung pada letak arteri: jantung, leher dan otak, ginjal, usus, lengan, atau tungkai.
Sumber informasiTanda yang Memerlukan Pertolongan Segera
- Nyeri dada berat yang tidak reda dengan istirahat
- Wajah mencong, lengan atau tungkai lemah sesisi, atau bicara pelo mendadak
- Penglihatan hilang mendadak pada satu mata
- Nyeri perut hebat yang muncul mendadak
- Kaki atau lengan mendadak dingin, pucat, kebas, dan sangat nyeri
- Tekanan darah sangat tinggi disertai sakit kepala hebat, sesak, atau bingung
Bila tanda ini muncul, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.
01 / Memahami kondisi
Mengenal Penyempitan Arteri
Penyempitan arteri, dalam istilah medis stenosis arteri, berarti saluran di dalam arteri mengecil sehingga darah yang dapat lewat berkurang. Istilah ini sering muncul di hasil pemeriksaan, misalnya "penyempitan 70 persen". Halaman ini membantu Anda memahami arti temuan tersebut menurut letak arterinya. Proses yang umumnya menjadi penyebab, yaitu penumpukan plak, dibahas di halaman Aterosklerosis.
Gejala Bergantung pada Letaknya
Penyempitan di arteri jantung menimbulkan nyeri atau rasa berat di dada saat aktivitas, yang dibahas di halaman Penyakit Jantung Koroner. Penyempitan arteri karotis di leher dapat melepaskan bekuan ke otak dan memicu stroke atau serangan stroke sesaat. Penyempitan arteri ginjal dapat membuat tekanan darah sulit dikendalikan, yang dibahas di halaman Hipertensi Sekunder. Penyempitan arteri usus menimbulkan nyeri perut setelah makan dan berat badan turun. Penyempitan arteri lengan membuat lengan cepat pegal dan tekanan darah kedua lengan berbeda. Penyempitan arteri tungkai menimbulkan nyeri betis saat berjalan, yang dibahas di halaman Penyakit Arteri Perifer.
Tidak Selalu karena Plak
Sebagian besar penyempitan arteri disebabkan aterosklerosis. Penyebab lain antara lain displasia fibromuskular, yaitu kelainan dinding arteri yang sering mengenai arteri ginjal dan leher pada perempuan usia muda sampai paruh baya; peradangan dinding arteri, yang dibahas di halaman Vaskulitis Sistemik; bekas terapi radiasi; jepitan dari jaringan di sekitarnya; penyempitan bawaan seperti koarktasio aorta; serta penyempitan ulang setelah pemasangan stent, yang dibahas di halaman Restenosis.
Arti Angka Persen
Dokter menyatakan beratnya penyempitan dalam persen pengecilan diameter arteri. Namun, keputusan penanganan tidak hanya bergantung pada angka itu. Dokter juga menilai apakah penyempitan menimbulkan keluhan, seberapa besar pengaruhnya terhadap aliran darah, serta risiko tindakan dibanding manfaatnya. Pada arteri jantung, misalnya, pengukuran tekanan di dalam arteri dapat menunjukkan bahwa penyempitan yang tampak sedang ternyata tidak banyak mengurangi aliran.
Obat untuk Semua, Tindakan untuk Sebagian
Setiap orang dengan penyempitan akibat plak membutuhkan obat pelindung pembuluh darah dan pengendalian faktor risiko, karena penyempitan di satu tempat menandakan plak di tempat lain. Tindakan membuka arteri, seperti pelebaran dengan balon dan stent atau operasi, dipertimbangkan menurut letaknya, misalnya pada penyempitan arteri karotis yang sudah menimbulkan gejala atau penyempitan arteri jantung yang tetap membatasi aktivitas walau sudah minum obat.
02 / Memahami kondisi
Gejala yang Perlu Dikenali.
Gejala Umum
Banyak penyempitan tidak bergejala. Keluhan muncul bila aliran darah tidak cukup, dan bentuknya bergantung pada arteri yang menyempit.
- Nyeri atau rasa berat di dada saat aktivitas, reda saat istirahat (arteri jantung)
- Lemah, kebas, atau bicara pelo sesaat yang pulih sendiri (arteri leher dan otak)
- Penglihatan satu mata gelap sesaat seperti tertutup tirai (arteri leher)
- Tekanan darah tetap tinggi walau sudah minum beberapa obat (arteri ginjal)
- Nyeri perut setelah makan, takut makan, dan berat badan turun (arteri usus)
- Lengan cepat pegal saat diangkat atau dipakai bekerja (arteri lengan)
- Nyeri betis atau paha saat berjalan, reda setelah berhenti (arteri tungkai)
03 / Memahami kondisi
Apa yang Menyebabkan Kondisi Ini?
