Langsung ke konten

Transparansi Biaya Tindakan

Biaya Ablasi Jantung di Heartology

Sedang berlangsungBerlaku sampai 31 Desember 2026

Sudah lama minum obat irama jantung, tetapi jantung masih sering berdebar? Kami jelaskan dengan terbuka: kisaran biaya ablasi, apa yang membuat angkanya berbeda, cara pembayarannya, dan kapan ablasi layak dipertimbangkan.

Dokter sudah menyarankan ablasi untuk kondisi saya

Minta Estimasi Biaya

Minta estimasi biaya, cek penjaminan, dan informasi jadwal dokter yang sesuai dengan kondisi Anda.

Sudah lama minum obat, keluhan belum membaik

Tanya Heartology Dulu

Minta dokter kami meninjau rekaman EKG Anda. Anda tidak wajib melanjutkan tindakan di Heartology.

Rumah sakit khusus jantung dan pembuluh darah di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan · Terakreditasi Paripurna (LAM-KPRS)

Sedang mengalami nyeri dada hebat, sesak napas berat, atau penurunan kesadaran? Jangan menunggu. Hubungi Heart Attack Center 1500 258 atau IGD terdekat sekarang.

Transparansi biaya

Ablasi Jantung, Berapa Biayanya?

Ablasi jantung, atau ablasi kateter, adalah tindakan untuk menangani gangguan irama jantung (aritmia) dengan menonaktifkan titik atau jalur listrik yang memicu irama tidak normal. Tindakan ini memakai selang tipis (kateter) yang umumnya dimasukkan dari pembuluh darah di lipat paha, tanpa sayatan di dada. Harga ablasi jantung tidak bisa disamaratakan, karena jenis aritmia, teknologi yang dipakai, dan kondisi setiap pasien berbeda. Di bawah ini perkiraan biaya dan hal-hal yang memengaruhinya.

Estimasi Biaya Ablasi Jantung di Heartology

Kamar Kelas IBerlaku per 1 Oktober 2026

  • Ablasi terencana untuk fibrilasi atrium

    Rp 160.000.000 sampai Rp 220.000.000

    Yang umumnya termasuk Pemetaan 3D, tindakan ablasi, dan rawat inap

    Yang Termasuk dalam Estimasi Heartology
    • Jasa tim elektrofisiologi
    • Ruang tindakan kateter
    • Kateter sesuai skenario
    • Obat selama perawatan
    Minta Estimasi Sesuai Kondisi Anda
  • Konsultasi dan tinjauan rekaman EKG, ternyata belum perlu ablasi

    Rp 1.000.000

    Yang umumnya termasuk Konsultasi dokter aritmia dan tinjauan hasil pemeriksaan

  • Ablasi terencana untuk aritmia supraventrikular (SVT)

    Rp 75.000.000 sampai Rp 110.000.000

    Yang umumnya termasuk Studi elektrofisiologi, tindakan ablasi, dan rawat inap

  • Ablasi fibrilasi atrium dengan pulsed field ablation (PFA), bila kondisi sesuai

    Rp 240.000.000 sampai Rp 300.000.000

    Yang umumnya termasuk Kateter PFA, tindakan ablasi, dan rawat inap

  • Aritmia lain yang memerlukan pemetaan 3D (misalnya flutter atipikal, PVC, takikardia ventrikel), ablasi ulang, atau kombinasi tindakan

    Estimasi personal setelah evaluasi dokter aritmia

    Disusun sesuai kondisi

  • Irama sangat cepat dengan gejala darurat

    Tidak dihitung sebagai estimasi awal

    Penanganan didahulukan, biaya mengikuti tindakan dan perawatan yang dijalani

    Heart Attack Center 1500 258

Estimasi di atas untuk kamar Kelas I dengan 2 hari rawat inap. Kelas kamar lain menyesuaikan. Estimasi dapat berubah dan bukan tagihan final.

Yang Membuat Biaya Setiap Pasien Berbeda

Jenis Aritmia yang Ditangani

SVT umumnya lebih sederhana daripada fibrilasi atrium atau takikardia ventrikel yang melibatkan area lebih luas.

Teknologi Pemetaan yang Dipakai

Pemetaan 3D dan kateter khusus membantu pada aritmia kompleks, dan ikut menentukan komponen biaya alat.

Sumber Energi untuk Ablasi

Radiofrekuensi dan pulsed field ablation memakai kateter serta perangkat berbeda, dengan biaya yang tidak sama.

Pembiusan dan Lama Tindakan

Sedasi atau bius umum, serta durasi tindakan yang lebih panjang pada kasus kompleks, memengaruhi biaya.

Pemeriksaan sebelum Tindakan Ablasi

Holter, ekokardiografi, dan pada fibrilasi atrium juga CT scan atau TEE, dapat diperlukan lebih dulu.

Kelas Kamar, Lama Rawat

Pilihan kelas kamar dan jumlah hari rawat inap setelah tindakan juga ikut menentukan total biaya.

Komponen yang Sering Belum Masuk Estimasi Awal

Tanyakan komponen berikut saat menerima estimasi, di rumah sakit mana pun:

  • Konsultasi dan pemeriksaan sebelum tindakan, misalnya Holter, ekokardiografi, atau CT scan
  • Kateter atau teknologi tambahan yang baru diputuskan saat studi elektrofisiologi berlangsung
  • Bius umum, bila rencana awal hanya memakai sedasi selama tindakan ablasi
  • Tambahan hari rawat inap bila pemantauan setelah tindakan perlu lebih lama
  • Obat yang dibawa pulang, termasuk pengencer darah, serta kontrol setelah tindakan
  • Tindakan ulang bila aritmia kambuh, atau bila muncul jenis aritmia lain

Kenapa Estimasi Ablasi Baru Final setelah Evaluasi Dokter Aritmia?

Rekaman EKG saat keluhan muncul membantu dokter mengenali jenis aritmia. Tetapi letak pasti sumber gangguan listriknya baru dapat dipastikan saat studi elektrofisiologi, yaitu pemeriksaan listrik jantung dari dalam yang dilakukan tepat sebelum ablasi. Kadang dokter menemukan jalur tambahan, sehingga teknik atau kateter yang dipakai perlu disesuaikan. Karena itu estimasi yang baik menjelaskan beberapa kemungkinan, termasuk kemungkinan bahwa ablasi ternyata belum menjadi langkah yang tepat.

Biaya yang Sering Terlupa: Setelah Pulang

Setelah ablasi, pasien tetap menjalani kontrol dan pemantauan irama, misalnya rekaman EKG atau Holter ulang. Sebagian pasien masih perlu obat untuk sementara waktu, dan pasien fibrilasi atrium sering tetap memerlukan obat pengencer darah sesuai risiko stroke masing-masing. Pada sebagian pasien, aritmia dapat kambuh dan tindakan ulang dipertimbangkan. Masukkan komponen ini ke dalam rencana keuangan keluarga.

Membandingkan Estimasi dari Beberapa Rumah Sakit? Pastikan Isinya Setara

Biaya ablasi di rumah sakit pemerintah, rumah sakit swasta, dan luar negeri bisa berbeda jauh, karena komponen yang dihitung dan jalur pembiayaannya juga berbeda. Pastikan juga keputusan medisnya sudah jelas lebih dulu. Sudah menerima rekomendasi ablasi dari rumah sakit lain, tetapi masih ragu? Dokter kami dapat meninjau rekaman EKG, hasil pemeriksaan, dan rekomendasi yang Anda terima, sehingga Anda dapat memutuskan dengan lebih yakin.

Sebelum Membandingkan Perkiraan Biaya, Pastikan Hal Berikut

  1. Jenis aritmia apa yang dipakai sebagai dasar estimasi yang Anda terima?
  2. Teknik apa yang dihitung: konvensional, pemetaan 3D, atau pulsed field ablation?
  3. Pembiusan apa yang direncanakan, dan apakah jasa seluruh tim sudah termasuk?
  4. Berapa hari rawat inap dan kelas kamar apa yang dijadikan acuan?
  5. Apakah pemeriksaan sebelum tindakan, misalnya CT scan atau TEE, sudah termasuk?
  6. Bagaimana bila saat tindakan ditemukan jalur listrik tambahan yang perlu ditangani?
  7. Sampai kapan estimasi ini berlaku, dan kapan tindakan ablasi dapat dijadwalkan?

Pembiayaan

Cara Membayar: Pribadi, Asuransi, atau Jaminan Perusahaan

Untuk tindakan terencana, tim kami membantu memastikan cara pembayaran sejak awal, supaya Anda dan keluarga tahu bagian mana yang ditanggung dan mana yang perlu disiapkan sendiri.

Tersedia

Biaya Pribadi (Pasien Umum)

Anda membayar langsung ke rumah sakit. Sebelum tindakan, tim admission menjelaskan estimasi, ketentuan deposit, dan metode pembayaran yang tersedia.

Pembayaran dapat dilakukan tunai, dengan kartu debit, kartu kredit, atau transfer bank, dan cicilan kartu kredit mengikuti ketentuan bank penerbit.

Tersedia

Asuransi Swasta

Heartology bekerja sama dengan berbagai perusahaan asuransi dan administrator klaim. Ada dua cara penjaminan:

  • Cashless: rumah sakit mengajukan jaminan sebelum tindakan; bila disetujui, Anda hanya membayar selisih di luar manfaat polis.
  • Reimbursement: Anda membayar lebih dulu, lalu mengajukan klaim penggantian ke asuransi memakai dokumen resmi dari rumah sakit.

Terdaftar sebagai rekanan belum tentu berarti semua polis bisa cashless. Hasil akhirnya bergantung pada jenis polis dan persetujuan asuransi.

Tersedia

Jaminan Perusahaan

Bila perusahaan tempat Anda bekerja sudah bekerja sama dengan Heartology, siapkan surat jaminan atau surat pengantar dari HR. Tim kami membantu memastikan cakupannya sebelum tindakan.

Tidak dilayani

BPJS Kesehatan

Heartology tidak bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, sehingga tindakan di Heartology tidak dapat ditanggung BPJS, termasuk bila Anda sudah memiliki surat rujukan.

  • Bila Anda ingin memakai BPJS, tindakan dapat dilakukan di rumah sakit mitra BPJS yang memiliki layanan tersebut, melalui alur rujukan dari fasilitas kesehatan tingkat pertama Anda.
  • Bila Anda ingin berkonsultasi di Heartology, Anda tetap dapat datang sebagai pasien umum, termasuk untuk second opinion sebelum memutuskan. Anda bebas melanjutkan tindakan di tempat mana pun.

Sebelum Mengandalkan Asuransi, Cek Lima Hal Ini di Polis Anda

  1. Limit untuk tindakan atau pembedahan. Sebagian polis memberi batas manfaat tersendiri untuk tindakan atau operasi, di bawah limit tahunan polis.
  2. Masa tunggu polis. Penyakit jantung sering memiliki masa tunggu, atau dikecualikan bila sudah ada sebelum polis.
  3. Batas kelas kamar. Memilih kamar di atas hak polis dapat membuat biaya lain ditanggung secara proporsional.
  4. Manfaat setelah pulang. Kontrol, obat jangka panjang, dan rehabilitasi jantung sering diatur dalam manfaat yang terpisah.
  5. Memiliki beberapa polis. Polis pribadi dan polis kantor mungkin dapat dikoordinasikan, sesuai ketentuan pada masing-masing polis.

Asuransi dan Administrator Rekanan

Tampilkan semua 39 rekanan

Daftar rekanan dapat berubah. Status kerja sama dan manfaat tetap perlu dicek untuk polis Anda.