- Aterosklerosis, yaitu plak lemak, kolesterol, dan kapur di dinding arteri, penyebab yang umum
- Bekuan darah yang terbentuk di atas plak dan memperberat penyempitan
- Displasia fibromuskular, kelainan dinding arteri yang sering mengenai arteri ginjal dan leher
- Peradangan dinding arteri (vaskulitis), misalnya arteritis Takayasu atau arteritis sel raksasa
- Bekas terapi radiasi di daerah leher, dada, atau perut
- Jepitan arteri oleh otot, tulang, atau jaringan di sekitarnya
- Penyempitan bawaan, seperti koarktasio aorta, atau penyempitan ulang setelah pemasangan stent
04 / Memahami kondisi
Siapa yang Lebih Berisiko?
Gaya Hidup
Merokok, kurang bergerak, pola makan tinggi lemak jenuh dan garam, serta berat badan berlebih mempercepat pembentukan plak di semua arteri.
Medis
Kolesterol LDL tinggi, hipertensi, diabetes, dan penyakit ginjal kronis. Riwayat penyakit jantung koroner atau stroke menandakan kemungkinan penyempitan di arteri lain.
Genetik
Kolesterol tinggi bawaan, lipoprotein(a) tinggi, dan riwayat keluarga dengan penyakit jantung atau stroke di usia muda menambah kerentanan.
Usia
Penyempitan akibat plak makin sering ditemukan setelah usia 50 tahun, sedangkan displasia fibromuskular dan arteritis Takayasu lebih sering pada perempuan usia muda.
Lainnya
Riwayat terapi radiasi, penyakit autoimun, dan pemasangan stent sebelumnya meningkatkan kemungkinan penyempitan di arteri tertentu.
Kelompok yang Lebih Berisiko
- Penyandang Penyakit Jantung Koroner atau Stroke: Plak di satu wilayah arteri sering disertai plak di wilayah lain, sehingga arteri leher dan tungkai juga perlu dinilai bila ada keluhan.
- Perokok dan Penyandang Diabetes: Keduanya mempercepat penyempitan di banyak arteri sekaligus, termasuk arteri kecil di betis dan kaki.
- Penyandang Hipertensi Sulit Terkendali: Tekanan darah yang tetap tinggi walau sudah minum beberapa obat dapat menandakan penyempitan arteri ginjal.
- Perempuan Usia Muda dengan Hipertensi: Hipertensi di usia muda tanpa penyebab jelas dapat berkaitan dengan displasia fibromuskular arteri ginjal.
- Penyintas Kanker dengan Riwayat Radiasi: Radiasi di leher, dada, atau perut dapat mempercepat penyempitan arteri di daerah tersebut, bahkan bertahun-tahun kemudian.
05 / Memahami kondisi
Bagaimana Diagnosis Ditegakkan?
Dokter menanyakan keluhan dan faktor risiko, lalu meraba denyut nadi di leher, lengan, lipat paha, dan kaki, mengukur tekanan darah di kedua lengan, dan mendengarkan bunyi aliran darah yang berdesir di leher, perut, atau lipat paha dengan stetoskop. Tekanan darah yang jelas berbeda antara kedua lengan dapat menandakan penyempitan arteri lengan.
Pemeriksaan lanjutan dipilih sesuai letak yang dicurigai. USG Doppler tanpa radiasi menjadi langkah awal untuk arteri leher, ginjal, dan tungkai, sedangkan Ankle-Brachial Index (ABI) dipakai untuk tungkai. CT angiografi atau MR angiografi memetakan penyempitan lebih rinci, terutama sebelum tindakan. Untuk arteri jantung, dokter memakai uji beban, CT angiografi koroner, atau angiografi koroner. Angiografi dengan kateter umumnya dilakukan bila tindakan membuka arteri sedang dipertimbangkan, dan sering dikerjakan bersamaan dengan tindakan itu.
Pemeriksaan Fisik
Meraba denyut nadi di beberapa tempat, mengukur tekanan darah di kedua lengan, dan mendengarkan bunyi desir aliran darah di leher, perut, dan lipat paha.
USG Vaskular
Langkah awal tanpa radiasi dan tanpa jarum untuk melihat penyempitan di arteri leher, ginjal, perut, lengan, dan tungkai.
Tes Ankle-Brachial Index / ABI
Membandingkan tekanan darah di pergelangan kaki dan lengan untuk mendeteksi penyempitan arteri tungkai.
Angiografi Koroner CT
Melihat plak dan penyempitan arteri jantung tanpa kateter pada nyeri dada atau dugaan penyakit jantung koroner.
CT Angiografi Perifer / CTA Perifer
Memetakan penyempitan arteri dari perut sampai kaki dengan CT dan zat kontras, terutama sebelum tindakan.