Lihat profil mitra asuransi

Alur Pengecekan Penjaminan

  1. 1

    Pasien atau Pendamping Kirim Data Dasar

    Pasien atau pendamping mengirim foto kartu asuransi atau surat jaminan kantor, identitas pasien, dan rekomendasi tindakan dokter.

  2. 2

    Kami Cek Status Kerja Sama dan Manfaat

    Tim kami memeriksa kerja sama dan manfaat polis atau jaminan Anda di Heartology Cardiovascular Hospital.

  3. 3

    Rumah Sakit Membuat Pengajuan Jaminan Awal

    Untuk tindakan terencana, rumah sakit mengajukan persetujuan ke asuransi atau perusahaan sebelum tindakan.

  4. 4

    Anda Menerima Gambaran Selisih

    Anda tahu perkiraan yang ditanggung dan yang disiapkan sendiri sebelum menandatangani persetujuan tindakan.

Pada keadaan darurat, penanganan medis didahulukan. Urusan penjaminan diselesaikan sambil pasien ditangani.

Sebelum memutuskan

Obat Belum Cukup Membantu: Kapan Ablasi Dipertimbangkan?

Banyak pasien aritmia sudah bertahun-tahun minum obat. Obat irama jantung membantu banyak orang, tetapi tidak selalu cukup: keluhan masih kambuh, efek sampingnya mengganggu, atau Anda tidak ingin bergantung pada obat irama jantung seumur hidup. Pada kondisi seperti itu, ablasi bisa menjadi pilihan yang layak dibicarakan dengan dokter. Keputusannya diambil dari jenis aritmia, seberapa sering dan berat keluhannya, kondisi jantung Anda, serta pilihan Anda sendiri. Gambaran di bawah membantu Anda berdiskusi dengan dokter, bukan menggantikan penilaiannya.

Kondisi di Mana Ablasi Umumnya Dipertimbangkan

  • SVT yang berulang, termasuk sindrom WPW, karena ablasi dapat dipertimbangkan sejak awal, tidak harus menunggu obat gagal.
  • Fibrilasi atrium yang tetap kambuh, meski sudah minum obat irama jantung, atau obatnya tidak dapat Anda toleransi.
  • Atrial flutter yang bergejala, yaitu irama cepat dan teratur di serambi jantung, yang cenderung berulang meski diobati.
  • Detak tambahan dari bilik jantung (PVC) yang sangat sering, bergejala, atau mulai memengaruhi kekuatan pompa jantung Anda.

Kondisi di Mana Ablasi Belum Tentu Menjadi Langkah Pertama

  • Keluhan berdebar tanpa rekaman irama yang jelas, sehingga jenis aritmianya perlu dipastikan dengan Holter atau alat perekam.
  • Detak jantung yang terlalu lambat, misalnya blok jantung, yang umumnya ditangani dengan alat pacu jantung, bukan ablasi.
  • Aritmia yang dipicu penyebab lain, seperti gangguan kelenjar tiroid atau kadar elektrolit, yang perlu ditangani lebih dulu.
  • Detak tambahan yang jarang dan tidak bergejala, dengan fungsi pompa jantung normal, yang umumnya cukup dipantau berkala.

Di Antara Kedua Kelompok

Banyak kasus berada di antara kedua kelompok ini, misalnya fibrilasi atrium yang sudah berlangsung lama, atau aritmia pada pasien dengan penyakit jantung lain. Pada kondisi seperti itu, kasus Anda dapat dibahas bersama tim dokter dalam Heart Meeting sebelum rekomendasi diberikan.

Satu Hal yang Sering Terlewat: Obat Pengencer Darah

Pada fibrilasi atrium, ablasi bertujuan mengurangi keluhan dan kekambuhan irama tidak teratur. Keputusan minum obat pengencer darah untuk mencegah stroke tetap didasarkan pada risiko stroke Anda, bukan hanya pada berhasil tidaknya ablasi. Tanyakan hal ini sejak awal, supaya harapan Anda dan rencana dokter sejalan.

Pertanyaan yang Layak Anda Ajukan kepada Dokter

  • Jenis aritmia apa yang saya alami, dan apa sumbernya di jantung saya?
  • Apa tujuan ablasi untuk saya: mengurangi keluhan, kebutuhan obat, atau melindungi jantung?
  • Apakah masih ada pilihan obat lain yang belum dicoba untuk kondisi saya?
  • Apakah kasus saya memerlukan pemetaan 3D, dan bila tidak, apa pertimbangan dokter?
  • Setelah ablasi, obat apa yang masih perlu saya minum, termasuk pengencer darah?
  • Bagaimana bila aritmia kambuh setelah ablasi, dan apakah tindakan ulang mungkin diperlukan?

Bila Anda sedang mengalami gejala darurat, jangan menunda penanganan untuk mencari pendapat kedua. Heart Attack Center 1500 258

Tonton di YouTube

Setiap kondisi pasien berbeda. Cerita ini merupakan pengalaman individual dan bukan jaminan hasil perawatan tertentu.

Sudah Disarankan Ablasi, atau Obat Tidak Kunjung Membantu?

Dokter kami dapat meninjau rekaman EKG, hasil Holter, dan pemeriksaan yang sudah Anda miliki, lalu menjelaskan pilihan yang relevan untuk kondisi Anda. Keputusan tetap di tangan Anda dan keluarga.

Pilihan penanganan

Tetap dengan Obat atau Menjalani Ablasi: Apa Bedanya?

Keduanya bertujuan mengendalikan aritmia dengan cara berbeda. Obat bekerja selama diminum, sedangkan ablasi menangani sumber gangguan listriknya secara langsung. Pilihan yang tepat bergantung pada jenis aritmia, keluhan, dan kondisi Anda.

AspekObat irama jantungAblasi kateter (Dibahas di halaman ini)
Cara kerjaMenekan atau memperlambat irama tidak normal selama obat diminumMenonaktifkan titik atau jalur listrik pemicu aritmia melalui kateter
TindakanTidak perluMelalui pembuluh darah di lipat paha, dengan sedasi atau bius umum
Rawat inap (umumnya)Tidak perluSingkat, sekitar 1 sampai 2 hari
Kembali ke aktivitas ringan (umumnya)Tanpa masa pemulihanDalam beberapa hari; aktivitas berat sekitar satu minggu kemudian
Jangka panjangUmumnya diminum terus, jenis dan dosisnya dapat berubahSebagian pasien dapat mengurangi obat irama jantung, sebagian tetap memerlukannya
Efek samping dan risikoEfek samping obat, misalnya lelah, pusing, atau detak terlalu lambatRisiko tindakan yang umumnya kecil, dengan komplikasi serius yang jarang
Bila aritmia kambuhJenis atau dosis obat disesuaikanTindakan ulang dapat dipertimbangkan, dan obat dapat dipakai kembali
Umumnya dipertimbangkan untukKeluhan ringan yang terkendali, atau sebagai langkah awalAritmia berulang yang bergejala, atau tetap kambuh meski sudah diobati

Obat dan ablasi tidak selalu saling menggantikan. Sebagian pasien tetap memerlukan obat setelah ablasi, dan pasien fibrilasi atrium umumnya tetap memerlukan pencegahan stroke sesuai risikonya.

Pilihan Lain yang Mungkin Dibahas Dokter

Pada kondisi tertentu, dokter dapat membahas pilihan lain, misalnya kardioversi listrik untuk mengembalikan irama normal pada fibrilasi atrium atau flutter, alat pacu jantung untuk detak yang terlalu lambat, atau ICD untuk aritmia bilik yang berbahaya. Pilihan-pilihan ini juga tersedia di Arrhythmia & Device Center Heartology.

Dapat Dua Rekomendasi Berbeda dari Dua Dokter?

Diskusikan dengan dokter kami sebelum memutuskan. Anda tidak wajib melanjutkan tindakan di Heartology.

Teknik tindakan

Ablasi Konvensional atau dengan Pemetaan 3D: Apa Bedanya untuk Anda?

Tujuan ablasi selalu sama: menonaktifkan sumber gangguan listrik jantung. Yang berbeda adalah cara dokter menemukan sumber itu dan mengarahkan kateter. Pada ablasi konvensional, dokter berpegang pada sinyal listrik dari beberapa kateter dan gambar sinar-X. Pada ablasi dengan pemetaan 3D, komputer menyusun peta tiga dimensi ruang jantung beserta aliran listriknya, sehingga posisi kateter dan area yang ditangani terlihat lebih rinci. Di Heartology, pemetaan 3D dipakai untuk aritmia yang kompleks, seperti fibrilasi atrium, dengan sistem pemetaan elektroanatomi dan kateter pemetaan resolusi tinggi. Aritmia dengan jalur yang lebih mudah dikenali umumnya ditangani dengan teknik konvensional.

AspekKonvensionalDengan pemetaan 3D
Cara menemukan sumber aritmiaSinyal listrik dari kateter dan gambar sinar-X dua dimensiPeta tiga dimensi ruang jantung dan aliran listriknya, disusun komputer
Tujuan tindakanMenonaktifkan sumber gangguan listrikSama
Paparan sinar-XDipakai sepanjang tindakan untuk mengarahkan kateterUmumnya dapat dikurangi, karena posisi kateter terlihat di peta
Umumnya dipakai untukAritmia dengan jalur yang lebih mudah dikenali, misalnya sebagian kasus SVTAritmia kompleks, misalnya fibrilasi atrium, flutter atipikal, PVC, atau takikardia ventrikel
BiayaUmumnya lebih rendahLebih tinggi, karena memakai kateter dan perangkat khusus
Yang menentukanDokter aritmia, setelah evaluasi menyeluruhDokter aritmia, setelah evaluasi menyeluruh

Apa Itu Pulsed Field Ablation (PFA)?

PFA adalah sumber energi ablasi yang memakai denyut medan listrik sangat singkat, bukan panas seperti radiofrekuensi. Energi ini bekerja lebih selektif pada jaringan otot jantung, sehingga dirancang untuk mengurangi risiko cedera pada jaringan di sekitarnya, seperti kerongkongan. Di Heartology, PFA tersedia untuk ablasi fibrilasi atrium pada pasien yang sesuai. Seperti teknik lainnya, pilihan energi ditentukan dokter sesuai kondisi Anda.

Apa Artinya bagi Anda?

Pemetaan 3D membantu dokter bekerja lebih terarah pada aritmia yang rumit. Meski begitu, teknologi bukan jaminan hasil. Keberhasilan dan risiko ablasi tetap bergantung pada jenis aritmia, berapa lama aritmia sudah berlangsung, kondisi jantung, serta faktor risiko Anda.

Tidak Semua Ablasi Memerlukan Pemetaan 3D

Dokter aritmia menimbang beberapa hal sebelum memilih teknik, antara lain jenis aritmia dan letak sumber gangguannya, hasil rekaman EKG dan studi elektrofisiologi, riwayat ablasi sebelumnya yang belum berhasil, kondisi otot dan struktur jantung Anda, serta pertimbangan biaya dan jalur penjaminan Anda. Bila pemetaan 3D tidak diperlukan, ablasi konvensional bukan pilihan kelas dua. Untuk aritmia dengan jalur yang jelas, pendekatan ini sudah lama dan luas dipakai. Selama tindakan, dokter dapat mengubah rencana, misalnya beralih ke pemetaan 3D atau menambah kateter, bila temuan studi elektrofisiologi mengharuskan. Tanyakan kemungkinan ini saat konsultasi, termasuk pengaruhnya pada biaya.