Angiografi Aorta
Melihat aorta dan cabangnya, termasuk arteri ginjal dan usus, dengan kateter dan kontras bila tindakan membuka arteri dipertimbangkan.
06 / Memahami kondisi
Pilihan Penanganan.
Penanganan ditentukan dokter setelah evaluasi. Kategori berikut membantu Anda memahami pembicaraan dengan dokter.
Obat Pelindung Pembuluh Darah
Obat penurun kolesterol golongan statin dan obat antiplatelet untuk memperlambat plak dan mencegah bekuan. Dokter menentukan jenis dan dosisnya.
Pengendalian Faktor Risiko
Berhenti merokok, mengendalikan tekanan darah, gula darah, dan berat badan, serta aktif bergerak sesuai kemampuan dan anjuran dokter.
Angioplasti dan Stent
Pelebaran arteri dengan balon lewat kateter, umumnya disertai stent, untuk arteri jantung, tungkai, leher, ginjal, atau usus pada keadaan tertentu.
Operasi Pembuluh Darah
Pengangkatan plak dari arteri karotis (endarterektomi) atau pembuatan jalur pintas (bypass) untuk penyempitan yang panjang atau berat.
Pengobatan Sesuai Penyebab Lain
Misalnya obat penekan peradangan pada vaskulitis, atau pelebaran dengan balon tanpa stent pada displasia fibromuskular arteri ginjal.
07 / Memahami kondisi
Komplikasi yang Perlu Dipantau.
Serangan Jantung
Penyempitan arteri koroner dapat tersumbat bekuan secara mendadak. Dibahas di halaman Infark Miokard / Serangan Jantung.
Stroke
Bekuan atau serpihan plak dari arteri leher dapat terbawa ke otak dan menyumbat alirannya. Dibahas di halaman Stroke.
Gangguan Fungsi Ginjal
Penyempitan berat arteri ginjal dapat menurunkan fungsi ginjal, menaikkan tekanan darah, dan memicu penumpukan cairan.
Iskemia Usus
Aliran darah usus yang sangat berkurang menimbulkan nyeri setelah makan dan berat badan turun. Bila tersumbat mendadak, usus dapat rusak dan perlu tindakan darurat.
Iskemia Ekstremitas Kritis
Penyempitan berat arteri tungkai menimbulkan nyeri saat istirahat dan luka yang sulit sembuh. Dibahas di halaman Iskemia Ekstremitas Kritis.
Sumbatan Mendadak
Arteri yang sudah menyempit dapat tertutup bekuan, sehingga tungkai atau organ mendadak kekurangan darah. Dibahas di halaman Emboli Arteri.
08 / Memahami kondisi
Apa yang Bisa Dilakukan?
- Berhenti merokok dan hindari asap rokok orang lain
- Kendalikan kolesterol, tekanan darah, dan gula darah sesuai target dari dokter
- Bergerak aktif setidaknya 150 menit per minggu, misalnya jalan cepat
- Pilih pola makan kaya sayur, buah, ikan, dan biji-bijian utuh, serta batasi garam dan lemak jenuh
- Minum obat pelindung pembuluh darah secara teratur, terutama setelah pemasangan stent
- Datang kontrol berkala bila Anda pernah dinyatakan memiliki penyempitan arteri
09 / Memahami kondisi
Kapan Harus ke Dokter?
Buat janji dengan dokter bila hasil pemeriksaan menyebutkan adanya penyempitan arteri dan Anda ingin memahami langkah selanjutnya, atau bila Anda merasakan keluhan yang mengarah pada aliran darah yang kurang. Bila keluhan muncul mendadak dan berat, segera hubungi ambulans (119) atau ke IGD terdekat.
- Nyeri atau rasa berat di dada saat aktivitas
- Lemah, kebas, bicara pelo, atau penglihatan gelap sesaat yang pulih sendiri
- Tekanan darah tetap tinggi walau sudah minum beberapa obat
- Nyeri perut setiap selesai makan disertai berat badan turun
- Nyeri betis saat berjalan, atau lengan cepat pegal saat dipakai
- Tekanan darah kedua lengan berbeda jelas saat diukur
Jangan Menunggu bila Kondisinya Darurat.
Bila keluhan terasa berat atau muncul mendadak, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258, bukan menunggu janji temu.
10 / Pertanyaan umum
Hal yang Mungkin Anda Tanyakan.
Pertanyaan yang sering diajukan tentang penyempitan arteri.
Apa arti penyempitan 50 atau 70 persen pada hasil pemeriksaan saya?
Angka itu menunjukkan seberapa besar diameter arteri mengecil dibanding bagian yang normal. Pada umumnya, penyempitan di bawah 50 persen dianggap ringan, sedangkan 70 persen atau lebih dianggap berat. Namun, batasnya berbeda untuk setiap arteri, dan angka saja tidak menentukan perlu tidaknya tindakan. Dokter menggabungkannya dengan keluhan, pengaruh penyempitan terhadap aliran darah, dan kondisi Anda secara keseluruhan.