Soal Biaya

Ablasi dengan pemetaan 3D atau PFA umumnya lebih mahal daripada ablasi konvensional, karena memakai kateter dan perangkat khusus. Bila dokter menilai beberapa teknik sama-sama memungkinkan, mintalah estimasi untuk masing-masing pilihan.

Ingin Tahu Teknik Mana yang Sesuai?

Siapkan rekaman EKG dan hasil pemeriksaan Anda. Pilihan teknik hanya dapat ditentukan dokter aritmia.

Alur tindakan

Dari Konsultasi sampai Pulang: Alur Ablasi Jantung di Heartology

  1. 01

    Konsultasi dan Tinjauan EKG

    Dokter aritmia meninjau keluhan, riwayat obat, dan rekaman EKG atau Holter Anda, lalu menilai apakah ablasi memang relevan.

  2. 02

    Pemeriksaan Penunjang sebelum Tindakan

    Umumnya meliputi ekokardiografi dan laboratorium. Pada fibrilasi atrium, CT scan atau TEE dapat dilakukan untuk menilai serambi jantung.

  3. 03

    Persiapan Obat dan Penjaminan

    Dokter menjelaskan obat yang dilanjutkan atau dihentikan sementara. Estimasi biaya dan pengajuan penjaminan juga difinalkan pada tahap ini.

  4. 04

    Hari Pelaksanaan Tindakan Ablasi

    Kateter dimasukkan dari lipat paha. Dokter memetakan sumber aritmia, lalu melakukan ablasi. Umumnya berlangsung dua sampai empat jam.

  5. 05

    Pemantauan setelah Tindakan Selesai

    Anda berbaring beberapa jam agar bekas tusukan di lipat paha menutup baik, sambil irama jantung terus dipantau tim.

  6. 06

    Pulang, Kontrol, Pemantauan Irama

    Anda umumnya pulang dalam satu sampai dua hari, membawa jadwal kontrol, obat, dan panduan aktivitas selama masa pemulihan.

Jalur Darurat

Pada irama jantung yang sangat cepat dengan gejala berat, alurnya berbeda. Penanganan dilakukan secepatnya melalui jalur gawat darurat, misalnya dengan obat atau kejut listrik (kardioversi), dan urusan administrasi diselesaikan sambil pasien ditangani.

Heart Attack Center 1500 258

Manfaat dan batasan

Manfaat yang Diharapkan dan Batasannya

Manfaat yang Diharapkan

  • Dapat membantu mengurangi kekambuhan aritmia dan keluhan berdebar yang mengganggu aktivitas
  • Menangani sumber gangguan listrik jantung secara langsung melalui kateter, tanpa sayatan di dada
  • Pada sebagian pasien, obat irama jantung dapat dikurangi setelah ablasi sesuai penilaian dokter
  • Pada detak tambahan (PVC) yang sangat sering, ablasi dapat membantu menjaga kekuatan pompa jantung pada sebagian pasien
  • Pada fibrilasi atrium, ablasi membantu mengendalikan irama, tetapi tidak menggantikan pencegahan stroke

Catatan Medis

  • Keputusan ablasi diambil dokter aritmia setelah mengevaluasi rekaman EKG dan hasil pemeriksaan Anda
  • Pada fibrilasi atrium, obat pengencer darah tetap diputuskan berdasarkan risiko stroke, bukan hanya hasil ablasi
  • Tidak semua aritmia ditangani dengan ablasi, misalnya detak terlalu lambat yang umumnya memerlukan alat pacu jantung
  • Teknik dan sumber energi ablasi ditentukan dokter, dan rencananya dapat berubah sesuai temuan studi elektrofisiologi

Keterbatasan Manfaat

Ablasi tidak dapat menjanjikan aritmia hilang selamanya. Aritmia dapat kambuh, terutama pada fibrilasi atrium, sehingga obat atau tindakan ulang mungkin diperlukan, dan jenis aritmia lain dapat muncul. Sebagian pasien tetap memerlukan obat irama jantung, dan ablasi tidak menggantikan pencegahan stroke. Estimasi di halaman ini bukan tagihan final; biaya akhir ditentukan setelah evaluasi dokter dan tindakan yang dijalani.

Risiko

Risiko yang Perlu Anda Ketahui

Seperti semua tindakan medis, tetap ada risikonya. Besar kecilnya risiko berbeda pada setiap orang, dan dokter akan menjelaskannya secara spesifik sebelum Anda menandatangani persetujuan tindakan.

Lebih sering terjadi, umumnya ringan

  • Memar, nyeri, atau bengkak kecil di lipat paha
  • Rasa tidak nyaman di dada selama beberapa hari
  • Berdebar atau irama tidak teratur pada minggu awal
  • Rasa mudah lelah selama beberapa hari setelah tindakan

Jarang, tetapi perlu diwaspadai

  • Perdarahan atau gangguan pembuluh darah di lokasi tusukan lipat paha
  • Darah atau cairan di selaput jantung (tamponade) yang perlu ditangani
  • Gangguan sistem listrik jantung yang memerlukan alat pacu jantung permanen
  • Stroke, terutama pada ablasi di serambi kiri seperti fibrilasi atrium
  • Cedera pada kerongkongan atau saraf diafragma, dan penyempitan vena paru
  • Kondisi yang sangat jarang tetapi dapat mengancam jiwa, termasuk kematian

Setelah pulang

  • Aritmia kambuh, terutama pada fibrilasi atrium, sehingga tindakan ulang dipertimbangkan
  • Muncul jenis aritmia lain yang memerlukan evaluasi dan penanganan tersendiri
  • Keluhan berdebar sesekali pada bulan awal, yang belum tentu kekambuhan

Tanyakan kepada dokter: apa saja faktor risiko pribadi saya, misalnya usia, fungsi ginjal, tekanan darah, atau obat pengencer darah yang saya minum, dan apa yang dilakukan untuk menguranginya?

Segera Hubungi 1500 258 atau IGD Terdekat Bila Setelah Pulang Anda Mengalami:

  • Nyeri dada atau sesak napas berat, saat istirahat maupun beraktivitas
  • Bengkak yang membesar, nyeri hebat, atau perdarahan di lipat paha
  • Detak jantung sangat cepat, disertai pusing berat, lemas, atau pingsan
  • Lemas mendadak pada sebelah tubuh, bicara pelo, atau wajah mencong
  • Demam, nyeri saat menelan, atau muntah darah dalam beberapa minggu
Heart Attack Center 1500 258

Persiapan

Persiapan sebelum Ablasi

Persiapan yang lengkap membantu dokter menilai kondisi Anda lebih cepat dan membantu tim kami menyusun estimasi yang lebih akurat. Belum lengkap? Tetap bisa mulai, Heart Consultant akan memandu.

Dokumen Medis

  • Rekaman EKG saat keluhan muncul, dalam kertas atau file
  • Hasil Holter, ekokardiografi, EKG, dan pemeriksaan laboratorium terbaru Anda
  • Resume medis dan laporan ablasi sebelumnya, bila pernah menjalani
  • Daftar obat saat ini dan obat irama jantung sebelumnya
  • Rekaman EKG dari jam pintar dapat membantu sebagai informasi awal, tetapi tidak menggantikan EKG di fasilitas kesehatan.

Informasi Penting untuk Tim Medis

  • Obat pengencer darah dan obat irama jantung. Jangan menghentikan atau mengubah dosis sendiri.
  • Riwayat alergi, perdarahan, stroke, gangguan tiroid, dan penyakit ginjal yang pernah Anda alami.
  • Kehamilan atau rencana kehamilan, karena tindakan ablasi umumnya memakai sinar-X dan obat tertentu.

Administrasi

  • Identitas pasien dan keluarga yang menjadi penanggung jawab
  • Kartu asuransi dan polis, atau surat jaminan perusahaan
  • Deposit awal sesuai estimasi, dijelaskan tim admission sebelum tindakan

Hari Tindakan

  • Ikuti instruksi puasa dan persiapan dari tim medis
  • Siapkan pendamping, dan jangan menyetir sendiri saat pulang

Untuk keamanan data Anda, berkas medis tidak diunggah melalui formulir di halaman ini. Heart Consultant akan memandu penyampaian dokumen melalui saluran resmi yang aman.

Pemulihan

Setelah Ablasi: Pemulihan dan Kontrol

Ablasi menangani sumber gangguan listriknya, tetapi pemulihan dan kontrol tetap penting untuk menilai hasilnya dari waktu ke waktu.

Batasi Aktivitas Berat

Hindari mengangkat beban berat dan olahraga berat sekitar satu minggu, sesuai arahan dokter.

Rawat Bekas Tusukan

Jaga bekas tusukan di lipat paha tetap bersih dan kering selama beberapa hari.

Catat Keluhan Berdebar

Berdebar sesekali pada bulan-bulan awal masih bisa terjadi. Catat dan laporkan saat kontrol.

Minum Obat Sesuai Arahan

Minum obat sesuai arahan dokter, termasuk pengencer darah, dan jangan menghentikan obat sendiri.

Kendalikan Faktor Pemicu

Kendalikan tekanan darah, berat badan, gangguan tidur, dan alkohol untuk membantu mencegah kekambuhan.

Informasi terbuka

Syarat dan Ketentuan

  1. Estimasi berlaku untuk kamar Kelas I dengan 2 hari rawat inap; kelas kamar lain menyesuaikan
  2. Estimasi berlaku per 1 Oktober 2026 dan dapat berubah
  3. Estimasi bukan tagihan final; biaya akhir ditentukan setelah evaluasi dokter aritmia
  4. Pemeriksaan sebelum tindakan, tambahan hari rawat, dan obat yang dibawa pulang belum termasuk estimasi
  5. Heartology tidak bekerja sama dengan BPJS Kesehatan
  6. Status cashless bergantung pada jenis polis, manfaat yang dimiliki, dan persetujuan asuransi
  7. Deposit awal sesuai estimasi dijelaskan tim admission sebelum tindakan
  8. Cicilan kartu kredit mengikuti ketentuan bank penerbit

Tim dokter

Dokter Aritmia dan Elektrofisiologi di Heartology

Ablasi dikerjakan dokter jantung subspesialis aritmia dan elektrofisiologi, bersama tim perawat, radiografer, dan tim anestesi bila diperlukan. Anda berhak tahu siapa yang meninjau kondisi Anda dan melakukan tindakan.

Dr. dr. Dicky A. Hanafy, Sp.JP(K)

Aritmia & Elektrofisiologi

Arrhythmia and Device Center +1 center

Fokus klinisElektrofisiologi dan Ablasi Aritmia · Pemasangan Pacemaker dan ICD

Lihat Profil

Dr. dr. Faris Basalamah, Sp.JP(K)

Kardiologi Intervensi

Coronary Intervention Procedures +1 center

Fokus klinisIntervensi Koroner Kompleks · Elektrofisiologi Jantung

Lihat Profil

dr. Sunu B. Raharjo, Sp.JP(K), Ph.D.

Aritmia & Elektrofisiologi

Arrhythmia and Device Center

Fokus klinisElektrofisiologi Klinis dan Intervensi · Ablasi Aritmia Jantung

Lihat Profil

Urutan menurut nama, bukan peringkat. Tidak yakin dokter mana yang sesuai? Tanyakan kepada Heart Consultant, kami bantu mencocokkan dengan kondisi Anda.

Fasilitas

Fasilitas Pendukung Tindakan Aritmia

Ablasi dilakukan di ruang tindakan kateter, didukung layanan gawat darurat jantung, pemeriksaan penunjang, dan perawatan intensif dalam satu rumah sakit khusus kardiovaskular.