Apakah setiap penyempitan arteri harus dipasang ring?
Tidak. Banyak penyempitan cukup ditangani dengan obat dan pengendalian faktor risiko. Ring atau operasi dipertimbangkan bila penyempitan menimbulkan keluhan yang tetap mengganggu walau sudah minum obat, mengancam organ, atau berisiko tinggi memicu stroke. Pada penyempitan arteri ginjal akibat plak, misalnya, penelitian menunjukkan pemasangan stent rutin tidak memberi tambahan manfaat dibanding obat saja.
Apa bedanya penyempitan arteri dengan aterosklerosis?
Aterosklerosis adalah proses penumpukan plak di dinding arteri. Penyempitan arteri adalah akibat yang dapat dilihat pada pemeriksaan, yaitu saluran arteri yang mengecil. Sebagian besar penyempitan memang disebabkan aterosklerosis, tetapi ada juga penyebab lain seperti displasia fibromuskular dan vaskulitis. Sebaliknya, plak aterosklerosis tidak selalu menyempitkan arteri, tetapi tetap dapat retak dan memicu bekuan.
Bila arteri kaki saya menyempit, apakah arteri lain juga?
Mungkin. Plak jarang hanya ada di satu tempat. Orang dengan penyempitan arteri tungkai lebih sering juga memiliki plak di arteri jantung dan leher, walau belum bergejala. Karena itu, dokter biasanya menilai faktor risiko secara menyeluruh dan menanyakan keluhan di bagian tubuh lain. Pemeriksaan tambahan dilakukan bila ada keluhan atau bila hasilnya akan mengubah penanganan.
Apakah penyempitan arteri bisa kembali normal?
Penyempitan akibat plak jarang kembali benar-benar normal dengan obat saja, tetapi pertumbuhannya dapat dihentikan dan risiko komplikasinya diturunkan. Bila perlu, arteri dapat dibuka dengan balon, stent, atau operasi. Setelah itu, obat dan pengendalian faktor risiko tetap diperlukan agar arteri tidak menyempit lagi. Penyempitan karena peradangan dapat membaik bila peradangannya terkendali.
Apakah penyempitan arteri leher harus dioperasi?
Bergantung pada beratnya penyempitan dan ada tidaknya gejala. Bila penyempitan arteri karotis sudah menimbulkan stroke ringan atau serangan stroke sesaat, pengangkatan plak atau pemasangan stent dipertimbangkan secepatnya. Bila belum bergejala, sebagian besar orang cukup ditangani dengan obat dan pemantauan USG berkala. Keputusan diambil bersama tim dokter saraf dan pembuluh darah.
Sumber dan Tinjauan Medis
Ditinjau secara medis oleh dr. Adrianus Kosasih, Sp.JP(K).
- Mazzolai L, Teixido-Tura G, Lanzi S, Boc V, Bossone E, Brodmann M, et al. 2024 ESC Guidelines for the management of peripheral arterial and aortic diseases. Eur Heart J. 2024;45(36):3538-3700.
- Aboyans V, Ricco JB, Bartelink MEL, Björck M, Brodmann M, Cohnert T, et al. 2017 ESC Guidelines on the Diagnosis and Treatment of Peripheral Arterial Diseases, in collaboration with the European Society for Vascular Surgery (ESVS): Document covering atherosclerotic disease of extracranial carotid and vertebral, mesenteric, renal, upper and lower extremity arteries. Eur Heart J. 2018;39(9):763-816.
- Naylor R, Rantner B, Ancetti S, de Borst GJ, De Carlo M, Halliday A, et al. Editor's Choice: European Society for Vascular Surgery (ESVS) 2023 Clinical Practice Guidelines on the Management of Atherosclerotic Carotid and Vertebral Artery Disease. Eur J Vasc Endovasc Surg. 2023;65(1):7-111.
- Björck M, Koelemay M, Acosta S, Bastos Goncalves F, Kölbel T, Kolkman JJ, et al. Editor's Choice: Management of the Diseases of Mesenteric Arteries and Veins: Clinical Practice Guidelines of the European Society of Vascular Surgery (ESVS). Eur J Vasc Endovasc Surg. 2017;53(4):460-510.
- Gornik HL, Persu A, Adlam D, Aparicio LS, Azizi M, Boulanger M, et al. First International Consensus on the diagnosis and management of fibromuscular dysplasia. Vasc Med. 2019;24(2):164-189.
- Cooper CJ, Murphy TP, Cutlip DE, Jamerson K, Henrich W, Reid DM, et al. Stenting and Medical Therapy for Atherosclerotic Renal-Artery Stenosis. N Engl J Med. 2014;370(1):13-22.