Heart Attack Center 1500 258

Layanan 24 jam untuk kegawatdaruratan jantung, termasuk pasien serangan jantung.

Cardiovascular Diagnostic Center

Untuk pemeriksaan penunjang seperti EKG, ekokardiografi, treadmill, dan CT jantung.

Terakreditasi Paripurna

Dari Lembaga Akreditasi Mutu dan Keselamatan Pasien Rumah Sakit (LAM-KPRS).

Arrhythmia & Device Center

Layanan untuk ablasi, alat pacu jantung, ICD, dan pemantauan irama.

Ruang Tindakan Elektrofisiologi

Ruang kateterisasi dengan pemetaan 3D untuk studi elektrofisiologi dan ablasi.

Ruang Perawatan Intensif

ICU dan HCU untuk pemantauan ketat bila diperlukan setelah tindakan.

Kenali Arrhythmia and Device Center

Cerita pasien

Pengalaman Pasien Ablasi Jantung

Mendengar pengalaman pasien lain sering membantu keluarga membayangkan prosesnya dengan lebih tenang. Pilihan teknik ablasi ditentukan dokter aritmia setelah evaluasi.

Setiap kondisi pasien berbeda. Cerita ini merupakan pengalaman individual dan bukan jaminan hasil perawatan tertentu.

Pertanyaan umum

Pertanyaan Seputar Biaya dan Tindakan Ablasi

Jawaban berikut bersifat umum, sedangkan rincian biaya dan kecocokan ablasi untuk kondisi Anda dipastikan saat konsultasi dengan dokter aritmia.

Berapa biaya ablasi jantung di Heartology?

Untuk ablasi terencana pada fibrilasi atrium, kisaran biaya di Heartology adalah Rp160.000.000 sampai Rp220.000.000 untuk kamar Kelas I, termasuk 2 hari rawat inap, berlaku per 1 Oktober 2026. Ablasi SVT dan ablasi fibrilasi atrium dengan PFA memiliki kisaran tersendiri, lihat papan estimasi di atas. Biaya akhir bergantung pada jenis aritmia, teknologi yang dipakai, pembiusan, kelas kamar, dan lama rawat inap.

Apakah Heartology menerima BPJS Kesehatan untuk ablasi jantung?

Tidak. Heartology tidak bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, sehingga tindakan di Heartology tidak dapat ditanggung BPJS. Pasien dapat menjalani ablasi dengan biaya pribadi, asuransi swasta rekanan, atau jaminan perusahaan. Bila ingin memakai BPJS, ablasi dapat dilakukan di rumah sakit mitra BPJS yang memiliki layanan elektrofisiologi, melalui alur rujukan dari fasilitas kesehatan tingkat pertama Anda.

Apakah ablasi jantung termasuk operasi?

Bukan operasi dengan sayatan. Ablasi kateter dilakukan melalui selang tipis yang dimasukkan dari pembuluh darah di lipat paha, sehingga tidak ada luka di dada. Banyak orang mencari istilah biaya operasi ablasi jantung, padahal yang umumnya dimaksud adalah tindakan ablasi kateter ini. Pada kasus tertentu, ablasi memang dapat dilakukan bersamaan dengan operasi jantung lain oleh dokter bedah, tetapi itu jenis tindakan yang berbeda.

Kenapa harga ablasi jantung bisa berbeda cukup jauh antar rumah sakit?

Karena jenis aritmia yang dihitung, teknologi yang dipakai, kelas kamar, lama rawat, dan jalur pembiayaannya berbeda. Ablasi SVT dengan teknik konvensional dan ablasi fibrilasi atrium dengan pemetaan 3D, misalnya, bisa terpaut jauh biayanya. Saat membandingkan, pastikan komponen yang dibandingkan setara, dan pastikan keputusan medisnya sudah jelas lebih dulu.

Apa saja yang biasanya termasuk dalam biaya ablasi?

Estimasi ablasi terencana di Heartology mencakup jasa tim dokter dan anestesi, studi elektrofisiologi dan tindakan ablasi, kateter sesuai skenario termasuk pemetaan 3D pada fibrilasi atrium, ruang tindakan, rawat inap 2 hari, serta obat dan pemeriksaan selama dirawat. Yang belum termasuk antara lain pemeriksaan sebelum tindakan seperti CT scan atau TEE, kateter atau teknologi tambahan yang baru diputuskan saat tindakan, tambahan hari rawat, dan obat yang dibawa pulang.

Apakah ablasi dengan pemetaan 3D atau PFA lebih mahal, dan apakah saya memerlukannya?

Umumnya lebih mahal, karena memakai kateter dan perangkat khusus. Di Heartology, pemetaan 3D dipakai untuk kasus kompleks dan sudah termasuk dalam estimasi ablasi fibrilasi atrium, yaitu Rp160.000.000 sampai Rp220.000.000 untuk kamar Kelas I, berlaku per 1 Oktober 2026. Di Heartology, PFA tersedia untuk ablasi fibrilasi atrium pada pasien yang sesuai. Pemetaan 3D terutama membantu pada aritmia kompleks, seperti fibrilasi atrium atau takikardia ventrikel. Untuk sebagian kasus SVT, teknik konvensional sudah memadai. Dokter aritmia yang menentukan teknik dan sumber energi setelah menilai kondisi Anda.

Setelah ablasi, apakah saya bisa berhenti minum obat?

Sebagian pasien dapat mengurangi atau menghentikan obat irama jantung setelah ablasi, tetapi keputusannya ada pada dokter setelah melihat hasil pemantauan irama Anda. Pada fibrilasi atrium, obat pengencer darah untuk mencegah stroke tetap diputuskan berdasarkan risiko stroke Anda, bukan hanya berdasarkan hasil ablasi. Jangan menghentikan obat apa pun sendiri.

Apakah aritmia bisa kambuh setelah ablasi?

Bisa. Pada bulan-bulan awal, berdebar sesekali dapat terjadi selama jaringan jantung pulih, dan belum tentu berarti ablasi tidak berhasil. Bila aritmia kambuh setelah masa itu, dokter dapat menyesuaikan obat atau mempertimbangkan tindakan ulang. Kemungkinan kambuh berbeda menurut jenis aritmia, dan umumnya lebih tinggi pada fibrilasi atrium dibandingkan SVT. Tanyakan gambaran yang realistis untuk kondisi Anda.

Berapa lama rawat inap dan kapan bisa kembali bekerja?

Untuk ablasi terencana tanpa komplikasi, pasien umumnya dirawat satu sampai dua hari. Pekerjaan kantor sering dapat dimulai kembali dalam beberapa hari, sedangkan mengangkat beban berat dan olahraga berat umumnya ditunda sekitar satu minggu. Dokter menentukan waktunya sesuai kondisi Anda.

Apakah saya dibius total saat ablasi?

Bergantung pada jenis tindakan dan kondisi Anda. Banyak ablasi dilakukan dengan bius lokal di lipat paha disertai obat penenang (sedasi), sementara tindakan yang lebih panjang atau kompleks dapat memakai bius umum. Tim akan menjelaskan pilihan pembiusan sebelum tindakan, termasuk pengaruhnya pada biaya.

Asuransi saya ada di daftar rekanan. Apakah pasti bisa cashless?

Belum tentu. Status cashless bergantung pada jenis polis, manfaat yang Anda miliki, dan persetujuan asuransi. Pada aritmia yang sudah lama terdiagnosis, periksa juga ketentuan tentang kondisi yang sudah ada sebelum polis aktif. Untuk tindakan terencana, tim kami dapat membantu mengajukan jaminan awal, sehingga Anda tahu lebih dulu berapa yang ditanggung dan berapa selisih yang mungkin dibayar sendiri.

Apakah pembayaran bisa dicicil?

Pembayaran dapat dilakukan tunai, dengan kartu debit, kartu kredit, atau transfer bank, dan cicilan kartu kredit mengikuti ketentuan bank penerbit.

Saya sudah lama minum obat dan dokter menyarankan ablasi. Bolehkah saya minta second opinion dulu?

Boleh, dan itu hal yang wajar untuk tindakan terencana. Dokter kami dapat meninjau rekaman EKG, hasil Holter, dan pemeriksaan yang sudah Anda miliki, lalu menjelaskan pertimbangan antara melanjutkan obat, ablasi, atau pilihan lain untuk kondisi Anda. Keputusan tetap di tangan Anda. Pengecualiannya, bila Anda sedang mengalami irama sangat cepat dengan gejala berat, jangan menunda penanganan untuk mencari pendapat kedua.

Saya pernah ablasi di rumah sakit lain dan keluhan muncul lagi. Bisakah Heartology meninjaunya?

Bisa. Bawa laporan ablasi sebelumnya dan rekaman EKG saat keluhan muncul. Dokter kami dapat menilai apakah keluhan tersebut berasal dari aritmia yang sama atau jenis lain, lalu menjelaskan pilihan yang relevan, termasuk kemungkinan tindakan ulang. Kami tidak menilai tindakan atau tarif rumah sakit lain, dan Anda bebas memutuskan tempat menjalani tindakan.

Bagaimana jika saya mengalami gejala darurat?

Jangan menunggu dan jangan membandingkan biaya lebih dulu. Bila jantung berdebar sangat cepat disertai nyeri dada, sesak napas berat, pingsan, atau lemas mendadak pada sebelah tubuh, segera hubungi Heart Attack Center 1500 258 atau datang ke IGD terdekat. Halaman ini bukan layanan gawat darurat.

Bacaan

Ingin Memahami Lebih Dalam?

Pelajari lebih lanjut supaya diskusi Anda dengan dokter lebih terarah.

Langkah berikutnya

Mulai dari Pertanyaan yang Paling Penting untuk Anda

Jalur A

Dokter sudah menyarankan ablasi untuk kondisi saya

Minta Estimasi Biaya via WhatsApp

Minta estimasi biaya, cek penjaminan, dan informasi jadwal dokter yang sesuai dengan kondisi Anda.

Jalur B

Sudah lama minum obat, keluhan belum membaik

Tanya Heartology Dulu via WhatsApp

Minta dokter kami meninjau rekaman EKG Anda. Anda tidak wajib melanjutkan tindakan di Heartology.

Heart Consultant merespons pada jam layanan. Di luar jam layanan, pesan Anda dibalas pada jam operasional berikutnya.

Lebih Nyaman Dihubungi?

Isi formulir singkat ini. Pesan WhatsApp Anda akan disiapkan, dan Heart Consultant akan menghubungi Anda kembali.

  • Data Anda digunakan hanya untuk koordinasi dan tindak lanjut layanan.
  • Informasi Anda tidak dibagikan kepada pihak lain tanpa persetujuan Anda.
  • Pelajari cara kami melindungi data Anda dalam Kebijakan Privasi.

Bukan jalur gawat darurat. Dalam kondisi darurat, hubungi Heart Attack Center 1500 258 atau IGD terdekat.

Minta Dihubungi

Konsultasi ini untuk

Kami menghubungi melalui nomor ini.

Kondisi saat ini

Tombol ini membuka WhatsApp dengan ringkasan permintaan Anda.

Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi, diagnosis, atau pengobatan medis. Untuk keluhan kesehatan Anda, konsultasikan langsung dengan dokter.

Keputusan Anda

Keputusan Tetap di Tangan Anda dan Keluarga

Kami bantu Anda memahami biaya, pilihan, dan risikonya dengan jelas. Dokter memberikan rekomendasi, Anda yang memutuskan.